Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Ketika Kapal Titanic Menabrak Gunung Es

Ketika Kapal Titanic Menabrak Gunung Es

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 8 Mei 2023
  • visibility 463
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Iqbal Dawami

Gunung es adalah bongkahan besar es air tawar yang berada di tengah lautan. Separuh badan gunung berada di dalam laut, sedang separuhnya lagi berada di permukaan. Tapi, tahukah Anda, yang berada di permukaan hanyalah 10% saja, sedang 90% berada di dalam lautan. Kita hanya melihat puncak gunungnya saja yang tampak kecil, sedang sebagian besar badan gunungnya tidak terlihat.

Kapal Titanic adalah salah satu korban keganasan gunung es ini. Sang Nakhoda tidak sadar bahwa gunung es yang terlihat kecil itu ternyata besar, karena terhalang oleh kedalaman lautan. Titanic menabrak bongkahan gunung es yang ada di bawah permukaan laut. Fenomena gunung es itu menarik untuk kita jadikan ibrah.

Manusia sebenarnya ibarat gunung es, hanya permukaannya saja yang terlihat, sedang sebagian besarnya tak tampak. Ekspresi seseorang yang tampak belum tentu mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Sebaliknya, ekspresi itu juga bisa jadi atas respons dari hal lain. Ketika seseorang marah pada kita boleh jadi hasil dari peristiwa yang dialami sebelumnya, sehingga yang kena imbasnya adalah kita. Atau ketika ada orang yang sedang bergembira di hadapan kita padahal siapa tahu kalau hatinya sedang gundah gulana. Betapa sulitnya memahami kondisi seseorang secara sebenarnya.

Bisakah kita menjamin ketika ada orang terlihat tertawa riang betul-betul sedang bahagia dan senang? Belum tentu, bukan? Barangkali itu hanya kamuflase. Begitu juga sebaliknya, orang pura-pura sedih dan diam, padahal hatinya sedang bahagia dan senang. Tapi sungguh jarang memang yang saya sebutkan yang terakhir itu.

Saya berusaha untuk tidak menilai bahkan mencap buruk pada seseorang tatkala dia melakukan hal negatif, tetapi saya berusaha mengetahui peristiwa apa di balik ekspresi negatifnya itu. Dengan begitu, saya bisa belajar berempati dan menilai secara proporsional.

Selain itu, saya juga berusaha belajar untuk menghindari perilaku negatif yang dihasilkan dari respons saya atas masalah yang menimpa diri saya. Karena itu hanya membuat buruk diri saya. Semua akan kembali kepada diri saya. Kata-kata dan perilaku menjadi cermin diri saya sendiri.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam” (HR. Bukhari & Muslim). Sedang dalam Al-Quran disebutkan, “Perkataan baik dan pemaafan, lebih baik dibanding sedekah dengan cacian. Sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Santun” ( QS. Al-Baqarah: 263).

Jika Anda pernah menonton film A Thousand Words ada pesan tersirat dari film tersebut bahwa kata-kata dan perilaku buruk sebenarnya hanya menyakiti kita dan membawa kita kepada kematian yang sia-sia. Sebaliknya, kata-kata dan perilaku baik akan menjadikan kita sehat dan membawa kebahagiaan bagi orang lain. Hidup kita ibarat pohon. Ketika kita melakukan kebaikan sebenarnya kita sedang memupuk “pohon” (baca: diri) kita menjadi subur, sehat, dan indah, serta memberikan kebaikan pula pada alam semesta.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MUI Kota Salatiga Mengkaji Toleransi di Asean

    MUI Kota Salatiga Mengkaji Toleransi di Asean

    • calendar_month Sab, 3 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 362
    • 0Komentar

    SALATIGA-MUI Kota Salatiga mengadakan Seminar Internasional bertajuk Toleransi di Kawasan Asia Tenggara pada Sabtu (3/8) di Hotel Laras Asri Salatiga. Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, imam besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. H. Noor Ahmad, rektor Unwahas Semarang, Dr. H. Ahmad Kamel H. Yusof, ketua Jam’iyah Ulama Fathoni Darussalam Pattani […]

  • Menggali Potensi Lokal

    Menggali Potensi Lokal

    • calendar_month Jum, 31 Mar 2017
    • account_circle admin
    • visibility 356
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kec Juwana mengadakan Konferensi, hal tersebut di lakukan sesuai dengan ketentuan dalam organisasi Nahdlatul Ulama apabila sudah berakhir masa jabatan maka akan di lakukan reorganisasi. bertempat di Kantor MWCNU Juwana Jl. Juwana Tayu Km 2 Dukutalit Juwana. Minggu, 26/3 kemarin. Setelah Ketua Siswoyo memberikan laporan pertanggung jawaban […]

  • Fatayat Winong Ganti Ketua

    Fatayat Winong Ganti Ketua

    • calendar_month Sab, 27 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 496
    • 0Komentar

    WINONG-Jumat, 26 Juli 2019 PAC Fatayat Winong adakan restrukturisasi. Bertempat di Masjid Kebowan, Winong, restrukturisasi ini hanya membahasa pergantian jabatan ketua. Pasalnya, Asmonah, S.Ag., M.Pd., ketua 1 telah naik takhta menjadi ketua PC Fatayat NU Kabupaten Pati masa khidmat 2019-2024. Serah-terima jabatan langsung dari eks-ketua PAC Fatayat NU Winong, Asmonah, S.Ag., M.Si (berkacamata) kepada ketua […]

  • Plt Bupati Pati Tak Larang Takbir Keliling Pakai Sound Horeg, Tapi...

    Plt Bupati Pati Tak Larang Takbir Keliling Pakai Sound Horeg, Tapi…

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.078
    • 0Komentar

      Pati – Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra tak melarang takbir keliling menggunakan sound horeg. Asalnya, bunyi sound horeg yang dinyalakan tidak menganggu masyarakat. Hal ini diungkapkan Chandra usai memberikan bantuan kesejahteraan bagi guru agama di Pendapa Kabupaten Pati. Ia menilai takbir keliling sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Kabupaten Pati untuk merayakan Idulfitri. Maka […]

  • calendar

    3 Kriteria Pemimpin

    • calendar_month Kam, 2 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 451
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Shalikhin* “Jika tiga orang keluar untuk bepergian, maka hendaklah mereka mengangkat satu dari mereka sebagai pemimpin rombongan” (HR. Abu Dawud). Hadits ini begitu menghujam dada, lantaran, penulis baru menyadari bahwa, ungkapan ini hanyalah satu pemantik. Sedangkan efek domino filolofisnya bisa begitu panjang. Maksudnya, begini, Nabi menyabdakan hal remeh temeh itu, agar ummatnya […]

  • PCNU Tandaskan Pentingnya Eksistensi Pengurus Ranting

    PCNU Tandaskan Pentingnya Eksistensi Pengurus Ranting

    • calendar_month Kam, 5 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 479
    • 0Komentar

    PATI-Perlunya koordinasi hingga akar rumput, memaksa NU harus memiliki corong-corong hingga ke tingkat desa. Hal ini sangat penting sebagai media penyaluran informasi baik dari atas ke bawah (up-down) maupun dari bawah ke atas (buttom-up). Sebenarnya, secara organisasi, NU sudah didesain untuk menembus level ini. Keberadaan Pengurus Ranting NU sebagai strata organisasi NU yang bersentuhan langsung […]

expand_less