Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Ramadan dan Muhasabah diri

Ramadan dan Muhasabah diri

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 16 Mar 2024
  • visibility 325
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto, MA

Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.” Q.S: Albaqarah 183.

Momentum datangnya bulan suci Ramadan tentunya sangat dinantikan oleh semua umat Muslim di seluruh penjuru dunia. Datangnya bulan suci ini tentunya disambut dengan gagap-gempita baik melalui medsos (media sosial) maupun melalui selebaran pamflet, banner, dan poster yang terpasang di pelbagai tempat.

Momentum datangnya bulan yang penuh rahmat ini dijadikan seluruh umat Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak melakukan amal ibadah, seperti membaca Alquran, zikir, ifaq, sedekah, memberi takjil, dan bentuk amal jariyah lainnya.

Dari beberapa bentuk amal jariyah di atas menunjukkan betapa antusiasnya umat Muslim untuk berlomba-lomba dalam melakukan amal ibadah. Hal ini tidak lain mengharap ridlo, rahmat, hidayah, dan maghfirah di bulan yang penuh berkah ini. Maka, tak ayal apabila setiap satu tahun sekali semua umat muslim berlomba-lomba untuk beribadah.

Selain itu juga momentum bulan Ramadan juga dijadikan untuk muhasabah, mengingat di bulan yang penuh maghfirah ini semua bentuk amal ibadah akan dilipat gandakan pahalanya dan akan diampuni segala kesalahannya bagi orang-orang yang ingin bertaubat. Dalam hal ini Rasulullah saw bersabda.

Siapa yang berpuasa pada bulan Ramadan dengan iman dan harapan pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa yang shalat pada Lailatul Qadar dengan iman dan harapan pahala, maka diampuni juga dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam hadis di atas disebutkan bahwa orang yang berpuasa selama bulan Ramadan dan menghabiskan malam lailatul qadar dengan melakukan ibadah sunnah dan berharap pahala dari Allah Swt. Mereka akan diampuni semua dosa sebelumnya.

Hal ini sebagaimana penulis nukil dari nu. online bahwa hadits di atas tentang ibadah yang dapat secara otomatis menghapus dosa seseorang, imam Muslim mengatakan bahwa dosa-dosa di sini hanyalah dosa kecil, bukan dosa besar.

Karena, jika seseorang melakukan dosa besar, cara untuk melenyapkannya adalah dengan memohon ampun dan bertaubat dengan sungguh-sungguh. Hal ini masuk akal, karena setiap orang pasti melakukan dosa kecil, entah sengaja maupun tidak. Jadi, hanya dengan memperbanyak ibadah yang biasa kita lakukan akan cukup untuk menghapusnya. Peluang untuk mendapatkan ampunan akan lebih besar jika ibadah tersebut dilakukan selama bulan Ramadan.

Oleh karena itu, momentum datangnya bulan Ramadan marilah kita jadikan sebagai bentuk intropeksi diri kita kepada Allah dan marilah kita tingkatkan ibadah kita kepada Allah Swt. Agar di dalam bulan yang penuh berkah ini kita mendapatkan rahmat, hidayah, dan maghfirah dari Allah swt.

Dan marilah kita jadikan Ramadan ini untuk mengharap ampunan dan ridlo kepada Allah swt. Dengan memperbanyak melakukan amal ibadah dan kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah swt. Agar di bulan yang penuh berkah ini kitab isa mendaptkan hidayah dari Allah Swt.

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tanggung Jawab Kiai Pesantren

    Tanggung Jawab Kiai Pesantren

    • calendar_month Jum, 20 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 554
    • 0Komentar

    KH. M. Aniq Muhammadun, Rais Syuriyah PBNU dalam acara halal bi halal yang diselenggarakan RMI-NU Pati (Kamis, 19 Mei 2022) di IPMAFA Pati menjelaskan tanggungjawab kiai pesantren. Pertama, aktif mengaji Kiai harus mengaji kepara para santri. Kiai yang mampu mengaji adalah kiai yang mempunyai kapasitas keilmuan memadai sehingga mampu menjelaskan kandungan al-Qur’an-hadis yang ada dalam […]

  • PCNU - PARI Photo by Foundry

    Peningkatkan Minat Baca Siswa Madrasah Ibtidaiyah

    • calendar_month Sel, 5 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Membaca adalah hal yang sangat penting dalam memajukan setiap pribadi manusia maupun suatu bangsa. Dengan membaca, kita dapat memperluas wawasan dan mengetahui dunia. Namun sebuah persoalan membaca yang selalu mengemukan, terutama di kalangan pelajar, adalah bagaimana cara menimbulkan minat dan kebiasaan membaca. Banyak negara berkembang memiliki persoalan yang sama, yaitu kurangnya Minta membaca di kalangan […]

  • Muskerwil-VI BEM PTNU Jateng-DIY Dibuka Hari Ini

    Muskerwil-VI BEM PTNU Jateng-DIY Dibuka Hari Ini

    • calendar_month Jum, 2 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 544
    • 0Komentar

    PURWOREJO-Pagi tadi, Jumat (2/8) Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi NU se-Jawa Tengah dan DIY menggelar Musyawarah Kerja Wilayah-VI (Muslerwil). Kegiatan yang remcananya berlangsung hingga Minggu (4/8) ini menghadirkan tokoh-tokoh nasional. Sebut saja KH. Ahmad Chalwani (Wakil Rois Syuriyah PW-NU Jawa tengah), Taj Yasin (Wakil Gubernur Jawa Tengah), Abdul Kadir Karding (Anggota DPR RI), Dr. […]

  • Siswa MAN 1 Pati Kunjungi KPU, Ini Tujuannya

    Siswa MAN 1 Pati Kunjungi KPU, Ini Tujuannya

    • calendar_month Jum, 9 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 389
    • 0Komentar

    PATI – Puluhan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Pati mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, pada Kamis (8/9/2022) pagi. Di dampingi oleh para guru, mereka belajar memahami pendidikan politik. Hal itu agar nantinya mereka dapat berperan aktif di masyarakat ketika sudah mempunyai hak pilih.  Salah satu siswa kelas X MAN 1 Pati, […]

  • H. Dr. Ahmad Choiron, M.Ag : Tidak Perlu Program Muluk-Muluk

    H. Dr. Ahmad Choiron, M.Ag : Tidak Perlu Program Muluk-Muluk

    • calendar_month Ming, 8 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 669
    • 0Komentar

    WINONG – H. Dr. Ahmad Choiron, M.Ag, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pati menyampaikan bahwa MWC tidak perlu membuat program yang muluk-muluk. Harapan ini disampaikan dalam sambutannya saat mewakili Ketua PCNU Kab. Pati dalam acara Konferensi MWC NU dan PAC Muslimat NU Kecamatan Winong, Ahad (08/09) pagi ini. H. Dr. Ahmad Choiron, M.Ag, mewakili Ketua PCNU Pati […]

  • Rakercab Ma’arif Temanggung, Ma’arif Jateng Paparkan 10 Program Unggulan

    Rakercab Ma’arif Temanggung, Ma’arif Jateng Paparkan 10 Program Unggulan

    • calendar_month Sel, 17 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 403
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Temanggung – Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LP. Ma’arif NU PCNU) Temanggung menyelenggarakan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) pada Selasa (17/6/2025) bertempat di Hall Babussalam NU, Kompleks INISNU Temanggung. Kegiatan ini merupakan forum tertinggi LP Ma’arif NU di tingkat cabang yang bertujuan merancang program kerja jangka pendek tahun 2025 serta program strategis […]

expand_less