Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Tadarus Data dan Filter Bubble

Tadarus Data dan Filter Bubble

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 24 Feb 2026
  • visibility 9.098
  • comment 0 komentar

Oleh Hamidulloh Ibda

Kadang, saat judeg ketika nguji tesis atau skripsi mahasiswa, mereka puyeng tak bisa jawab, saya sering iseng tanya dengan pertanyaan receh.

Apa yang Anda maksud dengan data? Atau data itu apa? Karena mungkin grogi, atau sudah pening, mahasiswa itu jawab ke mana-mana. Padahal jawabannya simpel, data itu ya informasi. Ya, data itu informasi.

Dalam KBBI (2026), data adalah keterangan yang benar dan nyata, keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian (analisis atau simpulan). Sakjane simpel kan?

Ramadan dan Data

Mengapa judul artikel ini tadarus data? Kok tidak tadarus Al-Quran. Ya, tadarus kita nggak cuma Al-Quran tok to ya, data juga perlu kita tadarusi. Ramadan sangat identik dengan data. Soalnya ada hitungan rakaat Salat Tarawih, Salat Witir, jumlah hari puasa, jumlah juz dalam tadarus Al-Quran, hingga hitungan puasa Ramadan. Ya, yang jelas Ramadan memang selalu identik dengan pembersihan diri atau jiwa umat Islam. Mereka melaksanakan aktivitas menahan lapar, haus, dan amarah.

Akan tetapi di era jempol yang tak pernah berhenti bergulir ini, terdapat hal urgen lagi yang mendesak untuk dipuasakan. Apa itu? Ya, konsumsi informasi yang membabi buta. Ayo sejenak merenung, ketika kita duduk dengan posisi melingkar melaksanakan tadarus Al-Qur’an, di saku kita, ponsel tak henti “bertadarus” versinya sendiri, atau mengaji data dan menyuapi kita dengan apa yang ingin kita dengarkan.

Demikianlah fenomena yang kita sebut sebagai tadarus data. Apa maksudnya? Suatu ritual digital di mana kita menjadi jemaah setia dari mazhab algoritma. Haha

Namun masalahnya, apakah kita yang seperti itu terjebak pada gelembung sendiri?

Terjebak dalam Filter Bubble

Diakui atau tidak, sadar atau tidak, medsos kini menjadi “imam” sangat subjektif. Apa maksudnya, Mas Bro? Eli Pariser (2011), dalam buku bertajuk The Filter Bubble: What the Internet Is Hiding from You telah mengingatkan dengan tegas, algoritma dirancang menjadi pelayan yang terlalu rajin. Jika umat Islam menyukai konten politik X, algoritma akan terus menyuguhkan varian dari konten X. Begti kira-kira pemahaman saya!

Dalam konteks ini, ketika terlalu manja dengan aktivitas medos, lambat laun umat Islam akan terkurung dalam Filter Bubble atau gelembung filter. Artinya, umat Islam merasa sedang melihat dunia yang luas, padahal mereka (termasuk kita dan saya lah) hanya sedang melihat sebuah cermin.

Maksudnya, kita dalam konteks ini kehilangan cara atau sebuah kekuatan untuk melihat perspektif orang lain karena algoritma menganggap “perbedaan” sebagai gangguan yang harus disaring. Di Ramadan karim ini, bukankah salah satu esensi puasa adalah empati? Lalu, bagaimana kita dapat berempati ketika dunia digital telah steril dari pandangan orang yang berbeda?

Riuh Rendah Ruang Gema

Akibatnya, lebih jauh dari hanya sebuah pilihan konten. Cass R. Sunstein dalam karyanya #Republic: Divided Democracy in the Age of Social Media berusaha keras menyampaikan bahwa echo chamber (ruang gema) memiliki sebuah fenomena khusus. Di ruang gema ini, suara manusia yang terbatas dipantulkan kembali oleh orang-orang dengan pemikiran serupa hingga terdengar seperti kebenaran mutlak. Makanya dulu itu kumpul “kampret dengan kampret”, “cebong dengan cebong”, “termul dengan termul”, dan lainnya.

Sebuah hoaks dalam echo chamber tidak lagi butuh logika untuk dipercaya. Lo la terus? Ia hanya butuh “amin” dari jutaan manusia pengguna medsos (netizen) di lingkaran kita. Ketika semua orang di lini masa medsos Anda mengatakan hal sama, otak kita secara evolusioner akan menganggapnya sebagai konsensus. Haha pola kerjanya memang demikian to? Nah, di sini letak bahayanya. Artinya, kita merasa sedang membela kebenaran, padahal apa yang kita lakukan itu ibarat “kita hanya sedang merayakan prasangka”.

Tabayun Digital dan Puasanya Akal

Sekali tabayun harus menjadi budaya dan tradisi. Sebab, Ramadan hakikatnya menjadi momentum terbaik untuk melakukan upgrade sistem operasi batin umat Islam di dunia. Ketika tadarus Al-Quran memiliki tujuan mendekatkan muslim pada kebenaran Ilahi, maka “tadarus data” yang sehat dan bijak hakikatnya harus mendekatkan umat Islam pada kejujuran intelektual.

Islam tentu sangat menyarankan kita untuk bertabayun, klarifikasi, atau check dan re-check. Di era algoritma saat ini, tabayun tidak sekadar anjuran, melainkan kewajiban digital. Sekali lagi “kewajiban digital”. Kita perlu sesekali “keluar” dari gelembung kita (filter bubble) tadi, yaitu membaca opini/asumsi yang paradoks, dan menyadari “kebenaran seringkali berada di luar zona nyaman jempol kita”. Begitu!

Ramadan tahun ini, ayo bareng-bareng kita wujudkan atau realisasikan sebagai ajang “diet informasi”. Algoritma jangan sampai mendikte siapa yang harus kita benci atau apa yang harus kita maki. Hahaha

Riilnya, puasa Ramadan kali ini, mari kita coba untuk melakukan beberapa hal. Pertama, mandek membagikan informasi hanya karena judulnya memuaskan emosi kita (untuk meruntuhkan echo chamber). Kedua, mengembalikan kedaulatan akal di atas algoritma. Ketiga, kita follow satu akun yang pemikirannya berseberangan dengan kita (untuk memecah filter bubble). Bisakah? Ya, ayo kita coba.

Pada akhirnya, kesucian hati hanya dapat digapai ketika umat Islam menstop konsumsi kebencian yang dibungkus sebagai informasi. Selamat bertadarus, baik pada ayat-ayat-Nya, maupun pada data-data yang bertebaran di layar kita. Lalu, tadarus apa lagi yang harus kita lakukan?

Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., adalah Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung 2025-2029, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif NU PCWNU Jawa Tengah 2024-2029, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah 2025-2027, Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Temanggung TV 2024-2028, Koordinator Bidang Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Temanggung 2025-2029.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    NU Jakenan Peduli Bagikan 2.450 Paket untuk Korban Banjir

    • calendar_month Jum, 13 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id JAKENAN – NU Jakenan Peduli, Jumat (13/1/23) pagi ini, membagikan 2.450 paket bantuan kepada korban bencana banjir di wilayah kecamatan Jakenan.  NU Jakenan Peduli merupakan gerakan yang diinisiasi oleh MWCNU Kecamatan Jakenan melalui Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBINU) dan Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah NU (LAZISNU) yang bekerja sama dengan PAC […]

  • Angkat Tema Cinta, IPPNU Wedarijaksa Gelar Forum Khusus Pelajar Putri

    Angkat Tema Cinta, IPPNU Wedarijaksa Gelar Forum Khusus Pelajar Putri

    • calendar_month Sab, 9 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 353
    • 0Komentar

      Para Pelajar Putri Wedarijaksa berpose penuh semangat usai melaksanakan FLBRR WEDARIJAKSA – PAC IPPNU Kecamatan Wedarijaksa menggelar acara rutinan yang pertama pada periode baru, yakni Forum Lingkar Bambu Runcing Rekanita (FLBRR). Acara diikuti oleh Ketua PAC IPPNU Wedarijaksa, Waka Kaderisasi PAC IPPNU Wedarijaksa, serta seluruh rekanita se-Wedarijaksa, Jum’at (8/10/2021). FLBRR merupakan forum khusus rekanita […]

  • Asesmen Lapangan Prodi PGMI, Rektor INISNU Sebut sebagai Wahana Belajar Mutu Eksternal

    Asesmen Lapangan Prodi PGMI, Rektor INISNU Sebut sebagai Wahana Belajar Mutu Eksternal

    • calendar_month Rab, 17 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.242
    • 0Komentar

      Temanggung – Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung resmi melaksanakan Asesmen Lapangan (AL) Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan pada Senin–Selasa, 15–16 Desember 2025. Kegiatan ini menghadirkan dua asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (Lamdik), yakni Prof. Dr. Siti Rochmiyati, M.Pd., dosen Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta dan Dr. […]

  • Nuzulul Quran: Embrio Kecerdasan Buatan!

    Nuzulul Quran: Embrio Kecerdasan Buatan!

    • calendar_month Ming, 16 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 389
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda*   Nuzulul Quran (malam turunnya Al-Quran) diperingati setiap tanggal 17 Ramadan adalah momen bersejarah bagi umat Islam. Pada malam itu, Al-Quran, kitab suci yang menjadi pedoman hidup, diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan Malaikat Jibril. Peristiwa ini bukan sekadar penurunan wahyu, tetapi juga merupakan manifestasi dari kecerdasan […]

  • Natalius Pigai Sambang PBNU, Bicarakan Pusat Studi HAM

    Natalius Pigai Sambang PBNU, Bicarakan Pusat Studi HAM

    • calendar_month Sel, 14 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 383
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai berkunjung ke kantor PBNU, Selasa (14/1). Ditemui Ketua Umum (Ketum) PBNU dan beberapa pengurus lainnya, Pigai dan PBNU memyepakati sebuah kerja sama. Bersama PBNU, Kementerian HAM berencana membangun pusat studi HAM. Gagasan ini, nantinya akan diwujudkan melalui perguruan-perguruan tinggi di bawah naungan organisasi islam terbesar […]

  • Rombongan MWC NU Gembong Sambangi Lazisnu Winong

    Rombongan MWC NU Gembong Sambangi Lazisnu Winong

    • calendar_month Jum, 11 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 368
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Pengurus Harian (Penghar) MWC NU Gembong menyambangi kantor Lazisnu Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Kamis (10/8) siang. Rombongan tersebut terdiri dari enam orang, di antaranya, K. Sholikhin (Ketua), K. Edi Sutrisno (Wakil II), Edy Wahyudi (Sekretaris I), Maulana Luthfi Karim (Sekretaris II), Tarmuji (Bendahara) dan H. Shodiq (Ketua Lazisnu Gembong). Kehadiran pasukan NU gembong […]

expand_less