Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Geneologi Nahdlatul Ulama

Geneologi Nahdlatul Ulama

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 25 Mar 2023
  • visibility 388
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Sebagaimana yang sudah ditegaskan oleh Hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asy’ari Nahdlatul Ulama (NU) yang selama ini kita kenal merupakan sebuah lembaga sosial keagamaan kemasyarakatan yang didesain untuk melestarikan dan menjaga tradisi ahlussunnah waljamaah yang sudah ada di Indonesia dan sudah ada sejak Islam turun di Nusantara.

Tradisi atau ajaran Islam Nusantara di Indonesia dicirikan dalam bentuk pemikiran keagamaan (fiqh) yang mengikuti garis pemikiran mazhab Syafi’i, sedangkan pemikiran teologis mengikuti Imam Abu Hasan al-Asy’ari, dan pemikiran tasawuf yang mengikuti Imam Abdul Qadir  al-Jailani, dan Imam Abu Hasan as-Syadzili.

Dari triologi pemikiran keagamaan di atas melahirkan suatu pola keislmanan khas Islam Nusantara yang kemudian ditandai dengan tradisi ziarah kubur, tawassul, tahlil, manaqib, tawassul dengan orang-orang salih (baik masih hidup atau sudah mati), mendoakan mayit (slametan), mencintai ahlul bait, salawatan, mujahadah dan lain sebainya. Itu semua merupakan ciri khas tradisi warga NU.

Oleh karena itu, sebelum NU berdiri secara formal untuk melestarikan dan mengembangkan tradisi-tradisi di atas, para kiai sudah mengawalinya dengan mendirikan tiga organisasi yang kita kenal Nahdlatul Wathan (1914), Nahdlatut Tujjar (1918), dan Tashwirul Afkar (1918).

Geneologi Nahdlatul Ulama

Pertama, Nahdlatul Wathan merupakan salah satu organisasi sosial keagamaan Islam yang fokus pada bidang pendidikan, sosial, dan dakwah. Istilah Nahdlatul Wathan sendiri berasal dari bahasa Arab yakni Nahdlah yang artinya kebangkitan, pergerakan, dan pembangunan. Sedangkan Wathan yang berarti tanah air atau negara. Sehingga Nahdlatul Wathan bisa diartikan sebagai  kebangkitan tanah air, pembangunan negara, dan membangun negara.

Oleh karena itu, keberadaan lembaga pendidikan Nahdlatul Wathan merupakan sebuah bukti yang tidak terbantahkan akan peran serta yang mampu mewujudkan tujuan kehidupan berbangsa dan bernegara sebagaimana yang termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yakni dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. sehingga secara matematis banyak anak banyak yangdicerdaskan melalui lembaga pendidikan Nahdlatul Wathan.

Kedua, Nahdlatut Tujjar (NT), dalam sejarahnya oranganisasi NT didirikan pada tahun 1918 yang bergerak dalam bidang ekonomi untuk mengangkat perekonomian umat Islam yang pada waktu itu mengalami penindasan yang dilakukan oleh penjajah atau yang kita kenal kolonialisme Belanda.  Karena pada abad ke 20 Indonesia masih dalam kekangan kolonialisme, sehingga masyarakat secara perekonomian sangat tereksploitasi. Disamping itu juga Belanda menerapkan sistem politik etis atau yang disebut politik balas budi agar rakyat patuh dan nurut dari kehendak kolonialisme.

Maka, dari situlah rakyat berharap betul dengan adanya NT perekonomian kembali stabil dan masyarakat secara perekonomian terangkat, akan tetapi harapan rakyat hanya sebatas harapan saja. Karena Belanda sangat cerdik dan tidak bisa diakali begitu saja. Oleh karena itu dari kejadian tersebut, organisasi NT ini lahir tidak lepas dari politik etis yang digawangi oleh Belanda. Sehingga , NT ini lahir untuk menggerakkan masyarakat supaya sadar akan Sumber Daya Alam yang kita miliki bisa digunakan dan  dimanfaatkan dengan baik agar Belanda tidak menguasai secara terus menerus.

Ketiga, Tashwirul Afkar sendiri merupakan sebuah forum diskusi untuk merespon berbagai isu aktual yang dihadapi masyarakat waktu itu. Khususnya di Kota Surabaya dan sekitarnya. Karena pada waktu itu, Wahabi lagi genjar-genjarnya melakukan gerakan anti-mazhab bid’ah, syirik, khurafat terhadap praktek-prakteh keagamaan ahlussunnah waljamaah di masyarakat yang sudah berlaku jauh sebelum wahabi masuk di Indonesia.

Sehingga dari situ, Tashwirul Afkar sesuai namanya , di dalamforum tersebut berkumpul para kiai pondok pesantren baik dari kalangan tua maupun muda bersatu-padu saling bahu-membahu untuk menghalau dan melakukan serangan terhadap kelompok-kelompok yang ingin merusak ajaran ahlussunnah waljamaah.

Oleh karena itu, pada tahun 1926 ketiga organisasi di atas dilebur menjadi organisasi baru yang kita kenal dengan sebutan Nahdlatul Ulama yang hingga sekarang tercatat sebagai ormas terbesar di jagad dunia.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MWCNU Kayen Bangun Gedung Baru

    MWCNU Kayen Bangun Gedung Baru

    • calendar_month Rab, 18 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 497
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Kayen, mengadakan rapat kordinasi terkait akan dilaksanakan pembangunan gedung baru, 14/9 kemarin bertempat  dirumahnya  ketua MWCNU Kayen, Sofyan.             “Target kami dalam tahun ini harus mampu mempunyai gedung perkantoran sendiri, demi untuk menunjang kinerja pengurus NU wilayah Kayen, jadi pusat administrasi dan kegiatan lainya akan kami […]

  • Innalillah, KH. Ali Mahmudan Wafat, Pemakaman Dilangsungkan Malam Ini

    Innalillah, KH. Ali Mahmudan Wafat, Pemakaman Dilangsungkan Malam Ini

    • calendar_month Sab, 31 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 401
    • 0Komentar

    WEDARIJAKSA-Salah satu tokoh NU kembali menghadap Ilahi. Kabar duka ini datang dari Wedarijaksa. KH. Ali Mahmudan, salah satu Mustasyar PCNU Pati tutup usia Sabtu (31/8) pukul 15.30 WIB. KH. Ali Mahmudan Jenazah rencananya akan dimakamkan Sabtu (31/8) pukul 20.00 WIB malam nanti. Dikonfirmasi dari Pengurus Cabang NU Pati, jenazah akan dikebumikan di Makam Ngrames, Sukoharjo, […]

  • PCNU-PATI

    Kuatkan Moderasi Beragama, Dosen INISNU Kembangkan Game Simaksaja

    • calendar_month Sel, 28 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-Semarang – Bertempat di kantor Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, dosen Prodi PGMI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung Hamidulloh Ibda bersama dosen STAINU Purworejo Aniqoh dan peneliti PRAK BRIN Dr. Ahmad Muntakhib menggelar Focus Group Discussion (FGD) dan Uji Validasi Game Moderasi Beragama berbasis Aswaja Annahdliyah (Simaksaja) pada […]

  • Dosen UIN Walisongo Dapat Penghargaan Abdi Nagari Award 2025

    Dosen UIN Walisongo Dapat Penghargaan Abdi Nagari Award 2025

    • calendar_month Rab, 17 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.269
    • 0Komentar

        Semarang – Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Prof. Syamsul Ma’arif, M.Ag., mendapatkan penghargaan Abdi Nagari Award 2025 dalam Malam Penganugerahan Abdi Nagari Award 2025 yang digelar Jawa Pos Radar Semarang dan Radar Semarang Academy, Jumat malam (12/12/2025) kemarin. Selain Prof Syamsul, terdapat pula sebanyak 32 aparatur negara mulai dari guru, dosen, […]

  • PCNU-PATI

    MTQ ke-XXX Jawa Tengah Resmi Dibuka

    • calendar_month Jum, 26 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id –  Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXX tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2024 digelar di Kabupaten Pati. Kegiatan ini berlangsung pada 25-29 April 2024. Kompetisi MTQ kali ini terdiri atas 9 cabang dengan 24 golongan lomba yang dibagi dalam 12 Majelis. Di antaranya tilawah, hafalan, tafsir Al Qur’an, serta seni kaligrafi. Pembukaan kegiatan yang bertema […]

  • PC Fatayat NU Pati Gelar Latihan Kader Lanjutan di Jrahi

    PC Fatayat NU Pati Gelar Latihan Kader Lanjutan di Jrahi

    • calendar_month Sen, 27 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 425
    • 0Komentar

    Peserta LKL PC Fatayat NU Pati foto bersama GUNUNGWUNGKAL – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kab. Pati menggelar kegiatan Latihan Kader Lanjutan (LKL), Sabtu dan Ahad, 26-27 Desember 2021. Pelatihan selama dua hari ini dilaksanakan di Gili Malang Jrahi (GMJ), Gunungwungkal. Latihan Kader Lanjutan ini diikuti oleh pengurus PC Fatayat NU Kab. Pati dan utusan dari […]

expand_less