Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Kiai Sahal, Pesantren, dan Mitigasi Bencana

Kiai Sahal, Pesantren, dan Mitigasi Bencana

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 15 Jul 2022
  • visibility 339
  • comment 0 komentar

KH. Sahal Mahfudh, ulama karismatik asal Kajen Pati ini pada akhir tahun 80an pernah menulis sebuah makalah yang dengan eksplisit menunjuk pesantren sebagai tempat membina (mengajar dan mendidik) para santri agar peduli terhadap lingkungan. Kiai Sahal optimis pesantren dapat melakukan pembinaan lingkungan hidup agar tidak menyulitkan generasi masa depan.

Saat ini, bencana alam yang melanda di berbagai daerah terjadi secara tiba-tiba bahkan tidak sesuai musimnya. Yang terbaru tentu saja bencana banjir yang melanda Kabupaten Pati di musim kemarau. Ketidaksiapan masyarakat menghadapi bencana alam menjadi bukti bahwa kita masih tidak mampu memahami alam dengan baik, padahal ketergantungan kita terhadap alam sangat tinggi. Dibutuhkan langkah nyata dalam mengelola alam dan lingkungan dengan baik dan tidak sekadar mengeksploitasinya demi keuntungan manusia semata.

Salah satu pendekatan yang ditawarkan Kiai Sahal dalam mengelola lingkungan hidup di pesantren ialah pendekatan motivasi. Pendekatan motivasi dilakukan melalui pengajaran dan pendidikan lingkungan hidup, yakni proses internalisasi hingga transformasi nilai kelestarian lingkungan. Pendekatan motivasi ini –dijelaskan Kiai Sahal- walaupun akan memerlukan waktu relatif panjang, akan berdampak lebih positif karena pihak sasaran secara berangsur akan mau mengubah sikap dan perilaku secara persuasif. Pendekatan yang demikian itu dapat disebut sebagai mitigasi bencana, yakni upaya pengurangan risiko bencana melalui pesantren.

Pemikiran Ekologis Kiai Sahal

Dalam buku Nuansa Fiqh Sosial (2012, cet. 11), Kiai Sahal menjelaskan bahwa perhatian terhadap kelestarian alam merupakan bagian dari jalan mencapai tujuan utama dalam hidup umat manusia yaitu sa’adatuddarain (bahagia dunia dan akhirat). Agar tujuan tersebut dapat dicapai, manusia harus menjalankan dua fungsi pokok, yaitu ibadatullah (ibadah kepada Allah) dan imaratul ardli (mengelola dan memelihara bumi). Dua fungsi ini dapat dengan jelas dibedakan namun tidak dapat dipisahkan. Misalnya bagaimana mungkin seorang muslim dapat beribadah dengan nyaman apabila bumi tempat berpijak dalam keadaan bencana? Contohnya apabila sholat hukumnya wajib, maka keberadaan tempat sholat yang suci dan aman menjadi wajib pula.

Mengenai kerusakan alam, menurut Kiai Sahal disebabkan salah satunya perilaku dan sikap acuh tak acuh pada lingkungan hidup. Seperti kita ketahui bersama, pembangunan yang dilakukan manusia hanya untuk kepentingan diri sendiri. Eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya alam, tidak dibarengi dengan pemeliharaan kelestarian lingkungan hidup. Akibatnya terjadi apa yang disebut Kiai Sahal sebagai pergeseran keseimbangan dan keserasian dalam kehidupan.

Keseimbangan dan keserasian sangat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh sikap rasional manusia yang berorientasi pada kemaslahatan makhluk. Sayangnya, kemaslahatan tersebut lebih cenderung bahkan dominan pada keinginan dan kepuasan manusia sendiri. Sebagai ulama Ahlussunnah wal Jamaah (aswaja), Kiai Sahal mendorong pengikutnya melakukan aktualisasi nilai-nilai aswaja dalam pelestarian lingkungan hidup agar mampu bergaul dengan sesamanya dan alam sekitarnya untuk saling memanusiawikan.

Mitigasi Bencana di Pesantren

Model dakwah Kiai Sahal kita kenal dengan model dakwah bil haal yaitu dakwah dengan tindakan nyata. Pemikiran fiqh beliau yang kontekstual (fiqh sosial) menjangkau seluruh bidang kehidupan, baik ekonomi, pendidikan, sosial, kesehatan, budaya, hingga lingkungan hidup. Di tangan Kiai Sahal fiqh tidak lagi kaku, hitam atau putih, halal atau haram, namun kontekstual sehingga mampu menjawab permasalahan nyata yang dihadapi masyarakat. Dalam dakwahnya, pesantren selalu dijadikan semacam laboratorium sosial agar mampu berkiprah dalam masyarakat, selain menjadi tempat menuntut ilmu agama Islam tentunya.

Pesantren dalam konteks mitigasi bencana sangat potensial dijadikan tempat menyemai dan menumbuhkan mitigasi bencana. Karena selain sebagai lembaga pendidikan, pesantren sekaligus berperan sebagai lembaga sosial yang memiliki peran sosial dan bisa menggerakkan swadaya dan swakarsa masyarakat. Di Jawa Tengah terdapat 5.850 pesantren dengan jumlah santri mencapai 500 ribu lebih (BPS, 2015) dan merupakan propinsi dengan jumlah pesantren terbanyak ketiga di Indonesia. Maka pendidikan mitigasi bencana melalui pesantren akan berdampak signifikan karena pesantren ada di tiap kabupaten di Jawa Tengah.

Upaya mitigasi bencana di pesantren dalam tulisan Kiai Sahal bisa dilakukan melalui tiga pendekatan, yaitu pendekatan proyek, pendekatan motivasi, dan pendekatan kolaboratif antara proyek dan motivasi. Saat bencana telah datang dan menimbulkan kerusakan, maka pendekatan proyek paling tepat. Meskipun idealnya pendekatan ini digunakan sebagai langkah antisipasi sebelum bencana terjadi. Misalnya proyek naturalisasi sungai, pembuatan waduk, sumur resapan, tanggul, reboisasi, atau proyek lainnya. Pemerintah dapat menggandeng dan bekerja bersama pesantren sesuai dengan kondisi geografisnya.

Pendekatan motivasi seperti dijelaskan sebelumnya adalah langkah mitigasi bencana melalui pengajaran dan pendidikan. Jika dimungkinkan, pesantren dalam peran mitigasi bencana bisa dengan pendekatan motivasi dan proyek sekaligus. Berbagai pengetahuan tentang lingkungan dan mitigasi bencana diajarkan dengan terintegrasi dalam kurikulum pesantren. Kemudian ditindaklanjuti dengan proyek yang dikerjakan bersama pesantren untuk melestarikan alam dan mitigasi bencana.

Pada bagian akhir, Kiai Sahal menjelaskan kemungkinan proyeksi pesantren pada pembinaan lingkungan hidup itu perlu perumusan matang –agar memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi-. Apakah pesantren bertindak sebagai penunjang atau pelengkap, ataukah sebagai motivator, dinamisator, dan fasilitator? Semua disesuaikan dengan ketersiapan pesantren dan kondisi geografis di mana pesantren itu berada. Demikianlah Kiai Sahal, pemikirannya visioner melebihi zamannya. (M. Sofyan Alnashr, Ketua LPPM IPMAFA Pati)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Training of Trainer Pusat Informasi dan Konseling Remaja CAH PATI PC IPNU IPPNU Kabupaten PATI

    Training of Trainer Pusat Informasi dan Konseling Remaja CAH PATI PC IPNU IPPNU Kabupaten PATI

    • calendar_month Sab, 10 Okt 2015
    • account_circle admin
    • visibility 365
    • 0Komentar

    Kegiatan yang berjudul Training of Trainer bagi anggota Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK Remaja) Cah Pati diselenggarakan oleh PIK Remaja Cah Pati PC IPNU IPPNU Kabupaten Pati pada tanggal 19-20 September 2015 di Gedung NU Pati. Kegiatan ini didukung oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Pati dan bekerjasama dengan Aliansi Remaja Independen […]

  • Ratusan Siswanya Ikuti Pelatihan Jurnalisti, Kepala Madrasah Ini Ingatkan Pentingnya Literasi

    Ratusan Siswanya Ikuti Pelatihan Jurnalisti, Kepala Madrasah Ini Ingatkan Pentingnya Literasi

    • calendar_month Sab, 13 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.254
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – MTs Al Ma’arif Gembong menggelar Pelatihan Jurnalistik dan Workshop Penulisan Berita pada Sabtu (13/12). Kegiatan ini merupakan wujud kerja sama antara pihaj madrasah dengan LTN NU Pati. Nur Afif Nashiruddin atau Afif, Kepala Madrasah menegaskan bahwa, agenda yang dihelat di kompleks Yayasan Al Ma’arif Gembong tersebut merupakan langkah awal untuk meningkatkan literasi […]

  • Wakil Syuriyah PCNU Pati Wafat

    Wakil Syuriyah PCNU Pati Wafat

    • calendar_month Rab, 15 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 579
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. – PCNU Kabupaten Pati kembali berduka. Dalam suasana semangat kepengurusan baru, PCNU harus kehilangan satu tokoh penting dalam jajaran Syuriyah. Ahmad Adib Al Arif, salah satu wakil Ro’is Syuriyah PCNU Pati yang baru saja dilanting 27 Okteber 2024 lalu, dikabarkan telah memghembuskan nafas terakhir pada Rabu (15/1). Kabar wafatnya kiai yang juga menjabat sebagai […]

  • Gus Rozin Launching Program Magang Jepang LP Ma`arif NU Jateng 2025

    Gus Rozin Launching Program Magang Jepang LP Ma`arif NU Jateng 2025

    • calendar_month Rab, 16 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 567
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. Semarang – Di depan Kepala SMK Ma`arif NU Se Jawa Tengah, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama`Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin secara resmi melaunching program Magang Jepang Kerjasama antara Lembaga Pendidikan Ma`arif NU PWNU Jawa Tengah dengan Kementerian Tenaga Kerja dan IM Japan pada Senin, 14 April 2025. Launching tersebut sekaligus menandai dibukanya pendaftaran […]

  • Photo by The Cleveland Museum of Art

    Crush Never Ending

    • calendar_month Ming, 28 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.364
    • 0Komentar

    Oleh : J. Intifada Pertanyaannya masih sama. Kenapa aku belum bisa bergerak untuk membuka hati. Sedang kamu sudah punya kebahagiaan baru. Aku masih mempertanyakan kenapa perasaanku masih begitu lekatnya. Sedang kamu sepertinya sudah hilang beban dan melepasku tanpa arah. Aku tak pernah ingin tahu kehidupanmu sekarang. Entah siapa istrimu, entah bagaimana anakmu. I don’t care. […]

  • Gus Nadir : Pemuda Harus Kaya Literasi

    Gus Nadir : Pemuda Harus Kaya Literasi

    • calendar_month Sab, 28 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 316
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA-Tokoh kontroversial, Nadirsyah Hosen (Gus Nadir) hadir di Yogyakarta, Sabtu (28/9) malam. Dosen Monash Institute, Australia tersebut, merupakam salah satu tokoh NU yang dianggap liberal oleh khalayak. Hal ini tak lepas dari aktivitas Gus Nadir di media sosial yang cukup intens dan memancing reaksi kaum radikalis. Gus Nadir saat merespon pertanyaan hadirin Malam ini, Gus […]

expand_less