Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Perempuan itu Makhluk Bebas

Perempuan itu Makhluk Bebas

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 2 Des 2022
  • visibility 313
  • comment 0 komentar

Oleh: Inayatun Najikah

Tadi malam saat tengah bersantai, tiba-tiba handphone saya bergetar. Rupanya ada panggilan video call masuk dari teman-teman semasa kuliah. Bermaksud untuk melepas kerinduan. Kami saling berbagi kabar dan bercerita perihal kesibukan masing-masing. Selain itu mereka juga saling curhat perihal apa saja, yang salah satunya tentang asmara. Dan saya hanya sebagai pendengar setia, juga beberapa kali memberikan solusi terkait hal yang menjadi permasalahan mereka. Saya mendadak jadi tukang konsultannya mereka.

 Cerita mereka beragam. Salah satu kawan yang tinggal di pulau yang berbeda dengan saya, bercerita perihal permasalahannya dengan sang ibu. Ia menilai bahwa ibunya kolot alias tak modern. Dan disaat kami tengah melakukan panggilan video call, terdengar ia beradu argumen hebat dengan ibunya. Ia memperdebatkan keputusan ibunya yang tak memberinya izin pergi ke rumah salah satu rekan kerjanya untuk menghadiri sebuah perayaan besok lusa.

Ia menilai bahwa ibunya membatasi kebebasannya dalam bergaul. Menurutnya, ini sangatlah kontradiktif. Karena dulu saat ia memutuskan mengambil studi dilain provinsi, sang ibu dengan mudahnya memberinya izin. Mengapa untuk sekadar pergi menghadiri acara kantor, ia tak diizinkan. Meski keputusan ibunya tetap kokoh, ia pelan-pelan mencoba memahaminya meski dengan hati yang sedikit jengkel.

Saya sebelumnya pernah menuliskan bahwa seorang anak berapapun usianya, selamanya tetap dianggap anak bagi orang tuanya. Apalagi anak perempuan. Orang tua akan berusaha semaksimal mungkin memproteksinya dari segala sisi. Dengan masih kentalnya budaya patriarki, membuat para orang tua menjadi khawatir dan parno yang berlebihan terhadap anak perempuannya. Sehingga bagaimanapun aktivitasnya ia akan mendapat pantauan selama 25 jam.

 Anak perempuan tak boleh begini dan begitu. Ia harus terlihat sempurna dimata masyarakat, dengan tunduk pada aturan yang telah ditetapkan. Jika sedikit saja ia membantah atau melanggar aturan tersebut, maka ia akan mendapatkan label perempuan tak baik. Padahal menurut saya, perempuan itu bebas melakukan apa saja dan memilih apa saja sesuai dengan kehendaknya. Sama halnya dengan laki-laki. Pertanyaannya mengapa yang mendapat pengekangan hanyalah seorang perempuan, sedangkan hal itu tak berlaku untuk laki-laki? Bukankah keduanya sama-sama makhluknya Tuhan yang diberikan kebebasan dan tanggungjawab masing-masing untuk dirinya?

Saya sempat merasa agak gimana mendengarkan curhat teman saya ini. Sebelumnya  saya juga pernah mengalami hal yang sama. Dan hal yang saya lakukan adalah pelan-pelan memberikan pemahaman kepada orang tua bahwa apa yang saya lakukan ini, masih masuk dalam kategori perbuatan yang baik. Selain itu, saya juga seringkali bercerita perihal kegiatan yang saya lakukan diluar rumah itu. Hingga sampai sekarang saat saya hendak meminta izin pergi kemanapun selalu diperbolehkan.

Bagaimanapun dan apapun pendapat orang tua, saya yakin mereka hanya ingin yang terbaik untuk anaknya. Hanya saja barangkali mereka yang belum tau cara yang baik untuk menyampaikannya. Seyogyanya kita yang muda sedikit mengalah untuk mereka, namun dengan catatan memberikan pemahaman secara baik. Semoga kita mampu menjadi orang tua dan pribadi yang baik dengan cara mampu memahami dan menerima perbedaan pandangan orang lain, tanpa ada sebuah paksaan. Sekian.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gusdurian dan NU Bagi-Bagi Sembako Plus APD

    Gusdurian dan NU Bagi-Bagi Sembako Plus APD

    • calendar_month Jum, 30 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 523
    • 0Komentar

    Penyerahan paket sembako oleh Gusdurian Peduli dan NU Peduli Kemanusiaan kepada salah satu Warga Kecamatan Tlogowungu yang sedang melakukan Isoman didampingi Camat, Danramil dan Polsek Tlogowungu.   PATI-Salah satu karakter bangsa Indonesia, adalah kuatnya budaya gotong royong. Budaya inilah yang menjadi pilar kokohnya bangsa dunia termasuk Indonesia hingga sekarang. Gotong royong dalam rangka penanganan Covid – […]

  • Ngruwahi Apem, Tradisi Warga Tlogorejo Menjelang Ramadan

    Ngruwahi Apem, Tradisi Warga Tlogorejo Menjelang Ramadan

    • calendar_month Sel, 12 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 445
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Warga Desa Tlogorejo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, punya tradisi sendiri di akhir bulan Sya’ban atau Ruwah, yaitu melakukan bancakan dan berebut kue apem. Kegiatan ini juga dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. Masyarakat sekitar menyebut perayaan ini dengan istilah “Ruwahan Apem” atau “Ngruwahi Sewu Apem”. Untuk menyiapkan acara tersebut, masyarakat setempat membutuhkan […]

  • Jamaah dan Jam’iyyah Harus Sinergi

    Jamaah dan Jam’iyyah Harus Sinergi

    • calendar_month Sen, 8 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 534
    • 0Komentar

    Pati, Jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati memaparkan secara garis besar tentang program program selama lima tahun mendatang pada Ahad (7/7/2019) dalam musyawarah kerja cabang. Ketua PCNU Pati Yusuf Hasyim mengemukakan bahwa jamaah dan jam’iyyah dalam NU harus bersinergi.”Kenapa Jamaah jamaah kita diajak bergerak kok susah, ketika kita bertanya kepada jamaah, lha pengurus […]

  • PCNU-PATI Photo by Rafael Atantya

    Upacara

    • calendar_month Rab, 19 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 332
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Beberapa hari lalu, di media sosial baik Facebook Twiter dan Story Instagram serta WhatsApp terkait pengumuman ada kegiatan upacara dengan masa yang begitu fantastis. Tujuh ribu masa berkumpul demi satu tujuan, memperlihatkan kekuatan dengan jumlah masa terbanyak dengan jalur kordinasi tersetruktur, terkoneksi dengan lancar tanpa kendalanya, jaringannya mulai dari tingkat […]

  • Hukum Adzan yang Lupa Beberapa Lafadz

    Hukum Adzan yang Lupa Beberapa Lafadz

    • calendar_month Sab, 20 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 677
    • 0Komentar

    Bagaimana hukum adzan yang dilakukan saat ada beberapa kalimat atau bacaan yang terlupa atau terlewat tidak diucapkan? Karena kodrat manusia, maka lupa menjadi suatu hal yang lumrah terjadi. Pun bagi muadzin (orang yang melafalkan adzan), bisa terlupa tidak melafalkan salah satu kalimat adzan. Permasalahan ini lah yang kemudian diangkat dalam Bahtsul Masail yang diselenggarakan rutin […]

  • Sudah Saatnya MWCNU Batangan  Lebih Maju

    Sudah Saatnya MWCNU Batangan Lebih Maju

    • calendar_month Sen, 7 Des 2015
    • account_circle admin
    • visibility 476
    • 0Komentar

    Sabtu, (28/11/15) kemarin MWNU Kec Batangan mengadakan konferensi yang bertempat di MA Tarbiyatul Islamiyah Lengkong Batangan, turut hadir dalam acara tersebut para Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama, Muslimat, Fatayat, Muspika, Polsek, Dandim serta para tamu undangan. “Sudah waktunya reorganisasi ini di lakukan dan di gantikan yang muda, lebih berwawasan luas dan lebih semangat dalam memimpin, saya […]

expand_less