Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Membongkar Rahasia Perdukunan

Membongkar Rahasia Perdukunan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 7 Nov 2017
  • visibility 219
  • comment 0 komentar
Sejak berabad lamanya telah berkembang ilmu supranatural dan kedigdayaan. Para empu, dukun dan pendekar pada masa kerajaan Hindu, Buddha dan Islam telah meramu mantra-mantra dan mencipta jimat kesaktian untuk peperangan. Cara mereka pun ada yang shalihahdan ada yang fasidah. Yang shalihah, masyarakat menyebutnya sebagai Ilmu Putih dan yang fasidah disebut Ilmu Hitam.Ilmu putih berangkat dari ketawadhu’an untuk perdamaian, ilmu hitam dari kesombongan untuk penguasaan. Itu hanyalah pengesanan masyarakat untuk membedakan yang baik dan yang buruk.

Namun dalam tradisi pesantren, amal-amal supranatural sering disebut sebagai perdukunan. Kalau ada santri tiba-tiba rajin wirid tengah malam dan puasa Senin-Kamis, teman-temannya mengatakan, “Ia sedang Ndukun.” Kalau Mbah Kiai sedang mengomat-ngamiti air putih, para santri menyebut: “Mbah Kiai sedang Ndukun!” Istilah inilah yang memberikan ilham bagi judul buku ini: Membongkar Keajaiban Perdukunan Para Kiai. (hal xxi)
Mendengar kata perdukunan, ada kesan syirik pada sebagian kalangan atas praktik yang dilakukan oleh para Kiai. Namun dengan membaca pengantar buku ini saja, anda akan mendapatkan perspektif yang berbeda. Sebagai khadim umat dan tokoh sentral yang dianggap serba bisa, para Kiai dituntut untuk memberikan solusi atas berbagai problem yang dihadapi masyarakat, dari masalah usaha, sakit gigi, perjodohan, bahkan hingga kasus kerasukan jin.
Lafadz, mantraatau rajah adalah sekadar alat untuk sebuah tujuan. Ia sah dan didengar oleh Allah dengan bahasa atau shigat apa pun, dengan cara apa pun selama tidak ada kezhaliman di dalamnya. Cara berdoa (uslubud-dua) adalah sebuah teknik untuk membangun gelombang tadharru’, agar si pendoa menjadi yakin dan sungguh-sungguh dengan permintaannya, karena Allah lebih mengijabahikesungguhan daripada keraguan, sebagaimana sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Hurairah ra:
 Berdoalah kalian kepada Allah dengan penuh keyakinan akan adanya ijabah dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah tidak mengijabahi doa dari hati yang kosong dan lalai.”(hal xviii).
Buku karya al-Maghfurlah KH. A. Mudjab Mahalli, pendiri sekaligus pengasuh generasi pertama Pesantren al-Mahalli Brajan Wonokromo Pleret Bantul DIY, ini mengetengahkan berbagai contoh perdukunan yang dikembangkan oleh para Kiai yang bukan merupakan ilmu hitam. Praktik yang mereka lakukan adalah penafsiran atas ajaran Nabi Muhammad SAW. Guratan rajah yang ditulis dalam serat ajianyang diwirid merupakan mantra-mantra ilahi yang oleh para Kiai digunakan sebagai wasilah untuk mendatangkan kekuatan, menangkis bala’ atau menangkap keberuntungan.
Buku ini menyingkap aji-aji dan mantra-mantra Kiai dari masa ke masa, warisan para Salafush Shalih yang telah terbukti keampuhannya, atas izin Allah. Oleh karena diungkap dengan menarik dan detail, siapa pun akan mudah dalam mempelajarinya.  



Judul              : Membongkar Keajaiban Perdukunan Para Kiai

Penulis            : KH. A. Mujab Mahalli


Penerbit           :AL-MAHALLI PRESS
Cetakan           : 1, September 2017 
Tebal              : 226 hlm
ISBN               :978-602-8480-91-8
Perresensi        : Siswanto (Ta’mir Masjid Ukhuwah Islamiyah Yogyakarta)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 25 Ribu Peserta Meriahkan Jalan Sehat Santri NU Jateng 2025

    25 Ribu Peserta Meriahkan Jalan Sehat Santri NU Jateng 2025

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.397
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id Semarang — Semangat kebersamaan dan nuansa hijau khas Nahdlatul Ulama (NU) menyelimuti Stadion Pandanaran, Wujil Bergas, Kabupaten Semarang, Sabtu (25/10/2025). Ribuan masyarakat tumpah ruah mengikuti Jalan Sehat Santri NU Jateng 2025, salah satu rangkaian utama dalam peringatan Hari Santri yang digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah. Sedikitnya 25 ribu peserta […]

  • Majalah Nuansa Rihlah Ke Sekolah-sekolah

    Majalah Nuansa Rihlah Ke Sekolah-sekolah

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Warta. LTN NU. Baru-baru ini Pimpinan Redaksi Majalah Nuansa Faiz Aminuddin, MA rihlah ke sekolah-sekolah, untuk memperkenalkan ke pelajar Pati dani acara perkenalannya melalui seminar atau pun bedah Majalah. Sehingga dengan begitu para pelajar yang mengikuti akan mengetahui jika  Majalah ini bagus untuk di jadikan referensi. Dalam edisi kali ini, Redaksi sengaja mengankat tema Pertarungan politik […]

  • PAC IPNU IPPNU Dukuhseti Didorong Segera Gelar Konferancab

    PAC IPNU IPPNU Dukuhseti Didorong Segera Gelar Konferancab

    • calendar_month Ming, 9 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 187
    • 0Komentar

    DUKUHSETI – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU ) Dukuhseti gelar acara buka bersama dan Musyawarah Pra Konferensi Anak Cabang (Konferancab) pada Sabtu (8/4/2023). Kegiatan ini berlangsung di Gedung MWC NU Dukuhseti. Hadir dalam kesempatan itu, Pembina IPNU dan Ketua PC IPNU Kabupaten Pati. Ketua PAC […]

  • Posisi Mayat saat Disholati

    Posisi Mayat saat Disholati

    • calendar_month Jum, 30 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 269
    • 0Komentar

      Ilustrasi : Pixabay Pertanyaan : Bagaimanakah kejelasan tentang posisi mayat saat disholati? masalahnya sebagian pihak ada yang mengatakan kepala mayat di arah utara, ada juga yang mengatakan jika mayatnya laki-laki maka kepalanya di arah selatan, jika mayatnya perempuan maka kepalanya ada di utara. Jawaban :Masalah ini merupakan masalah khilafiah, yakni masalah yang terdapat perbedaan […]

  • Yayasan PIM Mujahidin Bageng Kukuhkan Pengurus Baru, Bertekad Kembalikan Kejayaan

    Yayasan PIM Mujahidin Bageng Kukuhkan Pengurus Baru, Bertekad Kembalikan Kejayaan

    • calendar_month Ming, 19 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.184
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Jajaran Pengurus Yayasan Perguruan Islam Monumen (PIM) Mujahidin Bageng, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, mengukuhkan pengurus baru untuk masa khidmah 2025-2030. Pengukuhan dan serah amanah dilaksanakan di Pusat Kegiatan (Pusgia) PIM Mujahidin, Ahad (19/10/2025). Kegiatan ini ditandai secara simbolis dengan pengambilan ikrar pengurus yang dipimpin oleh Ketua Pembina Yayasan, H. Wahuri Muchtar. “Mudah-mudahan […]

  • Photo by Clay Banks

    Menikah; Dibatasi Musim

    • calendar_month Jum, 3 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Bulan Syawal sebentar lagi usai. Euforia lebaran kemarin berganti dengan kegembiraan dua sejoli maupun dua keluarga dalam acara pernikahan. Bulan Syawal diyakini masyarakat Jawa sebagai bulan baik untuk menunaikan sebuah hajat. Salah satunya pernikahan. Menikah di bulan Syawal diyakini akan mendatangkan keberkahan dan senantiasa dilimpahi kebahagiaan. Maka tak heran terhitung mulai […]

expand_less