Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Kalau Ada Fetish, Jangan Digeneralisasi

Kalau Ada Fetish, Jangan Digeneralisasi

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 14 Okt 2025
  • visibility 1.866
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Shalikhin*

“Wow, coba lihat, susunya besar dan kencang,” kata seorang pria yang fetish pada payudara. Setiap melihat wanita dengan body montok, dia selalu berseloroh soal susu kepada siapapun yang berada di dekatnya. Dirinya beranggapan bahwa, semua lelaki sama, fetish pada susu. Ini namanya generalisasi.

Padahal kenyataannya kan tidak demikian. Ada lelaki yang ‘fetish’ pada intelektualitas daripaada sekadar body. Adapula yang senang kalau melihat wanita keibuan. Tidak semua ketertarikan itu sama. Ini namanya diferensiasi.

‘Oknum’ di Trans7 barang kali sedang mengalami hal yang pertama tadi. Mereka mungkin terlalu birahi terhadap popularitas, kemewahan, harta benda, sensasi dan narsisme. Ga masalah. Tapi problemnya ada pada kecenderungan berasumsi menyamakan apa yang ada di otakku dan otakmu.

Kalau kalian fetish pada kemewahan, bukan berarti orang lain juga begitu lepas syahwat pada hal-hal serupa. Kalau kalian susah payah, jungkir balik cari pinjaman demi membeli kendaraan impian, sementara di luar sana ada orang yang justru menerima hadiah mobil mewah dari muhibbin (fans) secara cuma-cuma, lantas, apakah si penerima hadiah itu salah?.

Di satu sisi, ada yang begitu kesengsem dengan sesuatu, di sisi lainnya, ada sosok yang bahkan tidak menginginkan namun justru mendapatkannya dengan ‘mudah’. Sekali lagi, apakah jenis ke dua ini salah? Jawabannya tidak. Hanya kebencian, kedengkian dan ketidaktahuan–untuk tidak menyebut: kebodohan–lah yang mengecam ‘penikmat’ reward.

Mungkin pembaca sudah mengetahui bahwa konteks tulisan ini terkait dengan tayangan di Trans7 yang mengolok-olok para ulama’. Oke, kita kupas satu per satu.

Di mulai dari amplop yang diterima oleh para kiai. Sebenarnya hal ini wajar dan hampir di lakukan oleh siapa saja. Ibu memberi rendang kepada tetangga sebelah, karena beberapa hari lalu, ibu menerima semur jengkol darinya.

Konteksnya adalah, kebaikan dibalas kebaikan. Semur jengkol saja dibalas dengan rendang, apalagi pengetahuan dan hikmah yang telah dicurahkan oleh kiai kepada santri. Amplop yang mereka berikan jelas tak sebanding dengan ilmu dan jasa.

Toh, misal seorang kiai mendapat banyak amplop, penulis yakin, maslahatnya akan jauh lebih besar daripada (amplop itu) diberikan kepada orang-orang fasik. Membangun pesantren, membuka lapangan pekerjaan, menyubsidi santri yang tidak mampu, bahkan mengecor jalan, misalnya.

Ke dua, soal mobil mewah. Misal ada seorang kiai membeli ataupun menerima hadiah kendaraan miliaran rupiah, juga mereka gunakan untuk berdakwah, menebar hikmah dari satu tempat ke tempat lain. Apakah kendaraan yang kalian miliki itu lebih berfaedah daripada mobil mewah para kiai Sehingga kalian sampai hati mengolok-olok tunggangan mereka?. Sebut saja Kiai Anwar Zahid, Gus Iqdam dan ustadz-ustadz terkenal di TV lainnya juga menggunakan mobil mewah bukan untuk kebutuhan prestisius seperti kita. Lebih jauh, dalam safari dakwah yang menembus ratusan kilo meter setiap hari, tentu membutuhkan kendaraan yang nyaman dan aman.

Kalau dalam sehari mereka melakukan dakwah di lima tempat, apakah harus mengendarai Honda Beat? Tentu tidak. Minimal Innova, kalaupun ada kiai yang memakai Alphard, Lexus LM, atau kendaraan apapun, itu hanyalah sebatas merk dan angka, selebihnya kenyamanan, keselamatan dan yang terpenting, bukan atas nama gengsi.

Lagipula banyak ulama’ yang mendapatkan mobil-mobil itu sebagai hadiah, mereka tidak membeli dari kantongnya sendiri yang berarti ada kemungkinan para kiai tidak terlalu kepincut dengan barang mewah itu. Sebagai referensi saja, Gus Mus pernah dihadiahi Kijang Innova dari seorang muhibbin. Gus Dur, bahkan bahkan menerima Mercy S-class dan masih banyak lagi kasus-kasus seperti itu.

Ke tiga, Sarung mahal yang mereka kenakan juga belum tentu mereka beli sendiri, lhoh. Banyak muhibbin yang mengirim hadiah semacam itu. Kalau muhibbin-nya macam saya, ya paling mentok menghadiahi doa, tapi kalau muhibbinnya pengusaha-pengusaha besar, ya pasti hadiahnya besar juga. Stop-lah menyamakan standar hidup kalian dengan para ulama. Kalau kalian membeli sepatu kets branded ori untuk flexing atau demi fomo, monggo. Tapi kiai sejati tidak akan terpengaruh hanya dengan price tag selembar sarung.

Mau wadimor, cendana, Ketjubung atau BHS, tidak memberi pengaruh apa-apa, sebab–tidak seperti kalian oknum Trans7– kualitas ulama’ kami ada pada intelektualitas dan spiritualitas, bukan pada syahwat narsis dan fetish akan sensasi.

Intinya, kalau kalian naksir abis dengan kemewahan tapi belum berkesempatan mendapatkannya, ga perlu mengambinghitamkan kiai, yang tidak menginginkan tapi justru mendapatkan. Akhirul kalam, dibalik tembok-tembok pesantren, ada berjuta anomali yang tidak kalian ketahui. Jika ingin tahu, ya mondok (titik).

boikottrans7

*penulis merupakan pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ Gembong

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tulis Dua Artikel Scopus, Dosen Asal Pati Ini Raih Doktor Tanpa Ujian Terbuka

    Tulis Dua Artikel Scopus, Dosen Asal Pati Ini Raih Doktor Tanpa Ujian Terbuka

    • calendar_month Jum, 16 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 526
    • 0Komentar

      Yogyakarta – Dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung Hamidulloh Ibda, resmi menjadi doktor pendidikan dasar setelah berhasil mempertahankan disertasinya berjudul “Guru Sekolah Dasar Profesional dalam Pembelajaran berbasis Digital” di hadapan dewan penguji Ujian Hasil Disertasi (Ujian Tertutup) pada Jumat (16/2/2024). Dewan Penguji dalam […]

  • PCNU-PATI Photo by Pawel Czerwinski

    Kecerdasan Sayyidina Hasan Ar-Ridho

    • calendar_month Sel, 22 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 459
    • 0Komentar

    Oleh : Muhammad Rofiq Dikisahkan bahwa Abu Hayyan merupakan seorang guru dalam Ilmu Nahwu.Pada suatu malam, Abu Hayyan bermimpi melihat Sayyidah Fatimah Az-Zahra memenggam tangan kedua putranya yang masih kecil, yaitu Sayyidina Hasan Ar-Ridho dan Sayyidina Husein Al-Murtadho. Kemudian Sayyidah Fatimah Az-Zahra berkata kepadanya : “ Wahai Abu Hayyan, Tolong ajarilah kedua putraku ini tentang […]

  • ‎LAMDIK Beri Rekomendasi Strategis, INISNU Temanggung Siapkan Benchmarking dan Penguatan SDM Pascasesmen Lapangan S1 PAI

    ‎LAMDIK Beri Rekomendasi Strategis, INISNU Temanggung Siapkan Benchmarking dan Penguatan SDM Pascasesmen Lapangan S1 PAI

    • calendar_month Ming, 19 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16.851
    • 0Komentar

    ‎Temanggung – Asesmen Lapangan (AL) Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung resmi ditutup pada Sabtu (18/7/2026) di ruang rapat BPP INISNU Temanggung. Penutupan diawali dengan penyampaian rekomendasi dari dua asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) sebagai bahan evaluasi dan penguatan mutu berkelanjutan bagi program […]

  • Sampaikan Laporan Akhir Periode 2024–2026, LSP P2 Ma’arif NU Jateng Mantapkan Sinergi Link and Match

    Sampaikan Laporan Akhir Periode 2024–2026, LSP P2 Ma’arif NU Jateng Mantapkan Sinergi Link and Match

    • calendar_month Sel, 4 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17.588
    • 0Komentar

    Bandungan – LSP P2 Ma’arif NU Jawa Tengah terus berkomitmen terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan Ma’arif NU Jawa Tengah. Melalui proses sertifikasi kompetensi yang terukur, objektif, dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja, LSP P2 Ma’arif NU Jawa Tengah terus mengambil peran strategis dalam memastikan lulusan Ma’arif NU memiliki pengetahuan akademik, profesional, […]

  • NU Salurkan 1000 Paket Sembako Gratis Via Lazisnu

    NU Salurkan 1000 Paket Sembako Gratis Via Lazisnu

    • calendar_month Kam, 9 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 422
    • 0Komentar

    Ribuan beras kemasan siap distribusi dikumpulkan dari para aghniya untuk diberikan kepada kaum dhuafa melalui Lazisnu Kabupaten Pati  PATI-Lembaga Amil Zakat dan Sedekah kepunyaan Nahdlatul Ulama atau Lazisnu Pati, membagikan 1000 paket sembako, Kam8s (9/4). Hal ini ditujukan kepada kaum dhuafa ditengah wabah covid 19. Adapun isi masing-masing paket adalah berupa beras 1,5 kg dan […]

  • Ma'arif Jateng Kukuhkan LP. Ma'arif Kab. Demak Periode 2023-2028

    Ma’arif Jateng Kukuhkan LP. Ma’arif Kab. Demak Periode 2023-2028

    • calendar_month Ming, 17 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 466
    • 0Komentar

    Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PCNU Kab. Demak menggelar Seminar Nasional dan Rapat Kerja Dinas (Rakerdin) di Kusma Hotel Kab. Semarang pada 16-17 September 2023. Dalam acara ini, ada beberapa acara seperti penguatan Aswaja lembaga, Bimtek Aset, Sidang Pleno dan pengukuhan. Pengukuhan LP. Ma’arif NU PCNU Kab. Demak Periode tahun 2023-2028 yang terdiri dari 47 pengurus […]

expand_less