Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Bersyukur Ketika Gagal

Bersyukur Ketika Gagal

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 16 Jul 2021
  • visibility 225
  • comment 0 komentar

 

Banyak orang ingin menjadi yang pertama dalam hal apa saja. Bahkan tak sedikit orang  ingin menjdi “ter..” baik terkaya, terkeren, tersehat, tertampan maupun “ter..” yang lain. Meski demikian, di zaman seperti zaman sekarang ini, belum tentu kita berhasil menjadi yang “ter..” di antara sekian banyak manusia yang ada di dunia. Itulah sebabnya kita harus menjadi perubahan untuk diri sendiri terlebih dahulu.

            Sebelum menjadi yang “ter..” kita perlu menyadari bahwa dunia ini bagaikan arena pertarungan. Siapa yang kuat akan hidup, siapa yang lemah akan binasa. Mereka yang kaya makin kuat karena menikmati jerih payahnya, sedangkan yang miskin harus menjerit  dalam menghadapi badai dan arus kehidupan. Dunia begitu cepat berubah dan berkembang. Oleh sebab itu, kita harus menyesuaikan diri dengan perubahan atau hanyut dengan penderitaan.

            Sampai kapan pun perubahan akan tetap berjalan. Maka dari itu kita harus mampu berubah terlebih dahulu sebelum perubahan mengalahkan diri kita. Lantas, apa yang harus kita kerjakan agar tidak menderita dan bisa menjadi yang terbaik dan menjadi pelopor perubahan untuk yang pertama? Untuk menjawab hal ini, pahami kisah inspiratif berikut ini.

            Semua orang tahu siapa Thomas Alfa Edison, dia adalah seorang penemu bolham lampu. Dengan temuannya ini, orang tentu mengangapnya sebagai orang yang cerdas. Padahal, Thomas Alfa Edison bukan bagian orang yang “ter..” bahkan ia hidup dalam tekanan. Akan tetapi dengan kesungguhannya dan mampu melewati masa-masa sulit akhirnya namanya di kenal sepanjang sejarah peradaban manusia(hlm 11).

            Saat kita menginginkan yang terhebat. Alangkah baiknya jika kita terlebih dahulu mengubah cara pandang terhadap sesuatu, dan tidak menyalahkan keadaan ketika sedang mengalami kegagalan. Padahal tidak ada kesuksesan tanpa kegagalan terlebih dahulu. Tidak ada salahnya kita menyalahkan keadaan. Sebab di dunia yang kompleks ini, ada  kemungkinan dirugikan orang lain. namun tidak menuntut kemungkinan, kegagalan terjadi karena kekurangan yang kita miliki.

            Sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, kita harus membuka mata lebar-lebar untuk intropeksi diri atas kegagalan yang kita alami serta bersikap obyektif dalam menyikapi berbagai masalah yang muncul.(hlm 22). Bukankah Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang, tanpa seseorang itu mau merubahnya sendiri.

            Seperti halnya sekeping mata uang yang memiliki dua sisi, jika ingin memiliki uang tersebut maka kita harus menerima kedua belah sisinya. Begitu pula jika ingin meraih sukses maka kita harus berani menerima kegagalan sebagai konsekuensi dari keberhasilan. Dalam hidup, kesulitan adalah bagian dari ujian manusia. Apakah ia siap untuk diangkat  ke derajat yang lebih tinggi? Kesulitan hidup ibarat ujian naik kelas yang menguji apakah seorang siswa layak naik kelas atau tidak.

            Dari sini bisa dikatakan bahwa kesulitan adalah bagian yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan. Tidak ada manusia  di dunia ini yang tidak pernah merasakan kesulitan. Hal yang membedakan satu orang dengan yang lain adalah bagaimana orang tersebut menyikapi kesulitan yang ada. Orang yang tidak pernah gagal adalah orang-orang yang tidak pernah mencoba melakukan sesuatu yang baru.

            Buku ini memberikan motivasi bagi siapa saja yang pernah mengalami kegagalan. Karena kegagalan bukanlah harga mati untuk mengetahui dan intropeksi. Kegagalan harus dipahami sebagai hal wajar yang harus kita jalani sebagai proses menuju kesuksesan. Takut pada kegagalan maka seumur hidup, kita juga akan takut mencoba sesuatu dan tidak pernah tahu cara mencapai kesuksesan.

             Pada akhirnya orang  berani gagal dan bersyukur atas kegagalan yang dialaminya maka orang tersebut akan meraih kesuksesan. Keberanian adalah kunci utama dalam meraih segala “ter..” selain itu pola pikir dan cara pandang kita terhadap segala ujian harus dirubah. Sebab cara pandang akan mempengaruhi tindakan yang akan kita lakukan, diri kita sendirilah yang mampu mengubah kegagalan menjadi kesuksesan.

 

Judul                 : Create A Different Mindset

Penulis             : Kang Rozi

Penerbit           : Saufa

Tahun terbit     : Pertama, 2015

Tebal               : 192 hlm

ISBN               : 978-602-255-786-9

Peresensi         : Khoirun Niam, Pecinta Buku

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • A calculator sitting on top of a pile of money

    Menaikkan Pajak, Adilkah?

    • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Oleh: Jamal Ma’mur Asmani Pemimpin adalah sosok yang mempunyai peran dominan-determinan dalam perjalanan bangsa. Oleh sebab itu, seorang pemimpin menurut KH. MA. Sahal Mahfudh, harus mempunyai keunggulan di bidang intelektualitas (nadhari) dan aktivitas (ekonomi) (KH. Sahal Mahfudh, 2003:487). Keunggulan ini digunakan pemimpin untuk mengambil kebijakan yang harus berorientasi kepada kemaslahatan rakyat yang dipimpinnya dengan mendatangkan […]

  • PCNU-PATI

    Lewat Kenduri Desa Damai; FKPT Jateng Cegah Terorisme

    • calendar_month Rab, 21 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Kudus – Bertempat di Balai Desa Getaspejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar Kenduri Desa Damai bertajuk “Kenali dan Peduli Lingkungan Sendiri” pada Rabu (21/6/2023). Ketua Bidang Media, Hukum dan Hubungan Masyarakat FKPT Jawa Tengah Hamidulloh Ibda mengatakan bahwa Kenduri Desa Damai […]

  • PCNU PATI - Ilustrasi Jihad bil-Medsos Sebagai Media Dakwah.. Unsplash.

    Jihad bil-Medsos Sebagai Media Dakwah

    • calendar_month Sen, 30 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Jihad menurut syariat Islam adalah berjuang/usaha/ikhtiyar dengan sungguh-sungguh.Jihad dilaksanakan untuk menjalankan misi utama manusia yaitu menegakkan agama Allah atau menjaga agama tetap tegak, dengan cara-cara sesuai dengan garis perjuangan para rasul dan Alquran. Jihad yang dilaksanakan Rasul adalah berdakwah agar manusia meninggalkan kemusrikan dan kembali kepada aturan Allah, menyucikan qalbu, memberikan pengajaran kepada ummat dan […]

  • PCNU-PATI Photo by sam sul

    Peran Pesantren Sebagai Pengembangan Civil Society

    • calendar_month Sab, 3 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Berbicara tentang pemberdayaan masyarakat dalam konteks Indonesia, tentunya sangat kompleks sekali ranah dan dimensinya.  Mulai dari banyaknya angka kemiskinan, keterbelakangan masyarakat, dan kurang terciptanya lapangan pekerjaan yang merata, sehingga dari situ dibutuhkan para agen perubahan sosial untuk memberikan sumbangsih pemikiran dan solusi terhadap masyarakat. Agar problem solving di masyarakat bisa teratasi […]

  • SDN Petompon 02 Gelar IHT Penyusunan Perangkat Ajar Pembelajaran Mendalam: Perkuat Kompetensi Guru Hadapi Tantangan Kurikulum

    SDN Petompon 02 Gelar IHT Penyusunan Perangkat Ajar Pembelajaran Mendalam: Perkuat Kompetensi Guru Hadapi Tantangan Kurikulum

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 205
    • 0Komentar

      Semarang – SD Negeri Petompon 02 Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, menggelar kegiatan In House Training (IHT) bertajuk “Penyusunan RPP Pembelajaran Mendalam” pada Selasa (23/9/2025). Acara yang berlangsung di Ruang Kelas 6 C ini menghadirkan akademisi sekaligus pakar pendidikan dasar, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., sebagai narasumber utama. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB ini […]

  • Tarnsformasi Suara Mercon. Tarnsformasi Suara Mercon On Usnplash.

    Transformasi Suara Mercon

    • calendar_month Kam, 20 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Dulu, sekitar dua puluh tahun lalu, sebelum PUBG dan sejenisnya menyerang, pagi Bulan Ramadhan terasa anggun dan hangat. Anak-anak berjamaah subuh kemudian membuat sebuah agenda tour pagi. Berkelompok mengelilingi desa dengan berjalan kaki.Tim borjuis pun demikian, bedanya mereka berkeliling menggunakan sepeda dengan dua shock depan dan shifter gear. Tak ada satupun […]

expand_less