Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Jangan Bandingkan Anak

Jangan Bandingkan Anak

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 30 Des 2022
  • visibility 334
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Apakah kalian pernah merasa dibandingkan dengan saudara sendiri atau anak tetangga? Bagaimana rasanya? Tak perlu dijawab. Cukup kalian simpan rasa itu. Sebab saya juga merasakannya kok. Dibanding-bandingkan dengan pencapaian saudara dan anak tetangga yang bisa itu dan ini, sedangkan kita masih begini-begini saja.

Orang tua bahkan paman dan bibi kita, melakukan hal itu semata untuk memotivasi kita agar mau bergerak dan lebih progresif. Tentu hal ini tak salah. Niatnya sudah bagus, hanya saja pengimplementasinya yang terkadang perlu dibenahi. Coba ingat kembali, bagaimana cara orang tua kita menyampaikan maksudnya tersebut. Apakah dengan kemarahan atau dengan tutur kata yang lembut?

Disini saya ingin menggarisbawahi terlebih dahulu, bahwa kita pasti sepakat bahwa anak berhak atas pilihannya sendiri. Tanpa adanya intervensi dan campur tangan orang lain termasuk orang tuanya. Bukan berarti lantas orang tuanya membiarkan begitu saja? Bukan. Posisi orang tua yang tepat adalah senantiasa disamping dan dibelakang anak-anak, agar tetap bisa mendukung dan memberikan arahan yang baik untuknya.

Saya teringat semasa kecil saat sudah masuk kelas 3 MI, ibu selalu membandingkan dan membicarakan pencapaian anak tetangga kami dengan penuh semangat. Bukan hanya itu, terkadang ia juga sedikit memaksa agar saya mau mengikuti jejaknya. Hati saya pernah memberontak dan bertanya. Mengapa ibu bisa begitu, apakah semua orang tua juga akan melakukan hal yang sama jika anaknya tak segera menurut perintahnya?

Ibu termasuk tipikal orang tua yang ingin anaknya sempurna. Baik dalam bidang pendidikan ataupun yang lainnya. Sejak kecil saya dituntut ibu untuk bisa mendapat peringkat teratas dikelas, agar bisa meniru anak tetangga kami yang selalu juara. Siang dan malam saya tak pernah berhenti belajar agar mampu mendapat ranking teratas. Untung saja zaman dulu gadget belum masif seperti sekarang. Jadi saya lebih bisa fokus.

Hasil tak mengkhianati usaha. Dari kelas 1 sampai kelas 4 MI saya selalu mandapat ranking pertama. Suatu ketika saat saya masuk di kelas lima, ranking saya turun. Betapa marahnya ibu mengetahui hal itu. Saat itu saya merasa sangat bersalah. Lantas, untuk mempertanggungjawabkan apa yang terjadi, saya kembali giat belajar. Untungnya dewi fortuna masih menghampiri, dan saya kembali meraih ranking pertama hingga jenjang MI saya lewati.

Itu adalah salah satu pengalaman yang pernah saya alami. Waktu itu, saya sebagai anak hanya bisa menurut apa yang dikatakan oleh orang tua saya. Berbeda dengan sekarang, jika itu tak sesuai dengan kehendak dan keinginan saya, maka saya akan berbicara dan mendiskusikannya terlebih dahulu. Dan seiring berjalannya waktu itu pula, kini kedua orang tua saya tak pernah lagi memaksa dan menuntut saya ataupun saudara saya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadiri Rakor Muslimat NU, Bupati Pati Sampaikan Sederet Kebijakan Strategis

    Hadiri Rakor Muslimat NU, Bupati Pati Sampaikan Sederet Kebijakan Strategis

    • calendar_month Ming, 4 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 379
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id –  Bupati Pati, Sudewo, hadir dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang dirangkaikan dengan Halalbihalal dan pelepasan calon jamaah haji Pengurus Cabang Muslimat NU, Perangkat MNU, dan PAC Muslimat NU se-Kabupaten Pati, yang digelar pada Minggu (4/5) di Pondok Pesantren Tahaffudzul Qur’an (PPTQ) “Al Kahfi”, Desa Pekalongan, Kecamatan Winong. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan bahwa […]

  • Rangkaian Hari Santri, PCNU Gelar Lomba Baca Kitab Fathul Qorib

    Rangkaian Hari Santri, PCNU Gelar Lomba Baca Kitab Fathul Qorib

    • calendar_month Sen, 18 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 543
    • 0Komentar

    Suasana lomba membaca kitab Fathul Qorib di Ponpes Masllakul Huda dalam rangkaian peringatan Hari Santri 2021 PCNU Pati yang dihandle oleh RMI NU Pati. MARGOYOSO – RMI NU Pati menyambut meriah Hari Santri 2021. Salah satu kemeriahannya adalah diselemggarakannya beragam lomba. Mulai dari video pendek hingga lomba baca kitab kuning.  Selain itu, beraneka kegiatan juga […]

  • Jangan Mereduksi Kesakralan Tauhid

    Jangan Mereduksi Kesakralan Tauhid

    • calendar_month Kam, 15 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 444
    • 0Komentar

    Foto : NU online Filsafat mengajari tentang beberapa aliran, salah satunya empirisme. Aliran yang mengandalkan empiris-inderawi atau pengalaman langsung sebagai dasar kebenarannya. Contohnya api diakui kalau panas tatkala indera kita terkena api dan terasa benar-benar panas. Kali ini saya tidak akan membahas filsafat, tetapi tentang bagaimana pandangan empiris itu menjadi bagian penting pengambilan keputusan dan […]

  • LTN NU Temanggung Perkuat Dakwah Digital dan Literasi untuk Hadapi Arus Opini Negatif

    LTN NU Temanggung Perkuat Dakwah Digital dan Literasi untuk Hadapi Arus Opini Negatif

    • calendar_month Jum, 1 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 12.140
    • 0Komentar

      TEMANGGUNG — Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) PCNU Kabupaten Temanggung menggelar kegiatan Halal Bihalal Media Gathering Media NU Vol. 3 pada Jumat (1/5/2026) di Gedung PCNU Temanggung. Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi pegiat media NU sekaligus penguatan strategi dakwah digital di tengah derasnya arus informasi media sosial. Ketua LTN NU Temanggung, […]

  • Lakpesdam NU Mengembangkan Wacana Intelektual

    Lakpesdam NU Mengembangkan Wacana Intelektual

    • calendar_month Rab, 18 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Pati.Pengurus Lakpesdam NU Pati mengadakan diskusi buku di setiap bulannnya. Hal itu dilakukan untuk menumbuhkan keintelektualan para pengurus Lakpesdam dan para generasi muna Nahdlatul Ulama. Acara bertempat di Darul Hadlanah Waturoyo Pati, 12/9 kemarin, dengan menghadirkan narasumber Siswanto Mahasiswa Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pada diskusi kali ini mengambil tema tema Islam Arif, Islam […]

  • Desa Mawa Cara, Negara Mawa Tata

    Desa Mawa Cara, Negara Mawa Tata

    • calendar_month Sab, 9 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 622
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Emna Ainun Nadjib (Cak Nun) dalam berbagai kesempatan sering mengungkapkan prinsip beragama masyarakat sekitar Gunung Merapi. Kira-kira prinsip itu “Jawa dibawa, Arab digarap, Barat diruwat”. Ini soal berbagai soal kehidupan. Ya, agama, budaya, kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan tetek bengek yang lainnya. Jawa digawa berarti sebagai masyarakat Jawa jangan lupa Jawanya. Jawa […]

expand_less