Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Pribadi Telaten KH. Muhammad Asmu’i Hasan

Pribadi Telaten KH. Muhammad Asmu’i Hasan

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 24 Mar 2023
  • visibility 536
  • comment 0 komentar

Oleh: Yumna Ulayya Ainun Nafidz

KH. Muhammad Asmu’i Hasan merupakan salah satu ulama yang dikenal pandai dalam bidang kajian kitab kuning di desa Kajen Pati, menjadi sosok pemimpin setiap kali bahtsul masail diadakan. Garis nasab Kiai Asmu’i jika ditarik ke atas, segaris lurus akan bertemu dengan nasab Kiai Khumaidi, Pundenrejo Pule Tayu, Pati.

KH. Muhammad Asmu’i Hasan memiliki ayah seorang muhibbin para ulama. Sejak kecil sering diajak ayahnya untuk sowan dan minta doa kepada para ulama. Mungkin sebab barokah doa-doa dan dari seringnya sowan kepada para ulama inilah yang membuat pribadi Kiai Asmu’i Hasan terbentuk, hingga pada akhirnya beliau memilih jalan untuk sepenuhnya mengabdikan diri bagi agama.

Selepas nyantri dan mengajar di Tanggir, beliau pulang ke Pati dan mengajar di Salafiyah, Kajen. Sampai akhir hayatnya beliau mengabdi di Madrasah Salafiyah. Selain sebagai Pengawas Yayasan, beliau juga dikenal luas sebagai pengasuh Pondok Pesantren As-salafiyah peninggalan KH. Faqih Baedlowi.

Garis Nasab KH. Muhammad Asmu’i Hasan

Lahir pada hari Jumat, 11 Dzulqoidah 1374 H, atau tepatnya pada 1 Juli 1955, garis nasab KH. Muhammad Asmu’i Hasan dari jalur ayah memiliki bapak bernama Suradi, sehari-harinya berprofesi sebagai tukang kayu dan petani. Kakek beliau, bernama Ardono. Sementara dari jalur Ibu, Ibu beliau bernama Fathonah yang berasal dari kalangan santri. Nenek beliau bernama Arso Kadisah yang jika ditarik ke atas, garis nasabnya bertemu dengan Kiai Khumaidi, Pundenrejo Pule, Tayu, Pati.

Kiai yang Menyukai Kebersihan dan Pribadi Telaten

KH. Muhammad Asmu’i Hasan menyukai kebersihan. Setiap kali masuk ke kelas sebelum mengajar beliau mengingatkan kepada siswa-siswi madrasah agar menjaga kebersihan ruangan. Beliau selalu menghimbau bahwasannya kebersihan adalah sebagian dari iman.

Beliau merupakan sosok yang sangat menyukai pribadi santri telaten. Kesabaran, rajin, dan berjiwa besar menurut beliau adalah bekal utama ketika menuntut ilmu. Tidak jarang beliau ketika bertemu santri-santrinya selalu bertanya, sudahkah melaksanakan kewajiban salat?

Perjalanan Pendidikan dan Karir

Pendidikan KH. Muhammad Asmu’i Hasan, setelah bersekolah Ibtidaiyah dan Tsanawiyah di Miftahul Huda (MMH) Tayu, beliau melanjutkan ikhtiar nyantri ke Tanggir, Singgahan, Tuban, dididik langsung oleh K.H. Muslich Abdul Karim (Mbah Shoim). Selepas Mbah Shoim meninggal Kiai Asmu’i Hasan diminta mengajar oleh K.H. Abdullah Faqih, Langitan, untuk menggantikan posisi Mbah Shoim. Sebelum beliau menikah, kemudian pulang ke Pati dan mengajar di Kajen.

Petualangan ke Tanggir, Tuban, beliau mulai saat berusia 19 tahun, ketika di Tanggir beliau mondok kurang lebih 11 tahun. Karena cukup lama nyantri di Tanggir, beliau sampai diangkat menjadi lurah pondok pesantren beberapa tahun. Bisa dikatakan keilmuan beliau meningkat pesat ketika belajar di Tanggir.

Sejak di Tanggir pula Kiai Asmu’i Hasan aktif mengikuti forum bahtsul masail antar pondok pesantren se-Jawa dan Madura. Bahkan aktivitas tersebut rutin beliau ikuti hingga beliau bermukim di Kajen. Keaktifan beliau mengikuti bahtsul masail di Kajen sampai menarik perhatian KH. M.A. Sahal Mahfudh, akhirnya beliau dimintai Kiai Sahal untuk memimpin kegiatan musyawarah ketika bahtsul masail dilaksanakan di rumah Kiai Sahal.

Selepas nyantri dan mengajar di Tanggir, beliau pulang ke Pati dan mengajar di Salafiyah, Kajen. Sampai akhir hayatnya beliau mengabdi di Madrasah Salafiyah. Selain sebagai Pengawas Yayasan, beliau juga dikenal luas sebagai pengasuh Pondok Pesantren As-salafiyah peninggalan KH. Faqih Baedlowi.

Karakter KH. Muhammad Asmu’i Hasan

KH. Muhammad Asmu’i Hasan populer sebagai kiai yang sangat mencintai ilmu. Kalau sudah mengaji, beliau kadang sampai lupa waktu. Satu hari mengaji, malam mengaji lagi, tidak punya rasa lelah. Begitu pun ketika beliau mengajar, sampai-sampai yang diajar tidak kuat mengikuti.

Pada waktu Kiai Ahmad Husain Muzakki, Gesing, Sidomukti, masih hidup dan sehat, seringnya mengajak Kiai Asmu’i Hasan untuk mengisi kajian-kajian kitab yang diajarkan Kiai Husain Muzakki karena kepandaian beliau. Meski bukan seorang putra Kiai, tetapi ilmunya dirasa mumpuni dari segi keilmuan kitab. Suatu ketika, K.H. Ahmad Nafi’ Abdillah dalam sebuah forum bahtsul masail bahkan tidak segan-segan bertanya ke Kiai Asmu’i Hasan tentang persoalan di ilmu kitab kajian yang dirasa beliau terlalu sulit dipahami. Kiai Asmu’i sendiri selepas acara mengemukakan bahwa itu sebagai bentuk keikhlasan hati dari Abah Nafe’.

Ketika forum bahtsul masail rutinan oleh para kiai Kajen diselenggarakan, Kiai Asmu’i Hasan selalu ditunjuk sebagai pemimpin (moderator), memimpin keberlangsungan acara musyawarah. Bahkan kalau Kiai Asmu’i Hasan tidak berangkat, KH. M.A. Sahal Mahfudh dengan sedikit bercanda mengatakan, lebih baik forum dibubarkan saja kalau Kiai Asmu’i Hasan tidak datang. Karena Kiai Asmu’i Hasan memang benar-benar ahli dalam bidang Ushul Fiqh, sedangkan Ushul Fiqh sendiri termasuk ilmu kitab yang sulit dipelajari. Tidak jarang beliau juga diminta secara khusus oleh para kiai dari Kudus untuk menerjemahkan makna dalam kitab yang dikaji.

KH. Asmu’i Hasan berasal dari keluarga yang kurang mampu dari segi ekonomi. Ketika beliau berangkat menuntut ilmu dari rumahnya di Bulungan sampai ke madrasah, yaitu MMH Tayu, ditekadi beliau dengan berjalan kaki. Pulang pergi, setiap hari. Ketika beliau sudah mondok di Tanggir, meninggalkan desanya, setiap satu bulan sekali beliau tetap menyempatkan untuk mengajar di Bulungan, Tayu, Pati.

Kiai Asmu’i Hasan sejak kecil terkenal bandel. Karena bukan dari kalangan berada, tentu masa kecil beliau juga diisi dengan membantu pekerjaan orang tua. Sejak kecil beliau sudah biasa membantu memikul karung berisi beras dengan berjalan kaki telanjang untuk dijual ke Pasar Tayu yang jaraknya kurang lebih sekitar 5 km dari rumah. Hal itu berlangsung hingga beliau menimba ilmu di MMH Tayu.

Kitab-kitab yang Diajarkan oleh KH. Muhammad Asmu’i Hasan

KH. Muhammad Asmu’i Hasan sudah mulai mengajar saat masih nyantri di Tanggir, Tuban. Banyak kitab-kitab yang diajarkan beliau, mulai dari kitab-kitab kecil sampai kitab-kitab besar yang berjilid-jilid. Menurut penuturan K.H. Chasan Bisri Syamsuri, Rengel, Tuban, yang merupakan salah satu murid Kiai Asmu’i ketika di Tanggir, Kiai Asmu’i Hasan menonjol dalam bidang Ushul Fiqh.

Untuk kajian-kajian Kiai Asmu’i Hasan saat sudah berada di Kajen, sebenarnya juga banyak kitab-kitab yang beliau ajarkan. Namun yang rutin beliau kaji saat di Kajen adalah kitab Kifayatul Akhyar, Adzkar Nawawi, Lubbul Ushul, Nashoihul Ibad, dan Ihya’ Ulumiddin. Kitab-kitab tersebut beliau kaji di Pondok Pesantren As-salafiyah asuhan K.H. Faqih Baedlowi, di Madrasah Salafiyah, dan di beberapa desa di luar Kajen, seperti di Masjid Sekarjalak, Sidomukti, dan lain-lain.

Wafatnya Kiai Alim

Sampai mendekati akhir hayat beliau tetap pada rutinitasnya, yaitu mengajar dan mengkaji kitab. Bahkan meski kesulitan dalam pengucapan, beliau masih sempatkan untuk mengajar kitab Mukhtashor Ihya’ Ulumuddin. Sampai akhirnya beliau wafat pada Kamis, 16 Jumadil Awal 1441 H, tanggal 31 Desember tahun 2020 sekitar pukul 07.00 WIB.

Sumber:

Naskah ini di ikutkan dalam Lomba Menulis Biografi Kiai Lokal  Porsema XII PC LP Maarif Pati

Wawancara dengan Saudara Hazim Fikri/Gus Fikri (Putra K.H. Muhammad Asmu’i Hasan), 10 November 2022.

Wawancara dengan Bapak Akhmad Ashab, S.Pd.I (Pembina Yayasan Salafiyah dan Pengasuh Pondok Pesantren As-salafiyah 2), 10 November 2022

Wawancara dengan Bapak Musyafak (Santri K.H. Muhammad Asmu’i Hasan), 11 November 2022.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Habib Luthfi dan PC-NU Pati Hadiri Haul Syeh Abu Al Hasan Ali As Sadzily di Kayen

    Habib Luthfi dan PC-NU Pati Hadiri Haul Syeh Abu Al Hasan Ali As Sadzily di Kayen

    • calendar_month Rab, 31 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 460
    • 0Komentar

    KAYEN-Pengajian Umum dan Haflah Dzikir Maulidurrasul Muhammad SAW dalam rangka Haul Al Imam Assayid Syekh Abu Al Hasan Aly Assadily Al Hasany, bersama Maulana Al Habib Luthfi bin Yahya dari Pekalongan terselenggara dengan lancar. Menurut KH. Ahmad Syairozy yang mewakili panitia, acara ini sebagai wujud syukur kepada Allah SWT atas berbagai nikmat yang diberikan. Bukan […]

  • Dipusatkan di MAN 1 Pati, MTQ Ke-32 Tingkat Kabupaten Resmi Dibuka

    Dipusatkan di MAN 1 Pati, MTQ Ke-32 Tingkat Kabupaten Resmi Dibuka

    • calendar_month Sab, 26 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 411
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – PATI, Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Pati secara resmi telah dibuka oleh Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra bertempat di Aula MAN 1 Pati pada Sabtu, (26/4/2025). Sebanyak 247 peserta dan 47 official kafilah siap berkompetisi seni membaca Al Qur’an yang dipusatkan di kompleks Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pati. Pembukaan […]

  • Memahami kembali masyruiyyah-ihtifal

    Memahami kembali masyruiyyah-ihtifal

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 398
    • 0Komentar

    الحمد لله ثم الحمد لله الحمد حمداً يوافي نعمه ويكافئ مزيده، يا ربنا لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك ولعظيم سلطانك، سبحانك اللهم لا أحصي ثناءاً عليك أنت كما أثنيت على نفسك، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا ونبينا محمداً عبده ورسوله وصفيه وخليله خير نبي أرسله، أرسله […]

  • Menyiapkan Kader NU  Di Masa Depan

    Menyiapkan Kader NU Di Masa Depan

    • calendar_month Sel, 18 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 528
    • 0Komentar

    Perkembangannya Nahdlatul Ulama (NU) mengalami peningkatan sangat signifikan dalam jumlah pengikutnya. Hal ini bisa dilihat dalam Lembaga Survei Indonesia melalui exit poll pada tahun 2013. Dalam rilis tersebut, data menunjukkan bahwa dari 249 juta penduduk Indonesia yang mempunyai hak pilih, sekitar 36 persen atau 91,2 juta adalah warga NU. Selain itu  Di dalam buku “NU […]

  • PCNU-PATI

    Melestarikan Tradisi Lebaran Idulfitri

    • calendar_month Rab, 10 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 570
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Jika mendiskusikan tradisi Lebaran Idulfitri memang tidak ada habisnya. Tidak ada selesainya. Tidak habis dituliskan di NU Online Pati ini. Sebab, manusia Islam Indonesia sangat kultural, metaforis, dan suka akan hal-hal mistisisme yang oleh orang barat disebut klenik, mistis, dan bahkan orang kanan menyebutnya bidah. Saya tidak akan membicarakan hal itu. Namun, […]

  • PCNU-PATI Photo by Microsoft 365

    Jodoh Buat Bu Bidan Cantik

    • calendar_month Ming, 8 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 406
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Chapter 2 ————– “Bu Bidan, tolong istri saya! Dia kesakitan.” Keluar dari kamar Cempaka, lelaki berpostur tinggi besar itu tergopoh-gopoh  panik menuju tempat pendaftaran—dimana dua orang tengah sibuk melayani para ibu hamil yang sedang antri periksa. Tangan  mereka menggenggam buku KIA berwarna pink. “Oh ya, sebentar, Pak,” seru Tita. “Shanaya mana?” […]

expand_less