Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Achmad Safuan: Jangan Gengsi Meminta Maaf

Achmad Safuan: Jangan Gengsi Meminta Maaf

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 1 Apr 2026
  • visibility 10.537
  • comment 0 komentar


‎SEMARANG – Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah menjadi sarana memperkuat tali persaudaraan bagi warga Kelurahan Patemon. Masjid Baitul Mujahid menggelar acara Silaturahmi dan Halalbihalal yang berlangsung khidmat di selasar masjid, Kelurahan Patemon, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Ahad (29/3/2026) malam.

‎Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya Ketua Yayasan Baitul Mujahid Khosim, Ketua Takmir Masjid Baitul Mujahid Achmad Safuan, Imam Masjid Kiai Rohman, serta jemaah dari Perum Graha Mandiri Residence, dan jemaah dari berbagai wilayah sekitar masjid.

‎Ketua Takmir Masjid Baitul Mujahid, Achmad Safuan, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat hari raya kepada seluruh jamaah. “Atas nama Masjid Baitul Mujahid, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H. Taqabbalallahu minna wa minkum, siyama wa siyamakum,” ujarnya.

‎Dalam pesan morilnya, Gus Safuan mengingatkan jemaah mengenai hakikat kehidupan. Ia menekankan bahwa kelak saat menghadap Sang Pencipta, segala atribut duniawi tidak akan menyertai manusia.

‎”Suatu hari nanti kita akan pulang ke hadirat Allah SWT. Yang kita bawa bukan jabatan, harta, maupun rekening bank, melainkan amal kebaikan,” tegasnya.

‎Ia juga mengajak jemaah untuk membuang gengsi dalam meminta maaf. “Mari kita turunkan ego untuk meminta maaf dan memaafkan. Dosa kepada Allah bisa terampuni lewat taubat, namun dosa kepada sesama manusia harus diselesaikan dengan saling memaafkan,” lanjutnya.

‎Pada kesempatan tersebut, Ketua Takmir juga melaporkan transparansi dana umat, di mana penghimpunan infak selama bulan Ramadan 1447 H tercatat mencapai Rp 66.796.500,-.


‎Infak dari para jemaah sebagian besar dibelanjakan untuk buka bersama hingga lebih dari 3000 porsi, takjil selepas tarawih hingga lebih dari 3500 porsi, keperluan lain seperti membeli cup plastik, gula, kopi, dan teh selama sebulan Ramadan.

‎Hadir sebagai pembicara, KH. Muhsan membuka tausiyahnya dengan melantunkan QS. Ali ‘Imran ayat 133-134. Ayat tersebut menekankan pentingnya bersegera menuju ampunan Allah dan ciri-ciri orang bertakwa, yakni mereka yang berinfak di waktu lapang maupun sempit, menahan amarah, dan memaafkan kesalahan orang lain.

‎KH. Muhsan menjelaskan bahwa silaturahmi adalah pintu datangnya rahmat Allah. Beliau mengisahkan teladan Rasulullah SAW dalam Sirah Nabawi yang selalu menyempatkan diri menyapa para sahabat saat menuju masjid.

‎”Rasulullah diceritakan berangkat dan pulang dari masjid melalui jalan yang berbeda. Tujuannya tidak lain adalah agar bisa menjumpai lebih banyak orang untuk bersilaturahmi,” terang KH. Muhsan.

‎Ia juga menekankan keutamaan bersalaman sebagai penggugur dosa. “Salaman itu melebur dosa. Maka mari kita ringankan tangan, jangan segan untuk mengulurkan tangan meminta maaf,” tambahnya.

‎Piihaknya juga menyampaikan apresiasi atas capaian kegiatan Ramadan tahun ini yang dinilai sangat bagus, khususnya di wilayah Patemon, Gunungpati. Kendati demikian, diharapkan ada peningkatan kualitas ibadah maupun kegiatan sosial keagamaan di masa mendatang agar syiar Islam di Gunungpati semakin kuat.

‎Menutup rangkaian acara, usai tahlil berjemaah yang dipimpin KH. Muhsan, dengan doa yang dipimpin Kiai Rohman, acara diakhiri dengan mushafahah (bersalam-salaman) massal oleh seluruh jemaah sebagai simbol gugurnya kekhilafan dan dimulainya lembaran baru yang suci. (*)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mbah Maimun Zubair Sarang

    Mbah Maimun Zubair Sarang

    • calendar_month Jum, 9 Mei 2014
    • account_circle admin
    • visibility 564
    • 0Komentar

    PCNU Kab Pati, [Cerita dalam Cerita…] #Mbah Maimun Zubair, Sarang.  Belum lama ini saya terlibat perbincangan dengan sodara saya di Kauman, Surakarta. Sambil menunggu tokonya, kami terhanyut dalam pembicaraan begitu hangat. Tiba-tiba, entah arah pembicaraannya kemana, lalu sodara saya ini bercerita tentang sosok Mbah Maimun Zubair, Sarang. Sodara saya mengatakan begini,  “Dulu ana sering bolak-balik […]

  • Zakat dan Pengentasan Kemiskinan dalam Perspektif KH. M.A. Sahal Mahfudz

    Zakat dan Pengentasan Kemiskinan dalam Perspektif KH. M.A. Sahal Mahfudz

    • calendar_month Kam, 5 Feb 2015
    • account_circle admin
    • visibility 564
    • 0Komentar

    Salah satu masalah terbesar masyarakat Indonesia adalah tingginya angka kemiskinan. Sebagai sebuah masalah, kemiskinan perlu di definisikan terlebih dahulu kemudian di cari factor -factor apa saja yang menyebabkan masyarakat menjadi miskin dan bagaimana kemiskinan itu dapat di minimalisir. Boleh jadi kemiskinan terjadi karena kebodohan yang menyebabkan masyarakat tidak mengetahui masalah dan potensi dirinya. Selain masalah kebodohan boleh […]

  • PCNU-PATI

    Amaliyah NU dan Dalilnya

    • calendar_month Sel, 20 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 474
    • 0Komentar

    Satu lagi buku perihal Hujjah Amaliyah Nahdliyiah muncul dan beredar untuk umat yang memerlukannya. Kalau dikumpulkan dan dihitung, selama kurun waktu tidak sampai 10 tahun terakhir, telah ditulis dan terbit hampir seratusan buku sejenis, dengan judul dan penulis yang berbeda-beda.Rasanya buku seperti ini tidak akan muncul kalau tidak ada orang ahli jidal yang menggugat-gugat keabsahan […]

  • Tanya Jawab Bersama  Rois Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Rois Syuriah

    • calendar_month Sel, 30 Agu 2016
    • account_circle admin
    • visibility 438
    • 0Komentar

    Pertanyaan. Assalamua`laikum Sekarang adalah bulan agustus, dan sebentar lagi tanggal 17 agustus yang mana pada tanggal itu bangsa indonesia memeringati hari kemerdekaan indonesia yang ke 71, banyak dari masyarakat yang melakukan upacara kemerdekaan, dan pada proses upacara ada bentuk penghormatan kepada bendera merah putih, ada sebagian pendapat dari masyarakat yang mengatakan bahwa penghormatan pada bendera […]

  • PCNU Pati Bantah Dukung Mutlak Lima Hari Sekolah

    Opsional Lima atau Enam Hari Sekolah Kewenangan Mutlak Satpen.

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 478
    • 0Komentar

      Pati – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati membantah mendukung atau menolak secara mutlak penerapan lima hari sekolah. ’’PCNU Kabupaten Pati tidak menolak atau mendukung secara mutlak kebijakan 5 Hari Sekolah, karena disamping mekanismenya sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan, juga berharap tidak terjadi cacat prosedur dalam kebijakan-kebijakan yang ditempuh oleh Pemerintah Daerah,” ujar […]

  • Pergunu dan Ma’arif NU Jateng Komitmen Cetak Generasi NU yang Mendunia

    Pergunu dan Ma’arif NU Jateng Komitmen Cetak Generasi NU yang Mendunia

    • calendar_month Sab, 29 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.777
    • 0Komentar

    Guanzhou, Pergunu Jawa Tengah (Persatuan Guru Nahdlatul Ulama)bersama LP Ma’arif NU Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi Nahdlatul Ulama yang memiliki wawasan global dan mampu bersaing di kancah internasional. Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Pergunu Jawa Tengah, Dr. H. Nur Cholid, M.Pd., M.Ag, dan Ketua LP Ma’arif NU Jawa Tengah, Fakhrudin Karmani, M.Pd, […]

expand_less