Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Madrasah di Pati Ramai-ramai Tolak MBG saat Puasa, Salafiyah Kajen: Bikin Mokel

Madrasah di Pati Ramai-ramai Tolak MBG saat Puasa, Salafiyah Kajen: Bikin Mokel

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 23 Feb 2026
  • visibility 8.986
  • comment 0 komentar

 

Pati – Madrasah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah ramai-ramai menolak pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadan alias bulan puasa. Alasannya, pembagian MBG berpotensi membuat siswa mokel atau membatalkan puasa.

Waktu pembagian MBG selama Ramadan ini sama dengan hari-hari biasanya, mulai pagi hingga menjelang adzan dzuhur. Namun menu yang dibagikan berbeda.

Bila hari biasa menu yang dibagikan yakni menu makanan basah, seperti nasi dan berbagai lauknya. Saat Ramadan, menu yang dibagikan menu kering agar bisa disantap siswa saat buka puasa.

Meskipun demikian, terdapat sejumlah madrasah dan sekolah yang menolak pembagian MBG selama Ramadan.

Sekolah yang menolak MBG di antaranya, Yayasan Salafiyah Kajen dan Yayasan Al Makruf Hadiwijaya. Kedua yayasan tersebut membawahi sejumlah sekolah. Mulai RA (setingkat TK), MI, MTs, MA hingga SMK.

Lalu, madrasah yang berada di naungan Yayasan Pendidikan Islam Manahijul Huda Ngagel (Yapim) dan MTs Raudlotul Falah Mboro Desa Sitiluhur.

Ketua Umum Yayasan Salafiyah Kajen Pati, KH Ubaidillah Wahab mengakui keputusan ini dilakukan untuk menjaga siswanya agar tidak membatalkan puasa alias mokel.

”Iya (tidak menerima selama Ramadan) untuk menjaga supaya ibadah Ramadan-nya tidak terganggu dengan MBG. Agar tak membatalkan puasa,” ujar dia, Senin (23/2/2026).

Kiai Ubaid mengaku semua sekolah yang berada di bawah yayasannya tak menerima MBG selama Raja. Dirinya pun tak bertanggungjawab bila ada SPPG yang nekad mendistribusikan MBG ke sekolahnya.

”Semua tingkatan. Dari RA sampai MA. Kalau ada yang mblelo ya itu urusannya sendiri. Karena kami tak bekerja sama dengan SPPG mana pun (selama Ramadan),” tutur dia.

Ia mengaku tak mempunyai opsi pembagian MBG selama Ramadan. Termasuk kemungkinan pembagian saat sore menjelang berbuka puasa. Menurutnya, hal itu tak memungkinkan lantaran madrasah di tempatnya sudah pulang saat siang hari.

”Kalau sore siapa nanti karena madrasah itu pulangnya tidak sampai sore. Tidak ada saran saya. Yang penting di yayasan kami terjaga baik ibadah puasanya. Namanya madrasah basic-nya Ponpes,” tutur dia.

Sekitar kurang dari 3 ribu siswa di sekolahnya pun dipastikan tak mendapatkan MBG selama bulan suci Ramadan.

”Total ada kurang lebih hampir 3 ribuan siswa,” tandas dia.

Sementara, Korwil MBG Wilayah Pati, Ahmad Khoirul Basar pun merespon. Menurutnya, penolakan MBG selama Ramadan merupakan hak pihak sekolahan. Pihaknya pun tidak bisa berbuat banyak.

”Itu kan kebijakan sekolah, karena libur. Boleh saja bila ada penolakan selama Ramadan khawatir batalnya anak-anak itu diperbolehkan,” ujar dia, Senin (23/2/2026).

Saat ini pihaknya baru mendapatkan laporan dua yayasan yang menolak MBG. Yakni Yayasan Salafiyah Kajen dan Yayasan Al Makruf Hadiwijaya.

”Dari pihak sekolahan membuat surat tak menerima MBG selama Ramadan aja. Di Margoyoso saja,” kata dia.

Sementara penolakan MBG di sejumlah sekolahan lainnya, pihaknya belum mendapatkan laporan.

”Di Ngagel belum, di Kayen juga belum masuk laporan. Baru di Margoyoso saja dari PAUD sampai MA-nya,” tutur dia.

Meskipun sejumlah sekolah ramai-ramai menolak MBG, oprasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap berjalan. SPPG yang bersangkutan tetap melayani pemenuhan gizi di sekolah yang masih menerima.

”Ndak ada pengalihan. Yang bisa dilayani saja,” tandas dia.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NU, Aku Jatuh Hati Padamu

    NU, Aku Jatuh Hati Padamu

    • calendar_month Rab, 1 Feb 2017
    • account_circle admin
    • visibility 487
    • 0Komentar

    Saya selalu senang dengan sikap NU. NU itu seperti organisasi Hezbullah di Lebanon. Hezbullah meski sebagai organisasi besar dan kuat di Lebanon, tidak mau mencampuri urusan dalam negeri Lebanon. Lebanon itu negara demokratis parlementer. Sesudah perang saudara 15 tahun, mereka membangun sistem khusus di negaranya yang bernama konfesionalisme untuk menghindari kembali terjadinya perang sektarian. Disana, […]

  • Tanya Jawab Bersama Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Syuriah

    • calendar_month Kam, 18 Feb 2016
    • account_circle admin
    • visibility 484
    • 0Komentar

    Assalamualaikum Wr Wb. Saya mau Tanya, HP saya android dan didalamnya ada aplikasi alqur’annya, apakah saya boleh membawanya dalam keadaan tidak memiliki wudlu’, dan bagaimana hukum membawanya ke toilet, mohon penjelasannya. Terima kasih. Wa’alaikum salam Wr Wb. Hukum membawanya dalam keadaan tidak memiliki wudlu` (hadats) adalah haram jika aplikasi tersebut dibuka dan menampilkan tulisan alqura’an […]

  • Pengurus IKA PMII Pati Gelar Rapat Kerja, Ketua PCNU Ingatkan 3M

    Pengurus IKA PMII Pati Gelar Rapat Kerja, Ketua PCNU Ingatkan 3M

    • calendar_month Ming, 27 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 411
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kabupaten Pati periode 2025-2030 menggelar pelantikan sekaligus rapat kerja, pada Minggu (27/4/2025) sore. Kegiatan itu berlangsung di Joglo Pergerakan Sahabat Muslihan, Desa Tegalharjo, Kecamatan Trangkil. Para pengurus dilantik langsung oleh Bendahara Umum Pengurus Wilayah IKA PMII Jawa Tengah, M. Mahbub Zaki. Pada […]

  • PK IPNU IPPNU MA Rudlatusy Syubban Adakan Makesta

    PK IPNU IPPNU MA Rudlatusy Syubban Adakan Makesta

    • calendar_month Sel, 25 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 385
    • 0Komentar

    Salah satu prosesi Makesta PK IPNU-IPPNU Raudlatusy Syubban MARGOYOSO – Pimpinan Komisariat IPNU IPPNU Raudlatusy Syubban sukses adakan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) pada Kamis-Jum’at (20-21/1). Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai proses kaderisasi pertama untuk anggota IPNU IPPNU.  Kegiatan yang berlokasi di MA Raudlatusy Syubban, Desa Sekarjalak, Kecamatan Margoyoso ini diikuti sedikitnya 49 peserta.  Materi yang disampaikan […]

  • Puasa Mutih dan Patigeni

    Puasa Mutih dan Patigeni

    • calendar_month Sel, 17 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 3.213
    • 0Komentar

    Seorang kyai memberikan ijazah/amalan yang berupa puasa mutih (makan nasi saja) selama tujuh hari yang diakhiri dengan pati geni (tidak makan dan tidak minum dan tidak tidur) mulai maghrib sampai maghrib yang akan datang. Pertanyaan : Bolehkah amalan tersebut menurut kacamata fiqih ?   Jawaban : Boleh apabila tidak ada niat wishol dan amalan tersebut […]

  • Dampak 5 Hari Sekolah Versi Survei Ipmafa Pati: Ancam TPQ hingga Pembelajaran Tak Maksimal

    Dampak 5 Hari Sekolah Versi Survei Ipmafa Pati: Ancam TPQ hingga Pembelajaran Tak Maksimal

    • calendar_month Sel, 8 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 454
    • 0Komentar

      Pati – Hasil survei Fakultas Tarbiyah Institut Pesantren Mathali’ul Falah (Ipmafa) Pati menunjukkan masyarakat khawatir lima hari sekolah menimbul sejumlah dampak negatif bila tetap dilakukan di Kabupaten Pati. Ipmafa menggelar survei pada tanggal 30 Juni hingga 2 Juli 2025. Sebanyak 208 responden terlibat dalam survei ini. Terdiri dari 53,4% laki-laki dan 46,6% perempuan. ”Mayoritas […]

expand_less