Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Spirit Resolusi Jihad Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari  dalam Mempertahankan NKRI

Spirit Resolusi Jihad Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari  dalam Mempertahankan NKRI

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 22 Okt 2022
  • visibility 537
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Dalam sejarah perkembangan komunitas kiai, baik pada tataran pemikiran maupun tataran perjuangannya, sangat erat berkaitan dengan sejarah pertumbuhan bangsa dan negara Indonesia. Perkembangan tersebut dapat dilihat sejak zaman perjuangan merebut kemerdekaan Republik Indonesia sampai dengan sekarang ini.

Perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa memang tidak terlepas dari peranan para kiai. Pembentukan tentara Hisbullah-Sabilillah, keterlibatan KH. Abdul Wahid Hasyim dalam Badan Penyelidikan Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), dan adanya fatwa Resolusi Jihad oleh Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari yang menetapkan hukum wajib untuk mempertahankan kemerdekaan merupakan wujud dari peranan aktif mereka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Selain itu, Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari yang latar belakangnya dari padepokan sederhana, selalu senantiasa memperhatikan dan mengingatkan para pemimpin dan masyarakat mengenai pentinganya kesadaran kebangsaan sebagi pupuk untuk mewujudkan persatuan. Tidak hanya sebatas kata, Hadhratusy Syaikh Hasyim Asy’ari juga senantiasa memahat jiwa-jiwa generasi muda dengan tempaan-tempaan kebangsaan agar bangkit dan bersatu melawan praktik-praktik kolonialisme di pangkuan Ibu Pertiwi.

Meskipun berdomisili di daerah pelosok, yaitu di Pesantren Tebuireng Jombang, Hadhratusy Syaikh Hasyim Asy’ari memiliki perhatian penuh terhadap perkembangan sosio-politik yang sedang berlangsung di negera yang sedang berada di bawah cengkeraman pemerintah kolonial.

Hadhratusy Syaikh Hasyim Asy’ari mendirikan dan memimpin organisasi sosial kemasyarakatan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai wadah perjuangan keagamaan sekaligus kebangsaan secara bersamaan. Moderasi bergama dan bernegara sangat tampak dominan dalam pemikiran Hadhratusy Syaikh Hasyim Asy’ari. Di satu sisi peduli dengan keadaan bangsa, sehingga menyerukan persatuan dan menyalakan semangat juang melawan penjajah, di satu sisi yang lain mengingatkan dan menekankan bahwa persoalan-persoalan parsial dalam ajaran-ajaran keagamaan jangan sampai memecah belah umat Islam.

Semasa revolusi mempertahankan kemerdekaan Indonesia, Hadhratusy Syaikh Hasyim Asy’ari memiliki peran penting dalam memobilisasi rakyat Indonesia untuk membendung invasi asing yang hendak menjajah kembali bumi Nusantara. Fatwa tentang Resolusi Jihad yang dikumandangkan oleh Hadhratusy Syaikh Hasyim Asy’ari menjadi spirit perjuangan bangsa Indonesia untuk senantiasa mempertahankan kemerdekaannya.

Dengan menyatakan: “wajib bagi umat Islam untuk berjuang mengangkat senjata mempertahankan kemerdekaan Indonesia.”Hadhratusy Syaikh Hasyim Asy’ari tidak hanya sedang memberi dorongan bagi perjuangan bangsa, tetapi sekaligus memberikan landasan moral-spiritual bahwa mencintati tanah air dengan segenap kemajemukan di dalamnya serta mempertahankan harkat dan martabatnya memiliki pijakan paradigmatik religiusitasnya.

Berpijak pada fatwa inilah, kemudian para ulama se-Jawa dan Madura mengukuhkan Resolusi Jihad dalam rapat yang digelar pada tanggal 21-22 Oktober 1945 di kantor Pengurus Besar NU di Bubutan, Surabaya. Selain dihadiri oleh para utusan konsul NU se-Jawa-Madura, pertemuan penting ini juga dihadiri oleh panglima Laskas Hizbullah, KH. Zainul Arifin. Rapat ini dipimpin oleh KH. A. Wahab Chasbullah.

Dalam suasana kota yang mulai memanas terbakar api revolusi, keputusan rapat ini ditutup dengan pidato Hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asy’ari:

“Apakah ada dan kita orang yang suka ketinggalan, tidak turut berjuang pada waktu-waktu ini, dan kemudian ia mengalami keadaan sebagaimana yang disebut Allah ketika memberi sifat kepada kaum munafik yang tidak suka ikut berjuang kepada Rasulullah. Demikianlah, maka sesungguhnya pendirian umat adalah bulat untuk mempertahankan kemerdekaan dan membela kedaulatannya dengan segala kekuatan dan kesanggupan yang ada pada mereka, tidak akan surut seujung rambut pun.

Dan barang siapa memihak kepada kaum penjajah dan condong kepada mereka. Maka berarti  mereka memecah kebulatan umat dan mengacau barisannya. Maka barangsiapa yang memecah pendirian umat yang sudah bulat, pancunglah leher mereka dengan pedang siapa pun orangnya.”

Dalam waktu singkat, fatwa Resolusi Jihad Fi Sabilillah ini disebarkan melalui masjid, musalla, dan gethuk tular alias dari mulut ke mulut.  Atas dasar pertimbangan politik, Resolusi Jihad ini tidak disiarkan melalui radio dan surat kabar. Melainkan, Resolusi Jihad yang disampaikan kepada Pemerintah Republik Indonesia disiarkan melalui surat kabar. Sehingga dalam tempo singkat seruan Resolusi Jihad langsung tersebar dari semua unsur elemen masyarakat untuk memukul mundur kolonial penjajah dari pangkuan Ibu Pertiwi.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala Desa Wonosekar Sah Jadi Ketua Ranting NU

    Kepala Desa Wonosekar Sah Jadi Ketua Ranting NU

    • calendar_month Jum, 10 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 687
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Kabar menggembirakan datang dari Desa Wonosekar, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati. Pasalnya, Muhammad Zaenuri, Kepala Desa Wonosekar terpilih sebagai Ketua Ranting NU desa tersebut melalui musyawarah ranting beberapa waktu lalu. Sebelumnya, Nur Kholis, ketua ranting periode sebelumnya, naik sebagai Wakil Ketua MWC-NU Gembong. Sedangkan tampuk kepemimpinan dipegang oleh wakilnya. Namun, dalam pemilihan ketua Ranting […]

  • Tolak Mediasi, Jurnalis di Pati Pilih Lanjutkan Kasus Penghalangan Pers ke Meja Hijau

    Tolak Mediasi, Jurnalis di Pati Pilih Lanjutkan Kasus Penghalangan Pers ke Meja Hijau

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.164
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Pengadilan Negeri (PN) Pati menggelar sidang lanjutan perkara penghalangan kerja jurnalis dengan agenda pemeriksaan saksi dan upaya perdamaian, Kamis (29/1/2026). Dalam persidangan tersebut, dua jurnalis yang menjadi korban, Mutia Parasti (Lingkar TV) dan Umar Hanafi (Murianews), secara tegas menolak upaya mediasi yang ditawarkan pihak terdakwa. Diketahui Umar Hanafi merupakan pengurus Lembaga Ta’lif […]

  • Selamat Menunaikan Ibadah Puasa. Photo by Abdullah Arif on Unsplash.

    Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

    • calendar_month Rab, 22 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 424
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Kamis besok saya dan Anda akan melakukan rutinitas yang tak seperti biasa. Jika saban pagi saya bisa sarapan, dan siang bisa minum jus alpukat dan sore minum kopi dengan teman. Rutinitas harian tersebut akan berubah selama satu bulan penuh. Bisa jadi saya dan Anda akan kaget dengan pergantian tersebut akan […]

  • PAC IPNU IPPNU Kayen Gelar Sosialisasi, Komisariat Pencetak Pelajar Hebat

    PAC IPNU IPPNU Kayen Gelar Sosialisasi, Komisariat Pencetak Pelajar Hebat

    • calendar_month Sel, 3 Nov 2020
    • account_circle admin
    • visibility 386
    • 0Komentar

    PATI, – Menghadiri Peringatan Maulid Yayasan Pendidikan Islam Asyariyah Miftahul Falah Desa Talun Kecamatan Kayen, PAC IPNU IPPNU Kecamatan Kayen mengadakan sosialisasi mengenai Ke-IPNU-IPPNU-an bertempat di Gedung yayasan tersebut. Minggu, (01/11/2020) “Saya berharap Madrasah Miftahul Falah dapat berdiri pimpinan komisariat IPNU IPPNU yang nantinya menjadi wadah pencetak generasi muda yang hebat dan unggul dalam agama […]

  • Organisasi Siswa MAN 1 Pati adakan Bagi Takjil, Bukber hingga Santunan Anak Yatim di Bulan Ramadhan

    Organisasi Siswa MAN 1 Pati adakan Bagi Takjil, Bukber hingga Santunan Anak Yatim di Bulan Ramadhan

    • calendar_month Jum, 6 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.972
    • 0Komentar

      PATI, pcnupati.or.id – Mengisi kegiatan bulan Suci Ramadhan, MAN 1 Pati mengajak siswa-siswi dalam kegiatan berbagi pada Jumat, (6/3/2026). Sekitar seratusan siswa yang diinisiasi oleh Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) bersama dengan perwakilan organisasi lain hingga Duta Genre dilibatkan dalam kegiatan itu. Berbagai kegiatan digelar mulai Bakti Sosial bersih-bersih masjid dan dilanjut bagi takjil […]

  • Sutopo Akan Membawa Jakenan Lebih Baik

    Sutopo Akan Membawa Jakenan Lebih Baik

    • calendar_month Sab, 11 Feb 2017
    • account_circle admin
    • visibility 549
    • 0Komentar

    Pati, Jajaran Pengurus Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Masa Khidmat 2017-2022 di lantik secara resmi oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama, Kamis 9/2 kemarin. Menjadi pengurus NU adalah tabungan di akhirat, kita berdakwah harus melalui niat yang ikhlas mengabdi sepenunya terhadap masyarakat, baik melalui agama, sosial dan penguatan ekonomi,             “Jajaran pengurus setelah kami lantik, harus […]

expand_less