Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Perempuan Memposisikan Diri

Perempuan Memposisikan Diri

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 3 Okt 2021
  • visibility 504
  • comment 0 komentar

 Oleh : Aditiya Tri Utami

Islam memberikan tuntunan yang tegas bahwa semua manusia, tanpa membedakan perempuan dan laki-laki diciptakan untuk sebuah misi yang amat penting sebagai khalifah fil ardh (pemimpin untuk mengelola kehidupan dibumi), paling tidak pemimpin untuk dirinya sendiri. Karena itu, perempuan dan laki-laki diharapkan bekerjasama, bahu membahu, bergotong royong mewujudkan masyarakat yang damai, bahagia, dan sejahtera (baldatun thayyibah wa rabbun ghafur) “Musdah Mulia”.

Menurut RA. Kartini Perempuan harus berjuang untuk mendapatkan martabat yang sejajar dengan kaum pria. Perempuan harus dididik dan dicerdaskan agar hati dan pikirannya terbuka, karena Tuhan menjadikan perempuan dan laki-laki sebagai makhluk yang memiliki derajat dan martabat yang sama.

Posisi Perempuan Sebagai Anak

“Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, maka hitamlah mukanya karena sangat marah. Lalu ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak karena malu. Apakah ia akan memelihara anak tersebut dengan menanggung kehinaan ataukah akan meguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketauilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu” An-Nahl [16]: 58-59

Nabi Muhammad SAW., mengajarkan para orangtua agar bertindak adil terhadap anak perempuan, tidak mendominasikan dan mendiskriminasi, dan tidak melakukan tindak kekerasan terutama kekerasan dalam rumah tangga. Orang tua selayaknya memberikan pendidikan yang seluas-luasnya kepada mereka, tidak memaksakan ke hendak, terutama dalam pernikahan dan pemilihan jodoh.

Terlebih terhadap anak-anak yatim perempuan. Al-Qur’an dengan tandas menyatakan bahwa mereka, anak-anak yatim perempuan, perempuan-perempuan dewasa lainnya, dan mereka yang terlemahkan oleh struktur social, harus mendapatkan perlindungan dan perlakuan yang adil. Sejumlah ayat dan hadis menjelaskan bahwa perempuan dalam posisinya sebagai anak tidak boleh ditelantarkan, dianiaya atau dizalimi. Anak perempuan tidak boleh dikhitan dengan cara yang keji, dijual (trafficking) untuk jadi budak seks atau dipekerjakan secara paksa, dilacurkan atau dipaksa menikah. Semua bentuk trafficking, perkawinan anak-anak, pemaksaan pelacuran, mempekerjakan anak-anak, dan pelecehan seksual terhadap anak-anak adalah dosa besar dan perbuatan zalim yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Dan semua yang diharamkan islam.

Setiap orang tua bertanggung jawab memberikan proteksi dan perlakuan adil kepada anak-anak, tanpa membedakan jenis kelamin. Setiap orang tua wajib memberikan makanan bergizi, perlakuan adil, pendidikan memadai, keterampilan yang dibutuhkan agar anak-anak tumbuh menjadi manusia berguna. Tidak ada perbedaan antara anak perempuan dan anak laki-laki. Islam memosisikan anak perempuan setara dan sederajat dengan anak laki-laki.

Posisi Perempuan Sebagai Warga Masyarakat

Posisi perempuan dalam masyarakat dan Negara sangat jelas yakni sebagai anggota masyarakat dan sebagai warga Negara yang memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki. Perintah Allah untuk berbuat adil dalam seluruh bidang kehidupan, baik dalam ranah domestic maupun ranah public sangat tegas dan tandas. Keadilan mesti ditegakkan. Demikianlah, keadilan merupakan prinsip ajaran Islam yang mesti ditegakkan dalam menata kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Prinsip itu harus selalu ada dalam setiap norma, tata nilai, dan perilaku umat manusia dimanapun dan kapan pun.

Keadilan yang diajarkan islam selalu memuat prinsip membela yang benar, melindungi yang tertindas, menolong yang kesulitan, dan menghentikan kezaliman dan kesewenang-wenangan. Dengan keadilan, yang benar akan dibela meskipun merupakan kelompok minoritas dan tertindas. Kehadiran islam dengan nilai-nilai keadilan yang dibawahnya telah membuat kaum tertindas dan marjinal (mustadh’afin) memiliki secercah harapan. Diantara kelompok mustadh’afin yang paling beruntung dengan kehadiran islam dalam kaum perempuan.

Posisi perempuan sebagai warga masyarakat dan warga Negara adalah setara dengan laki-laki. Keduanya memiliki hak dan kewajiban yang sama, keduanya  pun bertanggung jawab penuh membentuk masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera. Perempuan sebagai warga Negara penuh dan anggota masyarakat diharapkan aktif terlibat dalam berbagai aktivitas social di masyarakat. Tujuannya jelas, membangun masyarakat yang baldatun thayyibah wa rabbun ghafur. Perempuan harus mampu membagi waktunya untuk kepentingan diri sendiri, kepentingan keluarga, dan kepentingan masyarakat.

Perempuan harus selalu ingat bahwa tugas utamanya diciptakan Allah SWT., adalah menjadi khalifah, menjadi pemimpin, pengelola dan manajer, dimulai dari memimpin dan mengelola diri sendiri, lalu anggota keluarga dan selanjutnya masyarakat. Dengan demikian, hidup perempuan akan bemakna sepenuhnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Dosen dan Mahasiswa Prodi PGMI INISNU Borong Tujuh Penghargaan Nasional

    • calendar_month Sel, 1 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 551
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-Temanggung – Dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung mendapatkan (7) tujuh penghargaan dari Perkumpulan Dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PD-PGMI) se-Indonesia dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke-9 PD-PGMI yang diselenggarakan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Jawa Barat pada hari terakhir, Ahad […]

  • Rapat Anggota Pelajar NU Wonosekar sekaligus Tentukan Ketua Baru

    Rapat Anggota Pelajar NU Wonosekar sekaligus Tentukan Ketua Baru

    • calendar_month Sen, 24 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 506
    • 0Komentar

    Suasana Rapat Anggita dan Pembukaan Konferensi I IPNU-IPPNU Desa Wonosekar, Kecamatan Gembong. GEMBONG – Pengurus Ranting IPNU IPPNU Wonosekar Gelar Rapat Anggota dan Konferensi I, pada Minggu (23/1). Dalam acara tersebut dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB yang bertempat di TK Mekar Sari Desa Wonosekar. Kegiatan tersebut juga serta dihadiri oleh pengurus serta anggota PR IPNU […]

  • PCNU PATI - Ilustrasi Selamat Hari Raya. Photo by Afif Kusuma on Unsplash.

    Selamat Hari Raya

    • calendar_month Rab, 4 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 405
    • 0Komentar

    Baru dua hari saya dan Anda melewati hari kemenangan, kembali ke fitri, saling bermaaf maafan, saling mendoakan, muda sowan ke lebih tua. Di hari kemenangan tersebut banyak doa dan harapan yang kita panjatkan. Dan doa doa selamat di dunia akhirat selalu dilantunkan. Begitu terus setiap tahunnya. Menjaga rutinitas, berbuat kesalahan lagi dimaafkan kembali. Semoga ini, […]

  • Persiapan PKD Ansor Korwil I 90%, Pendaftaran Ditutup Besok

    Persiapan PKD Ansor Korwil I 90%, Pendaftaran Ditutup Besok

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 555
    • 0Komentar

    Persiapan PKD Ansor Korwil I 90%, Pendaftaran Ditutup Besok pcnupati.or.id – Kecamatan Gembong resmi menjadi tuan rumah PKD dan Diklatsar GP Ansor Korwil I. Wilayah yang dijangkau meliputi empat kecamatan, di antaranya Pati Kota, Margorejo Gembong, dan Tlogowungu. Paijan, Ketua Panitia pelaksana, mengaku sudah mempersiapkan secara matang kegiatan yang akan dilangsungkan Jumat (18/7) sampai dengan […]

  • Lazisnu Serahkan Donasi untuk Pak Slamet

    Lazisnu Serahkan Donasi untuk Pak Slamet

    • calendar_month Sel, 24 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 607
    • 0Komentar

      Manajer Penyaluran Lazisnu Pati, Agus Arif Mustofa (kiri) menyerahkan donasi ummat kepada Pak Slamet, warga bandengan yang menderita tumor ganas.  PATI – PC Lazisnu Pati memberikan bantuan kepada seorang warga desa Badegan Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati, Selasa (24/08) siang tadi. Bantuan ini merupakan sumbangan dari para dermawan kepada Pak Slamet.  11 Agustus lalu, Lazisnu […]

  • PCNU-PATI

    Sembilan Strategi Menulis Artikel Tembus Jurnal Scopus

    • calendar_month Sen, 26 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 639
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Temanggung – Dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., berbagi strategi menulis artikel ilmiah agar diterima atau tembus di jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus. Hal itu terungkap melalui Webinar Nasional bertajuk “Strategi Publikasi Ilmiah Bidang Pendidikan Dasar di Jurnal […]

expand_less