Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Cerpen » Pernikahan Kritis Part I

Pernikahan Kritis Part I

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 17 Mar 2024
  • visibility 336
  • comment 0 komentar

Oleh : Elin Khanin

“Jujur, Dek Jila. Kamu udah berzina sama bule Kanada itu?”

“Astaghfirullah … Mas, hati-hati kalau ngomong.”

“Ah ya, ummi memang benar. Lelaki bule pasti lebih memesona dibanding aku. Aku tahu kamu sakit hati aku menikah lagi. Tapi kamu kan tahu aku terpaksa.”

“Mas … tolong jangan telan mentah-mentah fitnah keji itu. Mas bisa kan tabayun baik-baik?” Najila mulai putus asa menghadapi suaminya yang cemburu buta.

“Kamu masih mau mengelak? Foto-foto mesramu dengan lelaki bule itu sudah menjelaskan semuanya.” Emosi Sahnun kian tersulut.

 

“Foto-foto?” Najila mengernyit.

“Aku nggak nyangka putri Kiai sepertimu bisa bertindak di luar batas. Kalau kamu ingin balas dendam bukan begini caranya!”

 

Najila menekan kepalanya yang terasa pening. Tak ada yang bisa ucapkan selain istighfar. Sahnun seolah tak memberinya celah sama sekali untuk membela diri.

 

“Siapa sih, Mas yang mau balas den—”

Dan sambungan telepon terputus begitu saja. Membuat Najila menghembuskan napas kuat-kuat. Pasang matanya yang nanar menatap layar ponsel dimana notifikasi muncul bertubi-tubi di sana. Sahnun mengirimkan beberapa bukti perselingkuhannya. Membuat pasang mata Najila seketika membola tak percaya. Bagaimana bisa?

 

Najila mengeklik satu persatu foto itu. Foto-foto dirinya bersama Ethan, lelaki bule kenalannya saat kuliah di Kanada.

Foto satu, dirinya sedang mengobrol secara intens dengan Ethan di depan kampus McGill. Foto dua, dia sedang tertawa bersama Ethan di dekat niagara falls. Foto tiga, dia yang memejamkan mata dan lelaki bule itu hampir mencium ….

Oh God. Najila memejamkan mata. Ia yakin dalang di balik semua ini adalah Ethan. Bule gila itulah yang mengirimkan foto-foto tersebut pada Sahnun.

Baiklah. Tentang foto-foto itu, Najila tidak mungkin lupa dengan kejadiannya. Dia memang sering bertemu dengan Ethan untuk urusan pekerjaan part time-nya. Namun Najila tidak mungkin menjelaskan secara panjang lebar melalui chat. Apalagi Sahnun sedang cemburu buta seperti ini. Itu hanya akan membuang-buang waktu dan energi saja. Ia juga tak yakin Sahnun akan percaya begitu saja jika dia berkata telah dijebak?

(Mas, sebaiknya kita bicara langsung deh. Kalau lewat chat takutnya akan semakin salah paham)

(Aku sudah mendapat banyak info soal Ethan. Dia memang tergila-gila padamu. Dan jika kamu juga tergila-gila padanya, aku bisa apa? Kamu memang nggak pernah mau ngerti posisiku)

Najila sedang membaca pesan balasan, tapi seolah-olah ia bisa melihat Sahnun mencerocos panjang lebar di depan wajahnya dengan bola mata yang berkilat-kilat penuh kemarahan. Membuat Najila terpegun. Bagaimana bisa lelaki itu memutar balikkan fakta—memposisikan dirinya adalah korban, sedangkan Najila adalah penjahatnya. Padahal, siapa yang selama ini paling banyak disakiti?

(Kamu nggak percaya aku nggak bakalan nyentuh Saina selama kamu di Kanada. Oke, memang udah saatnya membuktikan bahwa kamu benar. Aku nggak bakal bisa sekuat itu ….)

Ah, Najila tidak tahan lagi. Telinganya terasa pengang oleh teriakan yang ia tak tahu berasal darimana. Ia ingin bergerak dan berharap semua ini hanyalah mimpi, lalu segalanya berubah saat ia terbangun. Ia dan Sahnun masih bisa memperjuangkan lagi biduk rumah tangga yang mereka bangun selama berpuluh tahun. Jujur, tak semudah itu mencabut akar cinta yang sudah terlanjur bercokol kuat dalam hatinya. Namun ternyata, saat kelopak matanya tiba-tiba terbuka, ia hanya menemukan ruangan kosong, sunyi, dan gelap. Wangi aromaterapi camomile segera merajami hidungnya. Ia dekap guling erat-erat sambil mendesis lirih, “Astaghfirullah ….”

Satu hembusan napas terlepas. Ternyata memang mimpi. Mimpi itu lagi. Mungkin karena kejadian itu terlalu traumatis sehingga masuk ke dalam alam bawah sadar dan masih kerap terputar dalam mimpi. Atau mungkin karena Sahnun, mantan suaminya itu masih belum benar-benar rela melepasnya? Buktinya Sahnun masih kerap menghubunginya untuk sekedar bertanya kabar melalui chat seperti saat ini. Bukan chat seperti pada insiden beberapa bulan yang lalu, yang tadi masuk dalam mimpinya. Melainkan ….

(Keadaan kamu gimana? apa perutnya masih sering sakit kalau haid?)

Najila melenguh, memilih mengabaikannya dan meletakkan ponsel itu ke atas nakas lagi. Sejak palu diketuk dan ia resmi bercerai dari Sahnun, ia jadi sangat berhati-hati. Mereka memang memutuskan untuk masih berhubungan baik, tapi tentu tidak etis jika terlalu kerap menanggapi pesan-pesan Sahnun. Bisa-bisa setelah dituduh selingkuh dengan bule Kanada, ganti dituduh selingkuh dengan mantan suami? Sungguh itu tidak lucu.

Lagipula, kenapa Sahnun terkesan ingin tarik ulur begini. Setelah ia bersikap impulsif—menolak penjelasan apapun dari Najila dan menceraikannya?

Tapi, mungkin saja lelaki itu memang murni kasihan padanya, sehingga masih kerap menanyakan keadaan Najila dan penyakit yang ia derita. Ya benar, mungkin memang seperti itu. Jadi, Najila tak perlu baper dan memikirkannya terlalu serius. Dia harus ikhlas dan mencabut nama Sahnun hingga ke akar-akar dari hatinya. Ia tak boleh lagi menoleh ke belakang. Hidup tidak akan berakhir hanya karena sebuah perceraian. Dia masih bisa menjadi wanita yang berguna untuk orang banyak setelah gagal menjadi istri dan menantu yang baik. Ralat, istri dan menantu yang disia-siakan.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gus Rozin Tekankan Pentingnya Literasi Akademik di Era Digital

    Gus Rozin Tekankan Pentingnya Literasi Akademik di Era Digital

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 299
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati menggelar Studium Generale (SG) dengan tema “Menyiapkan Sumber Daya Manusia Unggul, Kompetitif, dan Berkarakter Pesantren” di Aula Kampus setempat, Kamis (25/9/2025). Kegiatan ini diikuti 300 mahasiswa baru dan segenap civitas akademika IPMAFA. Rektor IPMAFA, KH Abdul Ghofarrozin dalam sambutannya menekankan pentingnya literasi akademik bagi mahasiswa di […]

  • 234 Mahasiswa Ipmafa Pati Diwisuda

    234 Mahasiswa Ipmafa Pati Diwisuda

    • calendar_month Sab, 26 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 252
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Institut Pesantren Mathali’ul Falah (Ipmafa) Margoyoso Pati, menggelar wisuda ke-13, Sabtu (26/10/2024) pagi. Sebanyak 234 mahasiswa yang diwisuda, diharapkan bisa menerapkan ilmu serta nilai-nilai pesantren yang telah mereka peroleh selama menempuh pendidikan di kampus. Ratusan mahasiswa yang diwisuda itu berasal dari tujuh program studi. Antara lain Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Pendidikan Islam […]

  • Mencari Hutang untuk Tahlilan

    Mencari Hutang untuk Tahlilan

    • calendar_month Sen, 8 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 259
    • 0Komentar

    Sudah menjadi tradisi masyarakat, kalau ada keluarganya yang meninggal dunia, ahli warisnya mengumpulkan orang untuk bersama-sama membaca fatihah, surat ikhlas, tahlil dan lain-lain. Tepat pada satu hari, dua hari dan seterusnya.Dan semua itu tidak terlepas dari biaya, padahal ahli mayyit termasuk orang-orang yang tidak mampu dan mayyit sendiri tidak meninggalkan tirkah (harta peninggalan).   Pertanyaan […]

  • PCNU-PATI

    Istri KH. Mohammad Achmad Sahal Mahfudh Berpulang

    • calendar_month Jum, 11 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 345
    • 0Komentar

    MARGOYOSO – Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’uun. Kabar duka menyelimuti Nahdlatul Ulama. Salah satu tokoh perempuan NU sekaligus Mustasyar PBNU 2022-2027, Nyai Hj. Nafisah Sahal Mahfudh wafat.  Kabar duka tersebut dikonfirmasi melalui KH. Faishal Muzammil pada Kamis (10/11) petang kemarin.  “Sekitar jam 18.00 WIB beliau berpulang di Rumah Sakit Islam (RSI) Pati. Sebelumnya beliau […]

  • KH. M. Imamuddin : Guru Agama Harus Bersanad Sampai Rosulullah

    KH. M. Imamuddin : Guru Agama Harus Bersanad Sampai Rosulullah

    • calendar_month Rab, 14 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 306
    • 0Komentar

    CLUWAK-Ancaman generasi muda sekarang adalah narkoba dan radikalisme. Indonesia telah menjadi pasar terbesar narkoba di Asia Tenggara. Di sisi lain Radikalisme kini menyebar dengan massif, menembus batas sosial dan usia. Massifnya penyebaran ini dikarenakan kemajuan teknologi informasi sehingga siapapun termasuk generasi muda NU bisa mengakses segala informasi. KH. M. Imamuddin sedang menyampaikan pengajian dalam rangka […]

  • PCNU - PATI

    Ketua IPPNU Pati Dukung Kebijakan Peremajaan Usia IPNU IPPNU

    • calendar_month Sel, 19 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 344
    • 0Komentar

    PATI – Ketua PC IPPNU Kabupaten Pati, Melisa Yusrina mendukung wacana peremajaan usia IPNU IPPNU. Menurutnya, hal ini dibutuhkan untuk memetakan fokus garapan dalam IPNU IPPNU. Namun, ia memberikan catatan jika penerapan kebijakan ini diberikan waktu transisi hanya satu tahun, maka sangat memberatkan para pengurus yang ada di bawah “Apalagi dengan kondisi tiap daerah berbeda-beda. […]

expand_less