Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Ber (makan)an

Ber (makan)an

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 1 Jun 2022
  • visibility 241
  • comment 0 komentar

Syawal adalah musim halal. Dalam hal ini banyak orang mengadakan hajatan, nikahan, tasyakuran dan lainnya. Banyak yang percaya jika mengadakan tasyakuran baik pernikahan atau pun sunatan di bulan syawal penuh keberkahan. Penuh keberkahan bagi yang mengadakan, akan tetapi lain lagi buat tetangga dan saudara; syawal adalah bulan nyumbang dan nikah secara nasional.

Saya mengamini hal tersebut, kemarin saat saya bertemu teman lama di sebuah kedai kopi ia bercerita banyak hal, apabila bulan ini pengeluarannya banyak sekali. Karena menghadiri undangan tasyakuran dari tetangga, saudara dan kolega.

“Coba kau bayangkan, coba kau pikirkan, coba kau renungkan dalam satu bulan ada tiga puluh hari, lha saya dapat undangan sampai empat puluh tempat. Jika undangannya hanya sebatas selembar kertas atau via pesan whatsapp tak apa, lha ini undanganya ada roti dan bingkisan lainnya yang dikirimkan kerumah. Apabila tak menghadiri undangannya sudah dinikmati. Jadi saya posisi seperti makan buah belimbing wuluh, tak di makan pengen; di makan asamnya tak bisa diantisipasi” celetuk teman saya tersebut.

Itu seklumit cerita perihal kisah nyumbang dan uleman yang dialami teman saya tersebut. Akan tetapi disini saya akan ngunduh rasa, bukan ngunduh mantu lho ya… terkait makan dan makanan yang tersaji dalam acara resepsi atau pesta pesta lainya.

Kemarin saat menghadiri undangan acara pernikahan saya satu meja dengan seorang, sebut saja Bandir bukan nama samaran; dia orang dipandang dalam lingkungannya, tokoh yang di masyarakatkan; setiap dia lagi berbicara lagi menasehati, berpetuah, banyak yang mendengarkan meski tanpa menjalankan. Malam ini saya berkesempatan satu meja dengan Bandir, antara sungkan dan kerikuhan bertabrakan.

Sudah menjadi ilmu pasti; apabila acara pernikahan, tasyakuran. Makan adalah  kewajiban yang tak dapat di tinggalkan atau hindarkan. Setiap meja telah ada menu makan disiapkan, akan tetapi nasi ambil sendiri. Prasmanan kebanyakan orang bilang. Tinggal pilih sesuai selera dan keyakinan sendiri. Saya mengambil sesuai porsi saya, begitu pula dengan Bandir di samping saya. Sesaat kemudian porsi makan saya sudah habis. Dan orang di samping saya tak menghabiskan porsinya.

“Lho kok tak di habiskan makannya Pak? ” tanya saya

Dengan sigap dan cepat dia menjawab dengan enteng dan percaya diri.

“Sudah kenyang Mas”

Mendengar jawaban tersebut saya heran bukan kepalang. Membatin tanpa ada suara yang saya lontarkan. Dia ambil sendiri nasinya, lauknya ambil sendiri, kenapa pada akhirnya tak dihabiskan? Jika pada akhirnya tak dihabiskan kenapa ambilnya banyak? Atau apabila masih kenyang tak usah ambil sekalian. Apakah memang sifat aslinya manusia seperti itu? Pengen yang banyak akan tetapi pada akhirnya dimubandirkan.

Malam itu, sepulang dari acara pernikahan sesampai dirumah. Sambil ditemani secangkir kopi saya merenungkan dan menerka nerka perihal kejadian tadi. Disaat diluar sana banyak orang yang kekurangan makan, mencari sesuap nasi saja bisa siang malam, dan malam dibuat siang. Namun kenapa disini masih saja ada manusia yang menyia-nyiakan rejeki, yaitu rejeki bisa makan.

Belum selesai saya melamun dan menerka kejadian tersebut saya mendapatkan link berita dari kompas.id yang menjelaskan dan menerangkan secara gamblang apabila Indonesia negara tercinta ini dengan beraneka ragam corak dan warnanya, adalah penyumbang sampah makanan terbesar di dunia. Dibuang orang di cari orang buat makan. Sungguh tragis dan ironis sekali bukan. Setiap orang Indonesia rata-rata membuang makanan setara Rp 2,1 juta pertahun. Hasil analisis “Kompas” menemukan, nilai sampah makanan di Indonesia mencapai Rp 330 triliun pertahun. Sungguh tragis dan menangis. Sekarang kembali pada diri sendiri, masihkah saat kita makan ingin menyisakan?

(Niam At Majha)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    • calendar_month Jum, 20 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.962
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda Tema tulisan seperti ini sudah banyak diketik banyak penulis. Diunggah banyak website. Dijelaskan pada Influecer dan Youtuber. Didakwahkan para pendakwah. Saya beberapa kali juga menulisnya di website resmi PCNU Pati. Namun, perlu ditegaskan lagi, mengapa etika bermedia sosial di bulan Ramadan menjadi penting untuk ditulis ulang di Pcnupati.or.id ini? Ya, jawab […]

  • PC IPNU Sowan ke MWC-NU Gembong

    PC IPNU Sowan ke MWC-NU Gembong

    • calendar_month Sel, 23 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 265
    • 0Komentar

    GEMBONG-Pengurus Cabang IPNU/IPPNU Pati secara masif menggalang keaktifan ditingkat bawah. Program utamanya adalah pembentukan pengurus sampai di tingkat ranting. Dari total 21 PAC di Kabupaten Pati, hanya Kecamatan Gembong yang belum memiliki Pengurus Anak Cabang IPNU/IPPNU. Koordinasi PC IPNU/IPPNU Pati dengan MWC-NU Gembong Oleh sebab itu, Selasa (23/7) sore, Pengurus Cabang IPNU/IPPNU melakukan silaturrohim di […]

  • Gus Rozin Tekankan Pentingnya Literasi Akademik di Era Digital

    Gus Rozin Tekankan Pentingnya Literasi Akademik di Era Digital

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 356
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati menggelar Studium Generale (SG) dengan tema “Menyiapkan Sumber Daya Manusia Unggul, Kompetitif, dan Berkarakter Pesantren” di Aula Kampus setempat, Kamis (25/9/2025). Kegiatan ini diikuti 300 mahasiswa baru dan segenap civitas akademika IPMAFA. Rektor IPMAFA, KH Abdul Ghofarrozin dalam sambutannya menekankan pentingnya literasi akademik bagi mahasiswa di […]

  • 5.000 Santri Ramaikan Kirab HSN

    5.000 Santri Ramaikan Kirab HSN

    • calendar_month Sen, 23 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 358
    • 0Komentar

    Pati. Perayaan  Kirab Hari Santri Nasional di Pati tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena di sebabkan  diikuti ribuan warga lintas agama. Mereka mulai berjalan dari depan Markas Kodim 0718/Pati di Jalan P Sudirman menuju Alun-alun, Minggu, 22/10. Jamal Makmur mengatakan, Kirab Hari Santri Nasional di Pati diikuti sekitar 5.000 peserta. Mereka berasal dari santri, […]

  • PCNU-PATI

    Belajar Merdeka

    • calendar_month Rab, 17 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Rutinitas setiap malam  tanggal 17 Agustus adalah tirakatan, perayaan, memeriyahkan, sebagai wujud kebahagiaan, atas terlepasnya penjajahan dan memperingati para pejuang yang rela berkorban, jiwa dan raga untuk merebut kemerdekaan negara kita, Indonesia. Apabila di tahun ini saya dan Anda telah merayakan kemerdekaan ke 77 tahun, usia yang tak lagi muda, […]

  • Fatayat NU Tayu Dilantik Bareng 5 Pengurus Ranting

    Fatayat NU Tayu Dilantik Bareng 5 Pengurus Ranting

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2020
    • account_circle admin
    • visibility 413
    • 0Komentar

    TAYU-Para pemudi NU memadati Gedung Serba Guna Angkasa, Tayu Wetan, Minggu (1/3) kemarin. Dengan berkostum serba hijau, aktifis wanita muda NU yangbtergabung dalam organisasi Fatayat NU tersebut mendatangi lokasi untuk melangsungkan pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Tayu. Pengurus PAC Fatayat NU Tayu bersama MWC NU beserta Banom dan jajaran Muspika Bertepatan dengan tanggal […]

expand_less