Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Cukuplah Kematian Sebagai Nasihat!

Cukuplah Kematian Sebagai Nasihat!

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 27 Des 2022
  • visibility 388
  • comment 0 komentar

 “Mati Spektakuler” memuat kisah dan serpihan refleksi hidup. Efek yang dirasakan ketika membaca buku tersebut adalah merinding, takut dan sedih. Bukan karena takut akan kematian, melainkan takut akan amal ibadah yang belum mencukupi untuk terhindar dari api neraka dan belum pantas menjadi penghuni surga. Buku ini menjelaskan dengan detail, gamblang dan mampu menggetarkan perasaan “membuka” tabir keduniaan yang terlalu menipu yang hanya sementara ini, menyadarkan bahwa kehidupan yang sesungguhnya adalah setelah menghadapi kematian, kehidupan yang kekal adalah di akhirat.

Penjelasan mengenai keadaan ketika maut menjemput, kondisi alam barzah, hari kebangkitan, siksaan neraka dan indahnya surga, serta tanda-tanda kiamat terangkum dengan lengkap dan jelas, sehingga mampu mengembalikan keimanan yang rapuh dan rendah menjadi lebih istikamah dalam menjalani perintah Allah Swt. dan menjauhi larangan-Nya. Buku ini bagus sekali dan pantas dijadikan pedoman ketika dunia terlalu melalaikan dan keimanan kita terasa semakin rendah. Karena orang yang cerdas adalah orang yang selalu mengingat akan kematian.

Pesan yang tumbuh di dalam buku ini begitu menyayat hati, memberi kesan bahwa hidup ini ibarat kopi, penuh getir dan gelap kelabu. Agar hidup berarti sebelum mati, maka perlu dicampurkan gula ke dalam kopi. Sehingga kalut yang menimpa dalam hidup akan terobati dengan sentuhan manis di akhir hayat, sebelum malaikat bertanya tentang lika-liku luka hidup seorang hamba.

Selain itu, sajian khas penulis dan penerjemah buku ini sangatlah padu, layaknya harta karun yang pernah hilang ketika menyentuhnya otak langsung merespon dan jari-jemari seakan terbuai untuk membuka lembar demi lembarnya tanpa henti dan mata seolah berkaca-kaca oleh pilihan diksi yang memikat hati. Siapa pun yang membaca buku ini akan hanyut dalam dua dimensi yang berbeda–dunia dan akhirat.

 Sebelum membaca isi buku ini, pembaca akan dibuat takjub oleh covernya, dengan balutan font warna kuning pada judul buku seolah mengibarkan bendera “kematian” yang berarti jiwa sudah terbebas dan bercerai dengan dunia, kini saatnya kembali kepada-Nya. Hal tersebut melambangkan tanda keluhuran dan kedekatan pada Sang Pencipta. Sedangkan warna putih adalah jalan dan petunjuk menuju cahaya keselamatan–surgawi. Dan warna cokelat yang tampak gelap berarti hidup tidak selamanya nyaman dan aman, di sinilah pentingnya sabar dan ikhlas dalam menerima setiap keadaan, muhasabah adalah kunci kebahagiaan.

Adapun kerlipan warna yang tampak berhamburan dengan munculnya angka-angka dari jam waktu, menunjukkan bahwa hidup ini sangatlah singkat seperti jarak antara pagi dan sore. Jika waktu tersebut tidak digunakan dengan baik, maka kehancuran akan merenggut layaknya debu yang diembus oleh terpaan badai yang memilukan.

Buku ini terasa ringan, meskipun lumayan tebal, desainnya yang fleksibel memudahkan untuk dibawa kemana-mana. Layoutnya yang apik membuat tidak gampang bosan ketika membaca buku ini dan harganya pun terbilang ekonomis. Nilai plus di buku ini terletak pada tiga pilar utama, yaitu teori–praktik–informatif. Secara teori, penulis buku ini berpijak pada referensi dan sumber-sumber terpercaya, melalui riset yang mendalam, keotentikan serta kredibilitasnya tidak diragukan lagi. Buku ini juga terintegrasi dengan praktik kehidupan di masa lalu yang memuat kisah sebagai bahan perenungan dan refleksi hidup. Dan informatif terhadap karya terbitan Indonesia bahkan dunia.

Hal di atas adalah bukti keluasan ilmu dan dedikasi penulisnya dalam memperkaya khazanah ajaran Islam, sehingga patut diapresiasi dan layak disebut sebagai karya monumental. Siapa pun bisa mempelajarinya, baik tua maupun muda dan tidak lengkap rasanya kalau tidak menjadi koleksi pribadi atau perpustakaan. Sungguh karya yang sangat relevan dengan perkembangan zaman, tetap eksis di balik arus yang penuh intrik. Buku ini menjadi pedoman dan pengingat di saat keringnya iman dan takwa. Allahu a’lam bish-shawab.

Judul Buku      : Mati Spektakuler

Penulis             : Khawaja Muhammad

Penerjemah      : Abdullah Ali & Satrio Wahono

Penerbit           : Zaman

Tahun Terbit   : Cetakan Tahun 2021

Tebal Halaman: 468

ISBN               : 978-602-6273-21-5

Peresensi         : Muhammad Sapi’i

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebijakan Full Day School Membingungkan

    Kebijakan Full Day School Membingungkan

    • calendar_month Kam, 19 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Pemerintah melalui kementerian pendidikan dan budaya mengeluarkan peraturan baru lewat permen no. 20 tahun 2017, tentang kebijakan sekolah 5 hari alias full day school yang banyak menuai kontra di kalangan madrasah dan pesantren. Kebijakan yang kurang tepat sasaran tentunya, karena menuai banyak kontroversi dan kritikan di kalangan akademisi. Suara keras juga dari PBNU tentunya, secara […]

  • PCNU PATI. Fatayat NU Ranting Desa Tanjungrejo, Mengadakan Pelatihan Sabun Herbal Susu

    Fatayat NU Ranting Desa Tanjungrejo, Mengadakan Pelatihan Sabun Herbal Susu

    • calendar_month Sab, 25 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pimpinan Ranting Fatayat NU desa Tanjungrejo kecamatan Margoyoso, mengadakan kegiatan rutinan sekaligus pelatihan pembuatan sabun herbal susu Whitening, Jumat, 10/6 kemarin. “Kegiatan pelatihan ini berlangsung selama satu hari, hal ini adalah tindak lanjut dari kegiatan beberapa waktu lalu yang telah di adakan oleh pimpinan cabang Fatayat NU Pati,”jelas Nining Ketua Pimpinan Fayatat NU […]

  • Memandang Indonesia Saat Ini

    Memandang Indonesia Saat Ini

    • calendar_month Jum, 3 Mar 2017
    • account_circle admin
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Pati. Para Dosen Institut Pesantren Mathali’ul Falah guna mempertajam wawasan dan pola pikir agar lebih maju dan berkembang. Maka pada kesempatan kali ini menghadirkan Dr. M. Imdadun Rahmat Ketua LAKSPEDAM NU pusat untuk mendiskusikan isu-isu terkini yang berada di Indonesia,kemarin. Moderatisme adalah masa depan politik Islam Indonesia. Moderatisme dalam politik meniscayakan power sharing (pembagian kekuasaan, […]

  • Puluhan Siswa Baru MHI Digiring ke Polsek dan Koramil

    Puluhan Siswa Baru MHI Digiring ke Polsek dan Koramil

    • calendar_month Sel, 23 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 274
    • 0Komentar

    GEMBONG-Ada yang berbeda di kantor Polsek dan Koramil Gembong, Senin (22/7) pagi. Gelak tawa anak-anak menghiasi dua kantor yang lokasinya bersebelahan ini. Mereka adalah peserta didik baru MI Hidayatul Islam (MHI) Gembong yang sengaja dikenalkan dengan ‘Pak Polisi’ dan ‘Pak Tentara’. Potret kebahagiaan peserta didik baru MI Hidayatul Islam (MHI) Gembong bersama Polisi Cilik (Pocil) […]

  • PCNU-PATI

    16 Grup Siap Meriahkan Festival Rebana Pelajar NU Pati

    • calendar_month Kam, 24 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 302
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPNU IPPNU) Pati bakal menggelar Festival Rebana se-Kabupaten Pati di MA Shirotul Ulum Trangkil pada Sabtu (26/11/2022). Sebanyak 16 grup rebana dari berbagai penjuru Bumi Mina Tani siap meramaikannya. Diantaranya, Sauqul Qolbi (PAC Margoyoso), Nurusshofa (PAC Juwana), Al Amboh (PAC Trangkil), Rebana […]

  • IPNU-IPPNU Margoyoso Resmi Dilantik

    IPNU-IPPNU Margoyoso Resmi Dilantik

    • calendar_month Sab, 18 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 348
    • 0Komentar

    Proses pelantikan Pengurus Anak Cabang IPNU Margoyoso PATI – Jum’at (17/9) pagi Pelajar NU Kecamatan Margoyoso menggelar pelantikan dan Rakerancab. Kegiatan yang bertempat di Gedung TPQ Baitur Rahman ini berlangsung mulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 12.30 WIB.  Dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, para peserta dan tamu undangan yang datang diwajibkan memakai masker. Bukan […]

expand_less