Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Prinsip Relasi Hubungan Antara Sesama Manusia

Prinsip Relasi Hubungan Antara Sesama Manusia

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 29 Sep 2021
  • visibility 600
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikhah*

 


Mari kita lihat hadist pertama dalam kitab Assittin Al-Adliyyah. Hadist pertama ini dari Abi Huroiroh yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang menerangkan bahwasanya sesama muslim (laki-laki dan perempuan) adalah saudara. Hadist ini mengajarkan prinsip yang paling dasar didalam Islam yaitu prinsip kemanusiaan melalui ajaran persaudaraan. Artinya jika kita menganggap muslim lain adalah saudara.

Maka kita tidak diperbolehkan untuk saling mendzalimi, saling merendahkan, dan juga saling menghina. Namun tanpa kita sadari ketika kita memiliki keunggulan atau kelebihan daripada yang lain biasanya muncul potensi untuk merendahkan yang lainnya. Satu contoh misalnya dalam keputusan pengambilan suara atau dalam hal kepemimpinan, laki-laki terkadang merendahkan perempuan karena dinilai perempuan itu tidak punya kapasitas intelektual yang tinggi sehingga dibatasi haknya dan tidak diberikan kesempatan yang sama. Contoh lainnya misalkan perempuan ini ingin mengambil sekolah tinggi tetapi dibatasi hanya karena stigma “untuk apa sekolah tinggi kalau pada akhirnya juga ke dapur”. Hal ini jelas sangat bertolak belakang dengan apa yang dimaksud hadist diatas. Oleh karena itu, mari kita belajar menjadi saudara yang baik untuk sesama saudaranya dalam hal apapun. 

Selanjutnya pada hadist kedua “la dharara wa la dhirara” yang artinya tidak boleh ada kerusakan pada diri sendiri dan tidak boleh melakukan kerusakan atau keburukan yang ditujukan kepada orang lain. Hadist ini memang singkat tetapi bisa dijadikan prinsip kemaslahatan dan anti kemudharatan terhadap sesama manusia. Prinsip selanjutnya adalah kebaikan. Berbicara soal kebaikan, orang yang baik itu tolak ukurnya adalah memiliki akhlak yang mulia. Manusia hidup didunia ini tidak sendirian. ia akan selalu berdampingan dan dikelilingi oleh sesama manusia lainnya. Maka sudah sepatutnya antara satu dengan yang lainnya untuk saling berbuat baik. Spiritualitas seseorang tidak hanya bisa dicapai dengan meningkatkan ibadah ritual saja, akan tetapi harus dibarengi dengan sikap keshalihan sosial dengan cara memperlakukan orang lain dengan sebaik-baiknya.

 Salah satu contoh bentuk keburukan yang mengakibatkan terjadinya sebuah ketidakadilan adalah adanya stereotip(pelabelan). Bahwa dalam kebudayaan kita masih melekat adanya perbedaan peran antara laki-laki dan perempuan. Seorang perempuan sangat dibatasi ruang geraknya karena telah terstigma terlebih dahulu bahwa perannya hanya boleh diranah domestik saja.

Maka ketika ada perempuan yang mengambil peran untuk bekerja diranah publik dan mengakibatkan ia pulang dimalam hari, biasanya akan secara langsung terstigma bahwa ia bukan merupakan perempuan baik-baik. Adapun didalam konteks yang lebih dekat dengan kehidupan kita, yaitu didalam hubungan antara satu anggota keluarga dengan anggota yang lainnya yaitu sering kali muncul sikap merasa paling benar, paling harus dipatuhi, dan paling harus mendapatkan ketaatan secara mutlak. Semestinya ini menjadi hal-hal yang perlu untuk direnungkan kembali agar nantinya tidak menimbulkan adanya ketidakadilan. Pun telah dijabarkan dalam berbagai hadist banyak yang menganjurkan agar kita menekankan pentingnya prinsip kesalingan dalam menjalin sebuah hubungan dengan orang lain.

Selanjutnya pada penghujung pembahasan bab 1 menjelaskan tentang prinsip-prinsip relasi antara laki-laki dan perempuan didalam Islam, adalah prinsip saling berkasih sayang. Pada hadist dari Abi Huroiroh yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori yang artinya “Barangsiapa tidak menyayangi, maka tidak disayangi”.

Prinsip ini juga penting untuk ditarik dalam konteks yang lebih kecil lagi didalam kehidupan kita yaitu relasi antara suami dan istri. Hubungan suami dan istri adalah hubungan yang saling menyayangi dan mengasihi bukan hubungan yang saling mendominasi. Sering kali kita mendengar ketika ada pasangan yang sedang melangsungkan pernikahan pasti tersemat doa “semoga menjadi keluarga Sakinah, Mawaddah, Warahmah”.

Sakinah adalah ketenangan hati. Maka untuk menuju sakinah harus ada yang namanya mawaddah dan rohmah. Mawaddah sendiri penjelasannya adalah ketika kita mencintai seseorang dan orang itu merasa bahagia atas rasa cinta kita, sedangkan rohmah adalah ketika kita mencintai seseorang kita pun merasa ikut bahagia. Apabila yang tercapai hanya mawaddah maka akan mengakibatkan yang namanya pengorbanan, dan apabila yang tercapai hanya rohmah saja, maka dikhawatirkan akan mengakibatkan egoisme. Oleh karena itu mawaddah dan rohmah harus saling berkesalingan untuk mencapai pada sakinah. 

 *Pengurus PC Lazisnu Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jakenan Bentuk Panitia Hari Santri 2019

    Jakenan Bentuk Panitia Hari Santri 2019

    • calendar_month Kam, 26 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 637
    • 0Komentar

    JAKENAN – Komponen masyarakat di kecamatan Jakenan, Kamis (26/9/2019) pagi membentuk panitia peringatan Hari Santri Nasional 2019. Dengan prakarsa MWCNU Kecamatan Jakenan, pertemuan yang dilaksanakan di Aula Kantor Camat Jakenan itu akhirnya berhasil menyusun kepanitian Hari Santri 2019 yang terdiri atas berbagai komponen di Jakenan. Rais dan Ketua MWCNU Jakenan bersama Kapolsek, Danramil, Kepala KUA, […]

  • PC Lazisnu- LPNU Bakal Pasok Ribuan Kopi Gratis di Acara Satu Abad NU

    PC Lazisnu- LPNU Bakal Pasok Ribuan Kopi Gratis di Acara Satu Abad NU

    • calendar_month Sel, 21 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 496
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id PATI – Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama’ (LPNU) Kabupaten Pati menjadi pemasok kopi dalam perhelatan akbar peringatan Satu Abad NU, Rabu (22/2) malam. Menurut ketua LPNU Pati, Yusuf, menegaskan bahwa pihaknya akan membagikan ribuan cup kopi gratis kepada warga NU yang menghadiri perayaaan di alun-alun kabupaten tersebut. Ia menandaskan bahwa bahwa ini merupakan inisiatif dari […]

  • Fatayat Pati Awasi Pelaksanaan JKN-KIS

    Fatayat Pati Awasi Pelaksanaan JKN-KIS

    • calendar_month Sen, 27 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 390
    • 0Komentar

    Bupati Pati, Haryanto, memberikan sambutan dalam acara peresmian program Perempuan Bersuara Mengawasi JKN-KIS di Pendopo Kabupaten Pati, Senin (27/9).  PATI – Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dalam pelaksanaannya akan mendapatkan pengawasan dari Pengurus Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pati. Bagian salah satu ormas terbesar di Indonesia itu mengaku siap mengawasi pelaksanaan […]

  • PCNU-PATI Photo by Anita Austvika

    Bandar

    • calendar_month Rab, 14 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 591
    • 0Komentar

    Oleh :  Niam At Majha Sabtu kemarin saya sedang menikmati liburan di Kemuning Tawangmangu. Sebenarnya bukan liburan, akan tetapi diskusi membahas berbagai hal, dengan agenda utama menyikapi hiruk pikuk tahun politik sudah dihadapan sidang pemirsa. Bagaimana saya akan bersikap dengan adanya manuver-manuver senggol sana, sikut sini demi satu tujuan pemenangan. Dan rumah-rumah, kios-kios pemenangan telah […]

  • MWC NU Winong Gelar Pelantikan Bersama Muslimat dan GP Ansor

    MWC NU Winong Gelar Pelantikan Bersama Muslimat dan GP Ansor

    • calendar_month Rab, 25 Des 2019
    • account_circle admin
    • visibility 396
    • 0Komentar

    WINONG – Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Winong menggelar pelantikan pengurus pada Rabu, 25/12 2019, menghadirkan KH. Ubaidillah Shodaqoh, Rois Syuriah PWNU Jateng, yang memberikan pembinaan langsung. Acara yang bertempat di gedung NU Kecamatan Winong tersebut juga bersamaan dengan pelantikan pengurus Muslimat, GP Ansor, Pengurus Ranting, dan Banom lainnya. Pelantikanyang berlangsung khidmat tersebut sekaligus […]

  • PCNU-PATI

    MWCNU Trangkil Bakal Gelar Bazar, Berikut Jadwal dan Lokasinya

    • calendar_month Sel, 14 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 438
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id- TRANGKIL – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Trangkil bakal menggelar bazar menjelang bulan suci Ramadhan. Manajer Bazar, Ahmad Mufid menyampakan kegiatan diprakarsai oleh Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Trangkil bekerja sama dengan PAC Fatayat NU Trangkil. “Kegiatan ini sebagai langkah awal memfasilitasi dan memasarkan produk dari anggota, serta sarana memperoleh dana pemasukan […]

expand_less