Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Menengok Vonis Harvey Moeis dan Viralnya Ceramah KH Zainuddin MZ

Menengok Vonis Harvey Moeis dan Viralnya Ceramah KH Zainuddin MZ

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 7 Jan 2025
  • visibility 597
  • comment 0 komentar

Oleh: Umar Hanafi

Pati – Belakangan ini publik Indonesia gemas dengan vonis terdakwa korupsi tambang timah Bangka Belitung, Harvey Moeis. Edan saja, dengan kerugian negara mencapai Rp 300 triliun, suami aktris cantik Sandra Dewi itu hanya divonis 6,5 tahun penjara.

Vonis Harvey Moeis menyayat rasa keadilan masyarakat.  Publik pun membanding-bandingkan dengan vonis kasus pidana lainnya. Mereka -tentu penulis juga-  marah dengan putusan hakim Eko Aryanto.

Vonis ini berbeda dengan kasus Nenek Asiani yang sempat dituding mencuri 7 batang kayu milik Perhutani. Ia harus menghadapi ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Berbeda jauh dengan persidangan Harvey Moeis yang diwarnai senyuman oleh terdakwa, nenek asal Situbondo, Jawa Timur, itu memohon-mohon sambil berlutut kepada hakim supaya tidak mendapat hukuman.

Kasus Harvey Moeis juga sangat timbang dengan kasus yang menjerat politisi Partai Demokrat, Angelia Sondak. Suami Aji Massaid yang menerima suap dari perusahaan Nazaruddin sebesar Rp 12,5 itu mendapatkan hukuman 12 tahun penjara pada tahun 2013.

Netizen juga ramai-ramai membuat video satir. Mereka, tentu penulis juga, rela dipenjara 6,5 tahun bila mendapatkan imbalan Rp 300 triliun. Bahkan ada yang mau dipenjara 6,5 tahun dengan imbalan jauh lebih kecil, Rp 1 triliunan.

Tak berhenti di sana, usai vonis ini, ceramah KH Zainudin MZ mendadak viral. Dengan bantuan teknologi AI, netizen mengkritik hakim Eko Aryanto dengan memasukkan suara ceramah Dai Sejuta Umat, Kiai Zainuddin MZ.

Netizen Negeri Konoha  memang jago. Dalam ceramahnya, Kiai Zainuddin mengungkapkan bakal ada di suatu masa, penegak hukum yang mentalnya seperti anjing.

“Anjing akan setia kepada siapa saja yang memberikannya daging. Kalau diminta jaga rumah, dia tidak bisa membedakan mana yang maling dan mana yang tamu. Kalau yang datang tamu, dia tidak bawa apa-apa pasti digonggong,” katanya.

Rasa-rasanya, penegak hukum yang mentalnya bak anjing ini tidak ada di Indonesia. Penegak di Indonesia sudah bersih, tak mungkin mempunyai mental anjing seperti yang digambarkan KH Zainuddin dan para netizen.

Putusan Hakim Eko Aryanto kepada Harvey Moeis menunjukkan kearifannya dalam memutuskan perkara. Dirinya memilih menghukum ringan Harvey Moeis lantaran tak mau memberikan hukuman yang berat bagi orang yang belum tentu bersalah di mata Tuhan.

Kalau memang bersalah, yang mulia hakim Eko Aryanto memberikan kesempatan Harvey Moeis  untuk bertobat dengan tak memvonis hukuman mati bagi koruptor seperti di China. Bila tak bertobat, mungkin Eko Aryanto berharap agar hukuman Harvey Moeis tak habis di dunia.

Hakim Eko Aryanto memberikan celah agar Harvey Moeis juga mendapatkan hukuman di akhirat nanti. Kearifan hakim Eko Aryanto mencerminkan kearifan penegak hukum lainnya.

Gambaran KH Zainuddin MZ bahwa akan ada penegak hukum yang tak bisa membedakan penjahat dan orang baik rasa-rasanya tidak di Indonesia. Rasa-rasanya penegak hukum di Indonesia sudah baik dan purna menjalankan kewajibannya.

Tak ada proyek pesanan bagi pemberi jabatan dan makan. Para penegak hukum di Indonesia menegakkan hukum dengan kearifan, kejujuran dan keadilan. Mungkin dan semoga saja.

Umar Hanafi, Kordinator Bidang Media dan Penyiaran PC LTNU Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Musyawarah, Kumini Duduki Jabatan Ketua Muslimat NU Semirejo

    Musyawarah, Kumini Duduki Jabatan Ketua Muslimat NU Semirejo

    • calendar_month Kam, 7 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 581
    • 0Komentar

    GEMBONG-Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Gembong mulai melakukan turba untuk membentuk pengurus-pengurus ranting. Upaya ini merupakan motto utama Muslimat NU Gembong yang berkeinginan untuk menjamiyyahkan jamaah. Dengan kata lain, membangun jamaah saja tidak cukup, namun harus dengan jam’iyyah atau organisasi. Kuniati, S.Pd.I. (gamis ungu) ketua terpilih dalam pemilihan pengurus Muslimat NU Ranting Semirejo, Gembong […]

  • Petanesia Pati Siap Jaga Keutuhan NKRI

    Petanesia Pati Siap Jaga Keutuhan NKRI

    • calendar_month Sab, 12 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 710
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Pecinta Tanah Air Indonesia (Petanesia) Kabupaten Pati adakan rapat kerja (raker), Jumat (11/8/2023) siang. Raker yang berlangsung di Hotel Pati tersebut diikuti oleh puluhan anggota.  Wakil Ketua Petanesia Jawa Tengah, Muh Zen mengatakan, organisasi ini sudah berdiri sejak 2018 silam dengan berpusat di Pekalongan. Sementara di Kabupaten Pati, baru didirikan satu tahun ini. “Didirikan […]

  • AI dan Hadist Nabi

    AI dan Hadist Nabi

    • calendar_month Sen, 13 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 793
    • 0Komentar

    Oleh : Isyrokh Fuaidi Kehadiran AI atau kecerdasan buatan telah menjadi salah satu inovasi teknologi yang memukau saat ini di tengah pesatnya perkembangan industri 4.0 dan society 5.0. Meski kehadirannya sudah cukup lama, tetapi rasanya momen kekaguman sekaligus kecemasan masyarakat terhadap AI mencapai puncaknya belum lama ini yaitu di tahun 2023-2024 dimana platform AI dari […]

  • Photo by Panatagama

    Pernikahan Kritis Part I

    • calendar_month Ming, 17 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 627
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin “Jujur, Dek Jila. Kamu udah berzina sama bule Kanada itu?” “Astaghfirullah … Mas, hati-hati kalau ngomong.” “Ah ya, ummi memang benar. Lelaki bule pasti lebih memesona dibanding aku. Aku tahu kamu sakit hati aku menikah lagi. Tapi kamu kan tahu aku terpaksa.” “Mas … tolong jangan telan mentah-mentah fitnah keji itu. […]

  • Upaya Menghidupkan Jiwa Kebangsaan Melalui Gerakan Kebudayaan

    Upaya Menghidupkan Jiwa Kebangsaan Melalui Gerakan Kebudayaan

    • calendar_month Jum, 1 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 540
    • 0Komentar

    Oleh : M. Jadul Maula Dewasa ini berbagai tantangan kehidupan kebangsaan kita semakin abstrak, dan kemudian hal itu berdampak nyata berupa absurdnya aktualisasi nilai-nilai kebangsaan kita. Saat ini kita cenderung lebih memuja sesuatu yang verbal, yang hanya berorientasi pada sesuatu yang bersifat material, dan menomorduakan yang substansial dan spiritual. Lesbumi atau Lembaga Seni dan Budaya […]

  • Festival Muria Raya 5: Merayakan Panen Kopi dengan Musik Batu

    Festival Muria Raya 5: Merayakan Panen Kopi dengan Musik Batu

    • calendar_month Sen, 18 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 555
    • 0Komentar

      Jepara – Festival Muria Raya ke-5 sukses digelar di Dukuh Duplak, Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Minggu (17/8/2025). Festival ini seolah-olah merayakan panen kopi dengan memainkan musik batu. Sebuah panggung yang terbuat dari anyaman bambu berdiri indah di Petilasan Mbah Robyong. Beberapa seniman dari berbagai daerah hilir mudik mementaskan karya-karyanya. Seni […]

expand_less