Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Melihat dengan Cinta

Melihat dengan Cinta

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 8 Jul 2022
  • visibility 354
  • comment 0 komentar

Beberapa hari yang lalu saat saya pulang dari bekerja, ada notifikasi pesan whatsapp masuk. Sejenak saya diamkan karena harus mandi dan lainnya. Setelah agak luang, saya mencoba membuka pesan tersebut. Ternyata dari bulek (adiknya bapak) yang mengirimkan sebuah video.

Dalam video tersebut memperlihatkan seorang mubaligh tengah memberikan ceramah berupa nasihat agar tak menyimpan dendam sebab sakit hati. Saya mengamini apa yang disampaikan sang mubaligh tersebut. Kita sebagai manusia pasti pernah merasakan sakit hati. Entah karena cinta yang bertepuk sebelah tangan, didzolimi oleh orang-orang yang ingin mendapat jabatan atau karena dipaksa menurut perintah orang tua atau karena hal lainnya. 

Sakit hati adalah sebuah penyakit. Jika dibiarkan maka akan menggerogoti hati yang dapat menimbulkan rasa benci dan berkembang menjadi sebuah dendam. Saat sedang mengalami sakit hati, maka yang patut kita lakukan adalah menerima keadaan se-apa adanya dan belajar ikhlas serta legowo. Jika kita tak menyadari hal ini, maka yang terjadi adalah sengsara dikemudian hari.

Video yang berdurasi hampir satu menit tersebut, saya simak dengan seksama. Tampaknya materi yang disampaikan akan senantiasa relevan sepanjang masa. Penyebab sakit hati adalah kepercayaan yang terlalu tinggi akan angan yang kita ciptakan sendiri. Cobalah mengerti dan memahami bahwa manusia tercipta dengan berbagai macam rupa, karakter, dan kepribadian.

Saya teringat sebuah cerita. Waktu itu ibu tengah menasihati saudara saya yang beberapa hari terakhir ini menginap di rumah. Tak hanya ibu, paman, nenek semua ikut terlibat memberikan nasihat. Karena sudah jenuh dengan laporan tetangga tentang kelakuan saudara saya ini. Tampaknya nasihat yang diberikan hanyalah dianggap semacam angin semata. Masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Sebab saking seringnya nasihat yang diutarakan, namun tindakan tak juga kunjung ada perubahan.

Diwaktu yang lain, ibu tengah berbicara saat saya dan adik tengah bersantai didepan televisi. Ibu bercerita panjang lebar tentang kenakalan-kenakalan yang dibuat oleh saudara kami tersebut. Meski menurut saya kenakalannya terlihat biasa saja, seperti pulang larut malam, sering menongkrong di warung kopi, tapi hal itu membuat ibu dan keluarga yang lain merasa tak nyaman sebab saban hari selalu ada tetangga yang melapor.

“Orang kalau sudah membenci sesuatu, sampai kapanpun akan tetap seperti itu. Tak ada kebaikan dalam pandangan orang yang membenci.”

Kurang lebih begitu terjemahan apa yang diucapkan adik. Jelas saya kagum padanya. Dia yang baru menginjak usia anak belas tahun sudah pandai dan lantang berucap seperti itu.

Terakhir yang ingin saya sampaikan adalah pandanglah sesuatu dari kacamata cinta. Menyadari bahwa sakit hati adalah sebuah penyakit, maka untuk menyembuhkannya adalah dengan diobati. Saat sedang membenci sesuatu, usahakan hanya sementara waktu. Jangan biarkan berlarut-larut. (Inayatun Najikah)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hasil Survei Ipmafa: Mayoritas Masyarakat Pati Tolak 5 Hari Sekolah

    Hasil Survei Ipmafa: Mayoritas Masyarakat Pati Tolak 5 Hari Sekolah

    • calendar_month Sel, 8 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 446
    • 0Komentar

      Pati – Institut Pesantren Mathali’ul Falah (Ipmafa) menggelar survei publik menyikapi kebijakan lima hari sekolah di Kabupaten Pati. Hasilnya, mayoritas masyarakat Kabupaten Pati menolak lima hari sekolah. ”Hasil survei ini diharapkan dapat menjadi masukan berharga bagi pemangku kebijakan dalam meninjau ulang dan menyempurnakan program pendidikan,” ujar Dekan Fakultas Tarbiyah, M Sofyan AlNashr. Survei ini […]

  • Harap Kesuksesan PORSEMA XIII Jateng, Panitia Gelar Doa Bersama

    Harap Kesuksesan PORSEMA XIII Jateng, Panitia Gelar Doa Bersama

    • calendar_month Sel, 9 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 479
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id- Wonosobo – Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (PORSEMA) XIII tingkat Jawa Tengah, panitia penyelenggara bersama pengurus LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah dan LP Ma’arif NU PCNU Wonosobo menggelar kegiatan ziarah dan doa bersama pada Selasa (9/9/2025) di Wonosobo. Kegiatan diawali dengan ziarah ke makam para ulama dan tokoh pendidik NU […]

  • Semar dan Agama Kapitayan : Religiusitas Leluhur Nusantara

    Semar dan Agama Kapitayan : Religiusitas Leluhur Nusantara

    • calendar_month Sab, 30 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 1.229
    • 0Komentar

    Oleh : Aditiya Tri Utami* Ilustrasi Semar Badranaya (sumber : islamindonesia.id) Beragama bagi orang nusantara erat kaitannya dengan ibadah dan ritual mistik. Orang-orang nusantara pra-Hindu meyakini bahwa setelah kematian jiwa aka nada kehidupan yang kekal di alam ruh. Bagi orang jawa kuno, keyakinan ini tidak lain merupakan agama jawa asli. Mereka percaya bahwa jenazah yang […]

  • Ipmafa Setor Dua Mahasiswa ke Lazisnu Pati

    Ipmafa Setor Dua Mahasiswa ke Lazisnu Pati

    • calendar_month Sel, 15 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 330
    • 0Komentar

    PATI-Dua mahasiswa Institut Pesantren Matholiul Falah (IPMAFA), Ah. Shofi Amri dan Nur Faiz sowan ke kantor Lazisnu Cabang Pati, Selasa (15/10) siang. Mereka datang dengan didampingi dua orang dosen, Ahmad Nashiruddin dan M. Luthfi. Lazisnu Cabang Pati menyambut kehadiran dua orang mahasiswa IPMAFA didampingi dua orang dosennya untuk melaksanakan PPL di kantor Lazisnu selama 45 […]

  • NU Peduli Bikin Dapur Umum untuk Bantu Korban Banjir

    NU Peduli Dirikan Dapur Umum untuk Bantu Korban Banjir

    • calendar_month Ming, 1 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 315
    • 0Komentar

    PATI – NU Peduli selenggarakan dapur umum untuk mensuplai makanan korban banjir. Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad (1/1) pagi tadi di halaman PCNU Pati. Ahmad Qosim, ketua NU Peduli menyebut, agenda ini sebagai perwujudan kepedulian NU terhadap para korban bencana. Bantuan berupa nasi bungkus dikirim ke posko Mustokoharjo untuk kemudian disalurkan ke titik-titik yang membutuhkan. […]

  • PCNU-Lazisnu Ajak Warga Bantu Korban Gempa Cianjur

    PCNU-Lazisnu Ajak Warga Bantu Korban Gempa Cianjur

    • calendar_month Rab, 23 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 303
    • 0Komentar

    PATI – Lazisnu (Lembaga Amil Zakat Infak Sedekah Nahdlatul Ulama) Kabupaten Pati menggelar donasi untuk para korban gempa bumi di Cianjur beberapa waktu lalu. Hal ini dikonfirmasi oleh Niam Sutaman, Ketua Lazisnu PCNU Pati. Menurutnya, para donatur yang hendak memberi kontribusi bisa langsung mentransfer ke rekening Lazisnu Pati. “Ini soal kemanusiaan. Jadi kami berharap melalui […]

expand_less