Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Biografi KH. M. Aniq Muhammadun, Rois Syuriah NU Kab Pati

Biografi KH. M. Aniq Muhammadun, Rois Syuriah NU Kab Pati

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 19 Agu 2022
  • visibility 898
  • comment 0 komentar

KELAHIRAN

KH. Aniq Muhammadun atau yang kerap disapa dengan panggilan KH. Aniq lahir pada 30 Desember 1952 di Pondohan, Tayu, Pati. Beliau merupakan putra ketujuh dari sepuluh bersaudar, dari pasangan KH. Muhammadun dengan Nyai Nafisatun.

KELUARGA

KH. Aniq Muhammadun melepas masa lajangya dengan menikahi Nyai Hj. Salamah (Sarang) pada sekitar tahun 1982.

PENDIDIKAN

KH. Aniq Muhammadun memulai pendidikanya dengan belajar di Madrasah Mathali’ul Falah Kajen Pati dan selesai pada tahun 1970 an. Setelah keluar dari Kajen, beliau melanjutkan pendalaman ilmu agamanya terutama di bidang Nahwu dan Fiqih kepada ayahnya sendiri.

KH. Aniq Muhammadun bahkan rutin diberi waktu setiap habis Isya untuk mendapatkan pengajaran khusus dari ayahandanya. Kedekatan yang cukup kuat dengan ayahnya KH. Muhammadun itu betul-betul menjadi panutan bagi beliau dalam mengajar sampai saat ini.

MENDIRIKAN PONDOK

Setelah menikah, beliau sempat tinggal di Sarang Rembang. Hanya saja, karena keluarga menghendaki KH. Aniq Muhammadun dan keluarga tinggal tidak jauh-jauh dari Pondohan Tayu, akhirnya beliau kembali di Pondohan, dan beberapa saat kemudian membeli rumah di daerah Pakis Tayu sebagai cikal bakal berdirinya Pondok Pesantren Manbaul Ulum.

Santri pertama KH. Aniq Muhammadun saat memulai tinggal di Pakis Tayu berjumlah 10 orang, dan masih tinggal satu rumah dengan beliau. Mengingat jumlah santri yang semakin banyak, maka pada tahun 1989 beliau memulai membangun bangunan pondok pesantren di belakang rumah.

Keberhasilan dari alumnus Mathali’ul Falah ini dalam mengembangkan pondok pesantren dibuktikan dua hal, secara kuantitas dan kualitas. Secara kuantitas, dibuktikan dengan jumlah santri yang terus bertambah.

Saat ini, kurang lebih 200-an santri dari berbagai daerah belajar di bawah asuhan beliau. Infrastruktur juga sudah semakin maju, banyak bangunan baru yang sudah berdiri sebagai instrumen kelayakan untuk kegiatan belajar mengajar. Secara kualitas, banyak alumni yang berhasil menjadi Pimpinan dan Kyai di daerahnya masing-masing.

Di samping itu, nilai-nilai atau karakter dari santriwan-santriwati yang disiplin dan menjaga kebersihan juga terlihat sudah menjadi tradisi di pondok pesantren Manbaul Ulum. Tidak mengherankan bila Pondok Pesantren Manbaul Ulum mendapatkan penghargaan dari Kementerian Agama Wilayah Jawa Tengah sebagai pondok pesantren (dalam kategori pondok pesantren besar) terbersih se-Jawa Tengah.

Raihan tersebut tentu menjadi buah kerja keras dari Putra KH. Muhammadun ini dalam melakukan pembinaan kepada para santri selama ini, dan itu tentu melewati proses yang panjang dan tidak mudah.

Menurut analisis Nuansa, setidaknya ada lima kunci yang menonjol dalam diri KH. Aniq Muhammadun dalam membesarkan pesantren dan mendidik para santrinya, yaitu istiqomah, memiliki kedalaman ilmu, dapat menjadi teladan, turun tangan (langsung), dan kontrol (lingkungan pesantren) secara kontinue.

Sebagai contoh, kebiasaan KH. Aniq Muhammadun yang ikut berbaur dengan santri dalam membersihkan lingkungan pesantren, dan di tengah kesibukan yang padat, beliau (secara langsung) tetap menyempatkan rutin mengecek kebersihan pesantren. Begitu ditemukan hal yang kurang tepat, beliau langsung mengingatkannya, bagi beliau turun tangan langsung seorang pengasuh sangat penting dalam pembinaan santri.

SEORANG PENGUSAHA

Sosok KH. Aniq Muhammadun merupakan figur Kiai yang sederhana, bersahaja namun beliau juga merupakan seorang pengusaha, berbagai usaha pernah digeluti oleh beliau. Karena mempunyai sawah, beliau tidak risih untuk melakukan kegiatan bertani.

Selain itu, KH. Aniq Muhammadun juga membuka pertokoan, warung, membuka usaha air isi ulang, dan pernah juga ternak ayam petelor. Langkah demikian di ambil karena beliau ingin menghilangkan kesan bahwa seorang kiai kerjaannya hanya santai di rumah.

AKTIF DI POLITIK

KH. Aniq Muhammadun tercatat pernah aktif ikut berjuang di PKB dan PKNU, dan keikutsertaan beliau dalam partai politik semata-mata merupakan bentuk rasa tawadhu’ beliau kepada para Kiai. Sebagai contoh saat berdirinya Partai Kebangkitan Nasional Ulama’, kesediaan beliau untuk ikut menjadi salah satu deklarator PKNU bersama para kiai sepuh lain adalah karena ajakan langsung dari almaghfurullah KH. Abdullah Faqih (Pimpinan Ponpes Langitan Tuban Jawa Timur). Bagi beliau, seorang kiai harus tahu politik, karena kalau tidak tahu politik maka akan dikerjai politik.

PESAN UNTUK GENERASI MUDA NU

Pesan dari KH. Aniq Muhammadun ini kepada para generasi muda NU adalah supaya mereka mempelajari dan mendalami aqidah NU. Tujuannya agar bisa menghindarkan dan membentengi diri dari aqidah-aqidah yang menentang NU, lantaran sebagaimana diketahui bersama aliran-aliran yang menentang NU sekarang mulai bermunculan.

Apabila generasi muda NU tidak memiliki benteng yang kuat, bukan tidak mungkin mereka akan mudah terpengaruh dan tergiur untuk mengikuti aliran-aliran yang selama ini memusuhi NU.

Dengan kondisi demikian, KH. Aniq Muhammadun berpesan agar para kiai/da’i bila mendapatkan kesempatan mengisi tausiyah berkenan untuk menyelipkan wawasan Ke-NU-an pada masyarakat, apa itu NU, ajarannya apa saja, dan dasar-dasarnya bagaimana.

Langkah ini penting dilakukan demi membumikan NU di tengah-tengah masyarakat luas, lebih-lebih dalam konteks sekarang ini. Oleh karena itu, harapan dari KH. Aniq Muhammadun kepada para pengurus PCNU Pati periode 2013-2018 adalah supaya dapat melaksanakan tugas dengan baik dan ikhlas, dalam rangka membesarkan NU.

Sumber: Majalah NUANSA LTN NU Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penulisan Al-Quran dengan Tinta Najis

    Penulisan Al-Quran dengan Tinta Najis

    • calendar_month Sen, 12 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 620
    • 0Komentar

      Pertanyaan : Ada seseorang yang menulis al-Qur`an dan memaknai kitab tafsir al-Qur`an dengan menggunakan tinta tutul (ala santri) dan air yang digunakan untuk mencairkan tinta tersebut ternyata air najis/mutanajjis. Bagaimana menulis Al-qur`an dan memaknai kitab tafsir tersebut di saat dia mengetahui bahwa tinta tersebut itu najis ? Bagaimana solusinya, bila tulisan al-qur`an tersebut dihukumi […]

  • Pelajar Berkolaborasi, Mandiri dan Berkarya

    Pelajar Berkolaborasi, Mandiri dan Berkarya

    • calendar_month Sel, 23 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Oleh : Miftah Iam*   Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’-Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’ (PC IPNU-IPPNU) Kabupaten Pati periode 2021-2023 telah resmi dilantik. Semua pengurus disumpah dan mengucapkan janji untuk menjalankan amanah organisasi. Hal ini menandakan dimulainya perjuangan selama satu periode. Mengusung tema “Pelajar Berkolaborasi, Mandiri dan Berkarya”. Tema ini tidak hanya sebatas omong kosong […]

  • Misi Mulia Kiai Jawa yang Multitasking. Photo by Yudha Aprilian on Unsplash.

    Misi Mulia Kiai Jawa yang Multitasking

    • calendar_month Kam, 10 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 431
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Dari bacaan yang ada, orang jawa memiliki khazanah yang tak lazim. Kalau kita telusur di literasi-literasi tentang masuknya islam di pulau jawa, tentu kita temukan fakta bahwa, ‘merayu’ orang jawa untuk masuk islam—atau setidaknya ramah terhadap islam—bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan skill marketing tingkat dewa untuk bisa menembus rapatnya dinding kepercayaan yang […]

  • Duet Mahasiswa IAIN Kudus Dan IPNU/IPPNU Juwana Sukses Gelar Training of Journalistic

    Duet Mahasiswa IAIN Kudus Dan IPNU/IPPNU Juwana Sukses Gelar Training of Journalistic

    • calendar_month Sen, 4 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Salah satu pemantik sedang menyampaikan  materi dalam acara Trainning of Jurnalistic yang diselenggarakan oleh Tim KKN IAIN Kudus dan IPNU IPPNU Juwana JUWANA – PAC IPNU IPPNU Kecamatan Juwana sukses menggelar Training of Journalistic di Balai Desa Growong Lor, Minggu (3/10). Mengusung tema “Mencetak Tim Jurnalis  yang Berdedikasi dan Humanis”, kegiatan ini dapat terlaksana atas […]

  • PCNU-PATI

    Ketua PCNU Pati Hadiri Doa Bersama Lintas Agama di Mapolresta

    • calendar_month Sab, 27 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Dalam rangka mewujudkan keamanan dan kedamaian negeri, Polresta Pati gelar doa bersama lintas agama bertempat di halaman Mapolresta, Kamis (25/4/2024) malam. Kegiatan ini dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Pati, Ketua MUI Kabupaten Pati, KH. Abdul Karim, Ketua FKUB KH. Manhajussidaf, Ketua PCNU Pati KH. Yusuf Hasyim, Ketua PD Muhammadiyah KH. Lukman Hakim, tokoh Agama Kristen […]

  • PCNU-PATI Photo by novita ramadhani

    Bidadari Berlampu

    • calendar_month Ming, 19 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Setelah menarik napas melalui hidung dan menghembuskannya lewat mulut sebanyak tiga kali, Shanaya memberanikan diri mengucapkan sebuah “assalamu’alaikum” yang lirih dan sedikit serak sambil mengetuk pintu dengan halus.  Ia pandang lagi tulisan besar “Ruang Dekan” di atas pintu itu dengan perasaan was-was. Benang kusut di kepalanya bertambah kusut akibat insiden salah […]

expand_less