Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Perempuan Selalu Benar

Perempuan Selalu Benar

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 20 Mei 2022
  • visibility 245
  • comment 0 komentar

Alih-alih mengurangi rasa gabut yang tengah melanda, saya mencoba berselancar di sosial media untuk melihat berbagai macam hal. Karena sosial media sekarang sangat digandrungi bahkan sedetik tidak membuka sosial media berasa ada yang kurang. Ibarat sayur tanpa garam. Apa saja dapat ditemukan disini. Dari mulai jualan segala macam barang sampai pada curhat perihal masalah asmara, rumah tangga dan sebagainya.

Tiba-tiba saya menemukan postingan salah satu kawan bunyinya begini. “Perempuan itu selalu merasa benar, tak pernah merasa bersalah.” Saya membacanya seketika mengernyitkan dahi. Batin saya, apa iya semua perempuan begitu. Saya rasa status itu hanyalah penilaian subjektif saja.

Perihal itu saya jadi berpikir sejenak dan mengintrospeksi diri. Apa jangan-jangan selama ini saya pun begitu. Tanpa sadar selalu ingin merasa benar. Terlalu yakin pada penilaian diri sendiri. Dan tak begitu percaya dengan apa yang orang lain katakan.

Saya jadi teringat peristiwa yang sudah cukup lama saya alami. Waktu itu saya hendak menghadiri kegiatan organisasi mahasiswa yang berlogo kuning dan biru. Ketika itu didepan saya ada seorang ibu yang belum begitu tua mengendarai sepeda motor dengan pelan dan lampu sen sebelah kanan dibiarkannya menyala. Saya yang berada dibelakangnya lantas tak berani untuk menyalip. Takut terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan.

Setelah cukup lama berjalan, pikir saya kok si ibu tak segera belok padahal lampu sen sudah dari tadi menyala. Saya mencoba memberanikan diri membunyikan klakson. Namun si ibu tak merespon dan tetap santai mengendarai motornya. Pun ia tak sadar bahwa lampu sen sedari tadi dibiarkannya menyala. Memang ya kalau sudah nyaman hal apapun yang melintas tak akan digubris.

Saya masih terus mengekor dibelakang ibu itu. Sudah tentu saya merasa jengkel. Ndelalah kebetulan jalan yang kami lalui sampai pada pertigaan. Awalnya saya pikir si ibu akan berbelok namun ternyata salah. Si ibu tetap mengambil jalan lurus dengan lampu sen yang tetap menyala. Saya ingin menggerutu tapi kok ya lucu. Alhasil saya hanya tertawa sambil melanjutkan perjalanan. 

Di lain cerita, pernah terjadi pada ibu saya beberapa waktu yang lalu. Pisau yang sejak tadi ia pakai untuk mengupas bahan-bahan makanan tiba-tiba lupa ia letakkan dimana. Saya dan adik yang tengah asyik dengan dunia kami sendiri lantas kena sambaran amukannya perihal pisau yang tiba-tiba hilang. Saya bergegas ke dapur mencari pisau yang menghilang dari penglihatan ibu. Hingga akhirnya pisau tersebut saya jumpai tergeletak dipinggir kompor. Jangan tanyakan apa yang dikatakan ibu. Ibu hanya meringis lalu meneruskan kegiatannya.

Saya tertawa mengingat dua peristiwa itu. Mungkin hal itu sudah sering kita temui. Beban seorang ibu barangkali begitu banyak yang diemban sehingga ia mudah untuk lupa akan benda disekelilingnya. Tapi tidak menutup kemungkinan bahwa laki-laki pun akan bertindak yang sama pula. Merasa benar dan tak merasa bersalah adalah sifat seorang manusia. Tentu bagaimana kita mengolah dan meminimalisir dampak yang mungkin akan terjadi. Tetap perlahan lahan ketika melakukan sesuatu dan jangan mudah melamun, sehingga tak mengurangi konsetrasi. (Inayatun Najikah)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Empat Mahasiswi Jadi Penghuni Baru Kantor Lazisnu

    Empat Mahasiswi Jadi Penghuni Baru Kantor Lazisnu

    • calendar_month Jum, 30 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Proses penyerahan mahasiswa PPL Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf IAIN Kudus di Kantor PC Lazisnu Pati PATI- PC Lazisnu Kabupaten Pati menjadi lokasi penempatan mahasiswa Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf IAIN Kudus. Program ini merupakan rangkaian pelaksanaan PPL (Praktik Profesi Lapangan) IAIN Kudus tahun ini.  PC Lazisnu Kabupaten Pati melalui Manager Penyaluran, Agus […]

  • H. Dr. Ahmad Choiron, M.Ag : Tidak Perlu Program Muluk-Muluk

    H. Dr. Ahmad Choiron, M.Ag : Tidak Perlu Program Muluk-Muluk

    • calendar_month Ming, 8 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 452
    • 0Komentar

    WINONG – H. Dr. Ahmad Choiron, M.Ag, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pati menyampaikan bahwa MWC tidak perlu membuat program yang muluk-muluk. Harapan ini disampaikan dalam sambutannya saat mewakili Ketua PCNU Kab. Pati dalam acara Konferensi MWC NU dan PAC Muslimat NU Kecamatan Winong, Ahad (08/09) pagi ini. H. Dr. Ahmad Choiron, M.Ag, mewakili Ketua PCNU Pati […]

  • GP Ansor Pati Buka 3 Posko Mudik

    GP Ansor Pati Buka Posko Mudik di 3 Lokasi

    • calendar_month Sen, 17 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Ansor Banser Pati membuka Posko Mudik menjelang hari raya Idulfitri 1444 H ini. Posko itu dibuka langsung oleh Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Muadz Thohir, Minggu (16/4) malam.  Pembukaan secara simbolis Posko Mudik Ansor Banser Pati dilakukan di Posko Margorejo, tepatnya di depan Plaza Pragola. Hadir dalam kesempatan itu Kapolresta […]

  • PCNU-PATI

    PC Fatayat NU Cabang Pati, Adakan Rutinan Triwulan

    • calendar_month Sen, 29 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Gembong. Bertempat di Desa Sitiluhur Kecamatan Gembong Pimpinan Cabang Fatayat NU  Kabupaten Pati mengadakan kegiatan Triwulan Ahad, 28 Agustus 2022, kemarin Turut hadir dalam kegiatan tersebut meliputi Camat Gembong, Kapolsek, Koramil, MWC NU, Banser, Anshor, IPNU, Kades Sitiluhur. “Kegiatan Triwulan PC Fatayat NU Kabupaten Pati diikuti oleh semua pengurus, PAC Fatayat NU Se-kabupaten Pati sekaligus […]

  • Semua Orang Menjual Diri. Photo by Yassin Mohammadi on Unsplash.

    Semua Orang Menjual Diri

    • calendar_month Kam, 25 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* “Lowongan Pekerjaan, Pria/Wanita max. 25 tahun, ijazah minimal SMA/se derajat dan Good Looking.” Pamflet semacam ini sering kita temukan di mana-mana. Good looking menjadi standar baru dalam kehidupan masa kini. Artinya, setiap orang perlu ‘menjual diri’. Wait, jangan ngeres dulu! Misalnya, seorang pria yang bekerja sebagai sales mobil mewah, dituntut memoles […]

  • PCNU-PATI Photo by Aditya Nara

    Hujan

    • calendar_month Rab, 23 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Oleh: Niam At Majha Hujan masih tetap air. Belum berubah menjadi gumpalan es. Dan hujan pun masih biasa biasa saja, tak akan membawa bencana ketika manusianya tak sewena wena. Hujan adalah anugerah bagi siapa saja yang bisa berpasrah. Hujan adalah air yang bisa mengalir, menumbuhkan rerumputan dan segala macam tanaman yang berada di permukaan bumi. […]

expand_less