Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Peringati Harlah Ke 78, Muslimat NU Pati Gelar Festival Drum Band

Peringati Harlah Ke 78, Muslimat NU Pati Gelar Festival Drum Band

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 3 Mar 2024
  • visibility 316
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke 78, Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Pati mengadakan festival drum band antar Taman Kanak-Kanak – Raudhatul Atfhal (TK-RA).

Kegiatan ini dihadiri oleh Bunda PAUD Kabupaten Pati Faisa Mukti Septiani.

Kegiatan yang diikuti oleh 24 peserta grup drum band TK-RA se Kabupaten Pati tersebut dilaksanakan di Gedung Olah Raga (GOR) Pesantenan Pati, Ahad (3/3/2024) pagi.

Dengan mengambil tema “Mengembangkan Ketrampilan dan Kreatifitas Anak Menuju Kemandirian”, diharapkan anak-anak generasi penerus ini mampu mengembangkan bakat, hobi serta bersosialisasi dengan lingkungan yang positif.

Ketua PC Muslimat NU Kabuapten Pati Umi Hanik mengucapkan terima kasih kepada bunda PAUD Pati yang selalu memberikan dukungan terhadap kemajuan Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Pati.

“Perlu kami sampaikan bahwa Muslimat NU ini memiliki empat perangkat. Di antaranya adalah yayasan muslimat NU yang melaksanakan pendidikan muslimat NU untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas, mencetak outputnya anak yang saleh dan salihah,” tuturnya.

Ia menambahkan, selain diikuti lembaga PAUD Muslimat NU, lembaga lain juga memberi kepercayaan kepada yayasan pendidikan Muslimat NU.

Sementara itu Bunda PAUD Kabupaten Pati Faisa Mukti Septiani berpesan agar para orang tua senantiasa mendampingi putra putrinya dalam bermain, mengingat pada usia PAUD sekarang ini anak-anak harus diberikan hak untuk bermain dan berinteraksi dengan teman dan lingkungan.

“Untuk itu kita harus memenuhi hak-hak anak kita, yaitu hak untuk bermain bukan belajar. Jadi pada transisi SD PAUD ini ada beberapa hal yang harus kita kedepankan yaitu tidak ada pembelajaran calistung (baca tulis menghitung) saat PPDB, kemudian pengenalan lingkungan sekolah yang biasanya dikenal dengan MPLS. Jadi bagaimana anak-anak ini nanti bisa berinteraksi dengan lingkungan,” ungkap Bunda PAUD Kabupaten Pati.

Gerakan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan adalah gerakan bersama yang mendasari transisi peserta didik PAUD ke SD/MI/sederajat dengan cara yang menyenangkan dan dimulai sejak tahun ajaran baru.

Untuk itu Faisa menekankan pentingnya pendidikan karakter bagi anak, yang nantinya akan membentuk karakter seorang anak yang beretika dan tata krama serta memiliki empati yang tinggi.

Dengan didampingi Ketua PC Muslimat, Bunda PAUD Faisa Mukti Septiani juga berkesempatan memantau jalannya gebyar drum band tingkat TK-RA serta menyerahkan trophy dan piagam penghargaan kepada paserta.(Dimas/Angga/LTN).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sakoma Jepara Wakili Perkemahan di Cibubur

    Sakoma Jepara Wakili Perkemahan di Cibubur

    • calendar_month Sel, 26 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Cibubur – Ajang perkemahan Pramuka Madrasah Nasional di Cibubur, Jakarta Selatan, diramaikan oleh perwakilan se Indonesiai. Dalam kegiatan itu, regu Penggalang Putra Jawa Tengah yang diwakili oleh Anggota Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif NU Jepara mengikuti Kemah Pramuka Madrasah Nasional di Bumi Berkemahan Cibubur Jakarta Selatan pada 17 – 22 November 2024. Hal itu diungkapkan Ketua […]

  • PCNU-PATI

    Ma’arif NU Jateng Gelar Penguatan Moderasi Beragama

    • calendar_month Sab, 17 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Semarang – Bertempat di Hotel Muria Semarang, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah bersama Kementerian Agama RI menggelar sosialisasi moderasi beragama, Sabtu (17/12/2022). Ketua LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah R. Andi Irawan menegaskan bahwa kegiatan tersebut digelar bersama mitra yaitu Kemenag RI. “Sisa kepengurusan kita tinggal enam bulan sampai Juni atau Juli […]

  • PCNU - PATI

    Guruku Orang Orang Dari Pesantren

    • calendar_month Jum, 24 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Guruku Orang-orang dari Pesantren menceritakan perjalanan hidup KH. Saifuddin Zuhri, mulai periode awal pendidikannya di sekitar akhir dekade 1920-an, sampai sekitar tahun 1955, ketika ia telah menjadi salah satu tokoh NU.  Buku ini dibagi menjadi 10 bab, yakni: “Di Ambang Pintu Pesantren”, “Madrasahku cuma Langgar”, “Tokoh-tokoh Pengabdi tanpa Pamrih”, Apresiasi terhadap Rasa Seni”, “Memasuki Persiapan […]

  • PCNU-PATI Photo by Martin Marek

    Tonjolisasi

    • calendar_month Rab, 11 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Saban malam. Menjelang rehat, rumah saya selalu didatangi teman-teman baik dari tetangga, kolega kerja, bahkan orang yang baru saja bertutur sapa pun bisa rehat, istirahat di rumah. Semuanya dengan maksud dan tujuan berbeda-beda. Ada yang sekadar ngopi saja dengan jangongan ngalor ngidul ngetan ngulon tanpa tentu arah. Saya hanya menjadi […]

  • PCNU-PATI

    Dalam Dekapan Ukhuwah

    • calendar_month Kam, 3 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Alangkah syahdu menjadi kepompong, berkarya dalamdiam, bertahan dalam kesempitan. Tetapi bila tiba waktuuntuk jadi kupu-kupu, tak ada pilihan selain terbangmenari; melantun kebaikan di antara bunga, menebarkeindahan pada dunia.Dan angin pun memeluknya, dalam sejukdan wangi surga.Alangkah damai menjadi bebijian; bersembunyi dikegelapan, menanti siraman hujan, menggali hunjamandalam-dalam. Tapi bila tiba saat untuk tumbuh dan mekar,tak ada pilihan […]

  • PCNU-PATI

    Kenapa Keberadaan Tuhan Perlu Pembuktian?

    • calendar_month Ming, 9 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 333
    • 0Komentar

    Dari sekian banyak perbedaan, perbedaan soal akidah menyumbangpaling banyak terhadap pertumpahan darah, meskipun lebih sering disusupikepentingan politik kekuasaan semata. Perbedaan akidah ini bahkanmerupakan perbedaan yang pertama kali muncul di antara umat Islam padamasa Sahabat, sehingga terjadilah peristiwa pembunuhan terhadap duakhalifah terakhir dari Khulafaurrasyidin, Sayyidina Usman dan Sayyidina Ali.Dari sini kita menyaksikan betapa vitalnya masalah akidah […]

expand_less