Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Penulis dan Pejalan Kaki

Penulis dan Pejalan Kaki

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 26 Feb 2024
  • visibility 542
  • comment 0 komentar

Oleh: M. Iqbal Dawami

Aku, yang selalu terpaku pada layar dan tumpukan buku, menyulam kata demi kata, sering kali lupa bahwa tubuh ini juga butuh gerak dan ruang untuk bernapas. Hari demi hari, aku terjebak dalam rutinitas yang sama: duduk berjam-jam, mengolah pikiran yang tak pernah berhenti berputar, mencoba menerjemahkan kerumunan ide menjadi kalimat-kalimat yang mampu menyentuh jiwa pembaca.

Namun, tanpa kusadari, kebiasaan ini perlahan mengikis kesehatan fisikku. Aku mulai merasakan gejala: rasa tidak nyaman yang terkadang muncul, pertanda awal dari penyakit yang dikenal sebagai ambeien.

Aku sempat mengabaikannya, menganggapnya sebagai bagian tak terelakkan dari pengorbanan yang harus kubayar sebagai penulis. Namun, kenyataan tidak bisa lebih jauh dari itu. Penyakit ini adalah peringatan dini dari tubuh yang terlalu lama diabaikan. Aku mendengar cerita dari sesama penulis, beberapa bahkan menderita penyakit yang lebih serius, seperti masalah ginjal dan serangan jantung, karena gaya hidup yang sama.

Sadar akan risiko yang terus mengintai, aku pun memutuskan untuk mengubah gaya hidupku. Aku menyadari, tak ada gunanya memiliki pikiran yang tajam dan kata-kata yang indah jika tubuh ini tak lagi mampu mendukungnya. Maka, aku memilih jalan kaki sebagai langkah awal perubahan itu.

Aktivitas yang tampak sederhana ini, ternyata membawa perubahan besar dalam kehidupanku. Setiap pagi, sebelum dunia disibukkan oleh rutinitasnya, aku menyisihkan waktu setengah jam untuk berjalan kaki. Langkah kaki yang teratur di pinggir sawah, menghirup udara segar, perlahan-lahan memulihkan keseimbangan antara jiwa dan raga. Kejernihan pikiran yang kudapat selama berjalan kaki menjadi sumber inspirasi baru dalam tulisanku.

Perubahan ini mungkin terlihat sepele bagi sebagian orang, namun bagiku, ini adalah sebuah penentu keseimbangan: kesehatan dan produktivitas. Aku belajar bahwa menjadi penulis bukan hanya tentang bagaimana aku mengolah kata, tetapi juga tentang bagaimana aku merawat diri sendiri, sehingga aku bisa terus menulis.

Jalan kaki pagi hari bukan sekadar olahraga, melainkan juga meditasi, waktu dimana aku bisa berdialog dengan diri sendiri, merenungkan ide-ide, dan kembali ke depan komputer dengan pikiran yang lebih terbuka dan hati yang lebih ringan.

Inilah cerita tentang bagaimana aku menemukan keseimbangan antara dunia kata-kata dan kebutuhan fisik, melalui langkah-langkah kecil yang setiap hari kujalani.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rutinan Fatayat NU Desa Tegalarum Dihadiri Dokter RSI

    Rutinan Fatayat NU Desa Tegalarum Dihadiri Dokter RSI

    • calendar_month Ming, 5 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 481
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id MARGOYOSO-PAC Fatayat NU Kecamatan Margoyoso bekerjasama dengan Pimpinan Ranting Desa Tegalarum menggelar pertemuan rutin di Desa Tegalarum. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (3/3). Pesertanya terdiri dari semua anggota PAC Fatayat NU Margoyoso. Bukan hanya itu, perwakilah masing-masing pengurus ranting juga hadir. Namun, dalam pertemuan rutin tersebut ada yang istimewa. Pasalnya, selain kader Fatayat setempat, […]

  • Lazisnu Klakahkasihan Tuai Pujian dari Ketua MWC-NU

    Lazisnu Klakahkasihan Tuai Pujian dari Ketua MWC-NU

    • calendar_month Ming, 9 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 441
    • 0Komentar

    GEMBONG – pcnupati.or.id – Tarling (Tarawih Keliling) MWC-NU Kecamatan Gembong putaran terakhir, berlangsung malam ini. Kegiatan yang disinergikan dengan Forkopimcam tersebut finish di Masjid Fathur Rohman, Dukuh Gondoriyo, Desa Klakahkasihan, Kecamatan Gembong. Bukan hanya Tarawih, diujung acara tersebut juga diisi dengan tausyiyah dan santunan. Hal ini juga dilaksanakan pada malam-malam sebelumnya. “Alhamdulillah ini berkat Lazisnu. […]

  • GP Ansor Pati Minta Bangungan di LI Segera Dirobohkan

    GP Ansor Pati Minta Bangungan di LI Segera Dirobohkan

    • calendar_month Jum, 27 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 594
    • 0Komentar

      Koordinasi Pengurus GP Ansor Pati dengan Satpol PP Pati. Ansor meminta bangunan LI segera dirobohkan  PATI – Belum lama ini Pemerintah Kabupaten Pati menutup beberapa tempat prostitusi, salah satunya Lorok Indah / Lorong Indah (LI) yang berada di Kecamatan Margorejo. Di LI sendiri, para penghuni sudah mengosongkan lokasi. Mereka telah kembali ke kampung halaman […]

  • PCNU-PATI

    Habis Gelap Terbitlah Terang

    • calendar_month Rab, 12 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 688
    • 0Komentar

    Habis Gelap Terbitlah Terang adalah buku kumpulan surat yang ditulis oleh Kartini. Kumpulan surat tersebut dibukukan oleh J.H. Abendanon dengan judul Door Duisternis Tot Licht, sedangkan penerjemahannya (dari versi bahasa Belanda ke bahasa Melayu) pertama kali dilakukan pada 1922 oleh Bagindo Dahlan Abdullah, Zainudin Rasad, Sutan Muhammad Zain, dan Djamaloedin Rasad (mereka menyebut diri Empat Saudara).[1] Proses pengumpulan surat-surat yang pernah dikirimkan […]

  • Tips Terapi Hati

    Tips Terapi Hati

    • calendar_month Jum, 9 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 486
    • 0Komentar

    Judul : Revive Your HeartPenulis : Nauman Ali KhanCetak II : Sep 2018Penerbit : MizaniaHal : 160Peresensi : Niam At Majha Hati dalam tubuh manusia adalah komponen terpenting; segumpal daging yang mampu mempengaruhi segala bentuk tingkah laku manusia, sebab hari manusia adalah komponen vital dalam menjalankan tugas manusia di bumi yaitu sebagai kholifah fi ard. […]

  • Perkuat Komunikasi DKAC CBP KPP Wedarijaksa gelar Forum Komando

    Perkuat Komunikasi DKAC CBP KPP Wedarijaksa gelar Forum Komando

    • calendar_month Sen, 15 Mar 2021
    • account_circle admin
    • visibility 377
    • 0Komentar

      CBP merupakan singkatan dari Corp Brigade Pembangunan, sementara KPP merupakan singkatan dari Korps Pelajar Putri. Keduanya merupakan lembaga otonom di bawah naungan IPNU IPPNU yang berfungsi sebagai keamanan internal organisasi dan sebagai garda depan Nahdlatul Ulama dalam rangka membentengi dari masuknya paham radikalisme anti-Pancasila di tingkat pelajar serta mengawal ideologi Aswaja An-Nahdliyah dan menjaga keutuhan […]

expand_less