Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Kemenangan Politik ‘Ngalah’-nya Nabi

Kemenangan Politik ‘Ngalah’-nya Nabi

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 6 Okt 2022
  • visibility 325
  • comment 0 komentar

Oleh : Maulana Karim Sholikhin*

Dalam agama islam, Nabi Muhammad menjadi sosok suci yang sarat teladan. Kehebatan plus kecerdasannya yang multidimensi pun diiyakan banyak kalangan, baik oleh ummatnya sendiri maupun non Islam.

Sebut saja Mahatma Gandhi dan Craig Considine yang bahkan mengagungkan nabinya Ummat Islam lewat pendapat lisan maupun karya tulis dan postingan-postingan di Twitter. Luar biasa memang nabi kita Muhammad bin Abdillah itu.

Tentunya, ini bukan statemen untuk mengglorifikasi idola dari seorang fans (atau katakanlah ummat). Namun nabi yang identik dengan urusan agama beserta pernak perniknya, ternyata memiliki kapabilitas dalam konteks-konteks yang notabenenya ‘di luar’ agama. Ya, bisa kita tilik langkah-langkah cerdik Nabi Muhammad di bidang ekonomi, sosial bahkan politik.

Penulis ambil satu sampel supaya tidak kepanjangan, yakni langkah hebat nabi saat Perjanjian Hudaibiyah. Inilah perjanjian perdana antara Ummat Islam dan kaum kafir Quraisy Makkah setelah sekian lama tidak pernah akur.

Memang, literally isi perjanjian ini menguntungkan si Kafir. Namun  jauh lebih dalam, sebenarnya Ummat Islam memperoleh laba besar dari politik ‘ngalah’-nya nabi dalam peristiwa di Lembah Hudaibiyah tersebut.

Di awal perjanjian, Ali bin Abi Thalib yang diminta untuk menulis perjanjian itu, menyematkan basmallah sebagai pembuka dan menyebut “Muhammad Rasulullah.” Saat disodorkan ke pihak Kafir Quraisy, hal ini pun ditolak mentah-mentah oleh Suhail bin Amr.

Ya, Kafir memang tidak mengakui ketuhanan Allah dan kerasulan Muhammad. Itulah sebabnya mereka disebut Kafir.

Mereka pun menuntut paksa untuk merevisi basmalah menjadi bismika allahumma dan mengganti tulisan Muhammad Rasulullah dengan Muhammad bin Abdillah saja. Tak di sangka, Nabi Muhammad malah sepakat. Heran!.

Umar yang masyhur dengan ‘senggol bacok’-nya hampir meradang. Untunglah Abu Bakar yang memang faham betul karakter nabi, segera mendinginkan dada Umar. Bahkan Ali bin Abi Thalib, sepupu dan menantu kesayangan, menolak perintah nabi untuk mengganti menghapus tulisan “Rasulullah”. Namun Sang Nabi sendiri yang akhirnya menghapusnya.

Kerugian Ummat Islam belum selesai. Isi perjanjian yang mendiskreditkan Muhammad beserta pengikutnya menjadi momok bagi Muslimin. Banyak Kaum Muslimin sendiri yang merasa terhina dengan isi dan proses Perjanjian Hudaibiyah. Hanya saja, mereka nggak berani wadul ke Nabi. Cuma Umar bin Khotthob yang berani, namun toh akhirnya mengikuti nabi. Sebab, dibalik itu semua, dengan langkah ini, nabi telah menaikkan level ummat islam secara politis.

Dalam arRahiq alMakhtum, Syaikh Mubarakfuriy menilai Perjanjian Hudaibiyah sekaligus menjadi bukti pengakuan Kafir Quraisy terhadap kekuatan Muslim. Bahkan Perjanjian ini lahir karena kekhawatiran Khalid bin Walid CS yang khawatir tidak mampu menandingi kekuatan ummat islam sehingga memilih jalur islah, membuat perjanjian.

Dengan demikian pula, Ummat Islam yang selalu dimarginalkan, kini memiliki kedudukan sama dengan Kaum Quraisy. Luar biasa bukan politik nabi?. Tindakan patriotis macam ini, mana mungkin dilakukan oleh seorang yang tidak memiliki kecerdasan politis. Tampak sedikit mengalah, padahal sejatinya, ia melihat potensi kemenangan besar bagi kubunya.[ ]

*Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam Gembong

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lagi Hangat, Pelajar NU Kolaborasi dengan Seniman Teater Atap

    Lagi Hangat, Pelajar NU Kolaborasi dengan Seniman Teater Atap

    • calendar_month Sel, 7 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 513
    • 0Komentar

    Pertemuan perdana OSB PC IPNU/IPPNU Kabupaten Pati dengan Teater Atap, Minggu (5/12) lalu PATI – Teater Atap lakukan pertemuan pertama dengan talent Pelajar NU Pati beserta departemen Olahraga Seni dan Budaya (OSB) PC IPNU IPPNU Pati pada Minggu (5/12). Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk menciptakan seniman-seniman di masa depan.  Terdapat pula beberapa bahasan serta poin yang […]

  • Salah seorang demonstran berorasi di depan Kantor Bupati, Pati. Sebelumnya, mereka juga berunjuk rasa di depan Kantor DPRD

    PMII Cabang Pati Demo di Kantor DPRD, Ini Tuntutannya

    • calendar_month Sen, 11 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 384
    • 0Komentar

    PATI-  Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pati lakukan aksi demo di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Senin (11/4). Para mahasiswa mulai datang sekira pukul 10.00 WIB dengan membentangkan berbagai poster bertuliskan bentuk protes terhadap kenaikan harga-harga. Mulanya, puluhan mahasiswa tersebut ditemui oleh Wakil Ketua II DPRD […]

  • Rakerwil I, LP. Ma’arif NU Jateng Paparkan Program dari 12 Bidang

    Rakerwil I, LP. Ma’arif NU Jateng Paparkan Program dari 12 Bidang

    • calendar_month Sel, 22 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 418
    • 0Komentar

    Wonosobo – Bertempat di Ruang Sinensis, Tambi Tea Resort Wonosobo, pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah periode 2024-2029 bersama Ketua dan Sekretaris Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PCNU Kabupaten/Kota se Jawa Tengah melaksanakan kegiatan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I pada Sabtu (19/10/2024). Dalam sesi pemaparan program kerja, dipimpin Wakil Sekretaris LP. Ma’arif NU PWNU […]

  • Disiplin Prokes Sejak Usia Dini, Kebapa Tidak?

    Disiplin Prokes Sejak Usia Dini, Kebapa Tidak?

    • calendar_month Sen, 20 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 380
    • 0Komentar

    Oleh : Nur Hidayatun Nikmah* Kurangnya sikap disiplin protokol kesehatan oleh orang tua ternyata sangat berpengaruh terhadap anak usia dini. Karena orang tua adalah panutan anak selama dirumah, maka jika dalam aktivitas sehari-hari orang tua tidak mencontohkan sikap disiplin yang baik dan benar, dikhawatirkan anak akan meniru perilaku ini.  Contoh kecil saja, dalam penerapan protokol […]

  • ‎IGI Sleman Tegaskan Komitmen Transformasi Pendidikan sebagai KOP Kolaborator di Belajaraya 2026

    ‎IGI Sleman Tegaskan Komitmen Transformasi Pendidikan sebagai KOP Kolaborator di Belajaraya 2026

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 13.154
    • 0Komentar

    ‎ ‎ ‎Jakarta — Festival pendidikan terbesar di Indonesia, Belajaraya 2026, kembali menjadi ruang kolaborasi dan berbagi praktik baik bagi para pendidik di Taman Ismail Marzuki (TIM) pada Sabtu (2/5/2026). Dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional ini, Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Sleman turut mengambil peran strategis sebagai salah satu Komunitas Organisasi Pendidikan) (KOP) Kolaborator. […]

  • Lazisnu Ranting Dukuhseti Distribusikan bantuan ke Warga diwilayah Dukuhseti

    Lazisnu Ranting Dukuhseti Distribusikan bantuan ke Warga diwilayah Dukuhseti

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.113
    • 0Komentar

      Curah hujan yang berintensitas tinggi mengakibatkan Banjir yang melanda Kecamatan Dukuhseti mengetuk kepedulian pengurus dan simpatisan Lazisnu Ranting Dukuhseti. Aksi solidaritas yang dilakukan pengurus Lazisnu Ranting Dukuhseti, Minanurul Rohman selaku ketua Lazisnu Ranting Dukuhseti menggerakkan semua pengurus dan simpatisan untuk menggalang aksi solidaritas pada Selasa 13 Januari 2026 “Sebenarnya aksi solidaritas sudah dilakukan dari […]

expand_less