Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Ber (makan)an

Ber (makan)an

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 1 Jun 2022
  • visibility 284
  • comment 0 komentar

Syawal adalah musim halal. Dalam hal ini banyak orang mengadakan hajatan, nikahan, tasyakuran dan lainnya. Banyak yang percaya jika mengadakan tasyakuran baik pernikahan atau pun sunatan di bulan syawal penuh keberkahan. Penuh keberkahan bagi yang mengadakan, akan tetapi lain lagi buat tetangga dan saudara; syawal adalah bulan nyumbang dan nikah secara nasional.

Saya mengamini hal tersebut, kemarin saat saya bertemu teman lama di sebuah kedai kopi ia bercerita banyak hal, apabila bulan ini pengeluarannya banyak sekali. Karena menghadiri undangan tasyakuran dari tetangga, saudara dan kolega.

“Coba kau bayangkan, coba kau pikirkan, coba kau renungkan dalam satu bulan ada tiga puluh hari, lha saya dapat undangan sampai empat puluh tempat. Jika undangannya hanya sebatas selembar kertas atau via pesan whatsapp tak apa, lha ini undanganya ada roti dan bingkisan lainnya yang dikirimkan kerumah. Apabila tak menghadiri undangannya sudah dinikmati. Jadi saya posisi seperti makan buah belimbing wuluh, tak di makan pengen; di makan asamnya tak bisa diantisipasi” celetuk teman saya tersebut.

Itu seklumit cerita perihal kisah nyumbang dan uleman yang dialami teman saya tersebut. Akan tetapi disini saya akan ngunduh rasa, bukan ngunduh mantu lho ya… terkait makan dan makanan yang tersaji dalam acara resepsi atau pesta pesta lainya.

Kemarin saat menghadiri undangan acara pernikahan saya satu meja dengan seorang, sebut saja Bandir bukan nama samaran; dia orang dipandang dalam lingkungannya, tokoh yang di masyarakatkan; setiap dia lagi berbicara lagi menasehati, berpetuah, banyak yang mendengarkan meski tanpa menjalankan. Malam ini saya berkesempatan satu meja dengan Bandir, antara sungkan dan kerikuhan bertabrakan.

Sudah menjadi ilmu pasti; apabila acara pernikahan, tasyakuran. Makan adalah  kewajiban yang tak dapat di tinggalkan atau hindarkan. Setiap meja telah ada menu makan disiapkan, akan tetapi nasi ambil sendiri. Prasmanan kebanyakan orang bilang. Tinggal pilih sesuai selera dan keyakinan sendiri. Saya mengambil sesuai porsi saya, begitu pula dengan Bandir di samping saya. Sesaat kemudian porsi makan saya sudah habis. Dan orang di samping saya tak menghabiskan porsinya.

“Lho kok tak di habiskan makannya Pak? ” tanya saya

Dengan sigap dan cepat dia menjawab dengan enteng dan percaya diri.

“Sudah kenyang Mas”

Mendengar jawaban tersebut saya heran bukan kepalang. Membatin tanpa ada suara yang saya lontarkan. Dia ambil sendiri nasinya, lauknya ambil sendiri, kenapa pada akhirnya tak dihabiskan? Jika pada akhirnya tak dihabiskan kenapa ambilnya banyak? Atau apabila masih kenyang tak usah ambil sekalian. Apakah memang sifat aslinya manusia seperti itu? Pengen yang banyak akan tetapi pada akhirnya dimubandirkan.

Malam itu, sepulang dari acara pernikahan sesampai dirumah. Sambil ditemani secangkir kopi saya merenungkan dan menerka nerka perihal kejadian tadi. Disaat diluar sana banyak orang yang kekurangan makan, mencari sesuap nasi saja bisa siang malam, dan malam dibuat siang. Namun kenapa disini masih saja ada manusia yang menyia-nyiakan rejeki, yaitu rejeki bisa makan.

Belum selesai saya melamun dan menerka kejadian tersebut saya mendapatkan link berita dari kompas.id yang menjelaskan dan menerangkan secara gamblang apabila Indonesia negara tercinta ini dengan beraneka ragam corak dan warnanya, adalah penyumbang sampah makanan terbesar di dunia. Dibuang orang di cari orang buat makan. Sungguh tragis dan ironis sekali bukan. Setiap orang Indonesia rata-rata membuang makanan setara Rp 2,1 juta pertahun. Hasil analisis “Kompas” menemukan, nilai sampah makanan di Indonesia mencapai Rp 330 triliun pertahun. Sungguh tragis dan menangis. Sekarang kembali pada diri sendiri, masihkah saat kita makan ingin menyisakan?

(Niam At Majha)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bahtsul Masail di ITB  Meriah

    Bahtsul Masail di ITB Meriah

    • calendar_month Jum, 13 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 340
    • 0Komentar

    Bahtsul Masail yang menjadi ajang diskusi Nahdliyin seakan benar benar sudah membumi, betapa tidak, anak  sekolah pun sudah malakukannya. Paling tidak setiap tahun tak pernah sepi dari acara tersebut. Ada yang di programkan secara resmi di Osis-nya ada yang di barengkan dengan haul atau acara lainnya.             Dari sedikit madrsah yang melaksanakan program bahtsul masail […]

  • MWC, Lembaga dan Banom Semprot Tempat Ibadah

    MWC, Lembaga dan Banom Semprot Tempat Ibadah

    • calendar_month Kam, 2 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 349
    • 0Komentar

    Proses penyemprotan disinfektan di Musholla An Nahdloh, Karangdalem, Gembong  GEMBONG-Beberapa hari ini, MWCNU Kecamatan Gembong disibukkan dengan agenda baru. Dengan menggandeng semua lembaga dan Banom serta Kader Penggerak NU, pengurus MWC berupaya membantu mengupayakan dampak virus corona di tengah masyarakat. “Gembong masih zona hijau. Namun demikian tindakan antisipasi berupa edukasi dan pencegahan secara dhohir perlu […]

  • Dua Santri Kajen Raih Prestasi Internasional Bidang Sains

    Dua Santri Kajen Raih Prestasi Internasional Bidang Sains

    • calendar_month Ming, 26 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 581
    • 0Komentar

    Profil MTs Salafiyah Kajen, Margoyoso, Pati.  MARGOYOSO – Kabar menggembirakan datang dari MTs Salafiyah, Kajen, Margoyoso. Dua peserta didiknya berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional.  Melalui ajang IMCS (Internasional Matematics Contest Singapore), Fadhil Aulia Al Hakim dan Cladias Pasya Zahirul Sulthoni sukses merenggut medali dalam kejuaraan sains tersebut. Fadhil yang lolos ke babak final, berhasil membawa […]

  • Meneguhkan Dakwah Lewat Tulisan

    Meneguhkan Dakwah Lewat Tulisan

    • calendar_month Kam, 27 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 537
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus Anak Cabang IPNU & IPPNU Wedarijaksan mengadakan pelatihan jurnalistik dengan mendatangkan Mely Lestari dan Rida Yulia penulis lepas asal Pati, bertempat di aula Kantor MWCNU Wedarijaksa, beberapa waktu lalu. Ketua IPNU Cabang Pati, Muhammad Maksum memaparkan perlu adanya  Gerakan Ayo Menulis buat kader-kader NU salah satunya melalui IPNU&IPPNU. “ Karena gerakan tersebut […]

  • PCNU-PATI

    Nilai Pijakan Pemikiran Fikih Sosial Kiai Sahal Mahfudh

    • calendar_month Sab, 3 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 451
    • 0Komentar

    Oleh: Siswanto Kiai Sahal Mahfudh merupakan salah satu tokoh pemikir kontemporer yang produktif dalam berkarya. Selain itu juga beliau merupakan penggagas lahirnya fikih sosial dan juga seorang mujtahid. Munculnya fikih sosial yang digagas oleh Kiai Sahal merupakan angin segar bagi pembaruan fikih pesantren supaya menjadi rasional, kontekstual, konseptual, dan tidak ketinggalan zaman dengan dunia global. […]

  • NU Peduli, Adakan Pengobatan Gratis

    NU Peduli, Adakan Pengobatan Gratis

    • calendar_month Rab, 10 Mar 2021
    • account_circle admin
    • visibility 352
    • 0Komentar

      Pati. Nahdlatul Ulama (NU) Peduli bersama Rumah Sakit Islam (RSI) Pati mengadakan pengobatan gratis di Dukuh Wonokerto, Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Rabu (10/3/2021).   Di Dukuh Winokerto memang banyak lansia yang membutuhkan pengobatan. Sehingga, mereka merasa sangat terbantu dengan adanya pengobatan tersebut.   Ketua Pengurus Cabang NU (PCNU) Pati Kiai Yusuf Hasyim mengatakan, pengobatan […]

expand_less