Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Penulis dan Pejalan Kaki

Penulis dan Pejalan Kaki

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 26 Feb 2024
  • visibility 369
  • comment 0 komentar

Oleh: M. Iqbal Dawami

Aku, yang selalu terpaku pada layar dan tumpukan buku, menyulam kata demi kata, sering kali lupa bahwa tubuh ini juga butuh gerak dan ruang untuk bernapas. Hari demi hari, aku terjebak dalam rutinitas yang sama: duduk berjam-jam, mengolah pikiran yang tak pernah berhenti berputar, mencoba menerjemahkan kerumunan ide menjadi kalimat-kalimat yang mampu menyentuh jiwa pembaca.

Namun, tanpa kusadari, kebiasaan ini perlahan mengikis kesehatan fisikku. Aku mulai merasakan gejala: rasa tidak nyaman yang terkadang muncul, pertanda awal dari penyakit yang dikenal sebagai ambeien.

Aku sempat mengabaikannya, menganggapnya sebagai bagian tak terelakkan dari pengorbanan yang harus kubayar sebagai penulis. Namun, kenyataan tidak bisa lebih jauh dari itu. Penyakit ini adalah peringatan dini dari tubuh yang terlalu lama diabaikan. Aku mendengar cerita dari sesama penulis, beberapa bahkan menderita penyakit yang lebih serius, seperti masalah ginjal dan serangan jantung, karena gaya hidup yang sama.

Sadar akan risiko yang terus mengintai, aku pun memutuskan untuk mengubah gaya hidupku. Aku menyadari, tak ada gunanya memiliki pikiran yang tajam dan kata-kata yang indah jika tubuh ini tak lagi mampu mendukungnya. Maka, aku memilih jalan kaki sebagai langkah awal perubahan itu.

Aktivitas yang tampak sederhana ini, ternyata membawa perubahan besar dalam kehidupanku. Setiap pagi, sebelum dunia disibukkan oleh rutinitasnya, aku menyisihkan waktu setengah jam untuk berjalan kaki. Langkah kaki yang teratur di pinggir sawah, menghirup udara segar, perlahan-lahan memulihkan keseimbangan antara jiwa dan raga. Kejernihan pikiran yang kudapat selama berjalan kaki menjadi sumber inspirasi baru dalam tulisanku.

Perubahan ini mungkin terlihat sepele bagi sebagian orang, namun bagiku, ini adalah sebuah penentu keseimbangan: kesehatan dan produktivitas. Aku belajar bahwa menjadi penulis bukan hanya tentang bagaimana aku mengolah kata, tetapi juga tentang bagaimana aku merawat diri sendiri, sehingga aku bisa terus menulis.

Jalan kaki pagi hari bukan sekadar olahraga, melainkan juga meditasi, waktu dimana aku bisa berdialog dengan diri sendiri, merenungkan ide-ide, dan kembali ke depan komputer dengan pikiran yang lebih terbuka dan hati yang lebih ringan.

Inilah cerita tentang bagaimana aku menemukan keseimbangan antara dunia kata-kata dan kebutuhan fisik, melalui langkah-langkah kecil yang setiap hari kujalani.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kiai Kampung Yang Rendah Hati

    Kiai Kampung Yang Rendah Hati

    • calendar_month Rab, 25 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 340
    • 0Komentar

    Almaghfurlah KH Ahmad Suyuthi merupakan sosok kiai yang alim tetapi rendah hati. Kontribusinya dalam forum Sidang Syuriah Bulanan di pendopo maqbaroh Syeikh KH Ahmad Mutamakkin Kajen, Margoyoso, Pati, Jawa Tengah, diakui para ulama dan tokoh masyarakat. Khususnya ketika PCNU dipimpin oleh sahabat karibnya, KH Suyuthi Abdul Qodir, Pendiri Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan.Katib Syuriah KH Abdul […]

  • PCNU-PATI Photo by Yehezkiel Gulo

    Embun yang Hinggap di Dedaunan

    • calendar_month Sen, 20 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 340
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Embun pagi dan rerumputan/Hijau daun dan warna bunga/Kicau burung yang hinggap di dahan/Matahari bersinar terang/Dan semua ini semakin kurasa/Sebagai nikmat yang telah Kauberikan/Takkan kulangkahkan kakiku lagi/Tanpa bimbinganmu Tuhan… Kata-kata di atas adalah lirik lagu yang disenandungkan Chrisye berjudul Hening. Ada rasa syahdu mendengarnya. Indah sekali. Terutama, di saat mendengarnya sambil […]

  • Dari Kendal, Kick Off Rakerdin Ma’arif NU Jateng Resmi Digelar

    Dari Kendal, Kick Off Rakerdin Ma’arif NU Jateng Resmi Digelar

    • calendar_month Sab, 11 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 338
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id- Kendal – Setelah melaksanakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I pada Sabtu (19/10/2024) lalu, pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah periode 2024-2029 menggelar Rapat Kerja Dinas (Rakerdin) yang akan dimulai Sabtu (11/1/2025) di Kabupaten Kendal. “Kita resmi kick off atau memulai Rapat Kerja Dinas (Rakerdin) Lembaga Pendidikan Maarif NU PWNU Jawa […]

  • Penuh Khidmah Acara Naharul Ijtima’ di Kec Gembong

    Penuh Khidmah Acara Naharul Ijtima’ di Kec Gembong

    • calendar_month Sab, 28 Feb 2015
    • account_circle admin
    • visibility 469
    • 0Komentar

    Kabar NU Pati: Naharul Ijtima’ PCNU Kabupaten Pati pada hari Jumat tanggal 27 Februari 2015 berlangsung di Kecamatan Gembong. Sebagai tuan rumah MWC NU Gembong memilih Masjid Besar Baitul Muttaqin Kecamatan Gembong sebagai tempat berlangsungnya kegiatan. Hampir seluruh Pengurus MWC NU serta Pengurus Ranting se-Kecamatan hadir, seperti KH. Ahmad Jaelani, Kyai Sholikhin, Kyai Nur Hasyim. […]

  • Media Sosial Penghubung Sikap Toleransi

    Media Sosial Penghubung Sikap Toleransi

    • calendar_month Sen, 25 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 446
    • 0Komentar

    Guru mengajarkan kalau dunia itu ada dua; fana, yaitu dunia yang bisa rusak dan dunia baka, yaitu dunia setelah manusia meninggal. Dan yang tidak pernah terbayangkan oleh manusia ternyata ada dunia baru. Dunia baru antara dunia fana dan dunia baka itu adalah dunia maya (virtual world), yaitu dunia online yang sangat luas sekali, yang berisi […]

  • Bupati Semarang Instruksikan Disdikbudpora Pimpin Sinergi Lintas Sektor Bentuk Pokja Pendidikan Inklusif

    Bupati Semarang Instruksikan Disdikbudpora Pimpin Sinergi Lintas Sektor Bentuk Pokja Pendidikan Inklusif

    • calendar_month Sel, 17 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.533
    • 0Komentar

      UNGARAN – Pemerintah Kabupaten Semarang mengambil langkah progresif dalam memperkuat layanan bagi anak berkebutuhan khusus. Dalam gelaran “Gebyar Pendidikan Inklusif 2026” di Pendopo Kabupaten Semarang (14/2), Bupati Semarang memberikan apresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Beliau juga memberikan instruksi khusus kepada Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikbudpora) untuk segera mengoordinasikan pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Pendidikan […]

expand_less