Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Kiai Kampung Yang Rendah Hati

Kiai Kampung Yang Rendah Hati

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 25 Mar 2015
  • visibility 496
  • comment 0 komentar

Almaghfurlah KH Ahmad Suyuthi merupakan sosok kiai yang alim tetapi rendah hati. Kontribusinya dalam forum Sidang Syuriah Bulanan di pendopo maqbaroh Syeikh KH Ahmad Mutamakkin Kajen, Margoyoso, Pati, Jawa Tengah, diakui para ulama dan tokoh masyarakat. Khususnya ketika PCNU dipimpin oleh sahabat karibnya, KH Suyuthi Abdul Qodir, Pendiri Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan.
Katib Syuriah KH Abdul Hadi Kurdi menceritakan hal tersebut kepada NU Online usai pengajian dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul KH Ahmad Suyuthi ke-27 di Masjid Sabilal Muhtadin Langgenharjo-Margoyoso-Pati, (19/1) Ahad malam. Dalam perjalanan menggunakan mobil panitia menuju kediamannya, Kiai Hadi menceritakan sekelumit cerita tentang peran Mbah Suyuthi di ormas Nahdlatul Ulama.
“Ketika saya ditunjuk Kiai Suyuthi Guyangan menjadi Katib Syuriah pada tahun 1978, waktu itu saya masih lajang, saya sering satu majlis dengan Kiai Suyuthi Langgen. Beliau sangat aktif saat sidang syuriah di Kajen,” ujar Kiai Hadi mengawali ceritanya.
Menurutnya, Mbah Suyuthi merupakan salah satu kiai kampung yang bersahaja dan kharismatik. Senada dengan Kiai Hadi, salah seorang santri yang kini menjadi guru senior di Guyangan, Kiai Muhammad Salim, menyatakan bahwa penguasaan Mbah Suyuthi terhadap kitab kuning sangat mumpuni. “Kiai Suyuthi itu orang alim. Beliau itu ‘macan’ bagi masyarakat Langgen dan sekitarnya,” ujar Kiai Salim suatu ketika.
Ada cerita menarik tentang Mbah Suyuthi dari putranya yang kelima, Kiai Moh Asrori (67). Suyuthi muda awalnya menimba ilmu kepada KH Syamsul Hadi di daerah Pati selatan, tepatnya di Desa Sumberejo Kecamatan Jaken, 25 kilometer tenggara kota Pati. Karena kecerdasannya, oleh sang guru Suyuthi disarankan melanjutkan ngaji kepada Hadratusy Syaikh KH M Hasyim Asy’ari Tebuireng. Di sana, Suyuthi Langgen berjumpa Suyuthi Guyangan.
Anehnya, lanjut Asrori, Mbah Suyuthi kembali mondok lagi di Sumberejo, tempat pertamanya menuntut ilmu. Suatu ketika, usai ngaji kitab di serambi masjid, Mbah Syamsul Hadi yang ketika mengajar ngaji kerap membawa serta putri pertamanya, Sholihati. Mbah Syamsul lalu bertanya kepada Sholihati yang duduk di pangkuannya. “Nduk, siapa yang kamu pilih sebagai calon suamimu?” Sholihati yang masih kecil dan lugu tiba-tiba mengarahkan jari telunjuk mungilnya tepat ke arah Suyuthi muda.
Singkat cerita, pernikahan antara Suyuthi dan Sholihati yang saat itu berusia 9 tahun pun dilaksanakan. Meski demikian, Suyuthi tetap melanjutkan pengembaraan keilmuannya ke beberapa pesantren di Rembang dan Jombang. Sholihati kecil dengan setia menunggu kedatangan sang suami dengan menyimpan telur ayam untuk bekal kembali ke pondok. Hal ini dilakukannya untuk membantu meringankan sang suami dalam mencari ilmu.
Setelah Nyai Sholihati cukup usia untuk diajak membangun rumah tangga, diboyonglah sang istri menuju kampung halamannya di Langgenharjo usai boyongan dari pesantren. Hal ini dilakukan Mbah Suyuthi setelah dipanggil pulang kedua kakaknya, Haji Abdus Shomad dan Haji Markhaban, untuk menyebarkan agama Islam. Pasalnya, kakak pertama yang menjabat petinggi desa (birokrat) dan kakak kedua yang anggota militer itu bersepakat jika sang adik bungsu menjadi tokoh agama di kampungnya.
Dari pernikahannya dengan Nyai Sholihati, Mbah Suyuthi dikaruniai delapan orang putra dan putri: Moh Ma’shum, Ummi Kaltsum, Asiyah, Romlah, Moh Asrori, Moh Asyhari, Moh Asy’ari, dan Moh Masykuri. “Yang saya tidak habis pikir, kenapa bapak tidak mendirikan pesantren. Padahal, kealiman beliau sangat diakui. Peninggalan beliau itu ya masjid Langgen yang kini telah direhab total itu,” ujar Kiai Asrori.
Ketika ditanya mengapa Mbah Suyuthi tidak mendirikan pesantren sebagaimana sahabat karibnya, KH Suyuthi AQ, yang mendirikan Pesantren Raudlatul Ulum di Guyangan, Asrori menjawab bahwa Mbah Suyuthi merasa tidak layak membangun pesantren lantaran sudah ada di Guyangan dan Kajen. Rasa ta’dzimnya kepada KH Suyuthi Guyangan dan KH Abdullah Salam Kajen membuat Mbah Suyuthi menempuh jalan lain.

Meski demikian, lanjut bapak lima anak ini, Mbah Suyuthi menekankan kepada anak cucunya untuk rajin mengaji dan belajar agar bisa berkhidmat kepada masyarakat. Jalan khidmat itu, bagi Mbah Suyuthi sebagaimana dikutip Asrori, tidak hanya melalui pesantren. Tetapi bisa juga melalui masjid, madrasah, atau lembaga pendidikan lainnya.

Di akhir penelusuran sejarah perjuangan Mbah Suyuthi dalam ngemongmasyarakat inilah Wakil Rais Syuriah PCNU Pati KH Abdul Hadi secara khusus berpesan agar anak cucu ulama yang wafat akhir tahun 1982 itu melanjutkan jalan spiritualnya yang sunyi. “Saya salut atas kesederhanaan dan sikap rendah hati beliau. Pesan saya, lanjutkan rintisan Kiai Suyuthi,” pungkasnya. ( NU Online Ali Musthofa Asrori/Mahbib)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inilah 33 Siswa Madrasah yang Wakili Pati ke KSM Jateng

    Inilah 33 Siswa Madrasah yang Wakili Pati ke KSM Jateng

    • calendar_month Kam, 1 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 509
    • 0Komentar

    Kemenag Kabupaten Pati akan mengirimkan 33 siswa madrasah sebagai perwakilan dalam Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat provinsi. Pengiriman ini sebagai tindak lanjut penyelenggaraan KSM tingkat Kabupaten yang telah dilaksanakan pada 20 Juli kemarin. Demikian diputuskan dalam rapat koordinasi antara Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati dengan Komite KSM Kabupaten yang diselenggarakan pada Kamis (1/8) siang di […]

  • Final Voli Putra Porsema XIII, Kudus Vs Kota Semarang Memanas

    Final Voli Putra Porsema XIII, Kudus Vs Kota Semarang Memanas

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 475
    • 0Komentar

    WONOSOBO – Ajang Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XIII LP Ma’arif NU Jawa Tengah XIII di hari kedua makin memanas. Pada cabang olahraga voli, tim putri asal Kudus lebih dulu meraih medali emas setelah menumbangkan wakil tuan rumah, Wonosobo, Jumat (12/9/2025) di MAN 1 Wonosobo. Tak berhenti di situ, tim voli putra Kudus dari […]

  • Tiga Madrasah Tanda Tangani MoU Sahabat Sains Banin

    Tiga Madrasah Tanda Tangani MoU Sahabat Sains Banin

    • calendar_month Kam, 16 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 510
    • 0Komentar

    Foto bersama K. Yusuf Hasyim (kepala MTs Tarbiyatul Banin) dengan salah satu kepala MI yang menyepakati MoU Sahabat Sains Banin sedang menunjukkan piagam MoU didampingi Pengawas Madrasah Kecamatan Winong. WINONG – MTs Tarbiyatul Banin Winong yang merupakan salah satu madrasah unggulan sains, mulai mengembangkan jaringan ke beberapa madrasah ibtidaiyah. Berlokasi di BLK Tarbiyatul Banin, Rabu […]

  • Kurikulum Berbasis Cinta Jadi Fondasi Penguatan Inklusi dan Bahasa Inggris di Sekolah Ma’arif Jateng

    Kurikulum Berbasis Cinta Jadi Fondasi Penguatan Inklusi dan Bahasa Inggris di Sekolah Ma’arif Jateng

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.398
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Semarang – Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menggelar satu rangkaian kegiatan terpadu yang mencakup Pelatihan Pembelajaran Mendalam Kurikulum Berbasis Cinta (PM KBC) An-Nahdliyyah, Program Pendampingan Bahasa Inggris Berstandar Internasional Pearson, serta penyelesaian Modul Pendidikan Inklusi. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 14–15 Januari 2026, di Hotel Muria, Kota Semarang. […]

  • Pramuka MTs Joyo Kusumo Borong Gelar Juara di LT II Kwarran Kayen 2026

    Pramuka MTs Joyo Kusumo Borong Gelar Juara di LT II Kwarran Kayen 2026

    • calendar_month Sab, 12 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19.642
    • 0Komentar

    KAYEN, PATI — Pangkalan MTs Joyo Kusumo kembali menorehkan prestasi gemilang dalam ajang kepramukaan. Regu penggalang putra dan putri madrasah ini sukses memborong berbagai piala dalam Lomba Tingkat (LT) II Kwartir Ranting (Kwarran) Kecamatan Kayen yang digelar selama tiga hari, Rabu (9/9/2026) hingga Jumat (11/9/2026). Berkat ketangkasan dan kerja sama tim yang solid, kontingen MTs […]

  • PCNU-PATI

    MWCNU Trangkil Luncurkan Mobil Layanan Umat

    • calendar_month Sab, 4 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 448
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id- TRANGKIL – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Trangkil meluncurkan Mobil Layanan Umat (MLU) di Kantor MWC setempat, Sabtu (4/4/2023).  Launching ditandai dengan pemotongan pita oleh Ketua PCNU Pati, KH. Yusuf Hasyim. Dilanjutkan dengan penyiraman air kembang oleh Ketua Tanfidziah KH. Sya’roni dan Rais Syuriah MWCNU Trangkil KH Badrudin Syatibi. Ketua Lazisnu MWCNU […]

expand_less