Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Perempuan itu Makhluk Bebas

Perempuan itu Makhluk Bebas

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 2 Des 2022
  • visibility 67
  • comment 0 komentar

Oleh: Inayatun Najikah

Tadi malam saat tengah bersantai, tiba-tiba handphone saya bergetar. Rupanya ada panggilan video call masuk dari teman-teman semasa kuliah. Bermaksud untuk melepas kerinduan. Kami saling berbagi kabar dan bercerita perihal kesibukan masing-masing. Selain itu mereka juga saling curhat perihal apa saja, yang salah satunya tentang asmara. Dan saya hanya sebagai pendengar setia, juga beberapa kali memberikan solusi terkait hal yang menjadi permasalahan mereka. Saya mendadak jadi tukang konsultannya mereka.

 Cerita mereka beragam. Salah satu kawan yang tinggal di pulau yang berbeda dengan saya, bercerita perihal permasalahannya dengan sang ibu. Ia menilai bahwa ibunya kolot alias tak modern. Dan disaat kami tengah melakukan panggilan video call, terdengar ia beradu argumen hebat dengan ibunya. Ia memperdebatkan keputusan ibunya yang tak memberinya izin pergi ke rumah salah satu rekan kerjanya untuk menghadiri sebuah perayaan besok lusa.

Ia menilai bahwa ibunya membatasi kebebasannya dalam bergaul. Menurutnya, ini sangatlah kontradiktif. Karena dulu saat ia memutuskan mengambil studi dilain provinsi, sang ibu dengan mudahnya memberinya izin. Mengapa untuk sekadar pergi menghadiri acara kantor, ia tak diizinkan. Meski keputusan ibunya tetap kokoh, ia pelan-pelan mencoba memahaminya meski dengan hati yang sedikit jengkel.

Saya sebelumnya pernah menuliskan bahwa seorang anak berapapun usianya, selamanya tetap dianggap anak bagi orang tuanya. Apalagi anak perempuan. Orang tua akan berusaha semaksimal mungkin memproteksinya dari segala sisi. Dengan masih kentalnya budaya patriarki, membuat para orang tua menjadi khawatir dan parno yang berlebihan terhadap anak perempuannya. Sehingga bagaimanapun aktivitasnya ia akan mendapat pantauan selama 25 jam.

 Anak perempuan tak boleh begini dan begitu. Ia harus terlihat sempurna dimata masyarakat, dengan tunduk pada aturan yang telah ditetapkan. Jika sedikit saja ia membantah atau melanggar aturan tersebut, maka ia akan mendapatkan label perempuan tak baik. Padahal menurut saya, perempuan itu bebas melakukan apa saja dan memilih apa saja sesuai dengan kehendaknya. Sama halnya dengan laki-laki. Pertanyaannya mengapa yang mendapat pengekangan hanyalah seorang perempuan, sedangkan hal itu tak berlaku untuk laki-laki? Bukankah keduanya sama-sama makhluknya Tuhan yang diberikan kebebasan dan tanggungjawab masing-masing untuk dirinya?

Saya sempat merasa agak gimana mendengarkan curhat teman saya ini. Sebelumnya  saya juga pernah mengalami hal yang sama. Dan hal yang saya lakukan adalah pelan-pelan memberikan pemahaman kepada orang tua bahwa apa yang saya lakukan ini, masih masuk dalam kategori perbuatan yang baik. Selain itu, saya juga seringkali bercerita perihal kegiatan yang saya lakukan diluar rumah itu. Hingga sampai sekarang saat saya hendak meminta izin pergi kemanapun selalu diperbolehkan.

Bagaimanapun dan apapun pendapat orang tua, saya yakin mereka hanya ingin yang terbaik untuk anaknya. Hanya saja barangkali mereka yang belum tau cara yang baik untuk menyampaikannya. Seyogyanya kita yang muda sedikit mengalah untuk mereka, namun dengan catatan memberikan pemahaman secara baik. Semoga kita mampu menjadi orang tua dan pribadi yang baik dengan cara mampu memahami dan menerima perbedaan pandangan orang lain, tanpa ada sebuah paksaan. Sekian.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puasa dari Game Online

    Puasa dari Game Online

    • calendar_month Sen, 10 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Ramadan adalah bulan penuh berkah yang seyogianya dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan produktivitas. Namun, godaan hiburan digital, terutama game online, kerap membuat sebagian orang justru lalai dalam menjalani ibadah. Padahal, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari kebiasaan yang tidak produktif. Lalu, bagaimana cara agar […]

  • Awali puasa dengan puasa

    Mudik: Rindu Bapak

    • calendar_month Sab, 29 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Tahun 2025 ini, pemudik turun. Berdasarkan hasil survei (Neraca.co.id, 24/3/2025) yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan hingga akademisi yang menyatakan jumlah pemudik Lebaran 2025 diperkirakan 146,48 juta orang atau sekitar 52 persen dari penduduk Indonesia, turun 24 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 193,6 juta pemudik. Meski prediksi angka pemudik turun, […]

  • PCNU-PATI

    Nahdlatul Ulama dan Islam di Indonesia

    • calendar_month Rab, 23 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 85
    • 0Komentar

    NU merupakan organisasi sosial keagamaan yg unik. Didirikan oleh ulama pesantren tahun 1926 di Surabaya. Memiliki jaringan struktur kelembagaan Organisasi Ulama,kedudukan mereka dalam NU sangat penting. Tetapi peran mereka sebagai pemimpin yg berpengaruh pada komunitas mereka sendiri telah membentuk pranata lain, sehingga keberadaan mereka di dalam NU juga mewakili “kepentingan” pranata mereka. Akibatnya struktur itupun […]

  • PCNU-PATI

    NU dan Kesadaran Kebangsaan dalam Pluralitas Bernegara

    • calendar_month Sab, 24 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Nahdlatul Ulama (NU) yang didirikan pada 31 Januari 1926 lahir dari gagasan sejumlah kiai pesantren yang tersebar di Pulai Jawa-Madura. Paling tidak, ada dua sosok kunci yang berjasa dalam tumbuh-kembangnya NU, yakni Hadhratu Syaikh Hasyim Asy’ari dan KH. Wahab Hasbullah. Jika KH. Wahab sebagai penggerak organisatornya, maka Hadhratu Syaikh Hasyim Asy’ari  […]

  • Penutupan, Ma’arif NU Kudus Juara Umum Porsema XIII 2025

    Penutupan, Ma’arif NU Kudus Juara Umum Porsema XIII 2025

    • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 145
    • 0Komentar

    WONOSOBO – Kontingen LP. Ma’arif NU PCNU Kabupaten Kudus akhirnya resmi dinobatkan sebagai Juara Umum Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XIII LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Tahun 2025. Penetapan ini tertuang dalam Surat Keputusan Panitia Penyelenggara Porsema XIII Nomor: 137/PJ.W.11/IX/2025, yang diumumkan pada penutupan Porsema XIII di Gedung Sasana Adipura Kencana, Wonosobo, Sabtu […]

  • Media Online PCNU Pati Raih Penghargaan

    Media Online PCNU Pati Raih Penghargaan

    • calendar_month Sab, 9 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 70
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Website kebanggan warga NU Pati, pcnupati.or.id menerima penghargaan dari Pengurus Wilayah LP Ma’arif NU Jawa Tengah, Sabtu (9/9) malam di Hotel Muria Semarang. Media besutan Lembaga Ta’lif Wan Nasyr (LTN) NU Pati yang diketuai oleh Angga Saputra ini berhasil menyabet penghargaan sebagai Media Online NU dengan SEO terbaik ke-3 se-Jawa Tengah. Posisi pcnupati.or.id […]

expand_less