Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Prinsip Relasi Hubungan Antara Sesama Manusia

Prinsip Relasi Hubungan Antara Sesama Manusia

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 29 Sep 2021
  • visibility 543
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikhah*

 


Mari kita lihat hadist pertama dalam kitab Assittin Al-Adliyyah. Hadist pertama ini dari Abi Huroiroh yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang menerangkan bahwasanya sesama muslim (laki-laki dan perempuan) adalah saudara. Hadist ini mengajarkan prinsip yang paling dasar didalam Islam yaitu prinsip kemanusiaan melalui ajaran persaudaraan. Artinya jika kita menganggap muslim lain adalah saudara.

Maka kita tidak diperbolehkan untuk saling mendzalimi, saling merendahkan, dan juga saling menghina. Namun tanpa kita sadari ketika kita memiliki keunggulan atau kelebihan daripada yang lain biasanya muncul potensi untuk merendahkan yang lainnya. Satu contoh misalnya dalam keputusan pengambilan suara atau dalam hal kepemimpinan, laki-laki terkadang merendahkan perempuan karena dinilai perempuan itu tidak punya kapasitas intelektual yang tinggi sehingga dibatasi haknya dan tidak diberikan kesempatan yang sama. Contoh lainnya misalkan perempuan ini ingin mengambil sekolah tinggi tetapi dibatasi hanya karena stigma “untuk apa sekolah tinggi kalau pada akhirnya juga ke dapur”. Hal ini jelas sangat bertolak belakang dengan apa yang dimaksud hadist diatas. Oleh karena itu, mari kita belajar menjadi saudara yang baik untuk sesama saudaranya dalam hal apapun. 

Selanjutnya pada hadist kedua “la dharara wa la dhirara” yang artinya tidak boleh ada kerusakan pada diri sendiri dan tidak boleh melakukan kerusakan atau keburukan yang ditujukan kepada orang lain. Hadist ini memang singkat tetapi bisa dijadikan prinsip kemaslahatan dan anti kemudharatan terhadap sesama manusia. Prinsip selanjutnya adalah kebaikan. Berbicara soal kebaikan, orang yang baik itu tolak ukurnya adalah memiliki akhlak yang mulia. Manusia hidup didunia ini tidak sendirian. ia akan selalu berdampingan dan dikelilingi oleh sesama manusia lainnya. Maka sudah sepatutnya antara satu dengan yang lainnya untuk saling berbuat baik. Spiritualitas seseorang tidak hanya bisa dicapai dengan meningkatkan ibadah ritual saja, akan tetapi harus dibarengi dengan sikap keshalihan sosial dengan cara memperlakukan orang lain dengan sebaik-baiknya.

 Salah satu contoh bentuk keburukan yang mengakibatkan terjadinya sebuah ketidakadilan adalah adanya stereotip(pelabelan). Bahwa dalam kebudayaan kita masih melekat adanya perbedaan peran antara laki-laki dan perempuan. Seorang perempuan sangat dibatasi ruang geraknya karena telah terstigma terlebih dahulu bahwa perannya hanya boleh diranah domestik saja.

Maka ketika ada perempuan yang mengambil peran untuk bekerja diranah publik dan mengakibatkan ia pulang dimalam hari, biasanya akan secara langsung terstigma bahwa ia bukan merupakan perempuan baik-baik. Adapun didalam konteks yang lebih dekat dengan kehidupan kita, yaitu didalam hubungan antara satu anggota keluarga dengan anggota yang lainnya yaitu sering kali muncul sikap merasa paling benar, paling harus dipatuhi, dan paling harus mendapatkan ketaatan secara mutlak. Semestinya ini menjadi hal-hal yang perlu untuk direnungkan kembali agar nantinya tidak menimbulkan adanya ketidakadilan. Pun telah dijabarkan dalam berbagai hadist banyak yang menganjurkan agar kita menekankan pentingnya prinsip kesalingan dalam menjalin sebuah hubungan dengan orang lain.

Selanjutnya pada penghujung pembahasan bab 1 menjelaskan tentang prinsip-prinsip relasi antara laki-laki dan perempuan didalam Islam, adalah prinsip saling berkasih sayang. Pada hadist dari Abi Huroiroh yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori yang artinya “Barangsiapa tidak menyayangi, maka tidak disayangi”.

Prinsip ini juga penting untuk ditarik dalam konteks yang lebih kecil lagi didalam kehidupan kita yaitu relasi antara suami dan istri. Hubungan suami dan istri adalah hubungan yang saling menyayangi dan mengasihi bukan hubungan yang saling mendominasi. Sering kali kita mendengar ketika ada pasangan yang sedang melangsungkan pernikahan pasti tersemat doa “semoga menjadi keluarga Sakinah, Mawaddah, Warahmah”.

Sakinah adalah ketenangan hati. Maka untuk menuju sakinah harus ada yang namanya mawaddah dan rohmah. Mawaddah sendiri penjelasannya adalah ketika kita mencintai seseorang dan orang itu merasa bahagia atas rasa cinta kita, sedangkan rohmah adalah ketika kita mencintai seseorang kita pun merasa ikut bahagia. Apabila yang tercapai hanya mawaddah maka akan mengakibatkan yang namanya pengorbanan, dan apabila yang tercapai hanya rohmah saja, maka dikhawatirkan akan mengakibatkan egoisme. Oleh karena itu mawaddah dan rohmah harus saling berkesalingan untuk mencapai pada sakinah. 

 *Pengurus PC Lazisnu Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gusdurian dan NU Bagi-Bagi Sembako Plus APD

    Gusdurian dan NU Bagi-Bagi Sembako Plus APD

    • calendar_month Jum, 30 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 537
    • 0Komentar

    Penyerahan paket sembako oleh Gusdurian Peduli dan NU Peduli Kemanusiaan kepada salah satu Warga Kecamatan Tlogowungu yang sedang melakukan Isoman didampingi Camat, Danramil dan Polsek Tlogowungu.   PATI-Salah satu karakter bangsa Indonesia, adalah kuatnya budaya gotong royong. Budaya inilah yang menjadi pilar kokohnya bangsa dunia termasuk Indonesia hingga sekarang. Gotong royong dalam rangka penanganan Covid – […]

  • PCNU-PATI

    Enam Rumah di Godo Winong Hanyut Diterjang Banjir Bandang

    • calendar_month Jum, 2 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 480
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Banjir bandang menerjang sejumlah desa di Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Rabu (30/11/2022) lalu. Camat Winong, Luky Pratugas Narimo mengatakan, ada enam desa yang diterjang banjir bandang di kecamatan tersebut. Di antaranya Desa Kropak, Padangan, Danyangmulyo, Kudur, Gunungpanti, dan Godo. Ketinggian air bervariasi, mulai 1 hingga hampir 3 meter. Desa Godo, Gunungpanti, dan Kropak […]

  • Resmi Dibuka, Ini Cabang Perlombaan Persimanu I Ma'arif NU Jateng

    Resmi Dibuka, Ini Cabang Perlombaan Persimanu I Ma’arif NU Jateng

    • calendar_month Rab, 12 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 393
    • 0Komentar

    Semarang – Perkemahan Prestasi Ma’arif NahdlatuI Ulama (Persimanu) I Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif NU (Sakoma NU) JawaTengah resmi dibuka oleh Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Drs. KH. Muhamad Muzammil di Bumi Perkemahan Munjuluhur Kabupaten Purbalingga pada pada Rabu (12/7/2023). Ketua Sakoma NU Jawa Tengah Kak H. Shobirin mengatakan, bahwa kegiatan Persimanu I Jawa Tengah tahun […]

  • Respon MWC NU Cluwak Terhadap RSI Pati

    Respon MWC NU Cluwak Terhadap RSI Pati

    • calendar_month Kam, 4 Feb 2021
    • account_circle admin
    • visibility 414
    • 0Komentar

      Pati, 4 Januari 2021 Setelah di sepakatinya kerjasama antara PCNU Pati dengan  RSI (Rumah Sakit Islam) Pati pada tanggl 31 Januari 2021 bertpatan dengan harlah NU ke 95. MWC NU Cluwak gelar kordinasi bersama banom NU terkait fungsional Kartanu di bidang kesehatan. Konsolidasi yang di selenggarakan pada 04 Januari 2021 berlokasi   di Kantor MWC […]

  • PCNU-PATI

    Ujian Kemanusiaan

    • calendar_month Kam, 1 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Bencana terjadi di mana-mana. Mulai dari gempa Cianjur, hingga yang terakhir, banjir bandang dan angin kencang menerjang Kabupaten Pati. Intinya, Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Banyak korban berjatuhan, mulai nyawa, kesehatan, harta, peluang ekonomi, pendidikan, pokoknya banyak. Total kerugian materiil memang luar biasa besar. Tapi adakah nominal rupiah yang mampu membayar […]

  • Menggali Potensi Lokal

    Menggali Potensi Lokal

    • calendar_month Jum, 28 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 397
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kec Juwana mengadakan Konferensi, hal tersebut di lakukan sesuai dengan ketentuan dalam organisasi Nahdlatul Ulama apabila sudah berakhir masa jabatan maka akan di lakukan reorganisasi. bertempat di Kantor MWCNU Juwana Jl. Juwana Tayu Km 2 Dukutalit Juwana, akhir-akhir ini. Setelah Ketua Siswoyo memberikan laporan pertanggung jawaban perjalanan […]

expand_less