Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Ramadan dan Muhasabah diri

Ramadan dan Muhasabah diri

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 16 Mar 2024
  • visibility 409
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto, MA

“Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.” Q.S: Albaqarah 183.

Momentum datangnya bulan suci Ramadan tentunya sangat dinantikan oleh semua umat Muslim di seluruh penjuru dunia. Datangnya bulan suci ini tentunya disambut dengan gagap-gempita baik melalui medsos (media sosial) maupun melalui selebaran pamflet, banner, dan poster yang terpasang di pelbagai tempat.

Momentum datangnya bulan yang penuh rahmat ini dijadikan seluruh umat Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak melakukan amal ibadah, seperti membaca Alquran, zikir, ifaq, sedekah, memberi takjil, dan bentuk amal jariyah lainnya.

Dari beberapa bentuk amal jariyah di atas menunjukkan betapa antusiasnya umat Muslim untuk berlomba-lomba dalam melakukan amal ibadah. Hal ini tidak lain mengharap ridlo, rahmat, hidayah, dan maghfirah di bulan yang penuh berkah ini. Maka, tak ayal apabila setiap satu tahun sekali semua umat muslim berlomba-lomba untuk beribadah.

Selain itu juga momentum bulan Ramadan juga dijadikan untuk muhasabah, mengingat di bulan yang penuh maghfirah ini semua bentuk amal ibadah akan dilipat gandakan pahalanya dan akan diampuni segala kesalahannya bagi orang-orang yang ingin bertaubat. Dalam hal ini Rasulullah saw bersabda.

“Siapa yang berpuasa pada bulan Ramadan dengan iman dan harapan pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa yang shalat pada Lailatul Qadar dengan iman dan harapan pahala, maka diampuni juga dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam hadis di atas disebutkan bahwa orang yang berpuasa selama bulan Ramadan dan menghabiskan malam lailatul qadar dengan melakukan ibadah sunnah dan berharap pahala dari Allah Swt. Mereka akan diampuni semua dosa sebelumnya.

Hal ini sebagaimana penulis nukil dari nu. online bahwa hadits di atas tentang ibadah yang dapat secara otomatis menghapus dosa seseorang, imam Muslim mengatakan bahwa dosa-dosa di sini hanyalah dosa kecil, bukan dosa besar.

Karena, jika seseorang melakukan dosa besar, cara untuk melenyapkannya adalah dengan memohon ampun dan bertaubat dengan sungguh-sungguh. Hal ini masuk akal, karena setiap orang pasti melakukan dosa kecil, entah sengaja maupun tidak. Jadi, hanya dengan memperbanyak ibadah yang biasa kita lakukan akan cukup untuk menghapusnya. Peluang untuk mendapatkan ampunan akan lebih besar jika ibadah tersebut dilakukan selama bulan Ramadan.

Oleh karena itu, momentum datangnya bulan Ramadan marilah kita jadikan sebagai bentuk intropeksi diri kita kepada Allah dan marilah kita tingkatkan ibadah kita kepada Allah Swt. Agar di dalam bulan yang penuh berkah ini kita mendapatkan rahmat, hidayah, dan maghfirah dari Allah swt.

Dan marilah kita jadikan Ramadan ini untuk mengharap ampunan dan ridlo kepada Allah swt. Dengan memperbanyak melakukan amal ibadah dan kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah swt. Agar di bulan yang penuh berkah ini kitab isa mendaptkan hidayah dari Allah Swt.

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ngaji Daring KKN MDR Valhalla Ipmafa Bahas Vaksin

    Ngaji Daring KKN MDR Valhalla Ipmafa Bahas Vaksin

    • calendar_month Sab, 21 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 546
    • 0Komentar

      Para peserta KKN MDR Valhalla Ipmafa berpose denga Dr. Jamal Ma’mur usai ngaji daring yang diampu oleh wakil ketua PCNU Pati tersebut MARGOYOSO-Tanggal 20 Agustus 2021 KKN MDR IPMAFA Kelompok 17 (Valhalla) mengadakan ngaji daring dengan tema vaksin dalam perspektif islam. Kegiatan ini dilatar belakangi karena banyak masyarakat yang masih meragukan dan takut akan […]

  • Zoominar Ipmafa Hadirkan Penulis Novel Best Seller

    Zoominar Ipmafa Hadirkan Penulis Novel Best Seller

    • calendar_month Sel, 27 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 439
    • 0Komentar

    Gus Rozin, Rektor Ipmafa memberikan sambutan dalam acara zoominar nasional bertajuk ‘Islam Wasathiyyah, Sastra Pesantren, dan Krisis Kemanusiaan’ yang digelar oleh Pusat Studi Pesantren dan Fiqh Sosial (PUSAT FISI) Ipmafa. MARGOYOSO-Pusat Studi Pesantren dan Fiqh Sosial (PUSAT FISI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (Ipmafa), menyelenggarakan Zoominar Nasional, Sabtu, (24/7). Agenda yang mengusung tema ‘Islam Wasathiyyah, Sastra Pesantren, dan […]

  • PCNU PATI. Takbir Keliling di Pati Masih Belum Diperbolehkan.

    Takbir Keliling di Pati Masih Belum Diperbolehkan

    • calendar_month Kam, 14 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 610
    • 0Komentar

    PATI – Takbir keliling sudah menjadi tradisi tahunan di sejumlah desa yang ada di Pati. Namun, pada tahun ini masyarakat masih belum diperbolehkan mengadakannya. Bupati Pati Haryanto megatakan, masih sama seperti dua tahun belakangan, masyarakat di Bumi Mina Tani belum diizinkan  menggelar takbir keliling pada malam perayaan hari raya Idulfitri 1443 H/2022 M ini. Masyarakat […]

  • PCNU-PATI

    Penguatan SDM IPNU-IPPNU, Tim KKN IPMAFA Desa Pasucen Adakan Pelatihan MC

    • calendar_month Sel, 8 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 511
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-Tim KKN IPMAFA Desa Pasucen mengadakan kegiatan pelatihan MC dengan menggandeng IPNU dan IPPNU dari ranting pasucen dan dukuh wonokerto. Kegiatan yang diadakan di Masjid Sirojul Anam ini merupakan salah satu rangkaian program Tim KKN di pilar sosial-keagamaan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan SDM IPNU-IPPNU di bidang master of ceremony(MC). Materi yang disampaikan dalam acara […]

  • Ketua Lembaga Falakiyah PBNU Wafat, PCNU Pati Ungkapkan Duka Cita

    Ketua Lembaga Falakiyah PBNU Wafat, PCNU Pati Ungkapkan Duka Cita

    • calendar_month Rab, 19 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 526
    • 0Komentar

    PATI-Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama’ (PCNU) Kabupaten Pati menyatakan duka cita yang mendalam. Hal ini diungkapkan langsung oleh ketua PCNU Pati, K. Yusuf Hasyim Atas wafatnya KH. Ghozali Masruri. KH. Ghozali Masruri (kanan) saat didatangi Sekjend PBNU, Ahmad Helmy Faishal Zaini (kiri) di kantor Lembaga Falakiyah, PBNU.  Ketua Lembaga Falakiyah (astronomi) PBNU ini meninggal dunia Rabu […]

  • PCNU-PATI

    Pesantren sebagai Center Studi Masyarakat

    • calendar_month Sab, 10 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 396
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto,MA Pesantren sebagaimana kita pahami merupakan tempat belajar para santri yang di dalamnya terdapat kiai, santri, kitab kuning, dan bangunan. Sehingga pesantren merupakan model pendidikan tertua yang ada di Pulau Jawa-Madura. Salah satu tradisi agung (great tradition) di Indonesia adalah tradisi pengajaran agama Islam dan khazanah kitab kuning. Dimana tradisi tersebut sudah turun-temurun […]

expand_less