Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Zoominar Ipmafa Hadirkan Penulis Novel Best Seller

Zoominar Ipmafa Hadirkan Penulis Novel Best Seller

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 27 Jul 2021
  • visibility 313
  • comment 0 komentar
Gus Rozin, Rektor Ipmafa memberikan sambutan dalam acara zoominar nasional bertajuk ‘Islam Wasathiyyah, Sastra Pesantren, dan Krisis Kemanusiaan’ yang digelar oleh Pusat Studi Pesantren dan Fiqh Sosial (PUSAT FISI) Ipmafa.

MARGOYOSO-Pusat Studi Pesantren dan Fiqh Sosial (PUSAT FISI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (Ipmafa), menyelenggarakan Zoominar Nasional, Sabtu, (24/7). Agenda yang mengusung tema ‘Islam Wasathiyyah, Sastra Pesantren, dan Krisis Kemanusiaan’ ini dihelat secara virtual dan dihadiri oleh sedikitnya seratus peserta dari lintas perguruan tinggi. 

Narasumber yang dihadirkan juga tidak tanggung-tanggung, penulis buku ‘Islam Wasathiyyah‘, Dr. Kholid Syeirazi dan sastrawan pesantren dan penulis novel best seller ‘Hati Suhita’, Ning Khilma Anis didapuk sebagai pemantik utama. Tidak cukup sampai di situ, Rektor Ipmafa, KH. Abdul Ghofarrozin, M.Ed. atau Gus Rozin juga memberikan sambutannya secara langsung.

Dalam sambutannya, Rektor IPMAFA menyambuat baik acara yang diselenggarakan oleh PUSAT FISI ini.  Beliau juga menyampaikan bahwa Sastra Pesantren harus terus dikembangkan untuk mengasah kepekaan sosial  kemanusiaan terutama dalam masa-masa pandemi seperti ini. 

“Apalagi dalam konteks pandemi yang mempengaruhi semua aspek kehidupan. Kepekaan sosial merupakan kata kunci untuk menghadirkan sikap saling peduli,” tutur pria yang akrab disapa Gus Rozin ini.

Meskipun berlangsung selama hampir 3 jam, namun antusiasme peserta tidak surut. Sofyan, salah satu peserta menuturkan bahwa tema yang diusung sangat selaras dengan fenomena yang ada di Indonesia. menurutnya, banyak sekali ilmu dari zoominar tersebut yang bisa diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

“Berbobot isinya, tapi sangat ringan pembahasannya,” ungkapnya. 

Tiga Poin Penting

Selain digelar via zoom meeting room, acara ini juga disiarkan secara live di akun Facebook PUSAT FISI. Dari kegiatan ini, setidaknya ada tiga poin penting yang menjadi topik pembahasan yang disampaikan oleh kedua pemateri tersebut.

Pertama, fanatisme beragama dapat membatasi seseorang dalam mengenal dan menghargai orang lain.  konsep islam wasathiyyah (tengah-tengah) ini lah yang seharusnya dapat di kembangkan dan diterapkan dalam menghadapi keadaan yang saling bertentangan. Hal ini disampaikan oleh Dr. Kholid Syeirazi dalam pemaparannya. Dengan menerapkan islam wasathiyah, lanjutnya, dapat memberikan pandangan pentingnya menghormati adat dan budaya setempat.

‘Boleh saja fanatik namun jangan sampai tidak obyektif,” tandas Sekjend ISNU tersebut.  

Ke dua, sastra pesantren merupakan perpaduan tak terpisah. Karena dengan menggabungkan kedunya dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari mampu melembutkan hati seseorang yang mempelajarinya. Karya-karya yang dihasilkan dan dipelajari di pesantren pun banyak berselaras dengan satra. 

“Karena dengan menghadirkan sastra dalam sebuah karya akan menjadikan bertambahnya wawasan bagi pembaca,” ungkap Ning Khilma Anis.

Ning Khilma Anis, sastrawan pesantren saat memaparkan materi sastra dan islam wasathiyah 


Poin ke tiga yang dapat dipetik adalah posisi antara sastra dan islam wasathiyyah. Kedua pemateri tersebut sepakat bahwa sastra merupakan salah satu kendaraan islam wasathiyyah. Meskipun peranan sastra belum mendominasi dalam penyebaran islam tengah-tengah ini, namun setidaknya sastra  memiliki andil yang perlu terus dieksplorasi.

“Walaupun hanya sebagian kecil. Perlu ditanamkan dalam pikiran kita, berbuat sedikit demi sedikit daripada tenggelam dalam angan-angan yang begitu banyak tapi sama sekali tidak dilakukan,” celetuk Ning Khilma. 

Pada penghujung pertemuan, mereka menegaskan khususnya bagi kalangan pesantren agar mampu meningkatkan kesusastraan, agar tidak kaku dalam mengamalkan islam wasathiyyah. Pun dalam menghadapi krisis kemanusiaan seperti akhir-akhir ini, sastra dapat dipergunakan sebagai media dakwah islam wasathiyah 

“Semoga dengan sastra dalam menjalankan Islam Wasathiyyah sedikit banyaknya dapat meminimalisir krisis kemanusiaan minimal dalam lingkup pesantren,” Pungkas Dr. Syeirazi.(musda/lut/ltn






  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ramadan itu Bulan Produktif!

    Ramadan itu Bulan Produktif!

    • calendar_month Rab, 19 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 395
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda*   Gambaran kita pasti selama Ramadan itu nglemprek, lemes, lemah, letih, lesu, lunglai, letoi, dan sejenisnya. Ada yang demikian, ada yang tidak. Tapi bagi saya, Ramadan itu bulan produktif.   Bulan Ramadan sering kali dipandang sebagai bulan yang penuh dengan ibadah dan refleksi diri dengan “lemahnya” fisik kita. Namun, lebih dari […]

  • Hasil-Hasil Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama

    Hasil-Hasil Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama

    • calendar_month Rab, 21 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Isi beserta uraian perincian sebagaimana dimaksud oleh keputusan ini terdapat dalam naskah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul Ulama beserta Muqaddimah al-Qanunil Asasy sebagai pedoman untuk melaksanakan tata organisasi dalam mencapai tujuan dan cita-cita Nahdlatul Ulama;

  • Ilustrasi Lukisan Social - PCNU PATI. Photo by Birmingham Museums Trust on Unsplash

    Semestiya……

    • calendar_month Rab, 13 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Pada sebuah group privat; group tersebut bergerak di bidang pelayanan, kemanusiaan, keadilan bagi sebagian rakyat Indonesia. Dengan mengemban visi misi melayani umat menjadi tugas utama. Membantu sesama manusia adalah jalan ninja yang ditempuh; sungguh mulia visi misi tersebut. Hingga sampai saat ini saya mau sekadar meniru misi dan visinya saja dalam diri saya sendiri masih […]

  • Peringati Harlah Ke 78, Muslimat NU Pati Gelar Festival Drum Band

    Peringati Harlah Ke 78, Muslimat NU Pati Gelar Festival Drum Band

    • calendar_month Ming, 3 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 401
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke 78, Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Pati mengadakan festival drum band antar Taman Kanak-Kanak – Raudhatul Atfhal (TK-RA). Kegiatan ini dihadiri oleh Bunda PAUD Kabupaten Pati Faisa Mukti Septiani. Kegiatan yang diikuti oleh 24 peserta grup drum band TK-RA se Kabupaten Pati tersebut dilaksanakan di Gedung […]

  • PCNU-PATI

    Ini Pesan Ro’is Syuriyah PCNU Pati Jelang Tahun Politik

    • calendar_month Ming, 18 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Rapat koordinasi PCNU Pati yang dilaksanakan hari ini, Ahad (18/12) siang dihadiri oleh puluhan tokoh NU. Mereka adalah para pengurus harian PCNU Pati, pengurus lembaga dan juga ketua MWC-NU dari penjuru Kabupaten Pati.  Dalam agenda bertajuk Rapat Koordinasi menyambut 1 Abad NU dan Sosialisasi AD/ART NU tersebut, KH. Aniq Muhammadun, Ro’is Syuriyah PCNU […]

  • LAZISNU Pati Salurkan Donasi Tahap I Sebesar Rp 121.322.000 ke NUCARE LAZISNU PWNU Jateng untuk Korban Bencana Sumatera

    LAZISNU Pati Salurkan Donasi Tahap I Sebesar Rp 121.322.000 ke NUCARE LAZISNU PWNU Jateng untuk Korban Bencana Sumatera

    • calendar_month Ming, 21 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.361
    • 0Komentar

      SEMARANG – Sebagai wujud kepedulian dan solidaritas kemanusiaan, NUCARE-LAZISNU PCNU Kabupaten Pati secara resmi menyerahkan donasi kemanusiaan tahap I untuk membantu saudara-saudara yang terdampak bencana di wilayah Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Penyerahan donasi ini dilakukan di sela-sela acara Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) LAZISNU PWNU Jawa Tengah yang berlangsung di Hotel Candi Indah, […]

expand_less