Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Hadapi Era VUCA, Rektor INISNU Temanggung Bekali Peserta Yudisium FTK Strategi 3C dan Pilihan Karier

Hadapi Era VUCA, Rektor INISNU Temanggung Bekali Peserta Yudisium FTK Strategi 3C dan Pilihan Karier

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 27 Jun 2026
  • visibility 15.997
  • comment 0 komentar

 

TEMANGGUNG – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung menggelar prosesi Yudisium dan Seminar Karier bagi para calon lulusannya. Acara strategis ini dihadiri langsung oleh Rektor INISNU Temanggung, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., yang memberikan arahan penting terkait tantangan dunia kerja modern. Hal itu disampaikan usai pembacaan Surat Keputusan oleh Dekan FTK Yenny Aulia Rachman, M.Pd., tentang Yudisium Mahasiswa pada Kamis (25/6/2026).

Dalam arahannya, Rektor Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., menekankan bahwa para lulusan FTK hari ini dihadapkan pada dunia yang tidak lagi statis. Mengutip istilah militer dari U.S. Army War College tahun 1987 yang kemudian dipopulerkan oleh futurolog Bob Johansen (2007), ia menyebut saat ini kita berada di tengah dinamika era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity).

“Jika meminjam istilah pidato Bung Karno pada 17 Agustus 1964, era sekarang bisa disebut sebagai Vivere Pericoloso, tahun yang nyerempet bahaya, khususnya bagi mereka yang tidak siap beradaptasi,” ujar Ibda.

Di hadapan para peserta yudisium, ia membedah empat tantangan besar VUCA yang dikontekstualisasikan dengan nilai-nilai Al-Qur’an dan realitas dunia digital.

Pertama, era volatility (gejolak). Perubahan kurikulum yang sangat cepat, seperti masuknya materi koding, AI, atau KKA sebagai mata pelajaran. Fenomena perputaran zaman yang cepat ini selaras dengan QS. Ali ‘Imran ayat 140 mengenai hari-hari yang dipergilirkannya di antara manusia.

Kedua, era uncertainty (ketidakpastian). Banyak profesi administrasi hingga desain grafis mulai digantikan otomatisasi. Hal ini mengingatkan pada QS. Luqman ayat 34 bahwa tidak ada seorang pun yang tahu dengan pasti apa yang akan dikerjakannya besok.

Ketiga, era complexity (kompleksitas). Masalah dunia kerja semakin rumit dan multisektoral. Menurut Rektor, lulusan saat ini tidak bisa lagi sekadar mengandalkan selembar ijazah atau gelar akademis tanpa keahlian nyata.

Keempat, era ambiguity (ambiguitas). Kaburnya batasan orisinalitas akibat ketergantungan pada teknologi kecerdasan buatan seperti ChatGPT atau Gemini AI dalam pengerjaan tugas akhir.

Untuk memenangkan persaingan di era yang penuh gejolak ini, Dr. Hamidulloh Ibda menginstruksikan para lulusan untuk menguasai formula 3C, yaitu competence (keahlian) baik bidang pedagogi maupun digital, character (integritas & moral) sebagai benteng etika, serta connectivity (jaringan/networking) untuk membuka peluang kolaborasi di masyarakat.

Lebih lanjut, Rektor juga memetakan sedikitnya enam pilihan jalur karier yang dapat ditempuh secara optimis oleh para sarjana baru FTK INISNU bisa mengikuti seleksi CPNS atau CPPPK, mengabdi sebagai Guru Tetap Yayasan di lembaga pendidikan Islam swasta atau umum, membuka kran Wirausaha mandiri (seperti mendirikan Bimbel, produksi media, atau jasa pendidikan).
“Anda juga bisa mengisi profesi alternatif seperti menjadi Perangkat Desa untuk membangun peradaban dari tingkat akar rumput, mengambil posisi jabatan alternatif penyelenggara pemilu (seperti PPS, Panwaslu, BAWASLU, KPU, atau PPK),” kata Rektor.

Selanjutnya, era yang makin tak menentu ini, silakan melanjutkan studi ke jenjang S2 (Magister) baik di dalam maupun luar negeri. “Atau silakan daftar di S2 PAI dan S2 HKI INISNU Temanggung,” ajak Rektor.

Sebagai modal utama melangkah ke masyarakat, Rektor menegaskan bahwa seluruh lulusan FTK INISNU dibekali dengan status akreditasi program studi yang sangat baik dan resmi diakui negara. Saat ini, Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) telah sukses meraih akreditasi Unggul, sedangkan Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) berstatus Baik Sekali. Sementara itu, untuk Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI) saat ini mengantongi akreditasi B. “Khusus untuk Prodi MPI, saat ini sedang dalam proses penilaian di Majelis LAMDIK dan diharapkan segera menyusul meraih predikat Unggul,” kata Ibda.

Di akhir acara, Rektor mengajak seluruh sivitas akademika untuk berdoa bersama demi kesuksesan, keberkahan ilmu, dan kelancaran karier para lulusan FTK INISNU Temanggung di masa depan. Dalam kesempatan itu, hadir narasumber yaitu guru SD Negeri Tegowanuh Kaloran, Temanggung, Tri Laksono, M.Pd., yang merupakan alumni Prodi PAI FTK INISNU Temanggung. (*)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LP Ma’arif PBNU Tampilkan Madrasah Inklusif Dan Inovasi Teknologi

    LP Ma’arif PBNU Tampilkan Madrasah Inklusif Dan Inovasi Teknologi

    • calendar_month Ming, 8 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 431
    • 0Komentar

    Jakarta – Lembaga Pendidikan Ma’arif PBNU menampilkan Madrasah Inklusif dan Inovasi Teknologi  oleh Madradah Dibawah LP Ma’arif Jateng pada Pameran Pendidikan Kementerian Agama RI. Dalam kesempatan itu, LP Ma’arif Jateng mewakili LP Ma’arif PBNU di Expo Pendidikan dalam Rangka Hari Disabilitas Internasional tahun 2024 pada 3-4 Desember 2024 di Jakarta. Kegiatan itu adalah kegiatan yang […]

  • PCNU-PATI Photo by Kristen Zelichowski

    Puisi-Puisi Aris Setiyanto

    • calendar_month Ming, 16 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 393
    • 0Komentar

    Alat kau tempatkan aku di dada keramaian jika kau ingin hasil gambar yang rupawan, melahirkan air mataku aku menjelang untuk kemudian meniadakan tapi, rupanya aku hanya… Maguwo, 18 Maret 2023 Perjalanan Bisnis mendandani wajah hari, kita pasti telah tiba di Ambarawa bunga-bunga dijual di beranda warna bagi makamku kelak. Maguwo, 18 Maret 2023 Judul Lagu […]

  • Jejak Gus Dur

    Jejak Gus Dur

    • calendar_month Kam, 19 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 358
    • 0Komentar

    Tokoh Ulama ; Selama menjadi Ketua Umum PBNU selama 15 tahun, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) banyak mengunjungi daerah, termasuk di wilayah Sulawesi Selatan. Pada akhir tahun 1985, Gus Dur diundang berceramah oleh Rektor IKIP Makassar, Gubernur Prof. Dr. H. A. Amiruddin.Waktu itu, Gus Dur berangkat ke IKIP dan dijamu sarapan pagi. Di meja makan, […]

  • MWC NU Batangan Kelola 800 Kotak Koin NU

    MWC NU Batangan Kelola 800 Kotak Koin NU

    • calendar_month Sen, 30 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 340
    • 0Komentar

    BATANGAN-Kabar Bahagia datang dari pengurus MWC-NU Batangan. Koin NU yang digagas Ramadhan silam, kini teah membuahkan hasil manis. Total ada delapan ratusan kotak koin yang disebar oleh Tim yang dibentuk oleh K. Ali Muhtarom, ketua MWC NU Batangan. Tercatat, 10 desa telah melakukan koinisasi ini. Proses pembedahan kotak koin NU MWC NU Batangan yang dilakukan […]

  • NU Pati Dirikan Posko Peduli  Banjir di 5 Kecamatan

    NU Pati Dirikan Posko Peduli Banjir di 5 Kecamatan

    • calendar_month Sen, 8 Feb 2021
    • account_circle admin
    • visibility 349
    • 0Komentar

      PATI, Akibat curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Pati belakangan ini,sejumlah areal persawahan dan permukiman warga di 18 desa dari enam kecamatan tergenang banjir. Melihat hal ini, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati langsung merespon cepat dengan mendirikan posko Peduli yang  tersebar di lima kecamatan terdampak.     “Posko NU Peduli berada di sekitar […]

  • Cika Pimpin Pemudi NU Gembong

    Cika Pimpin Pemudi NU Gembong

    • calendar_month Ming, 31 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 516
    • 0Komentar

    Munfarichah, ketua baru PAC Fatayat NU Gembong menyampaikan sambutannya usai konferensi GEMBONG – Munfarichah, terpilih sebagai pemimpin baru PAC Fatayat NU Gembong. Keputusan ini merupakan hasil dari Konferensi Fatayat NU Gembong yang dilaksanakan Minggu (31/10) di Ponpes Shofa Az Zahro’ Gembong.  Wanita yang akrab disapa Cika tersebut menggantikan posisi Durrotun Nihayah yang telah memimpin Fatayat […]

expand_less