Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Menjadi Penulis Yang Seksi

Menjadi Penulis Yang Seksi

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 25 Jul 2021
  • visibility 310
  • comment 0 komentar

 


Menulis fiksi itu bukan perkara mudah. Karena menulis fiksi tak ubahnya menulis dengan hati, mengombinasikan antara pengalaman dan pikiran menjadi sebuah karya yang enak dibaca dan syarat akan pesan-pesan penuh makna. Namun kesulitan semua itu akan menjadi mudah tatkala sudah membaca buku karya Presiden Cerpen Indonesia Joni Ariadianata.

            Buku yang bertajuk Aku Bisa Nulis Fiksi akan menjawab semua kesulitan-kesulitan yang seringkali dihadapi oleh para penulis pemula dalam menghasilkan karya fiksi. Penulis menjelaskan berbagai pengetahuan istimewa tentang menulis fiksi (terutama cerpen) di dalamnya. Pembahasannya simpel, tidak kebanyakan teori, dan nyata benar ditulis oleh seorang pakar di bidangnya.

Joni Ariadinata mengulas beragam teori sastra langsung dengan menghadirkan contoh-contohnya sehingga membaca buku ini tidak membosankan. Terutama, karena gaya penulisannya seperti sedang mengajak para pembaca (muda) untuk mengobrolkan sehingga membaca buku sangat nyaman sekali. Walau bertindak sebagai guru menulis, sama sekali tidak ada kesan menggurui.

 Dengan lahirnya buku ini, berharap penulis sastra di Negara kita mendapat perhatian lebih dari sebelumnya. Karena hampir selama lima  puluh tahun, kesusastraan dipinggirkan dan dianggap virus yang “tidak penting-penting amat” oleh setiap peletak kebijakan pemerintah. Hasilnya kita nikmati sekarang; sebagai bangsa kita nyaris tak pernah memiliki identitas yang jelas.(hal 275)

Dalam buku ini, hampir disetiap babnya mengulas cerpen dan memberikan penjelasan perihal nilai kurang dan nilai lebih dalam cerpen tersebut. Buku ini dapat juga dikatakan buku non fiksi nonfiksi rasa fiksi. Sebab membacanya tak ubahnya membaca kumpulan  kumpulan cerpen, lengkap dengan ulasan dan analisisnya. Dan melalui ulasan tersebut, pembaca akan mendapatkan banyak sekali pelajaran tentang menulis cerpen (dan juga fiksi, bahkan tentang menulis secara umum).

Maka dari itu, penggunaan kata-kata yang tepat dalam sebuah karya fiksi mutlak diperlukan. Penggunaanya harus bisa dipahami oleh semua orang di setiap tempat dan di setiap situasi. Karena sebuah tulisan bagus memang tidak lahir dari proses yang sederhana. Kadang kala, ia harus melewati sekian banyak kegagalan demi kegagalan.(hlm. 209)

Menulis dan membaca adalah dua mata koin yang saling berkesinambungan, penulis yang tidak membaca tidak akan menghasilkan karya yang berkualitas. Maka dari itu marilah kita bertanggung jawab untuk itu, dengan senantiasa meningkatkan bobot tulisan kita lewat membaca, membaca, membaca. Setelah itu, barulah kita berproses untuk menulis, menulis, dan menulis. (hlm. 15)

            Buku ini layak menjadi konsumsi buat siapa saja yang ingin menjadi penulis atau sedang belajar menulis terutama fiksi. Sebab penulis buku ini memberikan semacam teori lewat pengalaman yang penulis geluti sendiri.


Judul                 : Aku Bisa Nulis Fiksi

Penulis              : Joni Ariadinata

Penerbit           : Diva Pres

Tahun Terbit    : Januari 2016

Tebal               : 456 hlm

ISBN               : 978-602-391-028-1

Peresensi         : Niam At Majha

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peringati Satu Abad NU, Ketua PCNU Singgung Banjir Pati

    Peringati Satu Abad NU, Ketua PCNU Singgung Banjir Pati

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.747
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Peringatan Se Abad Nahdlatul Ulama’ di Kabupaten Pati diadakan Rabu (28/1) malam di Pendopo Kabupaten Pati. Agenda tersebut dihadiri beberapa tokoh penting dari Forkopomda dan juga PCNU serta para pengurus MWC NU se-Kabupaten Pati. Sayangnya, Risma Ardhi Chandra, PLT Bupati Pati yang dijadwalkan hadir menerima undangan mendadak dari Gubernur Jawa Tengah, sehingga […]

  • Masjid Harus Ramah Anak

    Masjid Harus Ramah Anak

    • calendar_month Sel, 10 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Masjid adalah bangunan pertama Nabi pasca hijrah. Masjid berfungsi sebagai pusat penyucian hati, pendalaman ilmu dan kaderisasi. Jamaah shalat lima waktu, termasuk shalat jumat, pengajian ilmu, dan mendidik kader-kader muda Islam sejak dini tentang akidah, ilmu Al Qur’an, dan syariat Islam adalah sebagian kegiatan masjid. Era Nabi Muhammad Shallahu Alaihi Wa Sallam, masjid benar-benar tempat yang ramah […]

  • Desember 2021 hingga Februari 2022, Bulan Kaderisasi IPNU – IPPNU

    Desember 2021 hingga Februari 2022, Bulan Kaderisasi IPNU – IPPNU

    • calendar_month Sab, 5 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 388
    • 0Komentar

    Seorang peserta kaderisasi IPNU dengan penuh hikmat mencium bendera kebanggaannya dialnjutkan dengan mencium bendera Indonesia, sebagai simbol kesetiaan pada organisasi dan NKRI PATI – Bulan Desember 2021 hingga Februari 2022 merupakan bulan kaderisasi PC IPNU IPPNU Kabupaten Pati. Sejumlah pimpinan, dari mulai Ranting hingga Anak Cabang serentak mengadakan agenda kaderisasi. Dalam kesempatan ini, M. Imamul […]

  • Ajarkan Cinta NKRI, RA KH. Hasyim Asy’ari Gentan Ajak Siswa ke LANUD

    Ajarkan Cinta NKRI, RA KH. Hasyim Asy’ari Gentan Ajak Siswa ke LANUD

    • calendar_month Sel, 25 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 284
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Sukoharjo – Raudhatul Athfal KH. Hasyim Asy’ari Gentan Bendosari, Sukoharjo, melakukan kunjungan ke Lapangan Udara Adi Udara (LANUD) Adisumarmo Surakarta. Kepala RA KH. Hasyim Asy’ari, Tri Maryati, S.Pd mengatakan Kegiatan Wisata Edukasi merupakan program sekolah yang menggabungkan kegiatan wisata atau refreshing dengan memasukkan muatan materi pembelajaran di dalamnya. “Kegiatan kunjungan ke Lapangan Udara Adi […]

  • MWC-NU Gembong Sowani Gus Muwaffiq, Apa Hasilnya?

    MWC-NU Gembong Sowani Gus Muwaffiq, Apa Hasilnya?

    • calendar_month Sel, 17 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 261
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA-Rombongan pengurus MWC-NU Gembong disambut hangat di kediaman KH. Ahmad Muwaffiq di Perum Jombor Pratama nomor 19, Mlati, Sleman, Yogyakarta. K. Sholihin, ketua MWC-NU Gembong beserta tamu-tamu lain menemui Gus Muwaffiq sekitar pukul 09.00 hingga pukul 10.00 WIB, Selasa (17/9). Gus Muwaffiq (tengah) sedang Bencanda dengan K. Sholikhin (kiri) dan M. Subhan (kanan) Dalam acara […]

  • Zakat dan Pengentasan Kemiskinan dalam Perspektif KH. M.A. Sahal Mahfudz

    Zakat dan Pengentasan Kemiskinan dalam Perspektif KH. M.A. Sahal Mahfudz

    • calendar_month Kam, 5 Feb 2015
    • account_circle admin
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Salah satu masalah terbesar masyarakat Indonesia adalah tingginya angka kemiskinan. Sebagai sebuah masalah, kemiskinan perlu di definisikan terlebih dahulu kemudian di cari factor -factor apa saja yang menyebabkan masyarakat menjadi miskin dan bagaimana kemiskinan itu dapat di minimalisir. Boleh jadi kemiskinan terjadi karena kebodohan yang menyebabkan masyarakat tidak mengetahui masalah dan potensi dirinya. Selain masalah kebodohan boleh […]

expand_less