Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Geneologi Nahdlatul Ulama

Geneologi Nahdlatul Ulama

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 25 Mar 2023
  • visibility 631
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Sebagaimana yang sudah ditegaskan oleh Hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asy’ari Nahdlatul Ulama (NU) yang selama ini kita kenal merupakan sebuah lembaga sosial keagamaan kemasyarakatan yang didesain untuk melestarikan dan menjaga tradisi ahlussunnah waljamaah yang sudah ada di Indonesia dan sudah ada sejak Islam turun di Nusantara.

Tradisi atau ajaran Islam Nusantara di Indonesia dicirikan dalam bentuk pemikiran keagamaan (fiqh) yang mengikuti garis pemikiran mazhab Syafi’i, sedangkan pemikiran teologis mengikuti Imam Abu Hasan al-Asy’ari, dan pemikiran tasawuf yang mengikuti Imam Abdul Qadir  al-Jailani, dan Imam Abu Hasan as-Syadzili.

Dari triologi pemikiran keagamaan di atas melahirkan suatu pola keislmanan khas Islam Nusantara yang kemudian ditandai dengan tradisi ziarah kubur, tawassul, tahlil, manaqib, tawassul dengan orang-orang salih (baik masih hidup atau sudah mati), mendoakan mayit (slametan), mencintai ahlul bait, salawatan, mujahadah dan lain sebainya. Itu semua merupakan ciri khas tradisi warga NU.

Oleh karena itu, sebelum NU berdiri secara formal untuk melestarikan dan mengembangkan tradisi-tradisi di atas, para kiai sudah mengawalinya dengan mendirikan tiga organisasi yang kita kenal Nahdlatul Wathan (1914), Nahdlatut Tujjar (1918), dan Tashwirul Afkar (1918).

Geneologi Nahdlatul Ulama

Pertama, Nahdlatul Wathan merupakan salah satu organisasi sosial keagamaan Islam yang fokus pada bidang pendidikan, sosial, dan dakwah. Istilah Nahdlatul Wathan sendiri berasal dari bahasa Arab yakni Nahdlah yang artinya kebangkitan, pergerakan, dan pembangunan. Sedangkan Wathan yang berarti tanah air atau negara. Sehingga Nahdlatul Wathan bisa diartikan sebagai  kebangkitan tanah air, pembangunan negara, dan membangun negara.

Oleh karena itu, keberadaan lembaga pendidikan Nahdlatul Wathan merupakan sebuah bukti yang tidak terbantahkan akan peran serta yang mampu mewujudkan tujuan kehidupan berbangsa dan bernegara sebagaimana yang termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yakni dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. sehingga secara matematis banyak anak banyak yangdicerdaskan melalui lembaga pendidikan Nahdlatul Wathan.

Kedua, Nahdlatut Tujjar (NT), dalam sejarahnya oranganisasi NT didirikan pada tahun 1918 yang bergerak dalam bidang ekonomi untuk mengangkat perekonomian umat Islam yang pada waktu itu mengalami penindasan yang dilakukan oleh penjajah atau yang kita kenal kolonialisme Belanda.  Karena pada abad ke 20 Indonesia masih dalam kekangan kolonialisme, sehingga masyarakat secara perekonomian sangat tereksploitasi. Disamping itu juga Belanda menerapkan sistem politik etis atau yang disebut politik balas budi agar rakyat patuh dan nurut dari kehendak kolonialisme.

Maka, dari situlah rakyat berharap betul dengan adanya NT perekonomian kembali stabil dan masyarakat secara perekonomian terangkat, akan tetapi harapan rakyat hanya sebatas harapan saja. Karena Belanda sangat cerdik dan tidak bisa diakali begitu saja. Oleh karena itu dari kejadian tersebut, organisasi NT ini lahir tidak lepas dari politik etis yang digawangi oleh Belanda. Sehingga , NT ini lahir untuk menggerakkan masyarakat supaya sadar akan Sumber Daya Alam yang kita miliki bisa digunakan dan  dimanfaatkan dengan baik agar Belanda tidak menguasai secara terus menerus.

Ketiga, Tashwirul Afkar sendiri merupakan sebuah forum diskusi untuk merespon berbagai isu aktual yang dihadapi masyarakat waktu itu. Khususnya di Kota Surabaya dan sekitarnya. Karena pada waktu itu, Wahabi lagi genjar-genjarnya melakukan gerakan anti-mazhab bid’ah, syirik, khurafat terhadap praktek-prakteh keagamaan ahlussunnah waljamaah di masyarakat yang sudah berlaku jauh sebelum wahabi masuk di Indonesia.

Sehingga dari situ, Tashwirul Afkar sesuai namanya , di dalamforum tersebut berkumpul para kiai pondok pesantren baik dari kalangan tua maupun muda bersatu-padu saling bahu-membahu untuk menghalau dan melakukan serangan terhadap kelompok-kelompok yang ingin merusak ajaran ahlussunnah waljamaah.

Oleh karena itu, pada tahun 1926 ketiga organisasi di atas dilebur menjadi organisasi baru yang kita kenal dengan sebutan Nahdlatul Ulama yang hingga sekarang tercatat sebagai ormas terbesar di jagad dunia.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Photo by Jubéo Hernandez

    Ketika Cinta Dipertanyakan

    • calendar_month Ming, 7 Jan 2024
    • account_circle admin
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Oleh : J. Intifada Namaku Gami. Aku tinggal di desa paling utara Kabupaten Gresik. Kota sebelum ibukota jawa timur ini tak lebih besar dan tak kurang maju dari Surabaya. Dari lahir hingga kini sudah beranjak dewasa. Aku punya dua sahabat. Namanya Kristal dan Banu. Mereka juga lahir dan tinggal di sini. Kami bersahabat sejak kecil. […]

  • PK IPNU IPPNU MAN 1 Pati Hidup Lagi

    PK IPNU IPPNU MAN 1 Pati Hidup Lagi

    • calendar_month Ming, 9 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 569
    • 0Komentar

    Proses persuapan pembentukan PK IPNU/IPPNU MAN 1 Pati MARGOREJO – Setelah vakum cukup lama, akhirnya Pimpinan Komisariat (PK) IPNU IPPNU MAN 1 Pati kembali terbentuk. Hal ini pun disambut baik oleh semua pihak, tak terkecuali dari pihak sekolah setempat. Sebelumnya, Departemen Jaringan Sekolah dan Pesantren (JSP) PC IPNU IPPNU Pati berdiskusi panjang dengan pihak sekolah […]

  • Tarekat vs Syariat. Photo by Fereshteh Ghazisaeedi on Unsplash.

    Tarekat vs Syariat

    • calendar_month Kam, 6 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 598
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Sering kita temukan, perdebatan sengit antara pengikut tarekat versus pengikut fikih sentris. Forum apapun bisa jadi medan laga siapa yang terbaik di antara mereka berdua. Follower tarekat terbiasa kultus akan amalan-amalan wirid yang mereka lakukan, tanpa mau didikte oleh syariat atau fikih (dalam batas tertentu). Sementara kubu sebelah bangga dengan fikih […]

  • Perempuan Memposisikan Diri

    Perempuan Memposisikan Diri

    • calendar_month Ming, 3 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 496
    • 0Komentar

     Oleh : Aditiya Tri Utami Islam memberikan tuntunan yang tegas bahwa semua manusia, tanpa membedakan perempuan dan laki-laki diciptakan untuk sebuah misi yang amat penting sebagai khalifah fil ardh (pemimpin untuk mengelola kehidupan dibumi), paling tidak pemimpin untuk dirinya sendiri. Karena itu, perempuan dan laki-laki diharapkan bekerjasama, bahu membahu, bergotong royong mewujudkan masyarakat yang damai, […]

  • PCNU-PATI

    Banjir Bandang Terparah Sepanjang Sejarah, Selamatkan Diri hingga Naik ke Atas Genting

    • calendar_month Jum, 2 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 529
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Banjir bandang menerjang sejumlah desa di Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, Rabu (30/11/2022) malam. Desa Sinomwidodo menjadi yang terparah akibat terjangan banjir itu.  Akibatnya, 200-an keluarga harus mengungsi ke masjid karena rumah mereka belum bisa ditempati karena sempat tergenang air yang tingginya bervariasi, bahkan ada yang mencapai 2 meter lebih. Dapur umum dan posko tanggap […]

  • Harlah ke-30, MAN 2 Pati Tanam Ribuan Mangrove untuk Lestarikan Lingkungan

    Harlah ke-30, MAN 2 Pati Tanam Ribuan Mangrove untuk Lestarikan Lingkungan

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.582
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Peringati Hari Lahir (Harlah) ke-30, Madrasah Aliyan Megeri (MAN) 2 Pati, menanam ribuan mangrove di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Sabtu (8/11/2025). Kegiatan bertajuk “Ekoteologi dan Konservasi 3000 Bibit Mangrove” tersebut, melibatkan berbagai pihak, di antaranya sekolah binaan yaitu MTs Negeri 2 Pati, MTs Manbaul Falah, MTs Mambaul Hidayah serta SD […]

expand_less