Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Keheningan

Keheningan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 21 Nov 2022
  • visibility 377
  • comment 0 komentar

Oleh : M Iqbal Dawami

“Berdiam dirilah, tetap hening, dan dengarkanlah hatimu. Lalu, ketika hati itu bicara, beranjaklah, dan pergilah ke mana hati membawamu.” — Susanna Tamaro

Perjalanan terkadang membosankan. Apalagi menempuh perjalanan jauh. Berjam-jam duduk di kendaraan, semisal bis ekonomi, banyak orang tersiksa. Kebosanan itu ditambah pula oleh hiruk-pikuknya pedagang asongan dan pengamen. Para penumpang  mengisi rasa bosannya biasa dengan tiduran atau melamun. Mereka biasanya malas untuk mengobrol dengan penumpang yang ada di sampingnya.

Saya sendiri sering mengalami semacam itu, sedari dulu, manakala mengadakan perjalanan entah kemana. Tapi, suatu ketika, pada saat berada di bus ekonomi jurusan Purwodadi – Solo saya tidak merasakan rasa bosan itu. Saya merasa riang gembira. Mengapa gerangan? Karena saya menikmati lagu yang disetel oleh sang sopir. Meski sang sopir membawa busnya dengan kecepatan yang luar biasa, tapi saya tidak khawatir sama sekali. Saya sangat menikmati perjalanan itu. Jalanan seperti milik pribadi sang sopir jika bus melaju dengan cepat. Ini adalah khas angkutan umum saya kira.

 Saya berdoa, semoga saja penumpang yang lainnya mempunyai perasaan seperti saya. Mereka tidak stres. Terhibur di tengah suasana yang panas dan berkeringat. Pembaca yang budiman, hal yang ingin saya sampaikan dalam tulisan ini adalah bahwa kita mesti mencoba untuk menikmati suasana seburuk apa pun kondisinya. Kondisi di luar yang buruk jangan sampai masuk ke dalam pikiran dan perasaan kita. Kita harus mampu memfilternya.

Suasana di dalam bus sebagaimana yang saya alami di atas, sebenarnya contoh kecil dari pengalaman hidup manusia lainnya yang lebih kompleks dan berat. Tapi cara mengatasinya sama, yaitu memfilter respons atas pelbagai peristiwa negatif. Barangkali kita pernah mengalami atau menyaksikan peristiwa buruk yang membuat kita menjadi terpuruk, sehingga Anda merasa menderita dan kesepian.

Barangkali dari situ timbul keinginan untuk melakukan hal-hal negatif, katakanlah bunuh diri, lantaran hidup sudah tidak ada gunanya lagi, dan merasa sia-sia. Oleh karena itu di sinilah pentingnya menjaga diri dari serang-serangan negatif itu. Tentu banyak cara, asalkan punya keinginan untuk menjaga diri dari serangan tersebut. Apakah itu dengan mendekatkan diri pada Tuhan, menyibukkan diri dengan pekerjaan dan aktifitas, atau juga bergabung dengan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan.

Menikmati Kesendirian

J. Sumardianta, penulis Simply Amazing, menjabarkan perihal kesepian. Menurutunya kesepian merupakan penyakit yang cepat mewabah pada abad ke-21, bukan flu burung atau flu babi. Suspect kesepian ini meliputi depresi, kanker, alkoholisme, AIDS, narsisme, dan bunuh diri. Kesepian berkorelasi dengan gejala-gejala klinis seperti penyakit jantung, darah tinggi, vertigo, dan stroke.

Sebagaimana dikutip oleh Sumardianta, kesepian, menurut David Riesman, dalam The Lonely Crowd (2001), mewujud nyata dalam: ketersisihan dari orang lain, keterasingan dari diri sendiri, dan kehampaan spiritual.

Banyak orang merasa kesepian hidupnya sehingga merasa tak berguna, menderita, atau perasaan negatif lainnya. Padahal kesepian terkadang memberi makna positif. Terkadang kita membutuhkan merenung dan refleksi. Banyak orang sukses telah mempraktikkannya. Menyendiri adalah saat yang tepat untuk introspeksi. Kita bisa melihat dan menilai lagi sebenarnya kita ini seperti apa. Kita bisa mengenal diri lagi yang barangkali lantaran kesibukan kita “asing” dengan diri sendiri.  

Satu hal lagi, keuntungan ketika sedang kesepian adalah kita bisa mengisinya dengan menyusun strategi hidup sukses.  Kita bisa berpikir langkah-langkah ke depan. Jack Canfield, yang di sini dikenal sebagai penulis buku seri Chicken Soup Series, mengatakan  salah satu langkah awal yang baik untuk memulai ‘pertandingan hidup’ kita adalah membuat goal utama yang akan kita kejar.

 Tiga goal utama saja sudah cukup untuk menjadi star awal yang baik dalam kehidupan kita. Misalnya kita mencoba meningkatkan beberapa hal, seperti mensyukuri hidup atas apa yang telah kita capai, mencintai apa yang kita punya, dan perbanyak memberi. Oleh karena itu, ubahlah kesepian menjadi keheningan.

Perasaan kesepian terkadang menjadi perasaan yang sangat mengerikan. Perasaan ini akan menimbulkan rasa kosong yang mencekam, lalu kita merasa bahwa semua yang kita lakukan selama ini tidaklah berarti. Dalam tahap ini manusia akan masuk pada absurditas dirinya. Padahal, menikmati sepi (baca: hening), ibaratnya menarik nafas sejenak sebelum berlari kembali.

Tak jarang, dalam keheningan inilah kita menemukan pencerahan dan arti hidup yang baru dan awal dari keberhasilan. Sebutlah William Shakspeare, Leonardo da Vinci, Benjamin Franklin dan Abraham Lincoln, mereka sering mengalami keheningan yang berawal dari kesepian dan keterasingan. Keheningan itu membawa mereka keberhasilan.

Begitu juga pendiri Facebook yaitu Mark Elliot Zuckerberg. Dia mendapatkan keheningannya di kamarnya. Dalam keheningannya ia merancang Facebook.  Kesepian dan keterasingan berhasil diubah menjadi kekuatan kreatif yang menakjubkan.

Jika kita meluangkan waktu dalam keheningan, kita akan menemukan begitu banyak kekayaan di dalam diri kita. Keheningan melindungi api yang ada di dalam hati kita. Keheningan sangatlah berharga karena ia adalah sumber untuk pemikiran yang paling bijaksana.

 Gede Prama menggambarkaan keheningan dengan filosofis. Keheningan sudah berkecukupan apa adanya, ujar Prama. Seperti burung terbang di udara, ikan berenang di air, serigala berlari di hutan, matahari bersinar di siang hari, bintang bercahaya di malam hari. Semuanya sudah sempurna apa adanya. Tidak ada hal yang layak ditambahkan atau dikurangkan. Penambahan atau pengurangan mungkin bisa membahagiakan.

Namun dalam kebahagiaan, batin tidak sepenuhnya tenang-seimbang. Selalu ada ketakutan digantikan kesedihan. Dalam kamus orang-orang yang sudah memasuki keheningan, lanjut Prama, sekaya apa pun Anda akan tetap miskin tanpa rasa berkecukupan. Semiskin apa pun Anda, akan tetap kaya kalau hidup berkecukupan.

Seorang kawan mempraktikkan keheningan itu ibarat secangkir kopi, perlu ditenangkan supaya kita tidak perlu meminum ampasnya yang pahit itu. Teh diseduh, kemudian diamkan terlebih dahulu, supaya bubuk-bubuk halus bisa berada di bagian dasarnya, agar kita bisa menyesapnya dengan nikmat.

Jalaluddin Rumi dalam syairnya berujar, “Suatu kekayaan yang tak terbayangkan mengalir dari engkau. Jangan mempertimbangkan apa yang dikatakan oleh orang asing. Pencilkanlah dirimu di rumah rahasiamu di dalam hati, di mangkuk keheningan itu.”[]

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SD Terpadu An Nismah Gelar Akhshow dan Festival FORWALI, Tekankan Sinergi Orang Tua dan Sekolah di Era Digital

    SD Terpadu An Nismah Gelar Talkshow dan Festival FORWALI, Tekankan Sinergi Orang Tua dan Sekolah di Era Digital

    • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.142
    • 0Komentar

      PATI – SD Terpadu An Nismah, Desa Waruroyo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, menggelar kegiatan Talkshow dan Festival Forum Komunikasi Wali Murid (FORWALI) pada Sabtu (31/01/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Membentuk Generasi Berakhlak dan Berprestasi di Era Digital.” Acara tersebut menghadirkan Ibu Nyai Hj. Nawal Arafah Yasin, istri Wakil […]

  • SDN Sokopuluhan 01 Pucakwangi Gelar Lomba Unik Gantikan Tradisi Pemberian Hadiah Guru

    SDN Sokopuluhan 01 Pucakwangi Gelar Lomba Unik Gantikan Tradisi Pemberian Hadiah Guru

    • calendar_month Sel, 25 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.668
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id- Ada suasana berbeda dalam peringatan Hari Guru Nasional di SDN Sokopuluhan 01, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, tahun ini. Jika biasanya siswa berlomba memberikan hadiah kepada para guru, maka tahun ini pihak sekolah secara tegas melarang adanya pemberian hadiah apa pun. Kebijakan ini diambil untuk menanamkan nilai bahwa guru tidak membutuhkan hadiah mahal, melainkan […]

  • Mendahsyatkan Pribadi Biasa Menjadi Luar Biasa

    Mendahsyatkan Pribadi Biasa Menjadi Luar Biasa

    • calendar_month Kam, 19 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 508
    • 0Komentar

    Pati. Perpustakaan Darul Hadlanah mengadakan bedah buku rutin setiap tiga bulan sekali, hal tersebut dilakukan untuk menumbuhkan daya kritis para santrinya dan  menumbuhkan minat baca para santri,  bertempat di aula, pada Senin, 7/8 kemarin Bedah buku yang berjudul Zero To Hero dengan tema Mendahsyatkan pribadi biasa menjadi luar biasa” ini menjelasakan bahwa menjadi orang pintar, […]

  • NU Temanggung Targetkan Kepengurusan Hingga Tingkat Dusun di 289 Ranting

    NU Temanggung Targetkan Kepengurusan Hingga Tingkat Dusun di 289 Ranting

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.222
    • 0Komentar

    Temanggung – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Temanggung menargetkan pendirian kepengurusan hingga tingkat anak ranting di seluruh dusun se-kabupaten. Target ambisius ini disampaikan Rais Suriah PC NU KH Muhammad Furqan Mazhur dalam Apel 10.000 Kader memperingati Harlah NU ke-100. Sabtu Pagi (31/01/2026). “NU Temanggung sudah berdiri di 20 MWC dan 289 ranting. Program […]

  • Hasil Survei: Kbijakan Kenaikan PBB Mengabaikan Prinsip Keadilan Sosial

    Hasil Survei: Kebijakan Kenaikan PBB Mengabaikan Prinsip Keadilan Sosial

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 578
    • 0Komentar

    pcnupati.com “98% responden menyatakan bahwa kebijakan Bupati terkait kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tidak mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat serta mengabaikan prinsip keadilan sosial.” Demikin salah satu temuan dari hasil survei yang dilakukan oleh Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam IPMAFA Pati terhadap Kebijakan Kenaikan PBB pada Perbup No. 8 2025. “Temuan di atas, harus menjadi […]

  • INISNU Gelar Pembinaan Karir Mahasiswa untuk Persiapan Kerja

    INISNU Gelar Pembinaan Karir Mahasiswa untuk Persiapan Kerja

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.500
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Temanggung — Dalam rangkaian kegiatan Yudisium, Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Karir Mahasiswa sebagai bekal menghadapi dunia kerja, bertempat di Aula KBIHU Babussalam, Selasa (21/10/2025). Kegiatan pembinaan ini menghadirkan dua narasumber inspiratif, yakni Sofwan Setiawan, S.Pd.I. dan Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor I Bidang […]

expand_less