Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Dari Rumah Ke Rumah

Dari Rumah Ke Rumah

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 24 Agu 2022
  • visibility 350
  • comment 0 komentar

Oleh : Niam At Majha

Tiga Minggu telah berlalu. Kegiatan pengajian akbar dengan tema santunan dengan para Yatama telah berlalu. Dan setiap bulan Muharram kegiatan tersebut telah menjadi sebuah rutinitas lazim dan lumrah. Agenda pengajian santunan yang abadi. Rutinan tahunan dengan berburu pahala dengan janji surga. Melalui iming iming surga dan berlimpah pahala. Memburu baik melupakan terbaik dan banyak yang telah lupa apabila para yatama adalah manusia yang punya hati dan nurani, mempunyai perasaan dan rasa, ada batin yang terpendam. Mengapa setiap santunan harus di akbarkan dan dipertontonkan? Dengan dalih apapun, bukan cara yang santun untuk memanusiakan manusia.

Saya yatim sejak kecil. Jadi mengetahui perasaan seorang anak kecil ketika di pertontonkan, di kasih santunan, di sholawatkan demi satu tujuan. Pahala dan surga. Dermawan, berempati dan peduli. Sebagai penghias story Whatsapp, beranda Facebook dan portal portal media online. Para dermawan lupa jika anak yatim juga manusia yang punya hati, perasaan, dan nurani. Jika peduli datanglah kerumahnya, ajak bicara dari hati ke hati; tanpa foto tanpa selfi adakah yang mampu dan mau?

Beberapa parodi yang saya tulis seringkali membahas masalah ketimpangan sosial dan ketidakadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, yang bersatu padu dalam nusa dan bangsa. Berbahasa satu bahasa Indonesia. Saya berusaha merekam realitas yang terjadi di lingkungan masyarakat yang telah merdeka 77 tahun lamanya.

Pada tulisan kali ini saya akan sedikit mengemukakan unek-unek yang saya alami puluhan tahun lalu, dan ingatannya masih terpatri hingga saat ini. Dan saya pula mengamini apabila semua anak yatim lainnya juga mengalami perasaan  sama. Kesedihannya di jual belikan demi sebuah eksistensi di media sosial, serta sebagai jalan yang katanya dapat imbalan surga dan pahala. Padahal pahala dan surga menjadi hak priogratif  Tuhan. Bukan manusia menjadi penentu.

Bulan lalu, panitia pengajian akbar selalu datang ke rumah saya dan setiap tahunnya yang datang selalu berbeda orangnya. Dan jawaban saya selalu sama, jika tak di jadikan acara bisa? Datang kerumahnya, silaturahmi, berbincang bincang. Dan mereka jawabnya selalu sama. Tak bisa, jika begitu nanti tak ada yang lihat, tak meriah, bukankah dalam kebaikan harus disiarkan kepada semua orang, agar supaya yang belum pernah ikut santunan biar tertarik menjadi donatur atau dermawan.

“Ini pahala dan di janjikan surga”

Saat mendengar itu semua, saya tak mau berdebat dan saya pun tak memberikan sumbangan santunan. Biar dikatakan, di gremengi atau lainnya saya tak jadi soal. Saya punya cara tersendiri untuk saling memahami terhadap mereka yang yatim. Sebab dulu saya pun yatim, jadi lebih mengerti bagaimana perasaan, hati mereka saat di pertontonkan dan di siarkan. Belajarlah menjadi manusia seutuhnya, memanusiakan manusia. Datanglah dari rumah ke rumah. Tuhan tahu tapi menunggu.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Beda Puasa Nabi Dungan Ummat Masa Kini. Photo by Rauf Alvi On Unsplash.

    Beda Puasa Nabi dengan Ummat Masa Kini

    • calendar_month Kam, 23 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 364
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Tahun ke-6 Hijriyah, terjadi kesepakatan antara Nabi Muhammad SAW. (Kaum Muslimin) dengan Kaum Kafir Quraisy di daerah Hudaibiyah, tepian Makkah. Dalam ar Rahiq wal Makhtum milik Syaikh Shafiyyur Rahman al Muarakfuri, berkisah tentang ‘puasanya’ Nabi dalam perjanjian tersebut. Mulanya, Nabi memandatkan Ali bin Abi Thalib untuk menulis kesepakatan. Ali membuka perjanjian […]

  • Zakat Produktif Ala Kiai Sahal Didiskusikan

    Zakat Produktif Ala Kiai Sahal Didiskusikan

    • calendar_month Jum, 15 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 488
    • 0Komentar

     KH. MA. Sahal Mahfudh sebagai seorang ulama besar yang peduli terhadap kesejahteraan umat berpikir dan bertindak untuk umat. Salah satu buah pemikiran Kiai Sahal adalah zakat produktif, yakni zakat yang mampu mengubah orang-orang miskin menjadi sejahtera dan mandiri secara ekonomi. Pusat Studi Zakat dan Wakaf Prodi Manajemen Zakat Wakaf Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati […]

  • PCNU-PATI

    Kunci Meraih Keberkahan Ilmu?

    • calendar_month Ming, 11 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 447
    • 0Komentar

    “Ketahuilah, sesungguhnya seorang penuntut ilmu tidak akan memperoleh kesuksesan ilmu dan tidak pula bermanfaat ilmunya, kecuali dengan mengagungkan ilmu dan ahli ilmu, mengagungkan gurunya dan menghormatinya.” —Imam Az-Zarnuji             Demikianlah sekelumit motivasi yang diberikan oleh penulis buku ini kepada para pemuda penuntut ilmu. Buku ini sudah lama dikenal, khususnya di kalangan pesantren yang mengkajinya  dari […]

  • Padepokan Songgo Buono Gasmi Adakan UKT

    Padepokan Songgo Buono Gasmi Adakan UKT

    • calendar_month Ming, 29 Des 2019
    • account_circle admin
    • visibility 471
    • 0Komentar

    TAMBAKROMO-Padepokan Pencak Silat Songgo Buono Gasmi mengadakan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT). Kegiatan ini digelar Sabtu (28/12) malam. Sedikitnya 75 pendekar mengikuti UKT. Semuanya merupakan pendekar Pencak Silat NU Pagar Nusa.  Para peserta UKT Padepokan Songgo Buono Gasmi berpose usai pengambilan sabuk. Joko Buwono, pimpinan padepokan menegaskan bahwa kegiatan tersebut secara khusus ditujukan untuk meningkatkan kualitas […]

  • Fenomena FOMO Ramadan

    Fenomena FOMO Ramadan

    • calendar_month Ming, 23 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 461
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda*   Apa to sakjane FOMO kuwi? Fear of Missing Out atau FOMO pada intinya perasaan cemas ketinggalan pengalaman atau aktivitas tertentu yang sering muncul saat Rmadan. Fenomena Ramadan intinya perasaan cemas atau takut ketinggalan momen-momen berharga selama bulan Ramadan. Fenomena ini seringkali dipicu oleh media sosial, ya Facebook, Instagram, TikTok, X, di […]

  • PCNU - PATI

    Usai Ikuti Diklat Persidangan, PC Imbau Seluruh PAC Turba ke Ranting

    • calendar_month Sab, 11 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 450
    • 0Komentar

    PATI – Pimpinan Cabang (PC) IPNU IPPNU Pati mengimbau seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) mengadakan follow up setelah mengikuti kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Persidangan. Wakil Ketua I PC IPNU Pati, Rekan Ahmad Khoirul Anam mengatakan bahwa imbauan ini bertujuan agar pengetahuan yang didapat dari Diklat Persidangan dapat tersampaikan ke Pimpinan Ranting. “Ilmu Diklat persidangan […]

expand_less