Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Cerita Tabatabaei House

Cerita Tabatabaei House

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 19 Sep 2022
  • visibility 388
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Iqbal Dawami

Di Iran ada sebuah rumah yang sangat megah. Sebuah rumah yang mengandung nilai sejarah dan dibangun dengan keringat cinta dan kasih sayang. Afifah Ahmad, penulis asal Indonesia yang tinggal di Iran, suatu ketika mengunjungi rumah tersebut. Dia bercerita bahwa di balik kemegahan rumah itu, tersimpan cerita menarik. Konon, rumah tersebut dibangun sebagai prasyarat untuk bisa menikahi seorang putri bangsawan. Siang-malam calon pengantin pria bekerja keras untuk dapat menyelesaikannya.[1]

Begitulah barangkali wujud cinta. Orang dapat melakukan apa saja demi cinta. Orang yang jatuh cinta tiba-tiba dirinya menjadi puitis. Dia bisa menulis puisi, menulis surat, dan membuat sesuatu yang tadinya mustahil bisa dilakukannya. Bahkan dalam sebuah lelucon dikatakan untuk lari tengah malam saja orang akan berani melakukannya demi meraih cinta seseorang. Kalau tidak gila itu bukan cinta. Itu barangkali gambaran orang yang sedang dilanda cinta.

Dengan pengorbanan itu pula kita dapat melengkapi kebutuhan orang yang kita cintai. Seorang suami mencintai istrinya, dia akan berkorban demi kebutuhan istri (dan anaknya). Begitu juga sebaliknya, sang istri akan berkorban demi kebutuhan sang suami (dan anaknya). Itulah pengorbanan atas nama cinta. Sebuah pengorbanan yang sangat indah karena disertai kesadaran, panggilan, dan bukan keterpaksaan. Ada orang mengibaratkan dua orang saling mencintai itu ibarat dua orang saing berjauhan dalam kegalapan. Seorang laki-laki membawa lilin menuju yang dikasihinya, namun lilin itu makin pendek karena jarak yang cukup jauh. Satu-satunya cara adalah orang yang dicintainya itu harus pula bergerak mendekatinya. Mereka akan bertemu di tengah-tengah lilin yang mulai habis dan mati apinya. 

Pengorbanan dalam mencinta begitu kompleks. Ada yang mengorbankan ego, emosi, harta, waktu, pikiran, tenaga, dan yang lainnya. Bahkan keselamatan jiwanya. Kalau tidak “gila” itu bukan cinta. Kalau tidak ada pengorbananan itu bukan sang pencinta. Berkorban dalam cinta adalah keniscayaan. Tentu saja ini berlaku bagi siapa saja yang merasa mencintai, entah itu orangtua, kekasih, sahabat, bahkan kesenangan terhadap sesuatu pun membutuhkan pengorbanan.

Saya kira contoh konkrit cinta yang membutuhkan pengorbanan adalah cinta kedua orangtua terhadap anaknya. Semuanya mereka akan korbankan demi cinta sang buah hati. Bukan cuma harta, tenaga, dan waktu saja yang mereka korbankan, tetapi nyawapun akan suka rela mereka korbankan. Jadi, jika tidak ada pengorbanan maka bukan dikatakan cinta, melainkan hanya permainan belaka.

Yang namanya berkorban tentu ia akan mengutamakan orang yang dicintainya. Kebahagiaan yang dicintainya adalah kebahagiaan dirinya, dan kesedihan yang dicintainya adalah kesedihan dirinya juga. Untuk itu, dengan ada orang yang rela berkorban untuk dirinya, maka orang yang dicintainya akan merasa bahagia, ada yang memerhatikan, dan melindunginya. Dengan begitu dia pula akan berkorban kepada yang mencintainya. Intinya, pengorbanan akan membuat mereka kuat dan berdaya.

 Ada yang mengatakan bahwa cinta dan pengorbanan itu ibarat dua sahabat yang tak pernah terpisahkan. Selalu berjalan bersama. Bagaikan dua sisi mata uang. Tamsil itu seperti hendak mengatakan  tak ada cinta tanpa pengorbanan. Jadi, jangan pernah mengaku cinta tapi tak pernah berkorban untuk sesuatu atau seseorang yang kita cintai. Pengorbanan adalah bukti nyata adanya cinta. Dengan pengorbanan akan terlihat kesungguhannya. Ada sebuahaa usaha dan ikhtiar yang besar demi yang dicintainya.  

Pengorbanan juga menjadi ukuran seberapa besar cinta seseorang terhadap yang dicintainya. Tentu sulit kita mengukur kadar cinta, tapi dengan pengorbanan setidaknya kita bisa melihatnya, semakin besar pengorbanannya maka semakin besar juga cintanya. Seorang ibu, misalnya, tampak jelas pengorbanan terhadap anaknya yang begitu besar. Sejak dalam kandungan hingga besar anaknya terus diperhatikan dan dirawat dengan baik. Penderitaan anak adalah penderitaan dirinya juga. Cinta yang besar terdapat pengorbanan yang begitu besar.

Namun, ada yang harus diwaspadai dalam soal ini, bahwa pengorbanan tidak selalu berarti cinta. Ada kepalsuan-kepalsuan yang harus diwaspadai. Ada penumpang-penumpang gelap yang menggelayut dalam nama “pengorbanan”. Tak lain itu berupa kepentingan yang mengatasnamakan cinta. Kepentingan itu bisa berupa motif ekonomi, hasrat kekuasaan, nafsu, dan lain-lain. Cinta mereka palsu. Lain di bibir lain di hati. Tindakan mereka hanyalah kepura-puraan saja.       

Dalam literatur keislaman diceritakan, suatu ketika ada serombongan orang mengunjungi seorang sahabat bernama Asy-Syubali ra. Dia berkata, “Siapa kalian semua?”

“Kami adalah orang-orang yang mencintaimu.”

Asy-Syubali mendekati mereka sambil membawa batu. Dia bermaksud hendak melempari mereka. Melihat Asy-Syubali melakukan demikian, merekapun lari.

Asy-Syubali berkata, “Mengapa kamu lari dariku? Andai kamu betul-betul mencintai aku, pasti tidak lari dari percobaanku. Orang-orang yang punya rasa cinta terhadap Allah akan mereguk minuman dari gelas cintanya, dan bagi mereka bumi amatlah sempit. Mereka minum dan tenggelam dalam tautan rindu kepada-Nya, dan mereka merasakan kenikmatan bermunajat kepada-Nya.”[]


                [1] Cerita lebih detailnya bisa dibaca dalam buku Afifah Ahmad berjudul The Road to Persia; Menelusuri Keindahan Iran yang Belum Terungkap (Yogyakarta: Bunyan), 2013.  

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keistiqamahan Mbah Dullah Salam Kajen

    Keistiqamahan Mbah Dullah Salam Kajen

    • calendar_month Kam, 15 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 653
    • 0Komentar

                                                      KH. Abdullah Zain Salam  KH Abdullah Zain Salam dikenal dengan panggilan Mbah Dullah Salam memiliki teladan-teladan yang mulia. Mulai dari kecintaan mendalam pada ilmu pengetahuan, memiliki kebiasaan mengembara demi mencari ilmu pengetahuan, dan keteladanan lain. Penulis buku ‘Keteladanan […]

  • Peringati Harlah ke 43, KMPP Semarang Gelar Serangkaian Kegiatan di Mangunrekso

    Peringati Harlah ke 43, KMPP Semarang Gelar Serangkaian Kegiatan di Mangunrekso

    • calendar_month Sen, 14 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 429
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Peringati Hari Lahir (Harlah) ke-43, Keluarga Mahasiswa Pelajar Pati (KMPP) Semarang adakan serangkaian kegiatan di Desa Mangunrekso, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, yakni mulai tanggal 11 hingga 13 Agustus 2023.  Ketua Umum KMPP Semarang, Yunus Dwi Yulianto mengatakan, pada Harlah KMPP ke 43 ini, pihaknya mengangkat tema “Aksi […]

  • PWNU Jateng Bangun Balai Diklat 2,5 Hektar, Dorong Transformasi Digital Pendidikan

    PWNU Jateng Bangun Balai Diklat 2,5 Hektar, Dorong Transformasi Digital Pendidikan

    • calendar_month Kam, 9 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.859
    • 0Komentar

    ‎Semarang – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah meluncurkan program strategis “NU Peduli Pendidikan” sekaligus mengumumkan pembangunan Balai Diklat Pendidikan seluas 2,5 hektar di Karanganyar, Jawa Tengah. ‎ ‎Peluncuran ini berlangsung dalam acara Halalbihalal dan Launching Program NU Peduli Pendidikan PWNU Jawa Tengah pada Kamis (9/4/2026) yang berlangsung khidmat di MG Setos Hotel Semarang […]

  • PCNU-PATI

    Ang Lee

    • calendar_month Sen, 16 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 460
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Enam tahun dia dalam ketidakpastian. Perjuangannya belum menghasilkan apa-apa, kecuali rasa lelah dan dihantui putus asa. Mimpinya tidak akan terwujud, batin lelaki itu. Selama enam tahun ia menjadi asisten editor, alias tukang angkat alat-alat per-film-an. Selama itu pula ia mengirim skenario film  ke puluhan rumah produksi, dan yang diterima adalah […]

  • Naharul Ijtima” PCNU dan LTMNU Kab. Pati

    Naharul Ijtima” PCNU dan LTMNU Kab. Pati

    • calendar_month Sab, 17 Mei 2014
    • account_circle admin
    • visibility 676
    • 0Komentar

    Naharul Ijtima’ merupakan forum silaturahmi, koordinasi dan konsolidasi antara pengurus dan jama’ah Nahdlatul ‘Ulama yang dilaksanakan setiapsebulan sekali. Nahar artinya siang, sedangkan Ijtima’ artinya pertemuan. Pertemuan ini dilaksanakan pada waktu siang hari, biasanya waktunya ba’dal jum’at.  Kegiatan Naharul Ijtima’ ini sebagai pengganti tradisi Lailatul Ijtima’ yang dilaksanakan pada malam hari. Awalnya ini adalah kebiasaan para kiai […]

  • LKNU Pati Gelar Tes Kesehatan Gratis, Warga Antusias Mengikuti Pemeriksaan

    LKNU Pati Gelar Tes Kesehatan Gratis, Warga Antusias Mengikuti Pemeriksaan

    • calendar_month Rab, 26 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 513
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id Pati – Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kabupaten Pati mengadakan tes kesehatan gratis bagi warga pada Selasa (26/2). Kegiatan yang berlangsung di Dukuh Wonokerto, Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil ini mendapat dukungan dari berbagai organisasi sayap NU, seperti Banser Husada, LazizNU Pati, Ranting NU Wonokerto, IPNU, IPPNU, Fatayat, dan Muslimat Ranting Wonokerto. Program ini […]

expand_less