Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Ber (makan)an

Ber (makan)an

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 1 Jun 2022
  • visibility 381
  • comment 0 komentar

Syawal adalah musim halal. Dalam hal ini banyak orang mengadakan hajatan, nikahan, tasyakuran dan lainnya. Banyak yang percaya jika mengadakan tasyakuran baik pernikahan atau pun sunatan di bulan syawal penuh keberkahan. Penuh keberkahan bagi yang mengadakan, akan tetapi lain lagi buat tetangga dan saudara; syawal adalah bulan nyumbang dan nikah secara nasional.

Saya mengamini hal tersebut, kemarin saat saya bertemu teman lama di sebuah kedai kopi ia bercerita banyak hal, apabila bulan ini pengeluarannya banyak sekali. Karena menghadiri undangan tasyakuran dari tetangga, saudara dan kolega.

“Coba kau bayangkan, coba kau pikirkan, coba kau renungkan dalam satu bulan ada tiga puluh hari, lha saya dapat undangan sampai empat puluh tempat. Jika undangannya hanya sebatas selembar kertas atau via pesan whatsapp tak apa, lha ini undanganya ada roti dan bingkisan lainnya yang dikirimkan kerumah. Apabila tak menghadiri undangannya sudah dinikmati. Jadi saya posisi seperti makan buah belimbing wuluh, tak di makan pengen; di makan asamnya tak bisa diantisipasi” celetuk teman saya tersebut.

Itu seklumit cerita perihal kisah nyumbang dan uleman yang dialami teman saya tersebut. Akan tetapi disini saya akan ngunduh rasa, bukan ngunduh mantu lho ya… terkait makan dan makanan yang tersaji dalam acara resepsi atau pesta pesta lainya.

Kemarin saat menghadiri undangan acara pernikahan saya satu meja dengan seorang, sebut saja Bandir bukan nama samaran; dia orang dipandang dalam lingkungannya, tokoh yang di masyarakatkan; setiap dia lagi berbicara lagi menasehati, berpetuah, banyak yang mendengarkan meski tanpa menjalankan. Malam ini saya berkesempatan satu meja dengan Bandir, antara sungkan dan kerikuhan bertabrakan.

Sudah menjadi ilmu pasti; apabila acara pernikahan, tasyakuran. Makan adalah  kewajiban yang tak dapat di tinggalkan atau hindarkan. Setiap meja telah ada menu makan disiapkan, akan tetapi nasi ambil sendiri. Prasmanan kebanyakan orang bilang. Tinggal pilih sesuai selera dan keyakinan sendiri. Saya mengambil sesuai porsi saya, begitu pula dengan Bandir di samping saya. Sesaat kemudian porsi makan saya sudah habis. Dan orang di samping saya tak menghabiskan porsinya.

“Lho kok tak di habiskan makannya Pak? ” tanya saya

Dengan sigap dan cepat dia menjawab dengan enteng dan percaya diri.

“Sudah kenyang Mas”

Mendengar jawaban tersebut saya heran bukan kepalang. Membatin tanpa ada suara yang saya lontarkan. Dia ambil sendiri nasinya, lauknya ambil sendiri, kenapa pada akhirnya tak dihabiskan? Jika pada akhirnya tak dihabiskan kenapa ambilnya banyak? Atau apabila masih kenyang tak usah ambil sekalian. Apakah memang sifat aslinya manusia seperti itu? Pengen yang banyak akan tetapi pada akhirnya dimubandirkan.

Malam itu, sepulang dari acara pernikahan sesampai dirumah. Sambil ditemani secangkir kopi saya merenungkan dan menerka nerka perihal kejadian tadi. Disaat diluar sana banyak orang yang kekurangan makan, mencari sesuap nasi saja bisa siang malam, dan malam dibuat siang. Namun kenapa disini masih saja ada manusia yang menyia-nyiakan rejeki, yaitu rejeki bisa makan.

Belum selesai saya melamun dan menerka kejadian tersebut saya mendapatkan link berita dari kompas.id yang menjelaskan dan menerangkan secara gamblang apabila Indonesia negara tercinta ini dengan beraneka ragam corak dan warnanya, adalah penyumbang sampah makanan terbesar di dunia. Dibuang orang di cari orang buat makan. Sungguh tragis dan ironis sekali bukan. Setiap orang Indonesia rata-rata membuang makanan setara Rp 2,1 juta pertahun. Hasil analisis “Kompas” menemukan, nilai sampah makanan di Indonesia mencapai Rp 330 triliun pertahun. Sungguh tragis dan menangis. Sekarang kembali pada diri sendiri, masihkah saat kita makan ingin menyisakan?

(Niam At Majha)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‎LP Ma'arif NU PWNU Jawa Tengah Resmi Luncurkan OSKANU IV Tahun 2026: Cetak Generasi Nahdliyin Unggul Sains dan Berkarakter Aswaja

    ‎LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Resmi Luncurkan OSKANU IV Tahun 2026: Cetak Generasi Nahdliyin Unggul Sains dan Berkarakter Aswaja

    • calendar_month Sen, 10 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19.820
    • 0Komentar

    ‎SEMARANG – Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah secara resmi mengumumkan penyelenggaraan Olimpiade Sains dan Ke-NU-an (OSKANU) IV Tahun 2026. Ajang kompetisi akademik bergengsi tingkat provinsi ini mengusung tema “OSKANU 2026: Unggul dalam Sains, Teguh dalam Ke-NU-an, Terdepan dalam Kompetisi” serta slogan semangat “Ma’arif Hebat, Nusantara Kuat, Prestasi Dahsyat!”. ‎ ‎Penyelenggaraan OSKANU IV […]

  • PCNU-PATI

    Buku Pintar Berdebat dengan Wahabi

    • calendar_month Kam, 15 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 499
    • 0Komentar

    Penyajian materi melalui rangkaian cerita dialog dan perdebatan secara langsung antara orang-orang yang berbeda pendapat merupakan salah satu metode yang sangat efektif untuk menyampaikan bahasan seputar akidah Ahlussunnah wal jamaah. Perdebatan antara para ulama memang terjadi secara langsung dalam forum-forum dialog terbuka maupun melalui buku yang saling berbantah. Para ulama masa dahulu sudah terbiasa menggunakan kedua […]

  • Fatayat NU Optimistis Fakultas Syariah IPMAFA Cetak Lulusan yang Dibutuhkan Masyarakat

    Fatayat NU Optimistis Fakultas Syariah IPMAFA Cetak Lulusan yang Dibutuhkan Masyarakat

    • calendar_month Sel, 28 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17.260
    • 0Komentar

    PATI – Perwakilan Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) menyambut baik peresmian Fakultas Syariah Institut Pesantren Matholi’ul Falah (IPMAFA) Pati yang dirangkai menjadi satu dengan Seminar Nasional di Auditorium II IPMAFA, Desa Purworejo, Kecamatan Margoyoso, Selasa (28/7/2026). Kehadiran fakultas baru dinilai menjadi langkah strategis dalam memenuhi kebutuhan tenaga ahli di bidang hukum keluarga Islam dan hukum ekonomi […]

  • PCNU - PATI Photo by Michael Fenton

    Melihat dengan Cinta

    • calendar_month Jum, 8 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 484
    • 0Komentar

    Beberapa hari yang lalu saat saya pulang dari bekerja, ada notifikasi pesan whatsapp masuk. Sejenak saya diamkan karena harus mandi dan lainnya. Setelah agak luang, saya mencoba membuka pesan tersebut. Ternyata dari bulek (adiknya bapak) yang mengirimkan sebuah video. Dalam video tersebut memperlihatkan seorang mubaligh tengah memberikan ceramah berupa nasihat agar tak menyimpan dendam sebab […]

  • SLB NU, Langkah LP Ma'arif Jateng Layani Anak Berkebutuhan Khusus

    SLB NU, Langkah LP Ma’arif Jateng Layani Anak Berkebutuhan Khusus

    • calendar_month Ming, 5 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 443
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Anak dengan disabilitas tidak butuh dikasihani, mereka hanya butuh diberi kesempatan yang sama untuk berteman, bermain, belajar dan bersekolah dengan anak-anak yang lain. Oleh karena itu semua sekolah/madrasah Ma`arif tidak boleh menolak kehadiran peserta didik berkebutuhan khusus, apalagi membeda-bedakan mereka, supaya mereka juga bisa tumbuh kembang secara optimal dan mencapai prestasi sesuai […]

  • PCNU-PATI

    Teks Istighosah

    • calendar_month Sen, 10 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 655
    • 0Komentar
expand_less