Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Tepat pada Hari Sumpah Pemuda, DPC Sarbumusi Pati Dilantik

Tepat pada Hari Sumpah Pemuda, DPC Sarbumusi Pati Dilantik

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 28 Okt 2021
  • visibility 267
  • comment 0 komentar
img-20211028-wa0054-1023674
Pembacaan deklarasi oleh ketua DPC Sarbumusi Pati

PATI – Dewan Pimpinan Cabang Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Kabupaten Pati baru saja dilantik bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Kamis (28/10) pagi tadi. 

Tak hanya pelantikan, kegiatan yang dilangsungkan di Aula PCNU Pati tersebut juga disertai dengan deklarasi. Hal ini dikonfirmasi Husaini Ketua Sarbumusi Cabang Pati. 

Menurutnya, Sarbumusi bukan Banom Baru bagi NU Pati. Ia memaparkan, Organisasi naungan NU ini telah ada di Pabrik Gula Trangkil pada tahun 1960. 

“Sarbumusi di Kabupaten Pati bukan Banom yang baru lahir. Lebih tepatnya terlahir kembali,” paparnya. 

Namun, lanjut Husaini, kebijakan politik Orde Baru membuat ormas semacam Sarbumusi terpaksa dibekukan. Baru setelah 1998, paska lengsernya Orba, Sarbumusi terlahir kembali. 

Acara yang berlangsung pagi tadi ini juga dihadiri oleh Ketua PCNU Pati, K. Yusuf Hasyim. Dirinya menuturkan, pihak cabang sangat mendukung pergerakan Banom yang terlahir kembali ini. 

Selain PCNU, dan perwakilan Banom-Banom di tingkat cabang, kegiatan sakral tersebut juga dihadiri oleh Pimpinan Pusat Sarbumusi. Dalam hal ini, Saiful Bahri Anshari, ketua Umum DPP Sarbumusi terjun langsung melantik Banom berbasis profesi ini. 

Proyeksi 

Kedepan, menurut Husaini, Sarbumusi akan membangkitkan kembali semangat Sarbumusi yang dulu pernah ada. Menurutnya, ini merupakan langkah awal yang harus ditempuh untuk memajukan Sarbumusi. 

“Kami akan napak tilas tempat-tempat yang dulunya ada Sarbumusi intuk membangkitkan kembali semangat Sarbumusi,” tuturnya. 

Selain itu, menjamurnya perusahaan-perusahaan baru di Kabupaten Pati menjadi lumbung buruh yang perlu diberdayakan oleh Sarbumusi. Targetnya, Banom ini akan melingkupi kaum buruh khususnya dari kalangan Nahdliyyin.

Berbeda dengan organisasi buruh lain, Sarbumusi memiliki nilai tawar yang cukup menarik bagi masyarakat. Pasalnya, orgabisasi ini juga menjangkau kaum pekerj informal. 

“Artinya, tukang ojek, guru TPQ, dan pengurus pesantren juga bisa masuk ke dalam anggota Sabrbumusi,” lanjut Husaini. 

Lebih lanjut, pihaknya akan berkonsentrasi pada sektor ini. Sebab, menurut Hisaini, pekerja informal lebih banyam didominasi oleh warga NU.(lut/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tanya Jawab Bersama Syuriyah

    Tanya Jawab Bersama Syuriyah

    • calendar_month Jum, 7 Jul 2017
    • account_circle admin
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh Banyak terjadi di desa-desa, masyarakat memberikan zakatnya kepada modin (kesra) dan pemuka agama. Padahal orang-orang yang diberi zakat tersebut kelihatan kecukupan, bahkan ada yang kaya. Atas nama apakah orang-orang tersebut dalam golongan mustahiq az-zakah (orang-orang yang berhak menerima zakat) ? Wa’alaikum salam warohmatullohi wabarokatuh                                               Orang yang menerima zakat dalam pertanyaan di […]

  • PCNU-PATI Photo by Haidan

    Kemampuan Haji dan Allah Yang Maha Neriman

    • calendar_month Kam, 22 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Berangkat haji menjadi impian semua muslim. Sebab, ibadah yang satu ini termasuk kategori rukun Islam. Artinya, haji itu wajib bagi yang mampu (istitha’ah). Kemampuan ini meliputi kompetensi finansial dan fisik. Perjalanan yang aman juga termasuk di dalamnya. Namun timbul satu pertanyaan, apakah kemampuan mental juga masuk kategori istitha’ah? Sebab, diakui atau […]

  • Jumat Berkah Yayasan Wahid Hasyim Santuni Yatama

    Jumat Berkah Yayasan Wahid Hasyim Santuni Yatama

    • calendar_month Sab, 11 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Agus Sukari (tengah), ketua Yayadan Wahid Hasyim Pati didampingi Hj. Hartami (kanan), kepala MTs Wahid Hasyim bersama para Santri yatim Wahid Hasyim usai penyerahan paket bantuan dalam acara ‘Jumat Berkah’ (10/9) PATI – ‘Jumat Berkah’, program rintisan Yayasan Wahid Hasyim Pati ini kembali melakukan kegiatan bhakti sosial, Jumat (10/9). Hal ini dinyatakan oleh Agus Sukari, […]

  • Perdana, PCNU Selenggarakan Rakor Sensus Warga NU

    Perdana, PCNU Selenggarakan Rakor Sensus Warga NU

    • calendar_month Rab, 19 Agu 2020
    • account_circle admin
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Ahmad Saiku, koordinator admin PCNU Pati sedang memberi arahan kepada para admin Ranting NU se-Kawedanan Pati kota Tambahkan tek GEMBONG-Hari ini, Rabu (19/8) untuk pertama kalinya PCNU Pati menyelenggarakan Rapat Koordinasi Sensus Warga NU. Kegiatan tersebut diikuti oleh admin Pengurus Ranting NU yang ada di wilayah eks-kawedanan Pati Kota.  Sedikitnya, ada 60 peserta dari empat […]

  • PCNU - PATI Photo by Wasa Crispbread

    Sekali Tersakiti; Setelah itu, Berhenti

    • calendar_month Rab, 10 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Oleh: Niam At Majha Kemarin malam saat sedang menikmati secangkir teh, sebagai pengantar istirahat malam saya mendapatkan pesan di Whatsapp dari orang yang saya sayangi. Singkat padat dan terkendali. “Mas kejadian tadi buat tulisan buat hari Rabu ya,” Saya langsung mengiyakan saja permintaanya; sedangkan tulisan dengan judul Dari Rumah Ke Rumah akan saya publish pada […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Dekonstruksi Gandulan Sarunge Kiai (Bagian II)

    • calendar_month Sab, 28 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.163
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Sebenarnya, tulisan ini selesai pada bagian pertama, yaitu berjudul Dekonstruksi Gandulan Sarunge Kiai (Bagian I). Namun, karena saya kesel, ya saya lanjutkan di bagian kedua ini. Agar ada jeda. Ambegan disit. Idiom gandulan sarunge kiai dalam wacana populer sering dipahami sebagai simbol kebergantungan atau bahkan kultus individu. Dekonstruksi atas idiom tersebut tentu […]

expand_less