Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Cukuplah Kematian Sebagai Nasihat!

Cukuplah Kematian Sebagai Nasihat!

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 27 Des 2022
  • visibility 353
  • comment 0 komentar

 “Mati Spektakuler” memuat kisah dan serpihan refleksi hidup. Efek yang dirasakan ketika membaca buku tersebut adalah merinding, takut dan sedih. Bukan karena takut akan kematian, melainkan takut akan amal ibadah yang belum mencukupi untuk terhindar dari api neraka dan belum pantas menjadi penghuni surga. Buku ini menjelaskan dengan detail, gamblang dan mampu menggetarkan perasaan “membuka” tabir keduniaan yang terlalu menipu yang hanya sementara ini, menyadarkan bahwa kehidupan yang sesungguhnya adalah setelah menghadapi kematian, kehidupan yang kekal adalah di akhirat.

Penjelasan mengenai keadaan ketika maut menjemput, kondisi alam barzah, hari kebangkitan, siksaan neraka dan indahnya surga, serta tanda-tanda kiamat terangkum dengan lengkap dan jelas, sehingga mampu mengembalikan keimanan yang rapuh dan rendah menjadi lebih istikamah dalam menjalani perintah Allah Swt. dan menjauhi larangan-Nya. Buku ini bagus sekali dan pantas dijadikan pedoman ketika dunia terlalu melalaikan dan keimanan kita terasa semakin rendah. Karena orang yang cerdas adalah orang yang selalu mengingat akan kematian.

Pesan yang tumbuh di dalam buku ini begitu menyayat hati, memberi kesan bahwa hidup ini ibarat kopi, penuh getir dan gelap kelabu. Agar hidup berarti sebelum mati, maka perlu dicampurkan gula ke dalam kopi. Sehingga kalut yang menimpa dalam hidup akan terobati dengan sentuhan manis di akhir hayat, sebelum malaikat bertanya tentang lika-liku luka hidup seorang hamba.

Selain itu, sajian khas penulis dan penerjemah buku ini sangatlah padu, layaknya harta karun yang pernah hilang ketika menyentuhnya otak langsung merespon dan jari-jemari seakan terbuai untuk membuka lembar demi lembarnya tanpa henti dan mata seolah berkaca-kaca oleh pilihan diksi yang memikat hati. Siapa pun yang membaca buku ini akan hanyut dalam dua dimensi yang berbeda–dunia dan akhirat.

 Sebelum membaca isi buku ini, pembaca akan dibuat takjub oleh covernya, dengan balutan font warna kuning pada judul buku seolah mengibarkan bendera “kematian” yang berarti jiwa sudah terbebas dan bercerai dengan dunia, kini saatnya kembali kepada-Nya. Hal tersebut melambangkan tanda keluhuran dan kedekatan pada Sang Pencipta. Sedangkan warna putih adalah jalan dan petunjuk menuju cahaya keselamatan–surgawi. Dan warna cokelat yang tampak gelap berarti hidup tidak selamanya nyaman dan aman, di sinilah pentingnya sabar dan ikhlas dalam menerima setiap keadaan, muhasabah adalah kunci kebahagiaan.

Adapun kerlipan warna yang tampak berhamburan dengan munculnya angka-angka dari jam waktu, menunjukkan bahwa hidup ini sangatlah singkat seperti jarak antara pagi dan sore. Jika waktu tersebut tidak digunakan dengan baik, maka kehancuran akan merenggut layaknya debu yang diembus oleh terpaan badai yang memilukan.

Buku ini terasa ringan, meskipun lumayan tebal, desainnya yang fleksibel memudahkan untuk dibawa kemana-mana. Layoutnya yang apik membuat tidak gampang bosan ketika membaca buku ini dan harganya pun terbilang ekonomis. Nilai plus di buku ini terletak pada tiga pilar utama, yaitu teori–praktik–informatif. Secara teori, penulis buku ini berpijak pada referensi dan sumber-sumber terpercaya, melalui riset yang mendalam, keotentikan serta kredibilitasnya tidak diragukan lagi. Buku ini juga terintegrasi dengan praktik kehidupan di masa lalu yang memuat kisah sebagai bahan perenungan dan refleksi hidup. Dan informatif terhadap karya terbitan Indonesia bahkan dunia.

Hal di atas adalah bukti keluasan ilmu dan dedikasi penulisnya dalam memperkaya khazanah ajaran Islam, sehingga patut diapresiasi dan layak disebut sebagai karya monumental. Siapa pun bisa mempelajarinya, baik tua maupun muda dan tidak lengkap rasanya kalau tidak menjadi koleksi pribadi atau perpustakaan. Sungguh karya yang sangat relevan dengan perkembangan zaman, tetap eksis di balik arus yang penuh intrik. Buku ini menjadi pedoman dan pengingat di saat keringnya iman dan takwa. Allahu a’lam bish-shawab.

Judul Buku      : Mati Spektakuler

Penulis             : Khawaja Muhammad

Penerjemah      : Abdullah Ali & Satrio Wahono

Penerbit           : Zaman

Tahun Terbit   : Cetakan Tahun 2021

Tebal Halaman: 468

ISBN               : 978-602-6273-21-5

Peresensi         : Muhammad Sapi’i

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Misteri Syaikh Ahmad Mutamakkin

    Misteri Syaikh Ahmad Mutamakkin

    • calendar_month Sab, 7 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Syaikh Ahmad Mutamakkin banyak disalahpahami sebagai tokoh aliran kebatinan dengan ajaran Dewa Ruci. Beliau dianggap menyimpang dari syariat Islam yang mapan karena meneruskan doktrin wahdatul wujud (Manunggaling Kawulo Gusti) ala Al Hallaj, Al Farabi, dan Ibnu Arabi. Ilustrasi: Komplek makam Syaikh Ahmad Mutamakkin Kajen dilihat dari atas Ketib Anom, Sang Pendekar Syariat (Fiqh) mencoba menggiring […]

  • Fatayat NU Tayu Dilantik Bareng 5 Pengurus Ranting

    Fatayat NU Tayu Dilantik Bareng 5 Pengurus Ranting

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2020
    • account_circle admin
    • visibility 263
    • 0Komentar

    TAYU-Para pemudi NU memadati Gedung Serba Guna Angkasa, Tayu Wetan, Minggu (1/3) kemarin. Dengan berkostum serba hijau, aktifis wanita muda NU yangbtergabung dalam organisasi Fatayat NU tersebut mendatangi lokasi untuk melangsungkan pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Tayu. Pengurus PAC Fatayat NU Tayu bersama MWC NU beserta Banom dan jajaran Muspika Bertepatan dengan tanggal […]

  • PCNU Pati Lantik Pengurus KBIH ZAM-ZAM NU

    PCNU Pati Lantik Pengurus KBIH ZAM-ZAM NU

    • calendar_month Jum, 20 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 303
    • 0Komentar

    Berdasarkan  hasil keputusan KBIH Zam-Zam NU Pati Pada 16 Oktober 2015 bertempat di Gemilang Resto Juwana yang telah menetapkan ketua terpilih mengantikan ketua lama yaitu H. Sa’dullah dengan menyusun Pengurus KBIH Zam-Zam NU yang baru Periode II Tahun 2015-2019, maka terpilihlah H. Mustamaji sebagai Ketua yang baru.             “Harapan saya ketua yang baru ini akan […]

  • Tiga Desa di Gabus Pati Diterjang Puting Beliung, Puluhan Rumah Rusak

    Tiga Desa di Gabus Pati Diterjang Puting Beliung, Puluhan Rumah Rusak

    • calendar_month Sab, 15 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 353
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id, Pati – Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Jawa Tengah diterjang angin puting beliung, Sabtu (15/2/2025) sore. Akibatnya, puluhan rumah di tiga desa rusak. Tiga desa yang diterjang angin puting beliung yakni Desa Tambahmulyo, Desa Gabus dan Desa Penanggungan. Angin puting beliung itu datang sekitar pukul 15.00 WIB. Desa yang mengalami kerusakan terparah yakni Desa […]

  • Pengurus NU Kayen Diwejang Habib Luthfi sebelum Dilantik

    Pengurus NU Kayen Diwejang Habib Luthfi sebelum Dilantik

    • calendar_month Sen, 31 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Pelantikan pengurus MWC dan Ranting-Ranting NU se-Kecamatan Kayen di GOR Desa Purwokerto, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati KAYEN – Pengurus MWC NU Kayen masa khidmat 2022-2027 resmi dilantik pada Hari Minggu (30/1). Acara pelantikan Tersebut berlangsung di GOR (Gedung Olah Raga) Desa Purwokerto Kayen.  Bukan Hanya Pelantikan Pengurus MWC NU tetapi acara tersebut juga dilangsungkan bersama […]

  • Yayasan Tarbiyatul Athfal Ajak Wali Murid Jalan Santai

    Yayasan Tarbiyatul Athfal Ajak Wali Murid Jalan Santai

    • calendar_month Kam, 29 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 251
    • 0Komentar

    GEMBONG-Agustus merupakan bulan sakral bagi Bangsa Indonesia. Hari proklamasi kemerdekaan yang jatuh pada bulan ini menjadi alasan bahwa Agustus adalah bulan paling ramai di Indonesia. Hal ini tak lain karena perayaan demi perayaan terus dihelat selama bulan Agustus demi memeriahkan bulan kelahiran bangsa ini. Selain itu, perayaan HUT Republik Indonesia juga bertujuan untuk mengenang jasa […]

expand_less