Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Embun yang Hinggap di Dedaunan

Embun yang Hinggap di Dedaunan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 20 Mar 2023
  • visibility 532
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Iqbal Dawami

Embun pagi dan rerumputan/Hijau daun dan warna bunga/Kicau burung yang hinggap di dahan/Matahari bersinar terang/Dan semua ini semakin kurasa/Sebagai nikmat yang telah Kauberikan/Takkan kulangkahkan kakiku lagi/Tanpa bimbinganmu Tuhan…

Kata-kata di atas adalah lirik lagu yang disenandungkan Chrisye berjudul Hening. Ada rasa syahdu mendengarnya. Indah sekali. Terutama, di saat mendengarnya sambil minum kopi dan memandang persawahan. Hmm, sungguh indah.

Menyesap lagu ini dengan pelan-pelan membawaku pada perenungan bahwa seringkali saya lupa dengan karunia indah dari Tuhan. Tuhan memberi alam ini untuk kita, sebagai khalifah di muka bumi. Embun pagi, dedaunan hijau, kicauan burung, dan matahari yang bersinar, itu semua untuk kita. Oh, malunya diri ini apabila masih juga tidak bersyukur. Oh, betapa tidak tahu dirinya diri ini apabila masih saja mengeluh.

Tak aneh apabila Tuhan begitu sering menyindir kita dengan kata-kata Afala tatafakkarun? Tidakkah kamu berpikir? Fabi’ayyi ala’i rabbikuma tukadziban? Maka nikmat Tuhan mana lagi yang hendak kaudustakan? Oh, Tuhan telah menohok diriku.

Setiap ada kesempatan, saya mengajak Aghza, anakku, yang masih berusia 4 tahun pergi ke sawah. Dan tampaknya cocok kalau kami berdua kelak menyanyikan lagu tersebut pada saat kami di sawah. Baiklah, terlebih dahulu saya harus menghafalkan dan menghayatinya.

Tiba-tiba saya teringat dengan kata-kata Thich Nhat Hanh, seorang Buddhis, yang mengatakan, “Orang-orang seringkali menganggap berjalan di atas air atau udara adalah suatu keajaiban. Padahal, keajaiban yang sesungguhnya adalah dapat berjalan di atas bumi. Setiap hari kita bersentuhan dengan keajaiban yang tidak kita sadari: langit biru, awan putih, daun-daun hijau, warna hitam, keindahan dari mata anak-anak – kedua bola mata kita. Semua itu adalah keajaiban.” Aduhai indah sekali pernyataan Thich Nhat Hanh tersebut.

Rutinitas aktivitas kadangkala menjadikan kita lupa untuk menyadari keindahan-keindahan yang ada di sekitar kita. Banyak hal tidak kita perhatikan secara seksama. Misalnya saja bunga yang bermekaran di halaman rumah. Kalau kita perhatikan dengan detail dan hikmat, bunga yang sejatinya makhluk hidup itu sedang tersenyum kepada kita, karena dapat hidup berdampingan dengan anggun. Dedaunan yang bergoyang saat diterpa angin, suara-suara bebek dan ayam bersahut-sahutan, bahkan suara jangkrik di gelap malam, memberi nuansa alam ini begitu indah nan syahdu.

Tanpa pernah saya sadari sebelumnya, saat memandikan Aghza juga rupanya memberikan keindahan tiada terkira. Sungguh betapa indah rasanya dia mencium pipiku saat kugendong menuju kamar mandi, saat mengguyur sekujur badannya dengan air hangat maupun dingin. Saat kuusap badannya dengan sabun, sembari bercanda ria. Saat kubedaki punggung dan dadanya sembari kesana kemari tak mau diam. Saat kupakaikan baju dan celana pilihannya sendiri. Saat kusisir rambutnya yang susah diatur. Sungguh itu merupakan keindahan yang tak bisa diucapkan dengan kata-kata.

Belum lagi ketika saya mengajaknya jalan-jalan sore maupun pagi. Dalam perjalanan kami bernyanyi bersama. Seperti yang pernah kami lakukan di suatu minggu sore kami bernyanyi bersama di perjalanan saat menuju alun-alun kecamatan. Kami menyanyikan lagu Garuda di Dadaku dengan penuh semangat. Di saat pulang dari alun-alun, kami berdebat hebat. Dia ingin dibelikan jeruk (entah apa namanya, jeruk yang jenisnya kecil-kecil). Kukatakan, “Ngapain beli jeruk, wong di rumah lagi banyak mangga. Paling gak dimakan jeruknya.” Dia tetap keukeuh. “Emoh, pokoknya beli, beli, beli…” ujarnya dengan nada kesal.

Aku tetap ngotot untuk tidak mau membelikannya, dengan berbagai argumentasi. Dia pun makin keukeuh dan mulai menangis. Aku pun mengalah. Aku pun membelikannya. Jeruk itu memang kesukaannya. Mengingatnya membuatku geli sendiri.   

Mengenang semua itu rupanya begitu indah. Hal-hal remeh yang tampak biasa, ternyata tidak kalah indah dengan hal-hal yang tampak besar. Hal ini senada dengan Melvy Yendra, seorang penulis dan editor, yang menulis status di dinding fesbuknya. Dia mengatakan:

“Saya berbahagia dan menikmati setiap momen saat saya menjalani peran sebagai ayah bagi Aisha (3,5): memandikannya, memakaikan bajunya, memasang pita rambutnya, mengantarnya pipis di malam hari, membersihkan bekas ompolnya, membujuknya makan, merayunya saat ngambek, membereskan mainannya, mendongenginya kalau dia ingin, dan lain sebagainya, karena kelak, ketika dia sudah besar dan bisa melakukan semuanya sendiri, saya akan sangat merindukan semua momen-momen kecil yang terjadi hari ini…”

Saya mendapatkan pelajaran yang luar biasa dari peristiwa-peristiwa keseharian. Saya berusaha untuk menghargai setiap momen hidup saya entah dimanapun dan dengan siapapun, dengan penuh makna dan sadar. Karena boleh jadi momen itu tidak akan terulang lagi. Karena boleh jadi, detik itu adalah detik terakhir yang kumiliki.[]

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jumpa Pers IPNU-IPPNU, Masghof : Tempat Berbagi ‘Sambat’

    Jumpa Pers IPNU-IPPNU, Masghof : Tempat Berbagi ‘Sambat’

    • calendar_month Sen, 14 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 546
    • 0Komentar

      Peserta Jumpa Pers dan Rakorcab IPNU-IPPNU Pati antusias memgikuti jalannya acara PATI – Lembaga Pers dan Jurnalistik Pimpinan Cabang IPNU IPPNU Pati mengadakan kegiatan Jumpa Pers dan Rakorcab Lembaga Pers dan Jurnalistik IPNU IPPNU se-Kabupaten Pati pada Minggu, (13/02) siang hingga sore. Kegiatan ini diadakandi Aula lantai tiga gedung PCNU Pati, Jalan Dr. Sudanto.  […]

  • Ansor Pati Akan Gelar Selametan Bumi Pesantenan

    Ansor Pati Akan Gelar Selametan Bumi Pesantenan

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 702
    • 0Komentar

    PATI – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pati akan menggelar kegiatan bertajuk Selametan Bumi Pesantenan. Rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan selama 2 hari, pada 19-20 September 2019 ini terdiri atas tiga kegiatan yaitu 100 Khataman Al Quran, Apel Pembaretan 5.000 Banser, dan Istighosah Kubro. Pamflet acara Selametan Bumi Pesantenan yang akan digelar oleh PC […]

  • PCNU - PATI . (Unsplash/Markus Spiske)

    Detik-Detik Kecelakaan di Kamar Hotel

    • calendar_month Ming, 31 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 402
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Ruangan dengan puluhan lampu gantung bernuansa remang-remang dan eksotis itu sebenarnya sangat cocok untuk sepasang sejoli yang sedang dimabuk cinta. Namun sayang, seringkali hanya sebagai tempat membuang penat dan pelampiasan stress. Seperti gadis yang saat ini duduk bersama lelaki di sudut bar lounge dekat bartender. Sepintas mereka seperti sepasang kekasih, tapi […]

  • PT Sukun Santuni 1.000 Anak Yatim di Pati, PCNU Berikan Apresiasi

    PT Sukun Santuni 1.000 Anak Yatim di Pati, PCNU Berikan Apresiasi

    • calendar_month Sel, 26 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 451
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Seribu anak yatim di Kabupaten Pati memadati Gedung Haji Pati, Selasa (26/3/2024). Mereka berbondong-bondong mengikuti santunan yang dibalut dengan buka bersama. Kegiatan ini dalam rangka Santunan 11 Ribu Anak Yatim oleh PT Sukun. Yang mana, di Kabupaten Pati ini PT Sukun bekerja sama dengan Lazismu dan Lazisnu untuk menyukseskan acara ini. Santunan ini […]

  • Kemenag Pati Gelontorkan Zakat Rp 782 Juta untuk Bedah Rumah dan Modal Usaha

    Kemenag Pati Gelontorkan Zakat Rp 782 Juta untuk Bedah Rumah dan Modal Usaha

    • calendar_month Kam, 9 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16.626
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati. Memasuki pertengahan tahun ini, Kemenag Pati melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) resmi menggelontorkan dana zakat dengan total mencapai Rp 782 juta. Dana yang terkumpul sepanjang triwulan kedua tersebut dialokasikan langsung untuk mendongkrak kesejahteraan warga, mulai dari urusan pemenuhan kebutuhan pokok, modal […]

  • Konsolidasi Kegiatan Silaturrahim dan Turba MWC NU Wedarijaksa

    Konsolidasi Kegiatan Silaturrahim dan Turba MWC NU Wedarijaksa

    • calendar_month Jum, 19 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 644
    • 0Komentar

    KH. Munadi (Rois Syuriah) memberikan pengarahan terkait persiapan kegiatan. Dok: Mubarok Wedarijaksa – Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama Kec. Wedarijaksa sore ini (19/7) mengadakan rapat konsolidasi persiapan kegiatan besar di Kantor MWC NU Wedarijaksa. Rapat yang dipimpin langsung oleh M. Nabhan Ulin Nuha selaku ketua Tanfidziyah itu mengagendakan jadwal kegiatan Silaturrahim dan Turba ke […]

expand_less