Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ketua PCNU Hadiri Polresta Pati Berselawat Bareng Habib Luthfi

Ketua PCNU Hadiri Polresta Pati Berselawat Bareng Habib Luthfi

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 13 Nov 2022
  • visibility 67
  • comment 0 komentar


Pcnupati.or.id
 – Merajut kebhinekaan dalam bingkai NKRI, Polresta Pati menggelar acara majelis selawat dan ceramah kebangsaan di halaman Mapolresta setempat, Sabtu(12/11/22) malam.

Acara tersebut dihadiri oleh Forkopimda, para tokoh agama, habib, asatidz, TNI, Polri, DPRD, hingga ribuan masyarakat Kabupaten Pati.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati, KH Yusuf Hasyim, juga turut menghadiri kegiatan tersebut.

Acara tersebut diawali dengan penampilan hadroh rebana Khozinatun Saeba Polresta Pati yang membawakan lagu-lagu religi.

Kegiatan dilanjutkan dengan penampilan majelis selawat yang fenomenal dari kota batik Pekalongan yaitu Az-Zahir di bawah binaan Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf. 

Ribuan masyarakat Pati tampak sangat antusias mengikuti majelis yang penuh berkah tersebut.

Tak hanya itu, Habib Umar Al Muthohar juga mengisi tausiyah yang inti ceramahnya adalah bagaimana cara berbuat baik dan menjaga kerukunan antarsesama.

“Kita sebagai manusia harus selalu berbuat baik kepada sesama, tak hanya habluminallah namun habluminannasnya juga. Terlebih di zaman yang banyak finah yang ingin memecahbelah umat sehingga dapat mengancam keutuhan bangsa,” kata Habib Umar.

Dalam kegiatan tersebut, Sosok ulama kharismatik yang merupakan Rais ‘Aam Jam’iyyah Ahlith Thariqah al Mu’tabarah an Nahdliyyah (JATMAN) Maulana Habib Luthfi bin Yahya memberikan tausiyah kebangsaan untuk memperkuat ukhuwah insaniyah dan ukhuwah wathoniyah dalam merajut persatuan dan kesatuan bangsa.

“Apel kebangsaan dan kirab bendera merah putih salah satu momentum untuk mengingat dan menghayati nilai-nilai perjuangan para leluhur pendiri bangsa Indonesia,” tutur Habib Luthfi.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres RI) ini menegaskan bahwa Bangsa Indonesia merupakan keturunan peradaban yang hebat.

“Bangsa Indonesia ini merupakan keturunan perdaban manusia luar biasa, mulai bangsa syailendra yang membangun Candi Borobudur, prambanan hingga masjid Demak hingga saat ini masih berdiri kokoh. Maka kita sebagai penerus bangsa wajib menjaga persatuan dan kesatuan jangan mudah dipecah belah hingga saling bermusuhan,” ucap Habib Luthfi.

Sebagai penutup acara Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya memanjatkan doa kepada Allah semoga Bangsa Indonesia selalu diberikan keamanan, keselamatan, kekuatan persatuan dan kesatuan untuk membangun Indonesia agar lebih maju dan hebat di mata dunia. (Angga/LTN)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KH. Zuhdi Ketuai Ulama-Ulama se-Kecamatan Gembong

    KH. Zuhdi Ketuai Ulama-Ulama se-Kecamatan Gembong

    • calendar_month Sab, 9 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Suasana pembukaan musyawarah pengurus MWC NU Gembong untuk menentukan pengisian jabatan beberapa pengurus yang wafat dalam masa jabatan GEMBONG – Sejumlah ulama Kecamatan Gembong berkumpul di Aula MTs Al Ma’arif Gembong, Jumat (8/10) siang. Mereka adalah jajaran Syuriyah dan pengurus harian MWC NU Kecamatan Gembong.  Para kiai tersebut sedang bermusyawarah untuk mengisi posisi kepengurusan NU […]

  • Belajar Hidup Dari Rumi

    Belajar Hidup Dari Rumi

    • calendar_month Ming, 26 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Kisah-kisah ini di tangan Rumi memiliki nilai imaji yang kaya karena keterampilan puitisnya. Bila ia mulai puisinya dengan kisah, lalu disusul oleh kisah lain, seakan-akan ditumpangkan atau dikaitkan begitu saja; hal ini ia lakukan untuk memberikan asosiasi, yang tampaknya beragam, tetapi tetap dalam kesatuan makna. Banyak kita jumpai berbagai kisah dalam satu puisi Rumi, kisah […]

  • Cerita Aku dan Kau

    Cerita Aku dan Kau

    • calendar_month Ming, 12 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 67
    • 0Komentar

      27 Juli 2011 Wisudawan berkumpul dan berbaris memasuki sidang senat terbuka. Hari itu dia kan menyandang gelar sarjana S1 nya. Genap 8 semester dia tempuh pendidikan. Dan aku tak bisa berbuat apa – apa melihatnya akan pergi. Seperti semuanya yang memiliki keinginan dan kemauan. Mencari yang terbaik untuk masa depan dirinya. Entah mengapa egoku […]

  • Indonesia Tetap Merdeka, Meski Rakyat Sengsara

    Indonesia Tetap Merdeka, Meski Rakyat Sengsara

    • calendar_month Rab, 7 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Baru bulan lalu kita tertawa bahagia merayakan hari kemerdekaan, hari merdeka, nusa dan bangsa, hari lahirnya bangsa Indonesia, Merdeka, Sekali merdeka tetap merdeka, Kita tetap setia tetap sedia, sepenggal lirik dari lagu Coklat. Dan bulan lalu kita merayakan Kemerdekaan yang ke 77 tahun, beraneka ragam, bermacam macam perlombaan di hadirkan […]

  • PERJUSA di SMA Negeri 1 Tayu

    PERJUSA di SMA Negeri 1 Tayu

    • calendar_month Kam, 19 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Tayu.Gudep 08.09 – 08.10 SMA Negeri 1 Tayu mengadakan kegiatan yang lebih di kenal dengan PERJUSA ( Pelantikan Jumat Sabtu) Kegiatan tersebut dalam rangka Pelantikan Penegak Bantara Pangeran Diponegoro & RA Kartini Jumat – Sabtu, 13-14 Desember 2024 kemarin Rangkaian jenis kegiatan PERJUSA meliputi, Apel Pembukaan, Hiking, Materi bela negara dan PBB, Outbound, Apel sore, […]

  • Photo by Wolfgang Hasselmann

    Pernikahan Kritis Part 3

    • calendar_month Ming, 31 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin “Jangan mencampur adukkan urusan pribadi dengan pekerjaan,” ucap Najila penuh peringatan. “Tapi … bukankah ini termasuk konsultasi?” Najila memijat pelipisnya. Lelaki bule ini pasti sudah gila. Lebih gila lagi ia yang tidak bisa mengusir Ethan begitu saja karena harus tetap bersikap profesional. “Ya, tapi ….” “Saya sudah membayar,” potong Ethan. Membuat […]

expand_less