Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Sebuah Visi Hidup Kaum Santri

Sebuah Visi Hidup Kaum Santri

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 8 Mei 2017
  • visibility 651
  • comment 0 komentar

Buku yang bertajuk kisah keseharian di pesantren ini, penulis mencoba memberikan informasi terkait kegiatan yang di lakukan oleh para kaum sarungan. Bisa dikatakan sebagai pembuka jendela kecil pembuka cerita-cerita yang tersimpan pendam di pesantren. (hal vi)
Malamatiyyah, istilah ini dipopulerkan pertama kali oleh seorang sufi asal Naisabur Khurasan, yaitu Syaikh Hamdun bin Ahmad al-Qashshar (wafat 271 H). Karena yang pertama kali membumikan istilah ini adalah Syaikh Hamdun al-Qashshar, dalam Kasyful Mahjub, Syaikh al-Hujwiri menyebut golongan ini dengan julukan al-Qashshariyyah.
Secara etimologi, Malamatiyyah diambil dari kata bahasa Arab al-Malamah, yang artinya adalah cacian dan hinaan. Secara terminologis, kata ini bisa dimaknai sebagai sebuah faham, aliran, atau golongan yang memiliki kecenderungan merendahkan diri mereka di mata manusia, untuk mencapai derajat tinggi di sisi Allah Yang Maha Esa. Malamatiyyah adalah golongan yang majhul fil ardhi ma’ruf fis-sama’, tidak populer di bumi namun sangat terkenal di langit. Mereka berjuang di jalan Allah secara sembunyi-sembunyi dalam jalan yang sunyi, tanpa pernah terpengaruh sedikit pun oleh puji atau pun caci. Yujahiduna fi sabilillah wala yakhafuna lawmata laim.
Malamatiyyah muncul sebagai kritik sekaligus antitesa atas polarisasi atribut bagi kaum sufi yang terjadi di Irak pada sekitar abad ke-2 dan ke-3 Hijriah. Pada mulanya, yang pertama kali muncul dari gerakan kaum sufi adalah sikap zuhudnya. Diantara cara mengungkapkan sikap zuhud bagi kaum sufi adalah dengan mengenakan pakaian sederhana, yang kala itu diekspresikan dengan mengenakan pakaian yang terbuat dari kain wol (shuf). Ketika pakaian yang terbuat dari kain wol itu familiar dan menjadi atribut bagi kaum sufi, muncullah gerakan atau faham Malamatiyyah ini, yang sangat tidak sepakat dengan adanya atribut kaum sufi (zayy ash-shufiyyah). Bagi mereka, sufi seharusnya menyembunyikan jatidiri dan rahasianya dari pandangan mata manusia. Kaum Malamatiyyah memiliki komitmen kuat untuk memerangi sifat keakuan (ananiyyah), ujub, takabbur, riya’ dan penyakit-penyakit hati lain yang sering hinggap di hati manusia.
Malamatiyyah bagi kaum santri, adalah ketika ia mampu menjadi air samudera, yang tak terpengaruh rasanya, baik ketika air hujan menimpa atau air sungai menerpa. Air samudera yang lantang mengatakan sakit kepada setiap yang terluka, namun lekas menjadi penawar bagi segala luka-luka.
Serumpun kumpulan cerpen ini layak untuk dijadikan konsumsi bagi siapa saja, terutama kaum santri. Akan tetapi dalam bunga rampai Malamatiyyah penulis tidak mengindahkan sumber karya sebelumnya. Karena sebagian judul cerpen pernah dimuat dimedia lain, atau bahkan ada dalam kumpulan cerpen bersama. Meskipun ini antologi tunggal hal tersebut perlu di perhatikan.
Judul                            : Malamatiyyah
Penulis                          : Sahal Japara
Penerbit                       : Mutamakkin Pres
Tahun Terbit                : Pertama, April 2017
Tebal                            : 226 halaman
ISBN                           :  978-773-62862-3-3
Peresensi                     : Pujianto
                                                 
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Mengenang Kebaikan Gus Umar

    • calendar_month Sen, 4 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 600
    • 0Komentar

    Oleh : Muhammad Agung F. Aziz Masih merasa kehilangan dengan berpulangnya Gus Umar. Terkenang masa 18 tahun silam saat ngaji Usul Fiikih dengan beliau. Gus Umar sosok kiai muda yang mendalam ilmu pengetahuannya. Pertemuan dengan beliau selalu kami rindukan, sebab jika sudah membahas ilmu, Gus Umar nampak seperti lautan, tak pernah habis meski berupaya di […]

  • Jeng Yah

    Jeng Yah

    • calendar_month Sen, 20 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 470
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Di tengah kepulan asap kretek yang menyatu dengan aroma masa, Gadis Kretek, sebuah karya Ratih Kumala, melukiskan narasi sejarah rokok di Indonesia. Terbit perdana pada tahun 2012, dan kini novel ini telah lahir versi filmnya. Hal ini tentu saja memberikan dimensi baru pada ceritanya yang telah melekat di hati pembaca. […]

  • Gandeng Lesbumi Pati, Gandrung Sastra Muncul Kembali

    Gandeng Lesbumi Pati, Gandrung Sastra Muncul Kembali

    • calendar_month Jum, 21 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 607
    • 0Komentar

      Pati – Gandrung Sastra muncul kembali menjelang bulan suci Ramadan, Kamis (20/2/2025) malam. Acara tadarus puisi ini menggandeng beberapa pihak, salah satunya Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Pati. Gairah sastra di Bumi Mina Tani pun kembali menggeliat dalam gandrung Gandrung Sastra #13 itu. Suasana syahdu pun tercipta di Rumah Gandrung Sastra Desa Sekarjalak, […]

  • KH Ali Yafie: Sang Mujaddid Fiqh Klasik

    KH Ali Yafie: Sang Mujaddid Fiqh Klasik

    • calendar_month Ming, 26 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 456
    • 0Komentar

    Oleh : Dr. H. Jamal Makmur Asmani KH. Ali Yafie adalah sosok reformer fiqh klasik. Beliau mampu menjelaskan kandungan fiqh klasik secara sistematis, argumentatif, dan kontekstual. Hal ini bisa dibaca dari karya-karya beliau yang luar. Alhamdulillah penulis bisa memiliki beberapa karya beliau yang sangat bernas. Fiqh sosial, fiqh bi’ah (fiqh lingkungan), konsultasi fiqh mengupas problematika […]

  • Ketua FKPT Jateng Sebut Harmoni Lahir dari Perjumpaan dan Penghargaan

    Ketua FKPT Jateng Sebut Harmoni Lahir dari Perjumpaan dan Penghargaan

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 540
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Semarang – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI menggelar kegiatan bertajuk “Pitutur Cinta: Implementasi Ajaran Agama dalam Bingkai NKRI dengan Semangat Cinta Kasih”, yang melibatkan tokoh lintas agama, akademisi, serta generasi muda dari berbagai latar belakang pada Jumat 18 Juli 2025. Acara yang digelar melalui […]

  • PCNU-PATI Photo by Museum of New Zealand Te Papa Tongarewa

    Puisi-Puisi Ardhi Ridwansyah

    • calendar_month Ming, 21 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 542
    • 0Komentar

    ELEGI BUKA PUASA Ramah azan menyapa senja Lepas dahaga biar tak usang Ucap syukur termaktub dalam tetes air Yang melintasi kerongkongan; Rekah jiwa di bulan berkah. Ingin lekas hati pulang Namun jalan tak lekas luang Mobil motor berbagi ruang Saling tegur mesin menderu jalang. Ingat opor ayam kepala meriang Dan kurma goda selera menuai bara […]

expand_less