Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Cerita Tabatabaei House

Cerita Tabatabaei House

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 19 Sep 2022
  • visibility 268
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Iqbal Dawami

Di Iran ada sebuah rumah yang sangat megah. Sebuah rumah yang mengandung nilai sejarah dan dibangun dengan keringat cinta dan kasih sayang. Afifah Ahmad, penulis asal Indonesia yang tinggal di Iran, suatu ketika mengunjungi rumah tersebut. Dia bercerita bahwa di balik kemegahan rumah itu, tersimpan cerita menarik. Konon, rumah tersebut dibangun sebagai prasyarat untuk bisa menikahi seorang putri bangsawan. Siang-malam calon pengantin pria bekerja keras untuk dapat menyelesaikannya.[1]

Begitulah barangkali wujud cinta. Orang dapat melakukan apa saja demi cinta. Orang yang jatuh cinta tiba-tiba dirinya menjadi puitis. Dia bisa menulis puisi, menulis surat, dan membuat sesuatu yang tadinya mustahil bisa dilakukannya. Bahkan dalam sebuah lelucon dikatakan untuk lari tengah malam saja orang akan berani melakukannya demi meraih cinta seseorang. Kalau tidak gila itu bukan cinta. Itu barangkali gambaran orang yang sedang dilanda cinta.

Dengan pengorbanan itu pula kita dapat melengkapi kebutuhan orang yang kita cintai. Seorang suami mencintai istrinya, dia akan berkorban demi kebutuhan istri (dan anaknya). Begitu juga sebaliknya, sang istri akan berkorban demi kebutuhan sang suami (dan anaknya). Itulah pengorbanan atas nama cinta. Sebuah pengorbanan yang sangat indah karena disertai kesadaran, panggilan, dan bukan keterpaksaan. Ada orang mengibaratkan dua orang saling mencintai itu ibarat dua orang saing berjauhan dalam kegalapan. Seorang laki-laki membawa lilin menuju yang dikasihinya, namun lilin itu makin pendek karena jarak yang cukup jauh. Satu-satunya cara adalah orang yang dicintainya itu harus pula bergerak mendekatinya. Mereka akan bertemu di tengah-tengah lilin yang mulai habis dan mati apinya. 

Pengorbanan dalam mencinta begitu kompleks. Ada yang mengorbankan ego, emosi, harta, waktu, pikiran, tenaga, dan yang lainnya. Bahkan keselamatan jiwanya. Kalau tidak “gila” itu bukan cinta. Kalau tidak ada pengorbananan itu bukan sang pencinta. Berkorban dalam cinta adalah keniscayaan. Tentu saja ini berlaku bagi siapa saja yang merasa mencintai, entah itu orangtua, kekasih, sahabat, bahkan kesenangan terhadap sesuatu pun membutuhkan pengorbanan.

Saya kira contoh konkrit cinta yang membutuhkan pengorbanan adalah cinta kedua orangtua terhadap anaknya. Semuanya mereka akan korbankan demi cinta sang buah hati. Bukan cuma harta, tenaga, dan waktu saja yang mereka korbankan, tetapi nyawapun akan suka rela mereka korbankan. Jadi, jika tidak ada pengorbanan maka bukan dikatakan cinta, melainkan hanya permainan belaka.

Yang namanya berkorban tentu ia akan mengutamakan orang yang dicintainya. Kebahagiaan yang dicintainya adalah kebahagiaan dirinya, dan kesedihan yang dicintainya adalah kesedihan dirinya juga. Untuk itu, dengan ada orang yang rela berkorban untuk dirinya, maka orang yang dicintainya akan merasa bahagia, ada yang memerhatikan, dan melindunginya. Dengan begitu dia pula akan berkorban kepada yang mencintainya. Intinya, pengorbanan akan membuat mereka kuat dan berdaya.

 Ada yang mengatakan bahwa cinta dan pengorbanan itu ibarat dua sahabat yang tak pernah terpisahkan. Selalu berjalan bersama. Bagaikan dua sisi mata uang. Tamsil itu seperti hendak mengatakan  tak ada cinta tanpa pengorbanan. Jadi, jangan pernah mengaku cinta tapi tak pernah berkorban untuk sesuatu atau seseorang yang kita cintai. Pengorbanan adalah bukti nyata adanya cinta. Dengan pengorbanan akan terlihat kesungguhannya. Ada sebuahaa usaha dan ikhtiar yang besar demi yang dicintainya.  

Pengorbanan juga menjadi ukuran seberapa besar cinta seseorang terhadap yang dicintainya. Tentu sulit kita mengukur kadar cinta, tapi dengan pengorbanan setidaknya kita bisa melihatnya, semakin besar pengorbanannya maka semakin besar juga cintanya. Seorang ibu, misalnya, tampak jelas pengorbanan terhadap anaknya yang begitu besar. Sejak dalam kandungan hingga besar anaknya terus diperhatikan dan dirawat dengan baik. Penderitaan anak adalah penderitaan dirinya juga. Cinta yang besar terdapat pengorbanan yang begitu besar.

Namun, ada yang harus diwaspadai dalam soal ini, bahwa pengorbanan tidak selalu berarti cinta. Ada kepalsuan-kepalsuan yang harus diwaspadai. Ada penumpang-penumpang gelap yang menggelayut dalam nama “pengorbanan”. Tak lain itu berupa kepentingan yang mengatasnamakan cinta. Kepentingan itu bisa berupa motif ekonomi, hasrat kekuasaan, nafsu, dan lain-lain. Cinta mereka palsu. Lain di bibir lain di hati. Tindakan mereka hanyalah kepura-puraan saja.       

Dalam literatur keislaman diceritakan, suatu ketika ada serombongan orang mengunjungi seorang sahabat bernama Asy-Syubali ra. Dia berkata, “Siapa kalian semua?”

“Kami adalah orang-orang yang mencintaimu.”

Asy-Syubali mendekati mereka sambil membawa batu. Dia bermaksud hendak melempari mereka. Melihat Asy-Syubali melakukan demikian, merekapun lari.

Asy-Syubali berkata, “Mengapa kamu lari dariku? Andai kamu betul-betul mencintai aku, pasti tidak lari dari percobaanku. Orang-orang yang punya rasa cinta terhadap Allah akan mereguk minuman dari gelas cintanya, dan bagi mereka bumi amatlah sempit. Mereka minum dan tenggelam dalam tautan rindu kepada-Nya, dan mereka merasakan kenikmatan bermunajat kepada-Nya.”[]


                [1] Cerita lebih detailnya bisa dibaca dalam buku Afifah Ahmad berjudul The Road to Persia; Menelusuri Keindahan Iran yang Belum Terungkap (Yogyakarta: Bunyan), 2013.  

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puisi-Puisi Melisa Yusrina

    Puisi-Puisi Melisa Yusrina

    • calendar_month Sab, 14 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 403
    • 0Komentar

      Sepucuk Kata Untuk Rekanita   Keringatmu adalah semangat Lelahmu adalah cambuk kehidupan Langkahmu tanda perjuangan Pengabdianmu tanda cinta   Semua itu hanya untuk satu tujuan Untuk menyirnakan kegelepan Untuk tetap melanjutkan perjuangan sang panutan Mekar seribu bunga di taman Mekar cinta pada ikatan Sehat selalu rekanita tersayang Tetaplah belajar, berjuang, dan bertaqwa tanpa bosan. […]

  • Khitan Gratis, Program LAZISNU Kec Pucakwangi

    Khitan Gratis, Program LAZISNU Kec Pucakwangi

    • calendar_month Sen, 28 Jun 2021
    • account_circle admin
    • visibility 340
    • 0Komentar

      Pati. Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, melalui NU Care meluncurkan program khitan gratis.   Program ini diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu.   Khitan gratis ini terealisasi berkat kerja sama Lazisnu Pucakwangi dengan Rumah Khitan As-Syifa Tegalwero, Pucakwangi.    Semenjak diluncurkan pada awal tahun ini, program tersebut […]

  • PCNU-PATI Photo by 2081671

    Selamat Hari Ibu

    • calendar_month Jum, 23 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Berbicara soal peringatan hari ibu kemarin, kiranya sangat tepat jika tulisan saya kali ini bercerita tentang keseharian ibunda tercinta. Sosok inspiratif yang senantiasa mengajarkan saya banyak hal. Mulai dari bagaimana bersikap sebagai seorang perempuan hingga soal urusan perdapuran. Bagi saya ibu adalah seorang perempuan biasa yang memiliki semangat luar biasa. Ibu […]

  • PCNU - PATI Photo by terimakasih0

    Meminta Sumbangan di Tengah Jalan

    • calendar_month Kam, 23 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 369
    • 0Komentar

    Dalam memperbaiki sebuah jembatan, biasanya dibuatkan jembatan alternatif disamping kiri atau kanan jembatan supaya arus kendaraan tidak terputus. Hal ini dimanfaatkan oleh sekelompok pemuda desa terkait guna mengais rezeki melalui dalih menjadi petugas pengatur lalu-lintas. Dengan bekal wadah (besek-jawa ) Mereka meminta uang kepada para pengemudi roda empat yang akan melewati jembatan alternatif. Kemudian uang […]

  • Ponpes Mansajul Ulum Kembali Raih Juara Umum dalam Lomba HSN 2022

    Ponpes Mansajul Ulum Kembali Raih Juara Umum dalam Lomba HSN 2022

    • calendar_month Jum, 21 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 368
    • 0Komentar

    PATI – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2022, Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati menggelar berbagai lomba. Diantaranya, lomba Da’i milenial dan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK). Lomba MQK dilaksanakan secara offline di Institut Pesantren Mathali’ul Falah pada Kamis (20/10/2022). Sedangkan lomba Da’i Milenial digelar secara online. Berdasarkan […]

  • Kandidat Ketua IPNU IPPNU Adu Visi-Misi

    Kandidat Ketua IPNU IPPNU Adu Visi-Misi

    • calendar_month Ming, 22 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 390
    • 0Komentar

      Show Kandidat Calon Ketua PC IPNU IPPNU Pati. SUKOLILO-Para kandidat calon Ketua Pimpinan Cabang IPNU dan IPPNU Pati periode 2021-2022 menyampaikan visi dan misi masing-masing. Adu visi-misi ini dilaksanakan di Gedung Madrasah Tsanawiyah Sunan Prawoto, Minggu (22/8). Agenda intelektual bertajuk ‘Show Kandidat Calon Ketua PC IPNU IPPNU Pati’ ini diselenggarakan untuk menghadapi Konfercab yang […]

expand_less