Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 22 Mar 2023
  • visibility 74
  • comment 0 komentar

Oleh : Niam At Majha

Kamis besok saya dan Anda akan melakukan rutinitas yang tak seperti biasa. Jika saban pagi saya bisa sarapan, dan siang bisa minum jus alpukat dan sore minum kopi dengan teman. Rutinitas harian tersebut akan berubah selama satu bulan penuh. Bisa jadi saya dan Anda akan kaget dengan pergantian tersebut akan tetapi kondisi tersebut haruslah dijalani bagi yang masih menyimpan iman dalam menjalani ibadah puasa yang sebagian orang mengatakan mengekang segalanya. Menahan lapar dan dahaga bahkan menahan amarah, bergunjing dan saling rasan rasan sana dan sini. Pada sebelum penuh saya dan Anda diharuskan untuk memperbanyak ibadah, mengingat Tuhan semesta alam.

Sebenarnya tanda tanda akan datangnya bulan puasa sudah sejak bulan lalu; di toko modern sudah banyak sirup beraneka macam merk dan selain itu di stori Whatsapp sudah banyak bertebaran pedagang amatiran dan pedagang musiman, menjajakan aneka rasa kue kering dan basah. Siklus seperti sudah menjadi penanda apabila bulan puasa akan segera datang, bulan penuh ampunan telah di depan mata.

“Bulan puasa atau bulan biasa bagi saya biasa biasa saja, tak ada yang istimewa atau pun apa? Bisa jadi iman saya yang tambah melemah ya…”

Kemarin sore teman saya berkata seperti itu, tak mau menjelaskan bagaimana agar puasanya tiap tahun semakin bertambah; bertambah bukan saja dalam segi ekonomi, akan tetapi dalam segi ketaqwaan, beribadah, sedikit mengurangi berbicara yang tak ada guna, atau pun jagung padhon seringkali mengakibatkan janji janji tak terselesaikan.

Saya dan Anda tentu yang di harapkan setiap bulan puasa datang adalah tambahnya nikmat menjalani hidup dan kehidupan, bisa makin bertambah beribadahnya, bukan pula ibadah yang di pamerkan dengan alasan memberikan suritauladan kepada mereka yang jarang jarang beribadah. Hal tersebut boleh saja, akan tetapi sekarang ini tak sedikit orang yang tekun beribadah dan lainnya merasa apabila dirinya adalah wakil dari Tuhan sehingga telah lupa mana privasi dalam beribadah dan mana pula yang harus dipublikasi.

Selamat menunaikan ibadah puasa; ucapan tersebut bertebaran dimana mana, di group WhatsApp, Instagram, stori lain sebagainya, semua seakan berempati pada bulan yang penuh berkah ini, pada bulan yang penuh dengan pengampunan.

Saya dan Anda pada bulan ini harus berusaha bagaimana mengurangi berbicara, mengurangi keinginan saat berbuka harus makan apa saja. Selain itu, pada bulan puasa ini saya dan Anda sudahkah berevaluasi tentang akhlak kita pada manusia dan Tuhan lebih baik dari puasa di tahun sebelumnya?

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sebuah Visi Hidup Kaum Santri

    Sebuah Visi Hidup Kaum Santri

    • calendar_month Sen, 8 Mei 2017
    • account_circle admin
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Buku yang bertajuk kisah keseharian di pesantren ini, penulis mencoba memberikan informasi terkait kegiatan yang di lakukan oleh para kaum sarungan. Bisa dikatakan sebagai pembuka jendela kecil pembuka cerita-cerita yang tersimpan pendam di pesantren. (hal vi) Malamatiyyah, istilah ini dipopulerkan pertama kali oleh seorang sufi asal Naisabur Khurasan, yaitu Syaikh Hamdun bin Ahmad al-Qashshar (wafat […]

  • Photo by NEOM

    Puasa dan Kecerdasan Emosi

    • calendar_month Sen, 25 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Oleh: M. Iqbal Dawami Puasa telah lama dikenal karena manfaat fisiknya, seperti peningkatan kontrol gula darah, pengurangan peradangan, dan bahkan potensi untuk memperpanjang umur. Namun, aspek yang sering terlewatkan dari praktik ini adalah manfaat yang dapat diberikan terhadap pertumbuhan pribadi dan peningkatan kecerdasan emosi. Kecerdasan emosi, yang meliputi kesadaran diri, empati, pengaturan emosi, dan keterampilan […]

  • Kordar SKPP Pati, Alumni Harapkan Sinergitas

    Kordar SKPP Pati, Alumni Harapkan Sinergitas

    • calendar_month Sen, 6 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 62
    • 0Komentar

      Nur Khoiriyah (berdiri), alumni SKPP Pati sekaligus aktifis PMII menyampaikan pandangannya mengenai pergerakan SKPP ke depan PATI – Jajaran Alumni SKPP (Sekolah Kader Pengawas Parsipatif) Pati mengadakan Kordar ke dua. Agenda ini berlokasi di Kantor Bawaslu Pati, Jumat (3/12) kemarin. Nur Khoiriyah, salah satu alumni SKPP mengemukakan bahwa SKPP akan mampu memberikan dampak signifikan […]

  • PCNU-PATI

    Pesantren sebagai Center Studi Masyarakat

    • calendar_month Sab, 10 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto,MA Pesantren sebagaimana kita pahami merupakan tempat belajar para santri yang di dalamnya terdapat kiai, santri, kitab kuning, dan bangunan. Sehingga pesantren merupakan model pendidikan tertua yang ada di Pulau Jawa-Madura. Salah satu tradisi agung (great tradition) di Indonesia adalah tradisi pengajaran agama Islam dan khazanah kitab kuning. Dimana tradisi tersebut sudah turun-temurun […]

  • PCNU-PATI

    Surat Kepada Kanjeng Nabi

    • calendar_month Kam, 25 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Setiap masyarakat Muslim, setiap kelompok, serta setiap orang mengagung-agungkannya ratusan ribu kali. Muhammad tidak menjadi lapuk oleh panas hujan segala zaman. Muhammad dipelihara namanya di zaman orang bertani, serta di zaman pascamodern ketika kekuatan alat informasi dan komunikasi menjadi “dewa”. Muhammad tidak pernah disebut “kuno”, meski kita punya Mercedes paling mutakhir, superkomputer, serta segala jenis […]

  • PCNU - PATI Photo by cherylholt

    Santunan Anak Yatim

    • calendar_month Sab, 18 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Di sebuah desa sebut saja desa Pucuk Harum telah menjadi tradisi bahwasanya setiap tanggal 10 Muharrom diadakan acara rutinan yaitu santunan anak yatim, yang mana acara tersebut dilaksanakan dengan adanya iuran masyarakat sekitar. Pak Andi adalah panitia dari acara tersebut. Ketika pak Andi meminta iuran dari warga, pak Andi mengatakan: “Pak, anda dimintai sumbangan untuk […]

expand_less