Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Kemenangan Politik ‘Ngalah’-nya Nabi

Kemenangan Politik ‘Ngalah’-nya Nabi

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 6 Okt 2022
  • visibility 387
  • comment 0 komentar

Oleh : Maulana Karim Sholikhin*

Dalam agama islam, Nabi Muhammad menjadi sosok suci yang sarat teladan. Kehebatan plus kecerdasannya yang multidimensi pun diiyakan banyak kalangan, baik oleh ummatnya sendiri maupun non Islam.

Sebut saja Mahatma Gandhi dan Craig Considine yang bahkan mengagungkan nabinya Ummat Islam lewat pendapat lisan maupun karya tulis dan postingan-postingan di Twitter. Luar biasa memang nabi kita Muhammad bin Abdillah itu.

Tentunya, ini bukan statemen untuk mengglorifikasi idola dari seorang fans (atau katakanlah ummat). Namun nabi yang identik dengan urusan agama beserta pernak perniknya, ternyata memiliki kapabilitas dalam konteks-konteks yang notabenenya ‘di luar’ agama. Ya, bisa kita tilik langkah-langkah cerdik Nabi Muhammad di bidang ekonomi, sosial bahkan politik.

Penulis ambil satu sampel supaya tidak kepanjangan, yakni langkah hebat nabi saat Perjanjian Hudaibiyah. Inilah perjanjian perdana antara Ummat Islam dan kaum kafir Quraisy Makkah setelah sekian lama tidak pernah akur.

Memang, literally isi perjanjian ini menguntungkan si Kafir. Namun  jauh lebih dalam, sebenarnya Ummat Islam memperoleh laba besar dari politik ‘ngalah’-nya nabi dalam peristiwa di Lembah Hudaibiyah tersebut.

Di awal perjanjian, Ali bin Abi Thalib yang diminta untuk menulis perjanjian itu, menyematkan basmallah sebagai pembuka dan menyebut “Muhammad Rasulullah.” Saat disodorkan ke pihak Kafir Quraisy, hal ini pun ditolak mentah-mentah oleh Suhail bin Amr.

Ya, Kafir memang tidak mengakui ketuhanan Allah dan kerasulan Muhammad. Itulah sebabnya mereka disebut Kafir.

Mereka pun menuntut paksa untuk merevisi basmalah menjadi bismika allahumma dan mengganti tulisan Muhammad Rasulullah dengan Muhammad bin Abdillah saja. Tak di sangka, Nabi Muhammad malah sepakat. Heran!.

Umar yang masyhur dengan ‘senggol bacok’-nya hampir meradang. Untunglah Abu Bakar yang memang faham betul karakter nabi, segera mendinginkan dada Umar. Bahkan Ali bin Abi Thalib, sepupu dan menantu kesayangan, menolak perintah nabi untuk mengganti menghapus tulisan “Rasulullah”. Namun Sang Nabi sendiri yang akhirnya menghapusnya.

Kerugian Ummat Islam belum selesai. Isi perjanjian yang mendiskreditkan Muhammad beserta pengikutnya menjadi momok bagi Muslimin. Banyak Kaum Muslimin sendiri yang merasa terhina dengan isi dan proses Perjanjian Hudaibiyah. Hanya saja, mereka nggak berani wadul ke Nabi. Cuma Umar bin Khotthob yang berani, namun toh akhirnya mengikuti nabi. Sebab, dibalik itu semua, dengan langkah ini, nabi telah menaikkan level ummat islam secara politis.

Dalam arRahiq alMakhtum, Syaikh Mubarakfuriy menilai Perjanjian Hudaibiyah sekaligus menjadi bukti pengakuan Kafir Quraisy terhadap kekuatan Muslim. Bahkan Perjanjian ini lahir karena kekhawatiran Khalid bin Walid CS yang khawatir tidak mampu menandingi kekuatan ummat islam sehingga memilih jalur islah, membuat perjanjian.

Dengan demikian pula, Ummat Islam yang selalu dimarginalkan, kini memiliki kedudukan sama dengan Kaum Quraisy. Luar biasa bukan politik nabi?. Tindakan patriotis macam ini, mana mungkin dilakukan oleh seorang yang tidak memiliki kecerdasan politis. Tampak sedikit mengalah, padahal sejatinya, ia melihat potensi kemenangan besar bagi kubunya.[ ]

*Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam Gembong

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Islam Nusantara Di-Bahtsul Masail-kan

    Islam Nusantara Di-Bahtsul Masail-kan

    • calendar_month Jum, 20 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 410
    • 0Komentar

    Majlis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Trangkil Pati mengadakan bahtsul masail atau forum kajian keagamaan yang mengkaji tentang Islam Nusantara di Masjid Al-Huda desa Pasucen Trangkil Pati kemarin. Bahtsul Masail ini dipimpin oleh KH. Abdul Madjid selaku Wakil Rais Syuriyah MWCNU Trangkil. Peserta terdiri dari para kiai utusan ranting se-Kecamatan Trangkil. Pengurus MWCNU Trangkil, Ranting […]

  • Didatangi Cabang, Ketua UPZIS MWCNU Gembong Siap Turba

    Didatangi Cabang, Ketua UPZIS MWCNU Gembong Siap Turba

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.873
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Unit Pengelola Zakat (UPZIS) MWC NU Gembong menerima kunjungan dari Lazisnu Pati, Ahad (30/11) di Gedung MWCNU Gembong). Kedatangan rombongan dari kabupaten tersebut adalah dalam rangka monitoring. Ahmad Shodiq Ketua Lazisnu Gembong, menilai monitoring ini sebagai langkah evaluasi. Dia menilai kendala pengelolaan ZIS di Gembong cukup kompleks. “Kami terimakasih kepada Lazisnu cabang. […]

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Baca Sholawat Itu Ada Aturannya

    • calendar_month Jum, 1 Des 2023
    • account_circle admin
    • visibility 427
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Sholawat itu sejak zaman kanjeng Nabi sudah ada. Bahkan kita semua juga tahu perintah sholawat itu tak hanya ditujukan untuk manusia saja. Gusti Allah dan para malaikat pun turut memanjatkan sholawat untuk kanjeng Nabi Muhammad. Sholawat itu ibadah gratis dan termudah yang diperintah Tuhan kepada hambanya. Kita telah mendengar berkali-kali ceramah […]

  • PCNU-PATI

    Ramadan: antara Pati, Semarang, Blora, Temanggung, dan Jogja

    • calendar_month Ming, 24 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 436
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda*  Setiap tempat menyimpan enigma, rasa, karsa, budaya, dan juga kata-kata. Terutama saat Ramadan seperti ini. Ramadan sebagai bulan yang penuh berkah dan rahmat, merupakan salah satu momen yang paling dinantikan oleh umat muslim di seluruh dunia. Jika mengingat tempat-tempat tertentu saat Ramadan, yang paling saya ingat tentu Pati, Semarang, Blora, Temanggung, dan […]

  • PAC PERGUNU Gembong Gelar Konferancab

    PAC PERGUNU Gembong Gelar Konferancab

    • calendar_month Rab, 24 Mar 2021
    • account_circle admin
    • visibility 424
    • 0Komentar

    GEMBONG – PAC Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) KEcmaatan Gembong Kabupaten Pati Kemarin menggelar konferensi Anak Cabang (Konferancab) yang dihadiri oleh MWC NU, PC Pergunu Pati, Guru semua jenjang pendidikan Serta Ustadz dan Ustadzah Perwakilan dari Badko TPQ, FKDT Madin dan beberapa tamu undangan lainnya.   Kegiatan yang berlangsung di pondok pesantren Shofa Az Zahro […]

  • Bersedekah dan Melaksanakan Tahlilan Pada Hari Tertentu Setelah Kematian

    Bersedekah dan Melaksanakan Tahlilan Pada Hari Tertentu Setelah Kematian

    • calendar_month Sen, 28 Apr 2014
    • account_circle admin
    • visibility 535
    • 0Komentar

    Bersedekah dan Melaksanakan Tahlilan Pada Hari Tertentu Setelah Kematian Bersedekah adalah termasuk tindakan yang disyari’atkan agama dan berpahala. Bersedekah juga mencerminkan kepedulian sosial antar umat Islam. Dalam hadits Amr bin Abasah disebtkan: قُلْتُ مَا الْإِسْلَامُ قَالَ طِيبُ الْكَلَامِ وَإِطْعَامُ الطَّعَامِ [1] “Aku bertanya, “Apa Islam itu?” Beliau menjawab, “Berkata yang baik dan memberi makan.” Sedekah juga […]

expand_less