Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Geneologi Nahdlatul Ulama

Geneologi Nahdlatul Ulama

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 25 Mar 2023
  • visibility 540
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Sebagaimana yang sudah ditegaskan oleh Hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asy’ari Nahdlatul Ulama (NU) yang selama ini kita kenal merupakan sebuah lembaga sosial keagamaan kemasyarakatan yang didesain untuk melestarikan dan menjaga tradisi ahlussunnah waljamaah yang sudah ada di Indonesia dan sudah ada sejak Islam turun di Nusantara.

Tradisi atau ajaran Islam Nusantara di Indonesia dicirikan dalam bentuk pemikiran keagamaan (fiqh) yang mengikuti garis pemikiran mazhab Syafi’i, sedangkan pemikiran teologis mengikuti Imam Abu Hasan al-Asy’ari, dan pemikiran tasawuf yang mengikuti Imam Abdul Qadir  al-Jailani, dan Imam Abu Hasan as-Syadzili.

Dari triologi pemikiran keagamaan di atas melahirkan suatu pola keislmanan khas Islam Nusantara yang kemudian ditandai dengan tradisi ziarah kubur, tawassul, tahlil, manaqib, tawassul dengan orang-orang salih (baik masih hidup atau sudah mati), mendoakan mayit (slametan), mencintai ahlul bait, salawatan, mujahadah dan lain sebainya. Itu semua merupakan ciri khas tradisi warga NU.

Oleh karena itu, sebelum NU berdiri secara formal untuk melestarikan dan mengembangkan tradisi-tradisi di atas, para kiai sudah mengawalinya dengan mendirikan tiga organisasi yang kita kenal Nahdlatul Wathan (1914), Nahdlatut Tujjar (1918), dan Tashwirul Afkar (1918).

Geneologi Nahdlatul Ulama

Pertama, Nahdlatul Wathan merupakan salah satu organisasi sosial keagamaan Islam yang fokus pada bidang pendidikan, sosial, dan dakwah. Istilah Nahdlatul Wathan sendiri berasal dari bahasa Arab yakni Nahdlah yang artinya kebangkitan, pergerakan, dan pembangunan. Sedangkan Wathan yang berarti tanah air atau negara. Sehingga Nahdlatul Wathan bisa diartikan sebagai  kebangkitan tanah air, pembangunan negara, dan membangun negara.

Oleh karena itu, keberadaan lembaga pendidikan Nahdlatul Wathan merupakan sebuah bukti yang tidak terbantahkan akan peran serta yang mampu mewujudkan tujuan kehidupan berbangsa dan bernegara sebagaimana yang termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yakni dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. sehingga secara matematis banyak anak banyak yangdicerdaskan melalui lembaga pendidikan Nahdlatul Wathan.

Kedua, Nahdlatut Tujjar (NT), dalam sejarahnya oranganisasi NT didirikan pada tahun 1918 yang bergerak dalam bidang ekonomi untuk mengangkat perekonomian umat Islam yang pada waktu itu mengalami penindasan yang dilakukan oleh penjajah atau yang kita kenal kolonialisme Belanda.  Karena pada abad ke 20 Indonesia masih dalam kekangan kolonialisme, sehingga masyarakat secara perekonomian sangat tereksploitasi. Disamping itu juga Belanda menerapkan sistem politik etis atau yang disebut politik balas budi agar rakyat patuh dan nurut dari kehendak kolonialisme.

Maka, dari situlah rakyat berharap betul dengan adanya NT perekonomian kembali stabil dan masyarakat secara perekonomian terangkat, akan tetapi harapan rakyat hanya sebatas harapan saja. Karena Belanda sangat cerdik dan tidak bisa diakali begitu saja. Oleh karena itu dari kejadian tersebut, organisasi NT ini lahir tidak lepas dari politik etis yang digawangi oleh Belanda. Sehingga , NT ini lahir untuk menggerakkan masyarakat supaya sadar akan Sumber Daya Alam yang kita miliki bisa digunakan dan  dimanfaatkan dengan baik agar Belanda tidak menguasai secara terus menerus.

Ketiga, Tashwirul Afkar sendiri merupakan sebuah forum diskusi untuk merespon berbagai isu aktual yang dihadapi masyarakat waktu itu. Khususnya di Kota Surabaya dan sekitarnya. Karena pada waktu itu, Wahabi lagi genjar-genjarnya melakukan gerakan anti-mazhab bid’ah, syirik, khurafat terhadap praktek-prakteh keagamaan ahlussunnah waljamaah di masyarakat yang sudah berlaku jauh sebelum wahabi masuk di Indonesia.

Sehingga dari situ, Tashwirul Afkar sesuai namanya , di dalamforum tersebut berkumpul para kiai pondok pesantren baik dari kalangan tua maupun muda bersatu-padu saling bahu-membahu untuk menghalau dan melakukan serangan terhadap kelompok-kelompok yang ingin merusak ajaran ahlussunnah waljamaah.

Oleh karena itu, pada tahun 1926 ketiga organisasi di atas dilebur menjadi organisasi baru yang kita kenal dengan sebutan Nahdlatul Ulama yang hingga sekarang tercatat sebagai ormas terbesar di jagad dunia.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Sekolah sebagai Parenting Pembinaan Akhlak

    • calendar_month Sab, 2 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 422
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Sekolah pada dasaranya merupakan tempat untuk belajar-mngajar antara guru dan murid. Sehingga sekolah identik dengan tempat untuk menimba ilmu. Oleh karena itu, sudah semestinya sekolah menjadi tempat untuk mencari ilmu dan mengekspresikan segala sesuatu yang ada dalam benak pikiran peserta didik. Sedangkan proses pendidikan baik formal maupun non-formal pada dasarnya memiliki […]

  • PCNU-PATI

    Ngaji Posonan di PAC Gunungwungkal

    • calendar_month Sen, 27 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 386
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- GUNUNGWUNGKAL – PAC Fatayat NU Gunungwungkal mengadakan kegiatan ngaji posonan yang dilaksanakan setiap hari Jumat, Ahad, dan Selasa selama bulan Ramadhan. “Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota Fatayat NU kecamatan Gunungwungkal, baik pengurus maupun anggota ranting. Ngaji posonan tersebut bertempat di masjid Daarul Muttaqin Desa Ngetuk” jelas Hariati Ketua PAC Fatayat Gunungwungkal Kegiatan ini […]

  • Sarbumusi Pati Gelar Audiensi dengan Dishub, Bahas Pangkalan Truk

    Sarbumusi Pati Gelar Audiensi dengan Dishub, Bahas Pangkalan Truk

    • calendar_month Sel, 25 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 405
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id.- Serikat Buruh Muslim Indonesia (Sarbumusi) Pati dan Paguyuban Sopir Pati (PSP) gelar audiensi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten, Selasa (25/10/2022) siang.  Pada audiensi itu, disepakati bahwa untuk sementara waktu di depan Pasar Hewan Margorejo akan dijadikan pangkalan truk. Dengan demikian, para sopir truk tak perlu parkir di pinggir Jalan.   Kepala Dishub Kabupaten Pati, Teguh Widyatmoko […]

  • Santri Tlogowungu Ini Luncurkan Buku Mushaf Nusantara

    Santri Tlogowungu Ini Luncurkan Buku Mushaf Nusantara

    • calendar_month Sen, 5 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 420
    • 0Komentar

    Zainal Abidin Sueb bersama buku Mushaf Nusantara yang baru saja ia luncurkan TLOGOWUNGU-Di tengah pandemi Covid-19, berbagai  aktivitas masyarakat serba dibatasi. Meski demikian, kondisi yang terbatas justru memicu Zainal Abidin Sueb untuk menulis buku. Sabtu (26/6) lalu ia telah meluncurkan sebuah buku dengan judul Mushaf Nusantara: Jejak, Ragam, dan Para Penjaganya.   Pemuda kelahiran Pati, 24 […]

  • PCNU-PATI Photo by Philip Oroni

    Demi Waktu

    • calendar_month Sen, 14 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 446
    • 0Komentar

    Oleh M. Iqbal Dawami Hari berganti menjadi penanda bahwa waktu bergulir tak pernah berhenti. Kita bisa menghentikan aktivitas dan menunda-nunda hal yang mesti kita lakukan, tapi waktu tak bisa ditunda. Waktu sekarang ya sekarang. Hari ini ya hari ini, bukan hari yang kemarin. Waktu yang sudah kita lewati menjadi masa lalu, tak bisa dikembalikan. Belum […]

  • Respon Tantangan Zaman, 100 Pengelola Medsos Sekolah Ma'arif Pekalongan Ikuti Pelatihan Literasi Digital

    Respon Tantangan Zaman, 100 Pengelola Medsos Sekolah Ma’arif Pekalongan Ikuti Pelatihan Literasi Digital

    • calendar_month Sen, 3 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17.449
    • 0Komentar

    PEKALONGAN — Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan resmi menggandeng Institut Widya Pratama (IWIMA)Kota Pekalongan. Kolaborasi strategis ini diwujudkan melalui program pelatihan khusus bagi pengelola media sosial di lingkungan sekolah dan madrasah di bawah naungan LP Ma’arif NU Kota Pekalongan. Tak kurang dari 100 peserta dintanggal […]

expand_less