Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ada Pentol dan Es Puter Gratis Saat Konferancab Ansor Juwana

Ada Pentol dan Es Puter Gratis Saat Konferancab Ansor Juwana

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 5 Agu 2019
  • visibility 258
  • comment 0 komentar

Konferancab Ansor Juwana telah usai Minggu (4/7) kemarin. Namun ada banyak hal unik yang menjadi catatan para hadirin yang turut serta dalam acara yang diselenggarakan di Gedung IPHI Juwana tersebut.

Salah satu lapak Kemandirian Ekonomi Kader milik Dafiq Rizqa (kiri) berpose bersama Fikrul Umam, salah satu hadirin dalam Konferancab Ansor Juwana

Bukan hanya prosesi konferensi, animo peserta juga tertuju pada menu makanan ringan yang ada pada saat konferensi. Betapa tidak, jajanan yang diberikan kepada peserta meruapakan makanan dan minuman dari para pemgusaha kuliner yang tak lain adalah kader Ansor Juwana sendiri.

Istimewanya, semua makanan tersebut diberikan kepada para peserta secara cuma-cuma. Beberapa pengusaha kuliner yang turut andil diantaranya : Dafiq Rizqa Falachi dengan kopinya, Dimas Ali dengan es tebunya, Pipin dengan pentol baksonya, Ahmad Syaiful dengan es puternya dan masih banyak lagi.

Hadirnya para kader Ansor pengusaha kuliner ini sebenarnya merupakan wujud ekonomi mandiri yang digagas oleh PAC Juwana. Semua lapak tersebut berjajar dengan rapi di sisi Kemandirian Ekonomi Kader Corner.

Hal ini tentunya menjadi inspirasi bagi para pengurus PAC se-Kabupaten Pati yang juga hadir sebagai undangan dalam agenda tersebut. Hal ini senada dengan yang dikatakan Fikrul Umam, salah satu tamu undangan yang hadir.

Fikrul menilai bahwa Kemandirian Ekonomi Kader Corner yang sengaja disediakan oleh panitia adalah bukti keseriusan generasi muda untuk menggarap aspek ekonomi. Pasalnya, dalam hal ekonomi kreatif, NU masih tertinggal dengan ormas-ormas sejawat.

“Ini bentuk kampanye terselubung untuk meningkatkan ekonomi kaum muda nahdliyyin. Kami mengapresiasi, bahwa pemuda harus bergerak di segala sektor, terutama ekonomi” ungkapnya sambil terkekeh.

Fikrul menambahkan dengan cara meningkatkan ekonomi kader, maka organisasi menjadi bisa benar-benar menjadi tempat berjuang.

“Kalo kadernya mapan secara ekonomi, insya allah bisa menghidupi organisasi, bukan malah mencari hidup dari organisasi” pungkasnya.

Al hasil, acara yang digelar Minggu (4/7) pagi tersebut sukses tanpa kendala. Forum tersebut kemudian menghasilkan nama Afif Imam Ansory dari Desa Ketip sebagai ketua PAC Ansor Juwana masa khidmat 2019-2021.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Visual Karsa

    Perpustakaan

    • calendar_month Jum, 28 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Perpustakaan merupakan tempat disimpannya berbagai macam jenis buku. Menurut UU perpustakaan pada bab I pasal 1 menyatakan perpustakaan adalah institusi yang mengumpulkan pengetahuan tercetak dan terekam, mengelolanya dengan cara khusus guna memenuhi kebutuhan intelektualitas para penggunanya melalui beragam cara interaksi pengetahuan. Namun siapa sangka sih ternyata masih ada anak-anak yang tak […]

  • Ansor Pati Komitmen Kawal Pilkada Damai 

    Ansor Pati Komitmen Kawal Pilkada Damai 

    • calendar_month Kam, 26 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 286
    • 0Komentar

      PATI – Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pati Abdullah Syafiq menegaskan, bahwa pihaknya berkomitmen mengawal Pilkada damai. Penegasan tersebut disampaikan saat Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) PC GP Ansor Pati di Hotel Safin, Rabu (25/9/2024). Muskercab digelar dengan mengundang jajaran Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor se-Kabupaten Pati. Di dalamnya termasuk jajaran […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Ramadan dan Perjumpaan Budaya Lokal

    • calendar_month Sab, 7 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.707
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda   Ada banyak perjumpaan budaya lokal sebelum, saat, dan setelah Ramadan alias Lebaran Idulfitri. Saya saja banyak menulis soal nyadran, dugeran, dandangan, seperti Penguatan Tasawuf Sosial Lewat Nyadrani (2018), Nyadran dan Penguatan Nasionalisme (2018), Nyadran Jelang Ramadan, Bukan Kemusyrikan (2018), Penguatan Nilai-Nilai Sufisme dalam Nyadran sebagai Khazanah Islam Nusantara (2018), Dugderan: Ekspresi Warga Semarang Sambut Ramadan (2025), dan Nyadran, Dugeran, […]

  • Pelantikan IPNU IPPNU dengan Tema Budaya Berlangsung Gahar

    Pelantikan IPNU IPPNU dengan Tema Budaya Berlangsung Gahar

    • calendar_month Sen, 11 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 250
    • 0Komentar

      Para pengurus IPPNU Ranting Desa Gabus GABUS – PR IPNU IPPNU Desa Gabus sukses menggelar pelantikan di Gedung Serbaguna Kecamatan Gabus, Minggu (10/10). Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Gabus, tokoh masyarakat, tanfidziah, pembina, fatayat, muslimat, dan perwakilan dari PAC IPNU IPPNU Gabus. Kegiatan tersebut dimeriahkan dengan beberapa penampilan bakat seni musik dari anggota […]

  • Menjaga Kelestarian Budaya Bangsa

    Menjaga Kelestarian Budaya Bangsa

    • calendar_month Sab, 17 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Kabar NU Pati. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (LAKPESDAM) PCNU Kab Pati kembali mengadakan acara Workshop Ketahanan Budaya bekerja sama dengan Lembaga Kajian Ekonomi dan Sosial Masyarakat (LENNSA) Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 21 Desember 2014 dengan mengangkat tema “Menjaga dan Melestarikan Seni dan Budaya sebagai Identitas Bangsa dan Negara”. Acara ini dihadiri oleh berbagai […]

  • PCNU-PAT

    70 Desa di Kabupaten Pati Kekeringan

    • calendar_month Kam, 5 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Sebanyak 70 desa di Kabupaten Pati alami kekeringan. Akibatnya, lebih dari 106 ribu jiwa terdampak. Ini berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati. Adapun 70 desa yang mengalami kekeringan, tersebar di 10 kecamatan. Antara lain Kecamatan Jaken, Jakenan, Winong, Tambakromo, Gabus, Kayen, Sukolilo, Batangan, Pucakwangi dan Kecamatan Tayu.  Penjabat (Pj) Bupati […]

expand_less