Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pesantren dan Pengembangan Ekonomi Umat

Pesantren dan Pengembangan Ekonomi Umat

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 14 Jan 2023
  • visibility 444
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Pesantren sebagaimana kita ketahui merupakan sebuah lembaga pendidikan tertua di Indonesia yang konsen dalam bidang keagamaan. Pesantren juga bisa diartikan sebagai sebuah ‘institusi budaya’ yang lahir atas prakarsa dan inisiatif tokoh masyarakat yang bersifat otonom.

Sejak awal berdirinya, pesantren merupakan potensi strategis yang ada di tengah-tengah kehidupan sosial masyarakat. Karena mayoritas pesantren yang ada di tengah-tengah masyarakat, mampu memposisikan sebagai lembaga atau institusi pendidikan dan keagamaan sosial kemasyarakatan. Pesantren juga berupaya untuk melakukan reposisi dalam menyikapi pelbagi persoalaan masyarakat,seperti ekonomi, sosial, agama, dan politik.

Pesantren dengan karakteristik demikian, secara internal berkewajiban melakukan tugas-tugas kemasyarakatan dan secara eksternal telah berupaya membangun jaringan dengan Non-GovermentalOr-ganization (NGO). Peran internal dan eksternal pesantren tersebut,biasanya diimplementasikan melalui sebuah lembaga Biro (forum) Pengembangan Masyarakat (BPM). Hal ini bisa kita lihat di berbagai pesantren di Indonesia misalnya Pesantren Maslakul Huda Pati, Pesantren An-Nuqayah Sumenep, Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo dan lain sebagainya.

Melalui institusi pesantren di atas yang bekerjasama dengan NGO maupun elemen masyarakat. Harapannya pesantren mampu memberikan sumbangsih terhadap masyarakat sekitar. Adapun bentuk kontribusi pesantren terhadap masyarakat bisa melalui mengangkat potensi masyarakat setempat, misalnya dalam bidang ekonomi kreatif pembuatan kripik, krupuk tayamum, emping, dan bentu-bentuk produk kreatifas lokal masyarakat sesuai dengan potensi yang dimiliki masyarakat setempat.

Potensi dan peran pesantren sebagaimana disebutkan di atas, mempunyai nilai yang cukup strategis dan signifikan dalam memberikan kontribusi dan peranannya bagi peningkatan keswadayaan, kemandirian, partisipasi masyarakat, dan kesejahteraan.

Dalam konteks pengembangan ekonomi umat misalnya, pesantren juga berperan sebagai agent of social change, sekaligus sebagai pelopor kebangkitan ekonomi umat. Hal ini dapat kita lihat setidaknya bagi komunitas pesantren dan masyarakat sekitar, dengan dibentuknya Kelompok Wirausaha Bersama (KWUB) antar pesantren maupun antar masyarakat. Dan pembentukan Forum Komunikasi Pengembangan Ekonomi Kerakyatan (FKPEK). Ini semua dibentuk sebagai upaya untuk mempermudah dalam menggerakkan ekonomi kreatif kerakyatan masyarakat.

Kendala dan Upaya Pengembangan

Usaha untuk membina dan mengembangkan sektor perekonomian kerakyatan atau usaha berskalakecil, harus diakui bukanlah hal mudah. Kendala utama yang membelit upaya pengembangan ekonomi kreatif kerakyatan masyarakat adalah ketidakberdayaan masyarakat, lemahnya bargaining pengusaha kecil, dan penetapan harga produk.

Untuk itulah, sebagai upaya pengembangan sektor perekonomian rakyat agar bisa bergairah, kondusif, dan mampu bersaing dengan produk asing. Maka, diperlukan langkah-langkah strategis untuk mengimbangi dan mampu bersaing dengan produk asing. Dalam hal ini bisa dilakukan melalui beberapa langkah strategis yaitu;

Pertama, perlu adanya pemberian peluang atau akses yang lebih besar pada aset produksi, khususnya akses soal modal. Tersedianya suntikan dana yang cukup memadai dapat menciptakan pembentukan modal bagi usaha rakyat, sehingga mereka dapat meningkatkan produktifitas, pendapatan, dan kemandirian. Hal ini tentunya harus dilakukan secara kontinyu dan butuh pendampingan secara berkelanjutan agar tercapai masyarakat yang mandiri dan sejahtera.

Kedua, memperkuat posisi traksaksi dan kemitraan usaha ekonomi rakyat. Sebagai produsen dan penjual, posisi rakyat dalam perekonomian acapkali lemah, karena jumlahnya yang banyak dan acapkali pangsa pasar kecil. Sehingga butuh mitra dan patner yang tepat serta jelasnya wadahnya.

Ketiga, perlu kebijaksanaan ketenagakerjaan yang mendorong tumbuhnya tenaga kerja mandiri sebagai cikal bakal wirausaha baru yang nantinya akan berkembang menjadi wirausha kecil dan menengah yang kuat dan saling menunjang antar satu sama lain.   

Oleh karena itu, melalui beberapa kendala dan ancaman perekonomian umat. Pesantren diharapkan mampu mengatasi problematika di masyarakat. Karena pesantren selama ini, telah terbukti tangguh menghadapi berbagai tantangan, karena kuatnya ajaran agama yang menjadi pijakan dan prinsip kemandirian.

Dengan demikian, pesantren seperti ini, telah menjadi dan selaku menjadi pelapor atau pioner pembangunan ekonomi umat di Indonesia. Tentu saja hal ini harus dibarengi dengan kesadaran membangun sikap dan perilaku profesional berdasarkan nilai-nilai dasar Islam.  

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Zakat Produktif Ala Kiai Sahal Didiskusikan

    Zakat Produktif Ala Kiai Sahal Didiskusikan

    • calendar_month Jum, 15 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 538
    • 0Komentar

     KH. MA. Sahal Mahfudh sebagai seorang ulama besar yang peduli terhadap kesejahteraan umat berpikir dan bertindak untuk umat. Salah satu buah pemikiran Kiai Sahal adalah zakat produktif, yakni zakat yang mampu mengubah orang-orang miskin menjadi sejahtera dan mandiri secara ekonomi. Pusat Studi Zakat dan Wakaf Prodi Manajemen Zakat Wakaf Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati […]

  • GLM Ramadan, Ikhtiar Ma’arif NU Jateng Kuatkan Literasi

    GLM Ramadan, Ikhtiar Ma’arif NU Jateng Kuatkan Literasi

    • calendar_month Jum, 7 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 744
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Blora – Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah pada Ramadan 1446 H tahun 2025 menggelar Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Ramadan. Kegiatan ini diinisiasi oleh Pengurus Bidang Literasi, Numerasi, dan Pendidikan Inklusi melalui Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus. Dikatakan Koordinator GLM Plus Hamidulloh Ibda, bahwa Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah sebagai […]

  • Tim KKN IAIN Kudus Beri Pelatihan Pembuatan Es Krim Sayuran

    Tim KKN IAIN Kudus Beri Pelatihan Pembuatan Es Krim Sayuran

    • calendar_month Sab, 2 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 584
    • 0Komentar

    Tiga mahasiswi IAIN Kudus sedang mensimulasikan pembuatan es krim sayuran di hadapan warga WEDARIJAKSA – Tim KKN IAIN Kudus di Kecamatan Wedarijaksa mengadakan kegiatan pelatihan pembuatan es krim sayuran pada hari Sabtu, (2/10) di Balai Desa Jetak. Kegiatan yang bertajuk “Inovasi Pembuatan Ice Cream dari Sayuran,” tersebut diikuti oleh seluruh anggota PKK Desa Jetak.  Matsna […]

  • PCNU-PATI

    Launching Buku ke-39, Dosen PGMI INISNU Produktif Menulis

    • calendar_month Sab, 24 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 422
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Temanggung – Bertempat di ruang rapat Wakil Rektor, dosen Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung Hamidulloh Ibda melaunching buku “Pendidikan Inklusi Berbasis GEDSI (Gender Equality, Disability and Social Inclusion)” pada Sabtu (24/6/2023) yang merupakan karya bukynya ke-39. Sebelumnya, Hamidulloh Ibda menulis buku sejak […]

  • LPBI NU Jawa Tengah Siapkan Relawan Tanggap Bencana

    LPBI NU Jawa Tengah Siapkan Relawan Tanggap Bencana

    • calendar_month Sen, 29 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 388
    • 0Komentar

    Upacara pembukaan Pelatihan Penanggulangan Bencana dan Apel Kesiap Siagaan Relawan LPBI NU Jawa Tengah PEKALONGAN – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU Jawa Tengah menggelar pelatihan penanggulangan bencana. Kegiatan yang berlangsung Sabtu sampai Minggu (27-28/11) tersebut dilangsungkan di Wana Wisata Alam Kali Paingan, Kajen, Pekalongan.  Dengan tujuan menyiapkan relawan LPBI NU untuk lebih tanggap […]

  • PCNU-PATI

    Pemuda Jateng Diajak Cegah Radikalisme

    • calendar_month Sab, 25 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 431
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id –  Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah adakan Festival Aksi Musik Anak Bangsa (ASIK BANG), Rabu (22/11/2023) malam. Kegiatan ini dilaksanakan di Atap Langit Cofee n Eatery Tembalang Semarang, dan dibuka oleh Ketua FKPT Jawa Tengah Prof. Dr. Syamsul Ma’arif. “Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak generasi muda terlibat […]

expand_less