Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Dakwah Partisipatif Ala Kiai Sahal Mahfudh

Dakwah Partisipatif Ala Kiai Sahal Mahfudh

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 19 Nov 2022
  • visibility 407
  • comment 0 komentar

Oleh :  Siswanto

Dakwah dalam pengertian bahasa merupakan mengajak, menyeru, dan memanggil. Dakwah juga bisa diartikan sebagaikan ajakan ke jalan yang baik dengan cara sopan-santun dan penuh hikmah kebijaksanaan.

Berangkat dari pengertian itu, lalu dihubungkan dengan nash Alquran dan hadist yang berkaitan dengan dakwah islamiyah. Syaikh Ali Mahfudh dalam kitabnya hidayah al-mursyidin menetapkan definisi dakwah sebagai berikut:

“Mendorong (memotivasi) untuk berbuat baik, mengikuti petunjuk Allah, menyuruh orang mengerjakan kebaikan, melarang mengerjakan kejelekan, agar dia bahagia di dunia dan akhirat.

Definisi di atas menunjukkan, dakwah adalah usaha sadar yang disengaja untuk memberikan motivasi kepada orang atau kelompok yang mengacu kepada tercapainya tujuan yang sudah direncanakan sejak awal.

Dalam ilmu manajemen disebutkan salah satu syarat keberhasilan usaha motivasi adalah terpenuhinya kebutuhan kelompok sasaran. Dengan demikian, melakukan kegiatan dakwah yang pada dasarnya adalah memberikan motivasi kepada orang lain perlu memperhatikan kebutuhan kelompok sasaran. Apalagi muara dakwah tidak lain dari tercapainya kesejahteraan dunia dan akhirat (sa’adatuddarain). Sesungguhnya dakwah dalam pengertian ini adalah memberdayakan masyarakat atau rakyat.

Pelaku dakwah tentunya harus mengetahui secara persis, menggali kebutuhan kelompok, menggali potensi (manusia, alam, dan teknologi) yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan kelompok dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Kemampuan penggalian kebutuhan tidak saja diharapkan bisa mengetahui kebutuhan yang mendesak dan mendasar, tetapi juga kemampuan mengantisipasi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang, atas dasar kebutuhan sekarang, atas dasar kebutuhan perkembangan sosial budaya, perkembangan teknologi, dan lingkungan di masyarakat.

Dalam Paradigma pemberdayaan adalah paradigma pembangunan yang berpusat pada rakyat merupakan proses pembangunan yang mendorong prakarsa masyarakat berakar dari bawah.  Pemberdayaan masyarakat adalah upaya untuk meningkatkan harkat dan martabat dari golongan masyarakat yang sedang kondisi miskin, sehingga mereka dapat melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan.

Tujuan pengembangan masyarakat adalah pemberdayaan (empowerment) masyarakat dan peningkatan kualitas hidup manusia atau peningkatan harkat dan martabat manusia. Pemberdayaan berarti mengembangkan kekuatan atau kemampuan (daya), potensi, sumber daya manusia agar mampu membela dirinya sendiri.

Dari teori pemberdayaan di atas sangat jelas bahwa betapa luas dan besar sasaran dakwah bil hal yang dilakukan oleh Kiai Sahal di dalam masyarakat. Oleh karena itu banyak cara yang bisa diaplikatifkan di masyarakat, dalam rangka membangun dan menggerakkan masyarakat melalui kegiatan yang mengarah kepada keandirian dan kesjahteraan.

Penting untuk diperhatikan, bila dakwah berorientasi pada pemenuhan kebutuhan kelompok, maka perlu pendekatan yang partisipatif, bukan pendekatan teknokratis. Dengan pendekatan itu, kebutuhan digali oleh motivator dakwah (kader) bersama kelompok sasaran yang akan diberdayakan. Pemecahan masalah direncanakan akan dilaksanakan bersama oleh kader dan kelompok. bahkan kegiatan pun dinialai bersama, untuk memperbaiki aktivitas selanjutnya. Pendekatan macam ini, perlu sistem monitoring dalam pelaporan yang up to date,yang lebih kita kenal dengan sebutan aksi riset.

Dengan demikian dakwah tidak dilakukan dengan perencanaan global yang turunan dari atas (top down) yang kadang-kadang sampai di bawah tidak menyelesaikan masalah. Perencanaan model top down sering mengabaikan pemetaan masalah, potensi, dan hambatan spesifik berdasarkan wilayah atau kelompok. Tipe salah satu kelompok masyarakat di satu desa, tidak akan sama dengan kelompok lain di tempat yang berbeda.

Oleh karena itu, dakwah model partisipatif yang sekarang disebut dengan dakwah bil hal atau juga disebut dakwah pembangunan sangat tepat dibutuhkan di lingkungan masyarakat. Supaya masyarakat sadar akan potensi yang dimilikinya serta mampu mengaplikasikannya di tengah-tengah lingkungan masyarakat. Karena dakwah bil-hal merupakan metode tindakan riil dimasyarakat bukan penyampaian secara lisan. Sehingga dengan adanya tindakan secara konkret dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,harapanyya masyarakat bisa mencapai taraf kesejahteraan dunia dan akhirat ((sa’adatuddarain).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Photo by Mufid Majnun

    Pedoman Politik ala Nahdlatul Ulama

    • calendar_month Sab, 16 Des 2023
    • account_circle admin
    • visibility 605
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, M.A Dalam menyambut pesta demokratis yang rutin bergulir setiap lima tahun sekali. Sebagai warga Negara Republik Indonesia tentunya memiliki hak pilih untuk menentukan pilihannya masing-masing. Hal ini sangat wajar karena setiap orang memiliki karakteristik dan pendapat tersendiri. Sehingga sebagai warga negara yang baik, harus bijak dan bisa menyikapi sebuah pemandangan perbedaan demi […]

  • PCNU-PATI

    Jodoh Buat Bu Bidan Cantik

    • calendar_month Ming, 1 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 386
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Chapter 1 Lengkap sudah penderitaan Shanaya. Masalah yang datang seperti gulungan ombak yang saling bersusul-susulan menghantam kerikil dan karang-karang. Bertubi-tubi. Hanya surut sebentar lalu pasang lagi. Jika seorang perwira perlu bertahun-tahun meraih pangkat sebagai jenderal dengan bintang empat di kedua bahu baret hijaunya, maka ia hanya butuh sepuluh jam saja. Oh, […]

  • Puluhan Peserta Ikuti Diklat Astronomi LF-NU

    Puluhan Peserta Ikuti Diklat Astronomi LF-NU

    • calendar_month Sen, 25 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 378
    • 0Komentar

    KAYEN-Sabtu (23/11) Lembaga Falaqiyah (LF) NU Kabupaten Pati mengadakan Diklat. Dalam Kegiatan ini, Sanawi, M.Pd.I., Ketua PC LFNU Pati menegaskan bahwa pihaknya menggandeng LF PWNU Jawa Tengah dan Yayasan Joyokusumo, Pasuruhan, Kayen. Lembaga Falaqiyah merupakan lembaga di bawah naungan NU yang berkecimpung dalam dunia astronomi. Praktik pengukuran arah kiblat yang dipandu oleh Syaiful Mujab, M.Si., […]

  • Photo by Clay Banks

    Menikah; Dibatasi Musim

    • calendar_month Jum, 3 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 424
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Bulan Syawal sebentar lagi usai. Euforia lebaran kemarin berganti dengan kegembiraan dua sejoli maupun dua keluarga dalam acara pernikahan. Bulan Syawal diyakini masyarakat Jawa sebagai bulan baik untuk menunaikan sebuah hajat. Salah satunya pernikahan. Menikah di bulan Syawal diyakini akan mendatangkan keberkahan dan senantiasa dilimpahi kebahagiaan. Maka tak heran terhitung mulai […]

  • PCNU Pati Helat Pelatihan Dai Milenial

    PCNU Pati Helat Pelatihan Dai Milenial

    • calendar_month Ming, 16 Agu 2020
    • account_circle admin
    • visibility 384
    • 0Komentar

    Dr. Jamal Makmur (paling kiri) menyampaikan materi dai milenial GEMBONG-Bertempat di PP Asmaul Husna Gembong Pati, Lembaga Dakwah PCNU Pati menggelar Pelatihan Dai Milenial yang dikuti lebih kurang 70 peserta dari perwakilan masing-masing kecamatan se-kabupaten Pati. Minggu, (16/08/2020) “Saya berharap semoga pelatihan ini dapat melahirkan dai-dai milenial yang profesional sehingga mampu mengisi ruang-ruang baik ruang […]

  • Gandeng Karang Taruna Mandala, LPBI NU Pati Gelar Pasar Murah di Desa Lahar

    Gandeng Karang Taruna Mandala, LPBI NU Pati Gelar Pasar Murah di Desa Lahar

    • calendar_month Ming, 16 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 387
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Pati, gelar pasar murah di Desa Lahar, Kecamatan Tlogowungu, Ahad (16/4/2023) sore. Kegiatan yang bertempat di musala Balai Desa Lahar itu terselenggara atas kerja sama dengan Karang Taruna Mandala desa setempat.  Adapun dalam pasar murah itu, menjajakkan berbagai bahan pokok masyarakat. Seperti beras, […]

expand_less