Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » NU dalam Menjaga Politik Kebangsaan

NU dalam Menjaga Politik Kebangsaan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 13 Jan 2024
  • visibility 462
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto, MA

Seringkali orang berseloroh bahwa politik itu kotor, hanya untuk memperjuangkan perolehan suara. Selain itu juga, politik sering melanggar asa kepatutan dan kebenaran. Sehingga stigma semacam ini menjadikan sebagian warga masyarakat merasa alergi dengan segala sesuatu yang berbau politik.

Dalam perspektif Islam, panggung politik telah lama ada dan bahkan Rasul sendiri adalah seorang pemimpin negara Madinah yang kemudian dilanjutkan oleh sahabatnya dalam sebuah tatanan politik kekhalifahan. Dalam sejarahnya banyak sekali kitab-kitab yang berisi tata cara penalaran negara (Nidham al-hukm) sarat dengan nuansa politik muai dari al-Mawardi dengan al-Ahkam al-Sulthaniyah hingga Ali Abdurraziq dengan al-Islam wa Ushil al-Hukm.

Sedangkan dalam konteks di Indonesia memang ada banyak partai politik yang bernuansa keislaman yang dalam garis perjuangannya berusaha diwarnai dengan corak keislaman. Masing-masing memiliki warna yang tak selalu sama dan bahkan seringkali memiliki pebedaan tajam dalam mensikapi satu masalah yang memiliki implikasi serius di bidang agama.

Oleh karena itu, agar tidak terjerumus dalam politik praktis. Maka sudah sayogjanya agama menjalankan perannya sesuai dengan tujuannya yakni memberikan keteduhan, kedamaian, dan petunjuk kea rah yang benar terhadap masyarakat. Selain itu juga memberikan nasehat-nasehat baik untuk mencerahkan masyarakat dari hal-hal yang dinilai salah menjadi benar.

Maka, Langkah Nahdlatul Ulama untuk Kembali ke Khittah menurut hemat penulis sangat tepat. Karena sebagai organisasi masyarakat sosial agama terbesar di dunia sudah sayogjanya menerapkan nilai-nilai yang penuh dengan tawassuth wal-I’tidak,tasamuh, tawazun,dan beramar ma’ruf nahi munkar.

Dengan pokok-pokok pikiran tentang Khittah NU yang telah ditetapkan oleh Muktamar NU. Sekarang menjadi jelas bahwa keputusan kembali ke Khittah 1926 ini adalah keputusan yang disiapkan secara konsepsional serta dengan proses yang cukup matang. Sehingga NU masih teguh pada pendiriannya yakni menerapkan model politik kebangsaan.

Sedangkan dalam hal ini NU memiliki ciri khas tersendiri dalam pendekatannya terhadap politik. Meskipun secara umum mendukung prinsip-prinsip demokrasi, kebebasan, dan hak asasi manusia, NU juga sangat menekankan pada nilai-nilai Islam dan pendekatan keagamaan dalam keterlibatannya dalam dunia politik.

Secara politik, NU tidak secara resmi terafiliasi dengan partai politik tertentu tetapi memiliki pengaruh besar dalam berbagai partai politik di Indonesia. Sejumlah tokoh NU telah terlibat dalam pemerintahan dan politik nasional, bahkan sejak masa kemerdekaan.

Pada intinya, politik kebangsaan NU sering kali berkaitan dengan upaya menjaga nilai-nilai Islam dalam kerangka negara demokratis Indonesia, sekaligus berupaya memastikan kepentingan umat Islam diakomodasi dalam kebijakan pemerintah. NU juga aktif dalam mempromosikan toleransi antaragama dan kerukunan umat beragama di Indonesia.

Dengan demikian,Kembali ke Khittah 1926, berarti kita harus melakukan renungan ulang mengingat dan mengenang Kembali terhadap semangat ukhuwah Islamiyah Islamiyah nahdliyah tebalnya rasa senasib dan seperjuangan di antara para ulama pendiri NU.

Menurut KH Ahmad Shiddiq dalamkarya tulisnya yang berjudul Khittah Nahdliyah disebutkan pada halam 19 menyatakan sebagai berikut:

“Dengan tidak memonopoli predikat sebagai satu-satunya golongan Ahlussunnah wal-Jamaah, Jam’iyah nahdlatul Ulama semenjak pertama berdirinya menegaskan diri sebagaipenganut yang mengemban dan mengembangkan Islam ala Madzhab Ahlussunnah wal-Jamaah. Dengan sekuat tenaga,NU menempatkan diri sebagai pengamat setia dan mengajak seluruh kaum Muslimin, terutama para warganya untuk menggolongkan diri pada Ahlussunnah wal-Jamaah.”

Berdasarkan catatan KH Ahmad Siddiq ini sangat jelas, para ulama mendirikan NU pada tahun 1926 mendasarkan amal dan perjuangan NU itu pada acaran Ahlussunnah wal-Jamaah. Sehingga NU berkomitmen dalam semangat nasionalisme dan cinta tanah air.

 

 

 

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kata Guru: Antologi Esai Reflektif Para Pendidik MA Salafiyah Kajen Pati

    Kata Guru: Antologi Esai Reflektif Para Pendidik MA Salafiyah Kajen Pati

    • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 507
    • 0Komentar

      PATI – Profesi guru menyimpan banyak kisah dan refleksi mendalam yang kerap menginspirasi. Melalui buku antologi esai berjudul “Kata Guru”, sebanyak 13 guru MA Salafiyah Kajen Pati mencoba merekam dan membagikan pengalaman serta pemikiran mereka seputar dunia pendidikan dalam 15 esai bernas dan menyentuh. Buku ini diterbitkan oleh Iniibubudi Publishing dengan nomor ISBN 978-602-70232-8-4, […]

  • Polres dan PMII Pati Gelontorkan 100.000 liter air bersih

    Polres dan PMII Pati Gelontorkan 100.000 liter air bersih

    • calendar_month Ming, 29 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 460
    • 0Komentar

    PATI-Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pati melakukan bhakti sosial bersama dengan Polres Pati. Dua puluh truk tangki berisi air bersih digelontorkan di tiga kecamatan di Kabupaten Pati, Sabtu (28/9) siang. Ketiganya adalah Pucakwangi (tiga desa), Jaken dan Jakenan masing-masing empat desa. Total ada 100.000 liter air yang disalurkan ke tiga desa tersebut. Ah. Shoimul […]

  • PCNU-PATI Photo by Museum of New Zealand Te Papa Tongarewa

    Puisi-Puisi Ardhi Ridwansyah

    • calendar_month Ming, 21 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 573
    • 0Komentar

    ELEGI BUKA PUASA Ramah azan menyapa senja Lepas dahaga biar tak usang Ucap syukur termaktub dalam tetes air Yang melintasi kerongkongan; Rekah jiwa di bulan berkah. Ingin lekas hati pulang Namun jalan tak lekas luang Mobil motor berbagi ruang Saling tegur mesin menderu jalang. Ingat opor ayam kepala meriang Dan kurma goda selera menuai bara […]

  • Kembali Dibuka, English Capacity Building Program Ma’arif dan RMI NU Jateng

    Kembali Dibuka, English Capacity Building Program Ma’arif dan RMI NU Jateng

    • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 572
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Semarang – Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah kembali membuka kesempatan bagi para guru dan ustadz untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris melalui program NES English Capacity Building Batch 3. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara LP […]

  • PCNU-PATI

    Untuk Jaga Kebugaran, PC Fatayat NU Pati Luncurkan Senam Gesit

    • calendar_month Sel, 8 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 668
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. Pimpinan Cabang Fatayat NU Pati meluncurkan program ‘Senam Gesit’ kerja sama Fatayat NU dan United Nations Children’s Fund (Unicef) bertempat di Gedung PCNU Kab Patu, Selasa, (8/11/2022) Ratusan kader Fatayat NU Cabang Pati memadati aula lantai 3 gedung NU Pati  mengikuti Gerakan Senam Fatayat Gesit yang hari itu resmi diluncurkan oleh Ketua PC Fatayat […]

  • Memahami Mukjizat Al Qur’an

    Memahami Mukjizat Al Qur’an

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 491
    • 0Komentar

    Sebagai umat Islam kita tentu sangat yakin apabila Al Quran adalah mukjizat nabi Muhammad Saw, melalui kitab suci tersebut Nabi Muhammad menyebarkan ajaran agama Islam yang sampai saat ini semakin berkembang. Al-Quran adalah kitab suci umat Islam diseluruh dunia, sebagai penuntun hidup di dunia maupun di akhirat.Mukjizat al-Quran adalah mukjizat (bukti kebenaran) yang terdapat di […]

expand_less