Iklan
Berita

Tepat pada Hari Sumpah Pemuda, DPC Sarbumusi Pati Dilantik

img-20211028-wa0054-1023674
Pembacaan deklarasi oleh ketua DPC Sarbumusi Pati

PATI – Dewan Pimpinan Cabang Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Kabupaten Pati baru saja dilantik bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Kamis (28/10) pagi tadi. 

Iklan

Tak hanya pelantikan, kegiatan yang dilangsungkan di Aula PCNU Pati tersebut juga disertai dengan deklarasi. Hal ini dikonfirmasi Husaini Ketua Sarbumusi Cabang Pati. 

Menurutnya, Sarbumusi bukan Banom Baru bagi NU Pati. Ia memaparkan, Organisasi naungan NU ini telah ada di Pabrik Gula Trangkil pada tahun 1960. 

“Sarbumusi di Kabupaten Pati bukan Banom yang baru lahir. Lebih tepatnya terlahir kembali,” paparnya. 

Namun, lanjut Husaini, kebijakan politik Orde Baru membuat ormas semacam Sarbumusi terpaksa dibekukan. Baru setelah 1998, paska lengsernya Orba, Sarbumusi terlahir kembali. 

Acara yang berlangsung pagi tadi ini juga dihadiri oleh Ketua PCNU Pati, K. Yusuf Hasyim. Dirinya menuturkan, pihak cabang sangat mendukung pergerakan Banom yang terlahir kembali ini. 

Selain PCNU, dan perwakilan Banom-Banom di tingkat cabang, kegiatan sakral tersebut juga dihadiri oleh Pimpinan Pusat Sarbumusi. Dalam hal ini, Saiful Bahri Anshari, ketua Umum DPP Sarbumusi terjun langsung melantik Banom berbasis profesi ini. 

Proyeksi 

Kedepan, menurut Husaini, Sarbumusi akan membangkitkan kembali semangat Sarbumusi yang dulu pernah ada. Menurutnya, ini merupakan langkah awal yang harus ditempuh untuk memajukan Sarbumusi. 

“Kami akan napak tilas tempat-tempat yang dulunya ada Sarbumusi intuk membangkitkan kembali semangat Sarbumusi,” tuturnya. 

Selain itu, menjamurnya perusahaan-perusahaan baru di Kabupaten Pati menjadi lumbung buruh yang perlu diberdayakan oleh Sarbumusi. Targetnya, Banom ini akan melingkupi kaum buruh khususnya dari kalangan Nahdliyyin.

Berbeda dengan organisasi buruh lain, Sarbumusi memiliki nilai tawar yang cukup menarik bagi masyarakat. Pasalnya, orgabisasi ini juga menjangkau kaum pekerj informal. 

“Artinya, tukang ojek, guru TPQ, dan pengurus pesantren juga bisa masuk ke dalam anggota Sabrbumusi,” lanjut Husaini. 

Lebih lanjut, pihaknya akan berkonsentrasi pada sektor ini. Sebab, menurut Hisaini, pekerja informal lebih banyam didominasi oleh warga NU.(lut/ltn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Back to top button