Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » PKL dan Susbalan Menciptakan Kader NU Masa Depan

PKL dan Susbalan Menciptakan Kader NU Masa Depan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 14 Jan 2020
  • visibility 201
  • comment 0 komentar


PATI, Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah mengadakan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) dan Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) yang bertempat di PP. Naqsabandiyah Kholidiyah Desa Srikaton Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati.
Acara resmi dibuka oleh PW GP Ansor Jawa Tengah, Gus Fahsin M Faal, didampingi oleh Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Pati, Itqonul Hakim, perwakilan Forkopimda, dan Muspika Kayen. Tampak hadir Ketua MWCNU Kayen KH. Shofwan, pengasuh PP. Naqsabandiyah Kholidiyah KH. Abdul Hamid, M.Pd.I, dari Muslimat, Fatayat, IPNU, IPPNU, Pagar Nusa Kecamatan Kayen. 
Dalam sambutannya Gus Fahsin mengucapkan selamat bagi kader GP Ansor dan Banser yang lolos screening sehingga bisa mengikuti PKL dan Susbalan PW GP Ansor Jawa Tengah.
“Dari calon peserta sekitar 300 yang lolos screening dan menjadi peserta hanya 105 baik dari unsur kader GP Ansor dan Banser ” Ucapnya
Sambutan Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pati, Gus Itqon mengingatkan peserta agar sungguh – sungguh mengikuti PKL dan Susbalan PW GP Ansor Jawa Tengah, dan diharapkan lulus semua. 
“Kegiatan pelatihan ini lebih berat dari pelatihan sebelumnya, peserta harus menata niat untuk semangat mengikuti kegiatan, karena kader GP Ansor adalah NU masa depan, dan masa depan NU yang akan datang” Harapnya 
Setelah pembukaan selesai, Instruktur PP GP Ansor, Gus Nadhif langsung memberikan peserta dengan materi Aswaja dan ke-Ansor-an, yang memaparkan bagaimana tugas berat GP Ansor, apalagi Banser sebagai pasukan inti GP Ansor untuk selalu mengamalkan Pancasila, dan menjaga keutuhan kedaulatan Indonesia dengan slogan NKRI harga mati, dan menampilkan kader patriot yang berani di garda depan membela dan menjaga para Kiai NU, yang sekarang ini banyak dicemarkan dan diganggu oleh minhum, dengan menyebarkan hoax dan fitnah yang diarahkan untuk menjatuhkan peran Kiai, dan memprovokasi agar warga NU terpancing untuk melawan.  Untuk perlawanan adalah tugas Polri dan TNI, Banser bertugas membantu pengamanan apabila dibutuhkan.  
Acara berlangsung khidmah, fokus, dan bisa berdiskusi secara langsung dengan para instruktur-instruktur. Dengan demikian diharapkan hasil dari PKL dan Susbalan PW GP Ansor Jawa Tengah ini nantinya muncul calon pemimpin, dan perwira GP Ansor yang tangguh dan kompeten di bidangnya. (Fikrul/ Yn)
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Berjalan, UPZISNU MWC Tayu Galakkan Program Koin 5000

    Pastikan Layanan Kesehatan Tetap Berjalan, UPZISNU MWC Tayu Galakkan Program Koin 5000

    • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 472
    • 0Komentar

      PATI – Unit Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah (UPZIS) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Tayu, Kabupaten Pati, meluncurkan program Koin 5.000. Program ini dijalankan guna mendukung layanan kesehatan. Ketua UPZIS MWCNU Tayu, Moh Fatchurrohman, menyatakan bahwa program Koin 5.000 adalah wujud nyata gerakan kepedulian warga Nahdliyyin dalam membantu sesama. Melalui program ini, infak […]

  • Kunci Langgengnya Ikatan Pernikahan

    Kunci Langgengnya Ikatan Pernikahan

    • calendar_month Sel, 14 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Oleh : Angga Saputra Pcnupati.or.id. – Angka perceraian di Pati tergolong tinggi. Berdasarkan data Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Pati,  terdapat 2.247 kasus selama tahun 2024. Angka perceraian tersebut didominasi oleh cerai gugat (diajukan istri) daripada cerai talak (diajukan suami). Rinciannya, cerai talak 538 kasus dan cerai gugat sebanyak 1.709 kasus. Adapun penyebab perceraian dikarenakan beberapa […]

  • Santri Kelana Pendiri API Tegalrejo

    Santri Kelana Pendiri API Tegalrejo

    • calendar_month Kam, 2 Mar 2017
    • account_circle admin
    • visibility 236
    • 0Komentar

    KH Chudlori lahir di Tegalrejo Magelang, Jawa Tengah dari pasangan Muhammad Ikhsan dan Mujirah. Ia anak kedua dari sepuluh bersaudara. Muhammad Ikhsan adalah penghulu Tegalrejo pada masa penjajahan Belanda. Ayah Muhammad Ikhsan bernama Abdul Halim, juga penghulu zaman Belandayang sangat dihormati. Abdul Halim menangani urusan agama di Magelang meliputi kecamatan Candimulyo, Martoyudan, Mungkid, dan Tegalrejo. […]

  • Gus Nadir : Pemuda Harus Kaya Literasi

    Gus Nadir : Pemuda Harus Kaya Literasi

    • calendar_month Sab, 28 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 145
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA-Tokoh kontroversial, Nadirsyah Hosen (Gus Nadir) hadir di Yogyakarta, Sabtu (28/9) malam. Dosen Monash Institute, Australia tersebut, merupakam salah satu tokoh NU yang dianggap liberal oleh khalayak. Hal ini tak lepas dari aktivitas Gus Nadir di media sosial yang cukup intens dan memancing reaksi kaum radikalis. Gus Nadir saat merespon pertanyaan hadirin Malam ini, Gus […]

  • PCNU-PATI

    PCNU Pati Gelar Tasyakuran Harlah ke-101 NU

    • calendar_month Sen, 29 Jan 2024
    • account_circle admin
    • visibility 140
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id- Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati, adakan tasyakuran Hari Lahir (Harlah) ke 101 NU, di aula kantor setempat, Ahad (28/1/2024) siang. Tasyakuran ini dihadiri oleh para ketua dan sekretaris Lembaga, Badan Otonom (Banom), hingga Majelis Wakil Cabang (MWC). Adapun Harlah NU tahun ini mengusung tema Memacu Kinerja, Mengawal Kemenangan Indonesia. Ketua Tanfidziyah PCNU […]

  • PCNU PATI - Ilustrasi Perempuan Dalam Tradisi Pesantren. Photo by Mufid Majnun on Usnplash.

    Perempuan dalam Tradisi Pesantren

    • calendar_month Ming, 17 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Tradisi pesantren selama ini yang kita kenal mempunyai kehidupan yang diwarnai dengan norma-norma ajaran Islam. Di mana ajaran Islam ini menekankan pada sikap patuh dan tawadlu’ kepada pengasuh pesantren (kiai). Seperti yang dijelaskan oleh Zamakhsyari Dhofir dalam bukunya, Tradisi Pesantren, sikap patuh dan tawadlu’ ini bisa terbentuk. Hal ini tidak lepas setiap harinya di lingkngan […]

expand_less