Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Jangan Mereduksi Kesakralan Tauhid

Jangan Mereduksi Kesakralan Tauhid

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 15 Agu 2019
  • visibility 533
  • comment 0 komentar

Foto : NU online

Filsafat mengajari tentang beberapa aliran, salah satunya empirisme. Aliran yang mengandalkan empiris-inderawi atau pengalaman langsung sebagai dasar kebenarannya. Contohnya api diakui kalau panas tatkala indera kita terkena api dan terasa benar-benar panas.

Kali ini saya tidak akan membahas filsafat, tetapi tentang bagaimana pandangan empiris itu menjadi bagian penting pengambilan keputusan dan konklusi sebuah kebenaran. Tentu bukan satu-satunya kebenaran karena kebenaran filsafat dan inderawi itu relatif, jika tidak mau dikatakan kamuflase. Ditambah lagi subjektivitas dari manusia yang mengalami kejadian tersebut.

Hanya saja, dalam konteks beragama, kami tidak akan bicara soal siapa yang paling benar atau golongan apa yang paling cinta dengan Islam. Namun lebih menyoal ajaran utama agama Islam, yakni Tauhid, ke-Esa-an Allah (meski ada anggapan bahwa Esa tidak sama dengan tunggal).

Sebelum masuk lebih jauh, ada baiknya kita menyatukan presepsi tentang tauhid. Dalam bahasa sederhana, ajaran Tauhid adalah tidak menyekutukan Allah. Hanya Allah Tuhan satu-satunya, tiada Tuhan Selain Allah. Kalimat ini begitu sakral karena melandasi semua aktivitas manusia, baik jasmani maupun rohani, material serta spiritual.

Tauhid menempati urutan pertama dan utama dalam Islam, maka rukun Islam yang pertama adalah Syahadat Tauhid dan Syahadat Rasul. Tanpa ini, amal perbuatan manusia tidak akan diterima sebagai amal shaleh muslim karena belum dianggap beriman dan muslim seseorang hingga ia menerima dan mengamalkan ajaran Tauhid.

Tauhid begitu sakral dan kesakralannya tak terbantahkan, diamini semua aliran dalam Islam. Saking cintanya terhadap Islam dan tauhid bahkan ada beberapa kelompok yang mencetaknya dalam bentuk bendera, topi, atau kaligrafi. Satu hal yang perlu diketahui ialah, pencantuman Tauhid dalam berbagai media tersebut akan mereduksi Kesakralan Tauhid sesuai media yang dipakai.

Sebagai contoh, kalimat Tauhid yang ditulis pada topi kesakralannya akan berkurang mengikuti fungsi topi itu sendiri. Dipakai untuk menutupi kepala atau melindungi dari panas matahari. Jika tidak dipakai ia bisa ditaruh di mana saja, di meja, kursi, panggung, lemari, atau jika dijual dan belum laku maka akan berada dalam tumpukan gudang bersama barang lainnya.

Penulis berani mengatakan demikian, sebab penulis memiliki pengalaman ‘menyedihkan’ tersebut. Seseorang telah meninggalkan topi tauhid di atas lantai sebuah tempat bermain anak-anak. Sayang sekali, kenyataan ini benar-benar telah terjadi tanpa kita sadari. Akhirnya, oleh istri penulis, topi tersebut dipungut dan diamankan ke tempat yang lebih tinggi, di rak paling atas. Ini cara kami memuliakan substansi kalimat tauhid.

Kejadian ini memberi banyak pelajaran bagi kita. Satu poin yang paling menohok yakni kalimat tauhid bisa lenyap nilai dan kesakralannya hanya karena kelalaian menaruh topi.

Tentu akan lebih bijak jika tulisan kalimat Tauhid dan Syahadat Rasul itu tertanam kuat dalam hati, bukan ditulis di berbagai media seperti topi, baju, atau bendera dan media-media yang tidak semua orang mudah menjaganya. Argunen ini bukan lantas menunjukkan bahwa penulis alergi dengan kalimat Tauhid, namun langkah tersebut justru lebih memuliakan substansi dari Tauhid itu sendiri.

Topi, benedera atau baju jika kotor tentu akan dicuci, entah dengan mesin cuci atau dikucek pakai tangan, diperas kemudian ditumpuk bersama pakaian lainnya. Menjadi tidak sakral bukan?

Mari jaga Kesakralan Tauhid dengan menanamnya di hati, menunjukkannya dalam akhlak mulia, dan menjaganya tetap suci. Wallahu a’lam bisshowab

M. Shofyan Al Nashr
(Aktivis literasi NU dan dosen IPMAFA)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Istighotsah Satu Abad NU

    Istighotsah Satu Abad NU

    • calendar_month Jum, 29 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 435
    • 0Komentar
  • Guru RA Asal Jaken Raih Hadiah Umroh dari PGSI

    Guru RA Asal Jaken Raih Hadiah Umroh dari PGSI

    • calendar_month Ming, 18 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 454
    • 0Komentar

    PATI-Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) Pati membuat gebrakan. Dalam rangka peringatan sewindu PGSI sekaligus merayakan HUT RI ke 74, PGSI Pati menggelar event di Pati kota, Minggu (18/8) pagi. Berlokasi di halaman parkir kantor Bupati Pati, PGSI mengadakan jalan santai untuk semua guru swasta Kabupaten Pati. Kegiatan bertajuk PGSI Pati Jalan Sehat tersebut diikuti oleh […]

  • PAC IPNU IPPNU Bersama JRA Jolosutro Pati Gelar Ruqyah

    PAC IPNU IPPNU Bersama JRA Jolosutro Pati Gelar Ruqyah

    • calendar_month Sel, 28 Jan 2020
    • account_circle admin
    • visibility 421
    • 0Komentar

    PATI, PAC IPNU IPPNU Tlogowungu bersama JRA Jolosutro Kabupaten Pati menggelar Ruqyah Massal pada Minggu (26/1/2020) di Pendopo Kecamatan Tlogowungu. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus MWC NU bersama Banom, Praktisi JRA dan forkopimcam Tlogowungu. “Kami melaksanaan ruqyah masal ini dalam rangka mendakwahkan Al-Qur’an sebagai obat yang utama dari segala penyakit baik medis maupun non medis.” […]

  • Pengajian Maulidur Rosul

    Pengajian Maulidur Rosul

    • calendar_month Rab, 1 Mar 2017
    • account_circle admin
    • visibility 647
    • 0Komentar

    Pati. Darul Hadlanah melalui kepanitiaan Maulidiyah menggelar pengajian dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad, yang merupakan kegiatan yang diselenggarakan setiap tahunnya, dengan pembicara Ibu Mu’amaroh, beberapa waktu lalu.             Sebelumnya ada banyak serangkain acara untuk ikut memeriyahkan maulidur rosul, diantaranya lomba pidato Bahasa Arab, Bahasa Ingris, dan Bahasa Jawa serta khitobah hal ini mempersiapkan mental […]

  • Jumlah Rekaat Sholat Tarawih

    Jumlah Rekaat Sholat Tarawih

    • calendar_month Sen, 28 Apr 2014
    • account_circle admin
    • visibility 645
    • 0Komentar

    Jumlah Rakaat Shalat Tarawih Bulan Ramadlah adalah bulan penuh berkah, rahmat dan ampunan dari Allah SWT. Oleh karena itu Rasulullah SAW menganjurkan umat  Islam memperbanyak amal ibadah. Dalam hadits Abu Hurairah diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda; مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ[1] “Barang siapa melaksanakan ibadah pada bulan Ramadlan dengan […]

  • Tanya Jawab Bersama Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Syuriah

    • calendar_month Rab, 5 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 429
    • 0Komentar

    Assalamu’alaikumwarohmatullohiwabarokatuh Pak kyai, ketika ujian SIM, praktik gagal berkali kali, lalu sebagai solusi terakhir polisi menyarankan lewat  pelatihan dengan biaya  yang lebih mahal dari biaya resmi pembuatan SIM itu sendiri. Kalau tidak, berkas permohonan SIM akan diblokir maka mengulang dari awal dengan menunggu satu tahun, atau polisi menyuruh membayar sejumlah uang agar langsung dapat  SIM […]

expand_less