Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pesantren dan Pendidikan Karakter Santri

Pesantren dan Pendidikan Karakter Santri

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 8 Jul 2023
  • visibility 545
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto, MA

Pesantren sebagaimana kita ketahui merupakan tempat pendidikan tradisional Islam tertua di Indonesia. Bahkan menurut Nurcholis Madjid dalam bukunya ‘Bilik-Bilik Pesantren’ dijelaskan bahwa pesantren adalah wujud proses perkembangan sistem pendidikan nasional.

Ditinjau dari segi historis, pesantren tidak hanya identik dari makna keislaman, tetapi juga mengandung makna keaslian Indonesia (indigenous). Sebab, Lembaga yang serupa pesantren ini sudah ada sejak pada masa kekuasaan Hindu-Budha. Sehingga Islam tinggal meneruskan dan mengislamkan lembaga pendidikan yang sudah ada.  

Oleh karena itu pesantren sejak dulu hingga sekarang masih eksis keberadaannya dalam menebarkan pendidikan khas klasik tradisional, baik di lingkungan pondok maupun masyarakat sekitar. Sehingga keberadaan pesantren di tengah-tengah masyarakat sudah tidak diragukan lagi dalam menyebarkan pendidikan sosial-keagamaan.

Selain itu, pesantren juga memiliki daya tarik tersendiri oleh para calon wali santri untuk memondokkan anaknya di pesantren.  Mengingat untuk membentuk karakter anak, pendidikan karakter terbaik masih didominasi oleh pesantren. Karena di dalam pesantren ajaran akhlak, budi pekerti, unggah-ungguh sudah berjalan dan diamalkan oleh semua santri. Maka tak ayal, apabila para calon wali santri ingin menyekolahkan dan memondokkan anaknya di lingkungan pesantren.

Adapun data terbaru yang dihimpun di website kemenag, dari hasil Laporan Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama mencatat, ada 4,37 juta santri yang tersebar di seluruh Indonesia pada tahun ajaran 2020/2021. Para santri itu tersebar di 30.494 pondok pesantren di Nusantara.

Data di atas menunjukkan betapa signifikan jumlah santri dari tahun ke tahun terus meningkat. Hal ini tentunya menjadi sebuah kebanggan tersendiri bagi pengelola pesantren untuk terus berinovasi dan memajukan pesantren hingga ke kancah internasional.

Maka, sebelum melakukan ekspansi sampai ke luar negeri, tentunya ada beberapa hal yang terus dipertahankan dan diistikamahkan di lingkungan pesantren. Baik meliputi pendidikan holistik, karakter, dan spiritual. Adapun dalam hal ini ada beberapa point penting antara lain sebagai berikut.

Pertama, sebagai pendidikan agama. Pesantren adalah lembaga pendidikan yang mengutamakan pendalaman ilmu agama Islam. Santri (siswa pesantren) diajarkan tentang ajaran Islam, Alquran, hadis, fiqih, akhlak, dan berbagai disiplin ilmu agama lainnya. Sehingga pesantren membantu menjaga dan memperkuat identitas keagamaan dan moralitas santri.

Kedua, sebagai pembentukan karakter santri. Pesantren menempatkan pentingnya pembentukan karakter sebagai bagian integral dari proses pendidikan di lingkungan pesantren. Santri diajarkan nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, kesederhanaan, kerjasama, dan rasa hormat terhadap orang lain. Pesantren memberikan pendidikan yang holistik, mencakup aspek akademik dan karakter.

Ketiga, kemandirian. Pesantren memberikan kesempatan kepada santri untuk belajar menjadi mandiri dan bertanggung jawab atas diri mereka sendiri. Santri diberikan tanggung jawab harian seperti mengurus kebersihan diri, mencuci pakaian, atau mengatur jadwal harian mereka. Hal ini membantu mengembangkan kemandirian dan kebiasaan yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Dan sebagai cikal-bakal Ketika kelak terjun di lingkungan masyarakat.

Keempat, keberagaman. Pesantren menjadi tempat bertemunya santri dari berbagai latar belakang mulai budaya, suku, adat-istiadat, ras etnis, dan daerah. Sehingga dari situ memungkinkan terjadinya interaksi antar-santri yang beragam, saling mengenal, berbagi pengalaman, dan belajar tentang keberagaman sosial dan budaya Indonesia. Pesantren memainkan peran penting dalam memupuk toleransi dan persaudaraan antar sesama santri.

Kelima, pengembangan pengetahuan dan ketrampilan. Selain pendidikan agama, pesantren juga memberikan pelajaran umum seperti matematika, bahasa Indonesia, ilmu pengetahuan sosial, dan bahasa asing. Beberapa pesantren juga menyediakan keterampilan praktis seperti pertanian, kerajinan tangan, atau keterampilan profesional tertentu. Hal ini membantu santri dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat untuk masa depan mereka.

Dengan demikian, pesantren memiliki peran penting dalam menyediakan pendidikan yang holistik, mengembangkan karakter, memperkuat identitas keagamaan, dan membentuk kemandirian santri. Pesantren menjadi pusat edukasi yang mengintegrasikan pendidikan agama, akademik, dan karakter dalam lingkungan yang islami dan beragam.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PWNU Jateng Bangun Balai Diklat 2,5 Hektar, Dorong Transformasi Digital Pendidikan

    PWNU Jateng Bangun Balai Diklat 2,5 Hektar, Dorong Transformasi Digital Pendidikan

    • calendar_month Kam, 9 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.891
    • 0Komentar

    ‎Semarang – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah meluncurkan program strategis “NU Peduli Pendidikan” sekaligus mengumumkan pembangunan Balai Diklat Pendidikan seluas 2,5 hektar di Karanganyar, Jawa Tengah. ‎ ‎Peluncuran ini berlangsung dalam acara Halalbihalal dan Launching Program NU Peduli Pendidikan PWNU Jawa Tengah pada Kamis (9/4/2026) yang berlangsung khidmat di MG Setos Hotel Semarang […]

  • PCNU-PATI

    Ratusan Santri Pati Ziarah di Makam Gus Hasyim

    • calendar_month Rab, 23 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 659
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati melaksanakan apel sekaligus berziarah di Taman Makam Pahlawan Giri Dharma, Selasa (22/10/2024) sore. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2024. Satusan santri mengikuti kegiatan ini dengan khidmat. Kegiatan apel sekaligus ziarah dipimpin oleh Penjabat (Pj) Bupati Pati Sujarwanto Dwiatmoko. Usai apel, rombongan […]

  • PCNU-PATI Photo by Martin Marek

    Tonjolisasi

    • calendar_month Rab, 11 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 415
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Saban malam. Menjelang rehat, rumah saya selalu didatangi teman-teman baik dari tetangga, kolega kerja, bahkan orang yang baru saja bertutur sapa pun bisa rehat, istirahat di rumah. Semuanya dengan maksud dan tujuan berbeda-beda. Ada yang sekadar ngopi saja dengan jangongan ngalor ngidul ngetan ngulon tanpa tentu arah. Saya hanya menjadi […]

  • Menyiapkan Generasi Masa Depan, Kemenag dan INISNU Temanggung Gelar Bimbingan Remaja Usia Nikah

    Menyiapkan Generasi Masa Depan, Kemenag dan INISNU Temanggung Gelar Bimbingan Remaja Usia Nikah

    • calendar_month Rab, 14 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 20.353
    • 0Komentar

    TEMANGGUNG – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Temanggung bekerja sama dengan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung menggelar kegiatan Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) pada Selasa (13/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di kampus INISNU Temanggung ini diikuti secara antusias oleh puluhan mahasiswa. BRUN tersebut bertajuk “In This Economy Marriage Is Scary” Program BRUN ini dilaksanakan sebagai […]

  • PCNU-PATI

    MTQ ke-XXX Jawa Tengah Resmi Dibuka

    • calendar_month Jum, 26 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 517
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id –  Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXX tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2024 digelar di Kabupaten Pati. Kegiatan ini berlangsung pada 25-29 April 2024. Kompetisi MTQ kali ini terdiri atas 9 cabang dengan 24 golongan lomba yang dibagi dalam 12 Majelis. Di antaranya tilawah, hafalan, tafsir Al Qur’an, serta seni kaligrafi. Pembukaan kegiatan yang bertema […]

  • PCNU-PATI

    Kubah

    • calendar_month Jum, 25 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 526
    • 0Komentar

    Pada tahun 1977, sebuah cerita pendek yang berjudul Jasa-Jasa Buat Sanwirya memperoleh Hadiah Harapan Sayembara Kincir Emas Radio Nederlands Wereldomroep. Lalu pada tahun 1980, novel karangannya yang berjudul Kubah memenangkan hadiah Yayasan Buku Utama. Selanjutnya tiga novelnya yang berjudul Ronggeng Dukuh Paruk (1982), Lintang Kemukus Dini Hari (1985), dan Jentera Bianglala (1986) meraih hadiah Yayasan […]

expand_less