Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Dakwah Partisipatif Ala Kiai Sahal Mahfudh

Dakwah Partisipatif Ala Kiai Sahal Mahfudh

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 19 Nov 2022
  • visibility 419
  • comment 0 komentar

Oleh :  Siswanto

Dakwah dalam pengertian bahasa merupakan mengajak, menyeru, dan memanggil. Dakwah juga bisa diartikan sebagaikan ajakan ke jalan yang baik dengan cara sopan-santun dan penuh hikmah kebijaksanaan.

Berangkat dari pengertian itu, lalu dihubungkan dengan nash Alquran dan hadist yang berkaitan dengan dakwah islamiyah. Syaikh Ali Mahfudh dalam kitabnya hidayah al-mursyidin menetapkan definisi dakwah sebagai berikut:

“Mendorong (memotivasi) untuk berbuat baik, mengikuti petunjuk Allah, menyuruh orang mengerjakan kebaikan, melarang mengerjakan kejelekan, agar dia bahagia di dunia dan akhirat.

Definisi di atas menunjukkan, dakwah adalah usaha sadar yang disengaja untuk memberikan motivasi kepada orang atau kelompok yang mengacu kepada tercapainya tujuan yang sudah direncanakan sejak awal.

Dalam ilmu manajemen disebutkan salah satu syarat keberhasilan usaha motivasi adalah terpenuhinya kebutuhan kelompok sasaran. Dengan demikian, melakukan kegiatan dakwah yang pada dasarnya adalah memberikan motivasi kepada orang lain perlu memperhatikan kebutuhan kelompok sasaran. Apalagi muara dakwah tidak lain dari tercapainya kesejahteraan dunia dan akhirat (sa’adatuddarain). Sesungguhnya dakwah dalam pengertian ini adalah memberdayakan masyarakat atau rakyat.

Pelaku dakwah tentunya harus mengetahui secara persis, menggali kebutuhan kelompok, menggali potensi (manusia, alam, dan teknologi) yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan kelompok dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Kemampuan penggalian kebutuhan tidak saja diharapkan bisa mengetahui kebutuhan yang mendesak dan mendasar, tetapi juga kemampuan mengantisipasi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang, atas dasar kebutuhan sekarang, atas dasar kebutuhan perkembangan sosial budaya, perkembangan teknologi, dan lingkungan di masyarakat.

Dalam Paradigma pemberdayaan adalah paradigma pembangunan yang berpusat pada rakyat merupakan proses pembangunan yang mendorong prakarsa masyarakat berakar dari bawah.  Pemberdayaan masyarakat adalah upaya untuk meningkatkan harkat dan martabat dari golongan masyarakat yang sedang kondisi miskin, sehingga mereka dapat melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan.

Tujuan pengembangan masyarakat adalah pemberdayaan (empowerment) masyarakat dan peningkatan kualitas hidup manusia atau peningkatan harkat dan martabat manusia. Pemberdayaan berarti mengembangkan kekuatan atau kemampuan (daya), potensi, sumber daya manusia agar mampu membela dirinya sendiri.

Dari teori pemberdayaan di atas sangat jelas bahwa betapa luas dan besar sasaran dakwah bil hal yang dilakukan oleh Kiai Sahal di dalam masyarakat. Oleh karena itu banyak cara yang bisa diaplikatifkan di masyarakat, dalam rangka membangun dan menggerakkan masyarakat melalui kegiatan yang mengarah kepada keandirian dan kesjahteraan.

Penting untuk diperhatikan, bila dakwah berorientasi pada pemenuhan kebutuhan kelompok, maka perlu pendekatan yang partisipatif, bukan pendekatan teknokratis. Dengan pendekatan itu, kebutuhan digali oleh motivator dakwah (kader) bersama kelompok sasaran yang akan diberdayakan. Pemecahan masalah direncanakan akan dilaksanakan bersama oleh kader dan kelompok. bahkan kegiatan pun dinialai bersama, untuk memperbaiki aktivitas selanjutnya. Pendekatan macam ini, perlu sistem monitoring dalam pelaporan yang up to date,yang lebih kita kenal dengan sebutan aksi riset.

Dengan demikian dakwah tidak dilakukan dengan perencanaan global yang turunan dari atas (top down) yang kadang-kadang sampai di bawah tidak menyelesaikan masalah. Perencanaan model top down sering mengabaikan pemetaan masalah, potensi, dan hambatan spesifik berdasarkan wilayah atau kelompok. Tipe salah satu kelompok masyarakat di satu desa, tidak akan sama dengan kelompok lain di tempat yang berbeda.

Oleh karena itu, dakwah model partisipatif yang sekarang disebut dengan dakwah bil hal atau juga disebut dakwah pembangunan sangat tepat dibutuhkan di lingkungan masyarakat. Supaya masyarakat sadar akan potensi yang dimilikinya serta mampu mengaplikasikannya di tengah-tengah lingkungan masyarakat. Karena dakwah bil-hal merupakan metode tindakan riil dimasyarakat bukan penyampaian secara lisan. Sehingga dengan adanya tindakan secara konkret dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,harapanyya masyarakat bisa mencapai taraf kesejahteraan dunia dan akhirat ((sa’adatuddarain).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MTs Tarbiyatul Banin Winong Rayakan Harlah ke-60 Yayasan

    MTs Tarbiyatul Banin Winong Rayakan Harlah ke-60 Yayasan

    • calendar_month Sel, 18 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 629
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Tarbiyatul Banin, salah satu lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Tarbiyatul Banin, merayakan hari lahir (Harlah) ke-60 dengan meriah. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 1.500 peserta yang terdiri dari siswa, guru, serta tamu undangan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk DPRD Pati, Kementerian Agama Kabupaten Pati, Camat Winong, dan perwakilan […]

  • PCNU-PATI

    Fikih Tembakau

    • calendar_month Jum, 16 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 405
    • 0Komentar

    Buku Fikih Tembakau ini disusun oleh Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (LAKPESDAM) PBNU ini sebagai upaya untuk melihat sejauh mana kebijakan dalam persolan produk tembakau di Indonesia. Buku ini bisa menjadi rujukan alternatif kita semua, baik yang perokok maupun tidak.

  • Gelar Sholawat dan Pengajian, Pelajar NU Gembong Gaet Ribuan Warga

    Gelar Sholawat dan Pengajian, Pelajar NU Gembong Gaet Ribuan Warga

    • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.439
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Acara Pelajar NU Gembong Bersholawat berlangsung meriah. Setidaknya, inilah yang dilontarkan oleh Ketua PAC IPNU Gembong, Zaenal Arifin. Acara yang dihelat Ahad (26/10) di halaman Masjid Hidayatul Muttaqin Desa Wonosekar, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati tersebut adalam dalam rangka memperingati Hari Lahir IPNU-IPPNU Gembong yang ke-enam sekaligus memeriahkan Hari Santri 2025 dan Maulid […]

  • Bangun Kemandirian Ekonomi, PC IPNU IPPNU Pati Luncurkan Kedai Pelajar - PCNU PATI

    Bangun Kemandirian Ekonomi, PC IPNU IPPNU Pati Luncurkan Kedai Pelajar

    • calendar_month Kam, 7 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 485
    • 0Komentar

    WEDARIJAKSA – Pimpinan Cabang (PC) IPNU IPPNU Kabupaten Pati melalui Lembaga Ekonomi, Kewirausahaan, dan Koperasi (Lekas) meluncurkan Kedai Pelajar. Upaya ini untuk membangun kemandirian ekonomi dalam berorganisasi. Direktur Lekas Muhammad Azka mengatakan, Kedai Pelajar merupakan usaha bisnis yang dibangun untuk mewujudkan kemandirian secara keuangan dalam Pimpinan Cabang IPNU IPPNU Pati. “Kedai Pelajar ini berpeluang untuk […]

  • Fatayat NU Winong Gelar Gebyar Muharrom

    Fatayat NU Winong Gelar Gebyar Muharrom

    • calendar_month Sab, 7 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 409
    • 0Komentar

    WINONG-Ratusan anggota Fatayat se-Kecamatan Winong tumplek blek di halaman Masjid Baitussalam, Desa Kudur, Jumat (6/8). Menurut Ani Agustyani, S.Ag., M.Si., selaku ketua PAC Fatayat Winong, kehafiran mereka adalah untuk memeriahkan peringatan tahun baru hijriyah. 34 anak yatim menerima dantunan dari PAC Fatayat NU Winong dalam acara Gebyar Muharrom yang digelar untuk memperingati tahun baru hijriyah […]

  • Kakanwil Kemenag Jateng Monitoring BOSDA di MA Salafiyah Kajen

    Kakanwil Kemenag Jateng Monitoring BOSDA di MA Salafiyah Kajen

    • calendar_month Rab, 15 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 455
    • 0Komentar

      H. Mustain Ahmad, Kakanwil Krmenag Jateng memberikan pembinaan dan monitoring BOSDA di MA Salafiyah Kajen PATI – Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah melaksanakan Pembinaan dan Monitoring BOSDA di MA Salafiyah Kajen, dengan di dampingi oleh Kepala Kemenag, Kasubag TU dan Kasi Penmad Kemenag Kabupaten Pati, Selasa (14/12).  Dalam sambutannya, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi […]

expand_less