Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ada Pentol dan Es Puter Gratis Saat Konferancab Ansor Juwana

Ada Pentol dan Es Puter Gratis Saat Konferancab Ansor Juwana

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 5 Agu 2019
  • visibility 403
  • comment 0 komentar

Konferancab Ansor Juwana telah usai Minggu (4/7) kemarin. Namun ada banyak hal unik yang menjadi catatan para hadirin yang turut serta dalam acara yang diselenggarakan di Gedung IPHI Juwana tersebut.

Salah satu lapak Kemandirian Ekonomi Kader milik Dafiq Rizqa (kiri) berpose bersama Fikrul Umam, salah satu hadirin dalam Konferancab Ansor Juwana

Bukan hanya prosesi konferensi, animo peserta juga tertuju pada menu makanan ringan yang ada pada saat konferensi. Betapa tidak, jajanan yang diberikan kepada peserta meruapakan makanan dan minuman dari para pemgusaha kuliner yang tak lain adalah kader Ansor Juwana sendiri.

Istimewanya, semua makanan tersebut diberikan kepada para peserta secara cuma-cuma. Beberapa pengusaha kuliner yang turut andil diantaranya : Dafiq Rizqa Falachi dengan kopinya, Dimas Ali dengan es tebunya, Pipin dengan pentol baksonya, Ahmad Syaiful dengan es puternya dan masih banyak lagi.

Hadirnya para kader Ansor pengusaha kuliner ini sebenarnya merupakan wujud ekonomi mandiri yang digagas oleh PAC Juwana. Semua lapak tersebut berjajar dengan rapi di sisi Kemandirian Ekonomi Kader Corner.

Hal ini tentunya menjadi inspirasi bagi para pengurus PAC se-Kabupaten Pati yang juga hadir sebagai undangan dalam agenda tersebut. Hal ini senada dengan yang dikatakan Fikrul Umam, salah satu tamu undangan yang hadir.

Fikrul menilai bahwa Kemandirian Ekonomi Kader Corner yang sengaja disediakan oleh panitia adalah bukti keseriusan generasi muda untuk menggarap aspek ekonomi. Pasalnya, dalam hal ekonomi kreatif, NU masih tertinggal dengan ormas-ormas sejawat.

“Ini bentuk kampanye terselubung untuk meningkatkan ekonomi kaum muda nahdliyyin. Kami mengapresiasi, bahwa pemuda harus bergerak di segala sektor, terutama ekonomi” ungkapnya sambil terkekeh.

Fikrul menambahkan dengan cara meningkatkan ekonomi kader, maka organisasi menjadi bisa benar-benar menjadi tempat berjuang.

“Kalo kadernya mapan secara ekonomi, insya allah bisa menghidupi organisasi, bukan malah mencari hidup dari organisasi” pungkasnya.

Al hasil, acara yang digelar Minggu (4/7) pagi tersebut sukses tanpa kendala. Forum tersebut kemudian menghasilkan nama Afif Imam Ansory dari Desa Ketip sebagai ketua PAC Ansor Juwana masa khidmat 2019-2021.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 2000 Anggota Fatayat-Muslimat Pucakwangi Hadiri Rutinan

    2000 Anggota Fatayat-Muslimat Pucakwangi Hadiri Rutinan

    • calendar_month Ming, 28 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 413
    • 0Komentar

    PUCAKWANGI-Minggu (28/7) pagi Desa Sitimulyo Kecamatan Pucakwangi tiba-tiba menghijau. Ini bukan dikarenakan fenomena alam, namun karena sedikitnya 2000 anggota Fatayat-Muslimat hadir dalam acara rutin pertemuan triwulanan. Para pemgurus PAC Fatayat Pucakwangi sedang menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Fatayat sebagai pembuka acara Ketua PAC Fatayat Pucakwangi, Umi Kalsun, S.Pd.I. menyatakan kegiatan triwulan ini merupakan agenda […]

  • PCNU - PATI Photo by Brett Jordan

    Me (maaf) kan

    • calendar_month Rab, 3 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 443
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Minggu lalu,  saya sempat berbeda pendapat dengan perempuan yang saya sayangi. Sebab ketika saya menemukan sesuatu saya tak langsung bilang. Dengan alasan agar saya sedikit bisa meredam emosi agar supaya tak langsung tersalurkan. Diam sejenak, ambil nafas dalam dalam. Sebuah  metode yang seringkali saya jalani.  Saya dibilang sering mudah marah; […]

  • Muwadda'ah MA Salafiyah Kajen: 107 Lulusan Lolos PTN Tanpa Tes

    Muwadda’ah MA Salafiyah Kajen: 107 Lulusan Lolos PTN Tanpa Tes

    • calendar_month Sel, 12 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 13.978
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Suasana haru dan penuh kebersamaan menyelimuti acara Muwadda’ah siswa kelas XII MA Salafiyah Kajen, Pati, tahun pelajaran 2025/2026 yang digelar pada Ahad (10/5). Momentum ini menjadi seremoni perpisahan bagi para siswa setelah menuntaskan masa pendidikan selama tiga tahun di madrasah tersebut. ​Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran Kepala Kantor Kementerian […]

  • Hikmah dibalik Perpindahan Tempat yang Sudah Digunakan Sholat

    Hikmah dibalik Perpindahan Tempat yang Sudah Digunakan Sholat

    • calendar_month Kam, 22 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 760
    • 0Komentar

      1.       Pertanyaan : Biasanya orang yang telah melakukan sholat fardlu itu menjalankan sholat sunnah dan untuk melakukannya, musholli pindah tempat atau geser sedikit. Apakah tujuan pindah tempat/geser tersebut ?.   Jawaban :Memang sering kita temui, ketika seseorang ingin melakukan sholat sunnah setelah sholat fardhu mereka berpindah tempat dari posisi asalnya, entah itu geser sedikit […]

  • Mbah Hasyim Mengantar Santrinya ke Kajen

    Mbah Hasyim Mengantar Santrinya ke Kajen

    • calendar_month Kam, 13 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 784
    • 0Komentar

    Siapa sih yang tak kenal Hadratussyaikh Mbah Hasyim Asy’ari, kakek Gus Dur, pendiri NU, dan “sumber” ilmu dari sejumlah kiai besar di Jawa itu? Sudah pasti ada banyak kisah tentang kiai besar ini. Sebagian besar kisah tentang beliau sudah pasti pernah dituturkan, baik oleh para muridnya atau oleh orang-orang lain yang pernah mengenal sosok ini. […]

  • PCNU-PATI

    Surat Kepada Kanjeng Nabi

    • calendar_month Kam, 25 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 430
    • 0Komentar

    Setiap masyarakat Muslim, setiap kelompok, serta setiap orang mengagung-agungkannya ratusan ribu kali. Muhammad tidak menjadi lapuk oleh panas hujan segala zaman. Muhammad dipelihara namanya di zaman orang bertani, serta di zaman pascamodern ketika kekuatan alat informasi dan komunikasi menjadi “dewa”. Muhammad tidak pernah disebut “kuno”, meski kita punya Mercedes paling mutakhir, superkomputer, serta segala jenis […]

expand_less