Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Kemenangan Politik ‘Ngalah’-nya Nabi

Kemenangan Politik ‘Ngalah’-nya Nabi

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 6 Okt 2022
  • visibility 360
  • comment 0 komentar

Oleh : Maulana Karim Sholikhin*

Dalam agama islam, Nabi Muhammad menjadi sosok suci yang sarat teladan. Kehebatan plus kecerdasannya yang multidimensi pun diiyakan banyak kalangan, baik oleh ummatnya sendiri maupun non Islam.

Sebut saja Mahatma Gandhi dan Craig Considine yang bahkan mengagungkan nabinya Ummat Islam lewat pendapat lisan maupun karya tulis dan postingan-postingan di Twitter. Luar biasa memang nabi kita Muhammad bin Abdillah itu.

Tentunya, ini bukan statemen untuk mengglorifikasi idola dari seorang fans (atau katakanlah ummat). Namun nabi yang identik dengan urusan agama beserta pernak perniknya, ternyata memiliki kapabilitas dalam konteks-konteks yang notabenenya ‘di luar’ agama. Ya, bisa kita tilik langkah-langkah cerdik Nabi Muhammad di bidang ekonomi, sosial bahkan politik.

Penulis ambil satu sampel supaya tidak kepanjangan, yakni langkah hebat nabi saat Perjanjian Hudaibiyah. Inilah perjanjian perdana antara Ummat Islam dan kaum kafir Quraisy Makkah setelah sekian lama tidak pernah akur.

Memang, literally isi perjanjian ini menguntungkan si Kafir. Namun  jauh lebih dalam, sebenarnya Ummat Islam memperoleh laba besar dari politik ‘ngalah’-nya nabi dalam peristiwa di Lembah Hudaibiyah tersebut.

Di awal perjanjian, Ali bin Abi Thalib yang diminta untuk menulis perjanjian itu, menyematkan basmallah sebagai pembuka dan menyebut “Muhammad Rasulullah.” Saat disodorkan ke pihak Kafir Quraisy, hal ini pun ditolak mentah-mentah oleh Suhail bin Amr.

Ya, Kafir memang tidak mengakui ketuhanan Allah dan kerasulan Muhammad. Itulah sebabnya mereka disebut Kafir.

Mereka pun menuntut paksa untuk merevisi basmalah menjadi bismika allahumma dan mengganti tulisan Muhammad Rasulullah dengan Muhammad bin Abdillah saja. Tak di sangka, Nabi Muhammad malah sepakat. Heran!.

Umar yang masyhur dengan ‘senggol bacok’-nya hampir meradang. Untunglah Abu Bakar yang memang faham betul karakter nabi, segera mendinginkan dada Umar. Bahkan Ali bin Abi Thalib, sepupu dan menantu kesayangan, menolak perintah nabi untuk mengganti menghapus tulisan “Rasulullah”. Namun Sang Nabi sendiri yang akhirnya menghapusnya.

Kerugian Ummat Islam belum selesai. Isi perjanjian yang mendiskreditkan Muhammad beserta pengikutnya menjadi momok bagi Muslimin. Banyak Kaum Muslimin sendiri yang merasa terhina dengan isi dan proses Perjanjian Hudaibiyah. Hanya saja, mereka nggak berani wadul ke Nabi. Cuma Umar bin Khotthob yang berani, namun toh akhirnya mengikuti nabi. Sebab, dibalik itu semua, dengan langkah ini, nabi telah menaikkan level ummat islam secara politis.

Dalam arRahiq alMakhtum, Syaikh Mubarakfuriy menilai Perjanjian Hudaibiyah sekaligus menjadi bukti pengakuan Kafir Quraisy terhadap kekuatan Muslim. Bahkan Perjanjian ini lahir karena kekhawatiran Khalid bin Walid CS yang khawatir tidak mampu menandingi kekuatan ummat islam sehingga memilih jalur islah, membuat perjanjian.

Dengan demikian pula, Ummat Islam yang selalu dimarginalkan, kini memiliki kedudukan sama dengan Kaum Quraisy. Luar biasa bukan politik nabi?. Tindakan patriotis macam ini, mana mungkin dilakukan oleh seorang yang tidak memiliki kecerdasan politis. Tampak sedikit mengalah, padahal sejatinya, ia melihat potensi kemenangan besar bagi kubunya.[ ]

*Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam Gembong

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Luar Biasa! LP Maarif Magelang Bekali Guru SD dengan Pelatihan Coding dan AI

    Luar Biasa! LP Maarif Magelang Bekali Guru SD dengan Pelatihan Coding dan AI

    • calendar_month Jum, 1 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 550
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id Kabupaten Magelang – Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU PCNU Kabupaten Magelang saat ini baru mengadakan pelatihan koding dan Artificial Intelligence (AI) bagi wakil guru SD se-Kabupaten Magelang. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran. Pelatihan yang berlangsung mulai Senin,28 Juli sd Jumat,1 Agustus 2025 ini diikuti oleh […]

  • Santri sekaligus Anggota Banser Panggungroyom Wedarijaksa Menjadi Korban Pengeroyokan

    Santri sekaligus Anggota Banser Panggungroyom Wedarijaksa Menjadi Korban Pengeroyokan

    • calendar_month Sel, 29 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 526
    • 0Komentar

    Pcnupari.or.id. – Seorang santri asal Desa Panggungroyom, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, yakni Muhammad Aufal Maromi (23) menjadi korban pengeroyokan oleh segerombolan orang di Prawirotaman, Mergangsan, Yogyakarta, Rabu (23/10/2024) malam. Aufal merupakan seorang santri Pondok Pesantren Al Munawwir, Krapyak, Jogja. Kejadian pengeroyokan itu bermula saat Aufal bersama dengan seorang temannya yakni Shafiq Faskha (19), warga Rembang, tengah membeli sate sekira […]

  • Buka Acara Mapaba, Ini Pesan Sekum PC PMII Pati

    Buka Acara Mapaba, Ini Pesan Sekum PC PMII Pati

    • calendar_month Sen, 25 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 371
    • 0Komentar

    Civitas akademika STAI Pati yang mengikuti Mapaba PMII Rayon Tarbiyah STAIP, berpose bersama beberapa pengurua PMII PATI – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Tarbiyah STAI Pati menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) tahun 2021. dengan mengusung tema ‘Menumbuhkan loyalitas antar Anggota Berdaya Saing Tinggi sebagai Harapan Bangsa dan Agama, Mapaba tersebut diikuti sedikitnya oleh […]

  • PCNU-PATI

    Banjir di Bulan Ramadhan

    • calendar_month Sen, 18 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 389
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Bulan Ramadhan selalu disambut dengan sukacita oleh umat Islam di seluruh dunia. Bulan penuh berkah ini menjadi momen untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, melalui ibadah puasa, shalat tarawih, dan berbagai amalan baik lainnya. Namun, tak jarang ujian dan cobaan datang di saat-saat seperti ini, seperti musibah banjir yang kerap […]

  • Mandi dan Memakai Wangi-Wangian, ketika Khotib Sudah Khotbah

    Mandi dan Memakai Wangi-Wangian, ketika Khotib Sudah Khotbah

    • calendar_month Jum, 13 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 407
    • 0Komentar

      Pertanyaan : Bagaimana hukumnya mandi dan memakai wangi-wangian, ketika khotib sudah mulai khotbah (Jum`at)?   Jawaban :Hukumnya mandi dan memakai wangi-wangian tetap disunnahkan, apabila aman dari tafwit al-jum`ah (menghabiskan waktu jum`ah).   Referensi : & Nihâyat az-Zain, hal. 142 & Muhadzdzab, vol. 1 hal. 113 & As-syarwâni, vol. 2 hal. 465 & Tausyîh, hal. […]

  • closed brown wooden door

    Sejauh Mana Weton Menghalangimu?

    • calendar_month Jum, 10 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 853
    • 0Komentar

      pncupati.or.id – Menelisik lebih jauh tentang peranan weton atau satuan yang masih sangat dipercaya hampir mayoritas orang Jawa. Secara pengertian weton berasal dari bahasa Jawa yang memiliki makna hari kelahiran. Dalam keseharian orang Jawa weton memiliki konsep penting dalam budaya yang sering dikaitkan dengan perhitungan kalender dan ramalan nasib. Kita ketahui bersama, kalau di […]

expand_less