Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Membangun Nasionalisme Lewat Suwuk Aswaja

Membangun Nasionalisme Lewat Suwuk Aswaja

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 22 Jul 2019
  • visibility 548
  • comment 0 komentar

Temanggung – Bertempat di STAINU Temanggung, JRA Temanggung menggelar seminar bertajuk “Epistimologi Nalar Sehat Suwuk Aswaja Terhadap Fenomena Ruqyah Syar’iyyah di Indonesia” pada Ahad 21 juli 2019.  Dalam kesempatan itu, ditegaskan para pemateri bahwa suwuk merupakan bagian dari membangun nasionalisme.

Suasana Seminar yang digelar oleh JRA Temanggung di STAINU Temanggung

Dalam kesempatan itu, Ketua PCNU Temanggung KH. Furqon Masyhuri mengatakan bahwa JRA Temanggung harus melakukan beberapa langkah. “Langkah JRA Temanggung harus menyinkronkan dengan kepengurusan NU, strukturalisasi JRA dengan NU,” katanya.

Jadikan pengurus Ranting NU sebagai Praktisi JRA katanya, dan nyatakan JRA yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Pengasuh PP Tajul Haq Ngimbrang KH Maftuch saat menyampaikan materi persuwukan, mengatakan bahwapraktika harus menghargai keilmuwan para sesepuh. “Jadilah Praktisi yang menghargai keilmuan para sesepuh. Jadilah praktisi yang menjaga muru’ah demi kepercayaan masyarakat terhadap JRA. Allah SWT menjadikan tumbuhan dan yang lainnya sebagai Obat saja bisa, apalagi Alquran kalamullah tentunya sangat bisa diyakini untuk pengobatan yang pertama dan utama,” katanya.

Sementara Bendahara PWNU Jateng KH Kholison juga menegaskan bahwa suwuk menjadi bagian dari gerakan nasionalisme. ”Gerakan-gerakan yang dilakukan oleh tokoh Islam saat massa penjajah adalah gerakan nasionalisme yang sangat cinta terhadap Nusantara.  Gerakan kita adalah gerakan yang benar-benar militan mengalahkan para militer asing,” beber Instruktur Nasional PKPNU tersebut.

Sekretaris PWNU jateng Gus Hudalloh Ridwan juga menyampaikan eksistensi JRA sangat bisa masuk dalam berbagai bidang di jamiyyah NU antara LDNU dan LKM. “Semaraknya JRA adalah tohokan yang luar biasa terhadap kaum aqliyah rasional, karena pengobatan kedokteran yang rasional saja masih banyak yang dilarikan ke pengobatan alternatif,” katanya.

Menurutnya, JRA adalah perjuangan ideologi yang menyatukan rasional dan nas Alquran. “Praktisi seharusnya tidak terjebak hanya pada dunia Ruqyah saja tapi juga manhaj-manhaj annahdliyah dan lajnah syar’iyyahnya. Sebab, syariat yang lemah rentan terhadap kesesatan,” kata Gus Huda.(yon/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Rekontruksi Sejarah Al -Quran

    • calendar_month Sel, 6 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 361
    • 0Komentar

    Buku ini berupaya merekonstruksi perjalanan historis Al-Qur’an yang diharapkan dapat bertahan terhadap kritik sejarah sekaligus bisa berhadapan dengan berbagai prasangka “ilmiah” Barat. Masalah-masalah utama dalam pewahyuan Al-Qur’an serta pengumpulan dan stabilisasi teksnya menjadi fokus kajian dalam buku ini. Dengan demikian, objek studi ini mencakup keseluruhan etape perjalanan kesejarahan Al-Qur’an, dan hasilnya diharapkan memberikan kontribusi signifikan […]

  • Menjadi Penulis  Yang Seksi

    Menjadi Penulis Yang Seksi

    • calendar_month Ming, 25 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 445
    • 0Komentar

      Menulis fiksi itu bukan perkara mudah. Karena menulis fiksi tak ubahnya menulis dengan hati, mengombinasikan antara pengalaman dan pikiran menjadi sebuah karya yang enak dibaca dan syarat akan pesan-pesan penuh makna. Namun kesulitan semua itu akan menjadi mudah tatkala sudah membaca buku karya Presiden Cerpen Indonesia Joni Ariadianata.             Buku yang bertajuk Aku Bisa […]

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Bagai Pungguk Menjerat Bulan Part 1

    • calendar_month Ming, 2 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 355
    • 0Komentar

    Oleh: Elin Khanin Nembak cewek mana pun yang lewat, di depan umum? “Siapa takut?!” tukas cowok itu tanpa gentar sembari bangkit dari duduk. Bukan sifatnya memang jika harus merasa ketakutan atau gemetaran sejak kotak tempat kertas berisi tantangan itu diedarkan ke sepenjuru aula. Namun, dia sempat heran. Dari sekian banyak gulungan kertas yang disodorkan pada […]

  • NU Gembong Bocorkan Konsep Agenda Hari Santri

    NU Gembong Bocorkan Konsep Agenda Hari Santri

    • calendar_month Jum, 9 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 315
    • 0Komentar

    GEMBONG – Hari Santri Nasional (HSN) yang biasa diperingati setiap 22 Oktober memang masih cukup jauh. Namun, MWC NU Gembong telah mempersiapkan kegiatan untuk mengenang jasa para santri tersebut. Jumat (9/9) siang, MWC NU Gembong melangsungkan rapat untuk membahas kegiatan tersebut. Personel rapat pun beragam guna memperoleh ide-ide dan gagasan baru untuk memperingati HSN 2022. […]

  • PWNU Sebut Kinerja Ma'arif NU Jateng Super Cepat dan Ramai

    PWNU Sebut Kinerja Ma’arif NU Jateng Super Cepat dan Ramai

    • calendar_month Jum, 21 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 424
    • 0Komentar

          Pcnupati.or.id-Semarang – Dalam agenda Rapat Koordinasi Pengurus dan Buka Bersama, Wakil Sekretaris PWNU Jawa Tengah Dr Ghufron Hamzah menegaskan bahwa kinerja Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah super cepat dan ramai. Hal itu diungkapkan di Hotel MG Setos Jl. Inspeksi, Kembangsari, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang pada Kamis (20/3/2025) setelah dipaparkan […]

  • Refleksi Harlah NU ke-94 Kebangkitan Kaum Muda NU

    Refleksi Harlah NU ke-94 Kebangkitan Kaum Muda NU

    • calendar_month Sel, 11 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 344
    • 0Komentar

    Harlah NU ke-94 adalah momentum strategis untuk membangkitkan spirit kaum muda NU. Sejak dipimpin Gus Dur pada tahun 1984, eskalasi pergerakan kaum muda NU mengagumkan. Gus Dur berhasil mengorbitkan kader-kader muda untuk tampil sebagai pemimpin dan aktivis NU masa depan yang kreatif, inovatif, progresif, dan kompetitif. Pencerahan pemikiran dan aksi-aksi kontroversial Gus Dur mampu membangkitkan […]

expand_less