Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Tadarus Data dan Filter Bubble

Tadarus Data dan Filter Bubble

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 24 Feb 2026
  • visibility 9.279
  • comment 0 komentar

Oleh Hamidulloh Ibda

Kadang, saat judeg ketika nguji tesis atau skripsi mahasiswa, mereka puyeng tak bisa jawab, saya sering iseng tanya dengan pertanyaan receh.

Apa yang Anda maksud dengan data? Atau data itu apa? Karena mungkin grogi, atau sudah pening, mahasiswa itu jawab ke mana-mana. Padahal jawabannya simpel, data itu ya informasi. Ya, data itu informasi.

Dalam KBBI (2026), data adalah keterangan yang benar dan nyata, keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian (analisis atau simpulan). Sakjane simpel kan?

Ramadan dan Data

Mengapa judul artikel ini tadarus data? Kok tidak tadarus Al-Quran. Ya, tadarus kita nggak cuma Al-Quran tok to ya, data juga perlu kita tadarusi. Ramadan sangat identik dengan data. Soalnya ada hitungan rakaat Salat Tarawih, Salat Witir, jumlah hari puasa, jumlah juz dalam tadarus Al-Quran, hingga hitungan puasa Ramadan. Ya, yang jelas Ramadan memang selalu identik dengan pembersihan diri atau jiwa umat Islam. Mereka melaksanakan aktivitas menahan lapar, haus, dan amarah.

Akan tetapi di era jempol yang tak pernah berhenti bergulir ini, terdapat hal urgen lagi yang mendesak untuk dipuasakan. Apa itu? Ya, konsumsi informasi yang membabi buta. Ayo sejenak merenung, ketika kita duduk dengan posisi melingkar melaksanakan tadarus Al-Qur’an, di saku kita, ponsel tak henti “bertadarus” versinya sendiri, atau mengaji data dan menyuapi kita dengan apa yang ingin kita dengarkan.

Demikianlah fenomena yang kita sebut sebagai tadarus data. Apa maksudnya? Suatu ritual digital di mana kita menjadi jemaah setia dari mazhab algoritma. Haha

Namun masalahnya, apakah kita yang seperti itu terjebak pada gelembung sendiri?

Terjebak dalam Filter Bubble

Diakui atau tidak, sadar atau tidak, medsos kini menjadi “imam” sangat subjektif. Apa maksudnya, Mas Bro? Eli Pariser (2011), dalam buku bertajuk The Filter Bubble: What the Internet Is Hiding from You telah mengingatkan dengan tegas, algoritma dirancang menjadi pelayan yang terlalu rajin. Jika umat Islam menyukai konten politik X, algoritma akan terus menyuguhkan varian dari konten X. Begti kira-kira pemahaman saya!

Dalam konteks ini, ketika terlalu manja dengan aktivitas medos, lambat laun umat Islam akan terkurung dalam Filter Bubble atau gelembung filter. Artinya, umat Islam merasa sedang melihat dunia yang luas, padahal mereka (termasuk kita dan saya lah) hanya sedang melihat sebuah cermin.

Maksudnya, kita dalam konteks ini kehilangan cara atau sebuah kekuatan untuk melihat perspektif orang lain karena algoritma menganggap “perbedaan” sebagai gangguan yang harus disaring. Di Ramadan karim ini, bukankah salah satu esensi puasa adalah empati? Lalu, bagaimana kita dapat berempati ketika dunia digital telah steril dari pandangan orang yang berbeda?

Riuh Rendah Ruang Gema

Akibatnya, lebih jauh dari hanya sebuah pilihan konten. Cass R. Sunstein dalam karyanya #Republic: Divided Democracy in the Age of Social Media berusaha keras menyampaikan bahwa echo chamber (ruang gema) memiliki sebuah fenomena khusus. Di ruang gema ini, suara manusia yang terbatas dipantulkan kembali oleh orang-orang dengan pemikiran serupa hingga terdengar seperti kebenaran mutlak. Makanya dulu itu kumpul “kampret dengan kampret”, “cebong dengan cebong”, “termul dengan termul”, dan lainnya.

Sebuah hoaks dalam echo chamber tidak lagi butuh logika untuk dipercaya. Lo la terus? Ia hanya butuh “amin” dari jutaan manusia pengguna medsos (netizen) di lingkaran kita. Ketika semua orang di lini masa medsos Anda mengatakan hal sama, otak kita secara evolusioner akan menganggapnya sebagai konsensus. Haha pola kerjanya memang demikian to? Nah, di sini letak bahayanya. Artinya, kita merasa sedang membela kebenaran, padahal apa yang kita lakukan itu ibarat “kita hanya sedang merayakan prasangka”.

Tabayun Digital dan Puasanya Akal

Sekali tabayun harus menjadi budaya dan tradisi. Sebab, Ramadan hakikatnya menjadi momentum terbaik untuk melakukan upgrade sistem operasi batin umat Islam di dunia. Ketika tadarus Al-Quran memiliki tujuan mendekatkan muslim pada kebenaran Ilahi, maka “tadarus data” yang sehat dan bijak hakikatnya harus mendekatkan umat Islam pada kejujuran intelektual.

Islam tentu sangat menyarankan kita untuk bertabayun, klarifikasi, atau check dan re-check. Di era algoritma saat ini, tabayun tidak sekadar anjuran, melainkan kewajiban digital. Sekali lagi “kewajiban digital”. Kita perlu sesekali “keluar” dari gelembung kita (filter bubble) tadi, yaitu membaca opini/asumsi yang paradoks, dan menyadari “kebenaran seringkali berada di luar zona nyaman jempol kita”. Begitu!

Ramadan tahun ini, ayo bareng-bareng kita wujudkan atau realisasikan sebagai ajang “diet informasi”. Algoritma jangan sampai mendikte siapa yang harus kita benci atau apa yang harus kita maki. Hahaha

Riilnya, puasa Ramadan kali ini, mari kita coba untuk melakukan beberapa hal. Pertama, mandek membagikan informasi hanya karena judulnya memuaskan emosi kita (untuk meruntuhkan echo chamber). Kedua, mengembalikan kedaulatan akal di atas algoritma. Ketiga, kita follow satu akun yang pemikirannya berseberangan dengan kita (untuk memecah filter bubble). Bisakah? Ya, ayo kita coba.

Pada akhirnya, kesucian hati hanya dapat digapai ketika umat Islam menstop konsumsi kebencian yang dibungkus sebagai informasi. Selamat bertadarus, baik pada ayat-ayat-Nya, maupun pada data-data yang bertebaran di layar kita. Lalu, tadarus apa lagi yang harus kita lakukan?

–Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., adalah Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung 2025-2029, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif NU PCWNU Jawa Tengah 2024-2029, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah 2025-2027, Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Temanggung TV 2024-2028, Koordinator Bidang Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Temanggung 2025-2029.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tanya Jawab Bersama Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Syuriah

    • calendar_month Kam, 18 Feb 2016
    • account_circle admin
    • visibility 582
    • 0Komentar

    Assalamualaikum Wr Wb. Saya mau Tanya, HP saya android dan didalamnya ada aplikasi alqur’annya, apakah saya boleh membawanya dalam keadaan tidak memiliki wudlu’, dan bagaimana hukum membawanya ke toilet, mohon penjelasannya. Terima kasih. Wa’alaikum salam Wr Wb. Hukum membawanya dalam keadaan tidak memiliki wudlu` (hadats) adalah haram jika aplikasi tersebut dibuka dan menampilkan tulisan alqura’an […]

  • Puasa Sunnah yang Sebaiknya Dikerjakan di Bulan Muharram

    Puasa Sunnah yang Sebaiknya Dikerjakan di Bulan Muharram

    • calendar_month Sel, 3 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 472
    • 0Komentar

    Bulan Muharram menjadi bulan yang penuh keutamaan yang salah satunya adalah ibadah puasa sunnah. Bahkan di bulan Muharram ini terdapat beberapa amalan puasa sunnah yang dapat dikerjakan. Hal ini wajar, mengingat bulan Muharram merupakan bulan yang dimuliakan Allah SWT sehingga disebut sebagai syahrullah (bulan Allah). Keutamaan melaksanakan puasa sunnah pada bulan Muharram didasarkan pada hadits […]

  • Harap Kesuksesan PORSEMA XIII Jateng, Panitia Gelar Doa Bersama

    Harap Kesuksesan PORSEMA XIII Jateng, Panitia Gelar Doa Bersama

    • calendar_month Sel, 9 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 589
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id- Wonosobo – Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (PORSEMA) XIII tingkat Jawa Tengah, panitia penyelenggara bersama pengurus LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah dan LP Ma’arif NU PCNU Wonosobo menggelar kegiatan ziarah dan doa bersama pada Selasa (9/9/2025) di Wonosobo. Kegiatan diawali dengan ziarah ke makam para ulama dan tokoh pendidik NU […]

  • IKA PMII PATI Gelar Silaturahim dan Ngopi Bareng Lintas Generasi

    IKA PMII PATI Gelar Silaturahim dan Ngopi Bareng Lintas Generasi

    • calendar_month Sen, 14 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 504
    • 0Komentar

    Ketua PCNU Pati, K. Yusuf Hasyim (kiri), berada di barisan depan dalam acara Sulaturrahim dan Ngopi Bareng IKA PMII yang dilangsungkan di warung kopi Perko PATI – Senin (14/03), Pengurus Cabang Ikatan Alumni (IKA) PMII Kabupaten Pati mengadakan Silaturahim dan Ngopi Bareng bersama Alumni Lintas Generasi. Agenda langka ini bertempat di Sebuah Cafe, Pati.  Ketua […]

  • Kontingen Kabupaten Pati Diberangkatkan Pj Bupati untuk Mengikuti Porsema Tingkat Jawa Tengah 

    Kontingen Kabupaten Pati Diberangkatkan Pj Bupati untuk Mengikuti Porsema Tingkat Jawa Tengah 

    • calendar_month Kam, 9 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 411
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Penjabat Bupati Pati Henggar Budi Anggoro, melepas keberangkatan Kontingen Kabupaten Pati yang akan mengikuti Kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) ke-12 tingkat Jawa Tengah Tahun 2023. Kontingen diberangkatkan dari Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (9/2/2023). Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati KH Yusuf Hasyim, Ketua dan Pengurus […]

  • Ratusan Siswanya Ikuti Pelatihan Jurnalisti, Kepala Madrasah Ini Ingatkan Pentingnya Literasi

    Ratusan Siswanya Ikuti Pelatihan Jurnalisti, Kepala Madrasah Ini Ingatkan Pentingnya Literasi

    • calendar_month Sab, 13 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.423
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – MTs Al Ma’arif Gembong menggelar Pelatihan Jurnalistik dan Workshop Penulisan Berita pada Sabtu (13/12). Kegiatan ini merupakan wujud kerja sama antara pihaj madrasah dengan LTN NU Pati. Nur Afif Nashiruddin atau Afif, Kepala Madrasah menegaskan bahwa, agenda yang dihelat di kompleks Yayasan Al Ma’arif Gembong tersebut merupakan langkah awal untuk meningkatkan literasi […]

expand_less