Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Spirit Resolusi Jihad Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari  dalam Mempertahankan NKRI

Spirit Resolusi Jihad Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari  dalam Mempertahankan NKRI

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 22 Okt 2022
  • visibility 480
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Dalam sejarah perkembangan komunitas kiai, baik pada tataran pemikiran maupun tataran perjuangannya, sangat erat berkaitan dengan sejarah pertumbuhan bangsa dan negara Indonesia. Perkembangan tersebut dapat dilihat sejak zaman perjuangan merebut kemerdekaan Republik Indonesia sampai dengan sekarang ini.

Perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa memang tidak terlepas dari peranan para kiai. Pembentukan tentara Hisbullah-Sabilillah, keterlibatan KH. Abdul Wahid Hasyim dalam Badan Penyelidikan Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), dan adanya fatwa Resolusi Jihad oleh Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari yang menetapkan hukum wajib untuk mempertahankan kemerdekaan merupakan wujud dari peranan aktif mereka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Selain itu, Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari yang latar belakangnya dari padepokan sederhana, selalu senantiasa memperhatikan dan mengingatkan para pemimpin dan masyarakat mengenai pentinganya kesadaran kebangsaan sebagi pupuk untuk mewujudkan persatuan. Tidak hanya sebatas kata, Hadhratusy Syaikh Hasyim Asy’ari juga senantiasa memahat jiwa-jiwa generasi muda dengan tempaan-tempaan kebangsaan agar bangkit dan bersatu melawan praktik-praktik kolonialisme di pangkuan Ibu Pertiwi.

Meskipun berdomisili di daerah pelosok, yaitu di Pesantren Tebuireng Jombang, Hadhratusy Syaikh Hasyim Asy’ari memiliki perhatian penuh terhadap perkembangan sosio-politik yang sedang berlangsung di negera yang sedang berada di bawah cengkeraman pemerintah kolonial.

Hadhratusy Syaikh Hasyim Asy’ari mendirikan dan memimpin organisasi sosial kemasyarakatan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai wadah perjuangan keagamaan sekaligus kebangsaan secara bersamaan. Moderasi bergama dan bernegara sangat tampak dominan dalam pemikiran Hadhratusy Syaikh Hasyim Asy’ari. Di satu sisi peduli dengan keadaan bangsa, sehingga menyerukan persatuan dan menyalakan semangat juang melawan penjajah, di satu sisi yang lain mengingatkan dan menekankan bahwa persoalan-persoalan parsial dalam ajaran-ajaran keagamaan jangan sampai memecah belah umat Islam.

Semasa revolusi mempertahankan kemerdekaan Indonesia, Hadhratusy Syaikh Hasyim Asy’ari memiliki peran penting dalam memobilisasi rakyat Indonesia untuk membendung invasi asing yang hendak menjajah kembali bumi Nusantara. Fatwa tentang Resolusi Jihad yang dikumandangkan oleh Hadhratusy Syaikh Hasyim Asy’ari menjadi spirit perjuangan bangsa Indonesia untuk senantiasa mempertahankan kemerdekaannya.

Dengan menyatakan: “wajib bagi umat Islam untuk berjuang mengangkat senjata mempertahankan kemerdekaan Indonesia.”Hadhratusy Syaikh Hasyim Asy’ari tidak hanya sedang memberi dorongan bagi perjuangan bangsa, tetapi sekaligus memberikan landasan moral-spiritual bahwa mencintati tanah air dengan segenap kemajemukan di dalamnya serta mempertahankan harkat dan martabatnya memiliki pijakan paradigmatik religiusitasnya.

Berpijak pada fatwa inilah, kemudian para ulama se-Jawa dan Madura mengukuhkan Resolusi Jihad dalam rapat yang digelar pada tanggal 21-22 Oktober 1945 di kantor Pengurus Besar NU di Bubutan, Surabaya. Selain dihadiri oleh para utusan konsul NU se-Jawa-Madura, pertemuan penting ini juga dihadiri oleh panglima Laskas Hizbullah, KH. Zainul Arifin. Rapat ini dipimpin oleh KH. A. Wahab Chasbullah.

Dalam suasana kota yang mulai memanas terbakar api revolusi, keputusan rapat ini ditutup dengan pidato Hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asy’ari:

“Apakah ada dan kita orang yang suka ketinggalan, tidak turut berjuang pada waktu-waktu ini, dan kemudian ia mengalami keadaan sebagaimana yang disebut Allah ketika memberi sifat kepada kaum munafik yang tidak suka ikut berjuang kepada Rasulullah. Demikianlah, maka sesungguhnya pendirian umat adalah bulat untuk mempertahankan kemerdekaan dan membela kedaulatannya dengan segala kekuatan dan kesanggupan yang ada pada mereka, tidak akan surut seujung rambut pun.

Dan barang siapa memihak kepada kaum penjajah dan condong kepada mereka. Maka berarti  mereka memecah kebulatan umat dan mengacau barisannya. Maka barangsiapa yang memecah pendirian umat yang sudah bulat, pancunglah leher mereka dengan pedang siapa pun orangnya.”

Dalam waktu singkat, fatwa Resolusi Jihad Fi Sabilillah ini disebarkan melalui masjid, musalla, dan gethuk tular alias dari mulut ke mulut.  Atas dasar pertimbangan politik, Resolusi Jihad ini tidak disiarkan melalui radio dan surat kabar. Melainkan, Resolusi Jihad yang disampaikan kepada Pemerintah Republik Indonesia disiarkan melalui surat kabar. Sehingga dalam tempo singkat seruan Resolusi Jihad langsung tersebar dari semua unsur elemen masyarakat untuk memukul mundur kolonial penjajah dari pangkuan Ibu Pertiwi.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Kopi Menggerakan Literasi

    Dari Kopi Menggerakan Literasi

    • calendar_month Kam, 29 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 570
    • 0Komentar

    Niam At Majha saat memetik biji kopi di kebun milik orang tuanya di Desa Plukaran, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati “Cuaca pagi ramah, seramah udara dingin. Di sini kebun kopi seperti rumah singgah, tempat aku menampung lelah” Cuplikan tersebut merupakan bait teraakhir puisi berjudul ‘Pemetik Kopi’ karya Niam At Majha. Putra asli Pati ini tidak saja […]

  • PIM Mujahidin Bageng Gembong Santuni Ratusan Anak Yatim dan Duafa

    PIM Mujahidin Bageng Gembong Santuni Ratusan Anak Yatim dan Duafa

    • calendar_month Sen, 7 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 531
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id- Yayasan Perguruan Islam Monumen (YPIM) Mujahidin Desa Bageng, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, memberikan santukan kepada 109 anak yatim dan duafa. Penyerahan santunan dilakukan di Gedung Pusat Kegiatan Agama (Pusgia) PIM Mujahidin, Sabtu (5/10/2024). Seratusan anak yatim dan duafa yang menerima santunan berasal dari Kecamatan Gembong, Margorejo, dan Tlogowungu. Adapun penyerahan santunan ini merupakan […]

  • PCNU Pati Hadir Dalam Acara Haul Pendiri Yayasan Tarbiyatul Banin

    PCNU Pati Hadir Dalam Acara Haul Pendiri Yayasan Tarbiyatul Banin

    • calendar_month Jum, 29 Mei 2015
    • account_circle admin
    • visibility 383
    • 0Komentar

    Kabar NU. Winong Kamis malam 28 Mei 2015. Ketua Tanfidziyah Pengurus  Cabang Nahdlatul Ulama Drs. H. Ali Munfaat, MP.d dan Ketua Lakpesdam PCNU Pati Ratna Andi Irawan, ikut hadir dalam acara Pengajian Akbar sebagai rangkaian acara Harlah Ke 85 dan Haul Pendiri Yayasan Tarbiyatul Banin serta Haflah Akhirissanah. Acara yang diselenggarakan selama 4 hari sejak […]

  • PCNU-PATI Photo by Boxed Water Is Better

    Love Is Stupid Part 7

    • calendar_month Ming, 26 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 368
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin ————- Dengan wajah serius lelaki itu menyusuri koridor rumah sakit Sultan Hasanudin. Sorot matanya tak lepas dari layar ponsel. Sesekali ia berhenti lalu menempelkan ponsel pada telinga, beralih mengirim pesan dan kembali melangkah. Berkali-kali pasang netranya mencocokkan nama bagian rumah sakit dengan isi chat di aplikasi hijaunya. Ia lega saat menemukan […]

  • NU Pati Plus Banom Nyatakan Siap Dukung Pemerintah Tumpas Prostitusi

    NU Pati Plus Banom Nyatakan Siap Dukung Pemerintah Tumpas Prostitusi

    • calendar_month Jum, 20 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 365
    • 0Komentar

    Potongam video pernyataan sikap PCNU Pati dan Banom-Banomnya dalam usaha penutupan bisnis prostitusi di Kabupaten ini.  PATI – Masih hangat dibicarakan berita soal deklarasi penutupan bisnis-bisnis prostitusi yang ada di kabupaten Pati oleh Bupati Haryanto. Pernyataan yang dilaksanakan Rabu (18/8) itu disaksikan oleh banyak pihak, salah satunya adalah NU.  Di kesempatan lain setelah deklarasi tersebut, […]

  • Iqra’, Perintah yang Terlupakan

    Iqra’, Perintah yang Terlupakan

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2015
    • account_circle admin
    • visibility 556
    • 0Komentar

    Kata Iqra’ dalam Al Qur’an memiliki kandungan yang luar biasa, karena ia menjadi kata pertama dari wahyu pertama Surat Al ‘Alaq yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW.  Begitu pentingnya kata Iqra’, sehingga Allah swt mengulang sampai dua kali dalam rangkaian surat Al ‘Alaq. Rahasia dibalik makna kata Iqra’ telah banyak dikaji dalam berbagai konteks disiplin […]

expand_less