Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Hobinya adalah Masa Depannya

Hobinya adalah Masa Depannya

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 11 Nov 2022
  • visibility 267
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Beberapa waktu lalu, saya diperkenalkan dengan seorang aktivis perempuan oleh salah satu kawan baik saya. Seorang novelis dan penggiat literasi.  Perempuan yang memiliki segudang kesibukan dari mulai menjadi ibu rumah tangga sampai menjadi jurnalis media, berbagi pengalaman tentang lika liku perjalanan hidupnya.

Sejak kecil ia sudah gemar membaca dan menulis. Hingga saat ini ia telah mengeluarkan banyak karya fiksi. Karya-karyanya beberapa sudah tercetak dan sebagian lainnya bisa dibaca melalui platform media, salah satunya  APP KBM.

Ia menceritakan bagaimana hobinya yang sejak kecil itu didukung penuh oleh keluarganya. Keluarga adalah lingkungan terkecil dalam lingkup kehidupan ini. Maka bagaimana tumbuh kembang anak, tergantung lingkungan yang ia tempati tersebut. Jika dari lingkungan keluarganya sudah mendukung, saling terbuka, dan sering melakukan dialog, maka kelak hingga dewasa anak ini akan tumbuh menjadi pribadi yang punya pemikiran terbuka juga.

Berbeda jika lingkungan keluarganya toxic. Salah satu tanda toxic adalah jika seluruh anggota keluarga harus patuh dan memenuhi keinginan dari satu pihak saja. Maka jika hal ini dibiarkan, bisa jadi lambat laun anak akan menjadi pribadi yang demikian juga. Karena seringkali kita tak mau mengajak anak untuk mengobrol atau berdiskusi perihal apa yang mereka suka dan perihal cita-citanya.

Saat anak menyebutkan cita-citanya ingin menjadi apa, kebanyakan kita hanya menganggapnya sebelah mata. Kita mengabaikan keinginannya tersebut. Karena menurut kita mereka masih kecil masih suka gonta ganti cita-cita. Dan yang kita lakukan adalah memaksa mereka untuk mengikuti kemauan kita. Alasannya agar tak dianggap berbeda dengan anak-anak yang lainnya.

Meski sebetulnya kita juga tahu bahwa dunia pendidikan dasar tak melulu SD, SMP, dan SMA. Ada pendidikan lain semacam sekolah khusus atau sekolah kejuruan. Mengapa saat anak kita menyebutkan hobi atau kegemarannya kita tak mendukung dengan memasukkannya pada sekolah khusus tersebut? Justru terkadang kita malah mengabaikan hobinya dengan memberikan pilihan tanpa ajakan diskusi untuk mengambil sekolah umum seperti anak-anak yang lain.

Mengapa kita tak berfikir, sebagai orang tua kita harus mendukung penuh hobi anak dengan cara mengarahkan dan menemani prosesnya agar hobinya tersebut suatu saat menjadi kenyataan. Sama seperti kisah perempuan yang dikenalkan kawan saya waktu itu. Hobinya sejak kecil mendapat dukungan penuh dari lingkungan keluarganya. Sehingga saat ini ia telah sukses menjadi penulis novel dan jurnalis di salah satu media.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puasa dari Kecerdasan Buatan

    Puasa dari Kecerdasan Buatan

    • calendar_month Sab, 8 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 624
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda*   Seperti tulisan sebelumnya berjudul “Puasa dari Media Sosial”, sebenarnya kecerdasan buatan atau AI pun sama. Apakah AI mengganggu puasa kita? Saya menjawab, jika kecandungan, mbangeti, ya berarti menganggu, dan kita harus berpuasa dari AI. Artinya, puasa itu tidak harus dari sesuatu yang merugikan, ngerusak, tapi memang dari sesuatu yang mengakibatkan […]

  • PCNU PATI - Iluistrasi NU dan Wirausaha Masyarakat. Photo by Álvaro Serrano on Unsplash.

    Wirausaha di Masyarakat NU

    • calendar_month Sel, 19 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Sejak didirikan oleh Kiai Haji Hasyim Asy’ari dan beberapa Kiai karismatis di Surabaya pada tahun 1926, Nahdlatul Ulama telah menjadi organisasi Islam terbesar di Indonesia. NU mempunyai keunikan tersendiri karena berbasis di pedesaan (urban-based organization), unggul dalam mengembangkan pendidikan Islam tradisional, yaitu pesantren yang tersebar terutama di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimatan Selatan, […]

  • NKRI Yes, Radikalisme No

    NKRI Yes, Radikalisme No

    • calendar_month Sen, 29 Feb 2016
    • account_circle admin
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Indonesia adalah negara Pancasila, yang di dalamnya terdapat multietnik, multiagama, multukultural dan sebagainya. Memang mayoritas pemeluk agama di Indonesia adalah Islam Ahlu as-Sunnah Wa al-Jama’ah (Aswaja) yang memiliki cara berpikir moderat dan menghargai perbedaan. KH. Bisri Musthofa yang biasa di panggil Gus Mus ini memaparkan tentang garis besar Aswaja, Pertama, dalam bidang hukum Islam (Fiqh), […]

  • Sah! Fatayat NU Winong Dilantik, Pengurus Ngotot Buat Fatayat Olshop

    Sah! Fatayat NU Winong Dilantik, Pengurus Ngotot Buat Fatayat Olshop

    • calendar_month Sel, 7 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Asmonah (kanan), Ketua PC Fatayat NU Pati secara simbolis menyerahkan jabatan PAC Fatayat NU Winong kepada Ana Nailu Rohmah, ketua PAC usai acara pelantikan PAC Fatayat NU Winong. WINONG – PAC Fatayat NU Winong resmi dilantik pada Minggu (5/12) lalu. Bukan hanya pemgurus anak cabang, para Pengurus Ranting Fatayat NU juga turut dilantik dalam satu […]

  • PCNU-PATI

    Irmas Baitul Mukminin Hadirkan Gus Muwwafiq

    • calendar_month Sab, 11 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 338
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- IRMAS (Ikatan Remaja Masjid) Baitul Mukminin Desa Margomulyo adakan pengajian akbar, 16 Maret yang akan datang. Pengajian tersebut diselenggarakan dalam rangka nisfu sya’ban sekaligus sebagai peringatan satu abad Nahdlatul Ulama dan haul para masyayikh.  Dwi Prasetyo selaku ketua Irmas mengatakan bahwa kegiatan ini telah rutin diadakan setiap tahunnya. “Pengajian seperti ini biasanya rutin satu […]

  • PCNU- PATI Photo by image4you

    Recehan

    • calendar_month Rab, 28 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Kemarin saat selesai makan siang dan rehat sejenak saya mendengarkan salah satu teman saya yang beberapa waktu lalu telah mengikuti pendidikan untuk memantapkan keyakinan, keloyalitasan, perjuangan dalam mengahadapi tantangan zaman, yang makin kesini makin membingungkan. Selama sepekan mengikuti pendidikan tersebut naluri perjuangannya makin meningkat, bahkan jika ada panggilan pengabdian dan […]

expand_less