Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Perempuan itu Makhluk Bebas

Perempuan itu Makhluk Bebas

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 2 Des 2022
  • visibility 363
  • comment 0 komentar

Oleh: Inayatun Najikah

Tadi malam saat tengah bersantai, tiba-tiba handphone saya bergetar. Rupanya ada panggilan video call masuk dari teman-teman semasa kuliah. Bermaksud untuk melepas kerinduan. Kami saling berbagi kabar dan bercerita perihal kesibukan masing-masing. Selain itu mereka juga saling curhat perihal apa saja, yang salah satunya tentang asmara. Dan saya hanya sebagai pendengar setia, juga beberapa kali memberikan solusi terkait hal yang menjadi permasalahan mereka. Saya mendadak jadi tukang konsultannya mereka.

 Cerita mereka beragam. Salah satu kawan yang tinggal di pulau yang berbeda dengan saya, bercerita perihal permasalahannya dengan sang ibu. Ia menilai bahwa ibunya kolot alias tak modern. Dan disaat kami tengah melakukan panggilan video call, terdengar ia beradu argumen hebat dengan ibunya. Ia memperdebatkan keputusan ibunya yang tak memberinya izin pergi ke rumah salah satu rekan kerjanya untuk menghadiri sebuah perayaan besok lusa.

Ia menilai bahwa ibunya membatasi kebebasannya dalam bergaul. Menurutnya, ini sangatlah kontradiktif. Karena dulu saat ia memutuskan mengambil studi dilain provinsi, sang ibu dengan mudahnya memberinya izin. Mengapa untuk sekadar pergi menghadiri acara kantor, ia tak diizinkan. Meski keputusan ibunya tetap kokoh, ia pelan-pelan mencoba memahaminya meski dengan hati yang sedikit jengkel.

Saya sebelumnya pernah menuliskan bahwa seorang anak berapapun usianya, selamanya tetap dianggap anak bagi orang tuanya. Apalagi anak perempuan. Orang tua akan berusaha semaksimal mungkin memproteksinya dari segala sisi. Dengan masih kentalnya budaya patriarki, membuat para orang tua menjadi khawatir dan parno yang berlebihan terhadap anak perempuannya. Sehingga bagaimanapun aktivitasnya ia akan mendapat pantauan selama 25 jam.

 Anak perempuan tak boleh begini dan begitu. Ia harus terlihat sempurna dimata masyarakat, dengan tunduk pada aturan yang telah ditetapkan. Jika sedikit saja ia membantah atau melanggar aturan tersebut, maka ia akan mendapatkan label perempuan tak baik. Padahal menurut saya, perempuan itu bebas melakukan apa saja dan memilih apa saja sesuai dengan kehendaknya. Sama halnya dengan laki-laki. Pertanyaannya mengapa yang mendapat pengekangan hanyalah seorang perempuan, sedangkan hal itu tak berlaku untuk laki-laki? Bukankah keduanya sama-sama makhluknya Tuhan yang diberikan kebebasan dan tanggungjawab masing-masing untuk dirinya?

Saya sempat merasa agak gimana mendengarkan curhat teman saya ini. Sebelumnya  saya juga pernah mengalami hal yang sama. Dan hal yang saya lakukan adalah pelan-pelan memberikan pemahaman kepada orang tua bahwa apa yang saya lakukan ini, masih masuk dalam kategori perbuatan yang baik. Selain itu, saya juga seringkali bercerita perihal kegiatan yang saya lakukan diluar rumah itu. Hingga sampai sekarang saat saya hendak meminta izin pergi kemanapun selalu diperbolehkan.

Bagaimanapun dan apapun pendapat orang tua, saya yakin mereka hanya ingin yang terbaik untuk anaknya. Hanya saja barangkali mereka yang belum tau cara yang baik untuk menyampaikannya. Seyogyanya kita yang muda sedikit mengalah untuk mereka, namun dengan catatan memberikan pemahaman secara baik. Semoga kita mampu menjadi orang tua dan pribadi yang baik dengan cara mampu memahami dan menerima perbedaan pandangan orang lain, tanpa ada sebuah paksaan. Sekian.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peran Tasawuf dalam Perkembangan Islam di Indonesia

    Peran Tasawuf dalam Perkembangan Islam di Indonesia

    • calendar_month Kam, 8 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 872
    • 0Komentar

    Indonesia merupakan negara kepulauan dengan tingkat keragaman –baik budaya, karakteristik, watak, ras, agama, dll- yang tinggi. Tingginya tingkat keragaman berpotensi besar menimbulkan perselisihan dan konflik. Maka salah satu nilai penting yang dibutuhkan bangsa ini dalam menghadapi perbedaan adalah toleransi. Hal itu yang dilakukan oleh Walisongo dalam menyebarkan Islam di nusantara. Islam menjadi agama mayoritas di […]

  • a microphone that is sitting on a stand

    Kekuatan Berbicara: Seni Menyampaikan dengan Bijak

    • calendar_month Ming, 10 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 702
    • 0Komentar

      Berbicara adalah salah satu keterampilan berbahasa yang sangat penting, selain menyimak, membaca, dan menulis. Keempatnya ibarat empat pilar komunikasi yang efektif. Namun, berbicara memiliki peran khusus karena merupakan cara kita menyampaikan ide, gagasan, dan informasi secara langsung kepada orang lain. Ketika kita berbicara tanpa pikir panjang, risiko kesalahpahaman pun muncul, yang bisa menimbulkan masalah […]

  • Ilustrasi, Dari Membaca ke Karya - PCNU PATI. Photo by Min An on Pexels

    Dari Membaca Ke Karya

    • calendar_month Jum, 8 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 374
    • 0Komentar

    Mencipta sebuah karya yang mesti disiapkan adalah banyak membaca. Membaca buku, koran, majalah, status dimedia sosial sampai membaca kondisi atau keadaan yang tengah terjadi. Karena membaca adalah modal utama dalam menciptakan sebuah karya. Semakin banyak bacaan; maka semakin banyak kosa kata. Sehingga akan memudahkan kita untuk merangkai kalimat hingga menjadi rentetan paragraf utuh dalam karya […]

  • Inisnu Lestarikan Nyadran, Ketua PCNU Sebut “Ben Ora Kepaten Obor”

    Inisnu Lestarikan Nyadran, Ketua PCNU Sebut “Ben Ora Kepaten Obor”

    • calendar_month Sab, 22 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 660
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Temanggung – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1446 H tahun 2025, keluarga besar Kampus Hijau yang terdiri atas Inisnu Temanggung, Akper Alkautsar, TK/PAUD ELPIST, MI ELPIST, KBIHU Babussalam NU Temanggung menggelar Nyandran Kampus Hijau bertajuk “Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Mempererat Silaturahmi” pada Jumat (21/2/2025). Kegiatan yang berlokasi di halaman rektorat Inisnu Temanggung itu […]

  • PCNU- PATI

    Ketua PCNU Cerita Pengalaman Haji : Tidak Bisa Mencium Hajar Aswad (2-habis)

    • calendar_month Jum, 5 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 505
    • 0Komentar

    WINONG – Cerita haji dari ketua PCNU Pati belum usai. Bahkan untuk menceritakan seputar pelayanan pemerintah, KH. Yusuf Hasyim memaparkannya selama hampir dua jam.  Banyak servis pemerintah yang sangat memuaskan, mulai dari kesehatan, makanan dan bahkan tempat menginap.  Pelayanan lain yang juga sangat membekas adalah servis lapangan. Menurutnya, disepanjang jalan, ada petugas PPIH yang memberikan […]

  • Yayasan Pendidikan Muslimat NU Mengadakan Diskusi Bersama

    Yayasan Pendidikan Muslimat NU Mengadakan Diskusi Bersama

    • calendar_month Kam, 18 Feb 2016
    • account_circle admin
    • visibility 540
    • 0Komentar

    Yayasan Pendidikan Muslimat NU yang membawahi TK, RA, KB dan Satuan  Pendidika Sejenis, telah mengadakan sosialisasi perihal penguatan lembaga, Rabu 3/2/16 kemarin.             “Harapan saya selaku ketua Pengurus YPM agar semua guru dan sekolah yang di bawah naungan YPM agar tidak melupakan jasa-jasa para Muslimat terdahulu, sebab keadaan yang sekarang itu tidak lepas dari campur […]

expand_less