Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Anak Tantrum

Anak Tantrum

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 22 Jul 2022
  • visibility 408
  • comment 0 komentar

Hari minggu kemarin saat saya tengah berlibur dari rutinitas bekerja setiap hari, saya diajak ibu pergi ke pasar untuk membeli beberapa peralatan yang akan dibawa adik mondok. Sebelum pergi pagi-pagi sekali keponakan saya, Tsania sudah berada dirumah. Maklum ayah ibunya sedang di sawah dan ia dititipkan pada saya.

Pagi itu, setelah melakukan aktivitas rumahan, saya bertanya pada Tsania. Maukah ia ikut ke pasar? Jawabnya dengan tegas dan penuh bahagia ia menganggukkan kepala. Kemudian saya bertanya lagi, apakah ada yang diinginkan saat dipasar nanti? Ia menjawab bahwa ingin membeli kue yang ada gambar unicorn. Layaknya anak kecil lainnya ia begitu semangat bercerita akan keinginannya itu. Katanya dia sedang ulang tahun yang ke 5. Padahal setahu saya bukan bulan ini ulang tahunnya. Saya hanya menyimak dengan penuh khidmat. Rasanya gemas sekali melihatnya bercerita dengan penuh keceriaan seperti itu.

Saat tiba di pasar, setelah semua peralatan terbeli, kami tak sengaja melewati penjual sandal dan sepatu. Tiba-tiba ibu berkata ingin membeli sandal. Tak mau kalah dengan ibu, saya lantas ikut memilih sandal. Tsania yang sedari tadi saya gandeng, tiba-tiba merengek. Saya yang tengah memilih sendal mencoba mensejajarkan dengan dirinya lalu bertanya mengapa ia merengek. Ternyata dia melihat mainan yang saat ini viral. Kaktus bergoyang. Ia menunjuk mainan itu diseberang penjual sandal.

Saya mencoba bercanda dengan Tsania dengan pura-pura tak melihat kaktus yang dimaksud. Rengekannya semakin menjadi dan akhirnya pecah tangisannya. Saya hanya melihatnya dan berkata,

” Tadi pas dirumah kan bilang kalau mau kue unicorn, kenapa sampai disini minta kaktus sayang. Ndak boleh yaa.”

Saat saya berbicara seperti itu ia semakin menangis sejadi-jadinya. Tak peduli dengan banyaknya orang-orang yang ada di pasar itu.

Ibu mencoba menengahi dengan berbicara agak tinggi padanya. Bukan malah berhenti tapi malah tambah kenceng tangisannya. Saya mencoba berbicara lagi padanya.

“Adik ndak boleh begini, tadi di rumah mintanya kan kue unicorn. Jadi adik harus belajar bertanggungjawab dan komitmen dengan apa yang tadi adik ucapkan ya.” Namun dia tetep kekeh tak mau mendengarkan apa yang saya katakan. Setelah ibu dan saya selesai memilih sendal, lantas kami bergegas untuk pulang. Tsania masih saja menangis karena keinginannya tak saya kabulkan.

Sebelum pulang, ibu saya tinggal ditempat penggilingan daging karena ibu ada keperluan disana. Saya mengajak Tsania pergi ke toko kue yang tak jauh lokasinya dari pasar. Tsania yang tadi murung dan cemberut, mendadak wajahnya berubah menjadi ceria lagi. Saya memperlihatkan berbagai macam kue dan roti yang disajikan. Saya persilakan ia memilih sendiri, dan dengan sabar saya menunggu. Akhirnya ia memilih kue dengan hiasan bunga diatasnya. Tak hanya satu, ia pun memilih roti lainnya. Saya perbolehkan dan ia begitu senang setelah kedua barang tadi ia dapatkan.

Selepas pulang dari toko kue, kami menghampiri ibu terlebih dahulu sebelum pulang. Tsania bernyanyi sepanjang jalan dari pasar hingga sampai dirumah. Saya menebak lagu yang dinyanyikan adalah disini senang, disana senang. Dan sesampainya di rumah ia memamerkan kue kepada nenek dan kakek saat tengah duduk di teras rumah. Tak hanya itu ia meminta saya untuk memotretnya sambil memegang kue untuk ditunjukkan kepada ibunya.

Sambil makan kue dengan begitu lahap, saya bertanya padanya apakah ia senang. Ia mengangguk. Kemudian saya menjelaskan perihal soal kaktus tadi, agar dia belajar berkomitmen dengan apa yang dia ucapkan. Dengan asyik menikmati kue, saya coba jelaskan bahwa ia harus belajar untuk tak boleh menjadi raja yang setiap keinginannya harus dituruti.

Saya pernah membaca postingan di media sosial bahwa ketika anak sedang menangis atau tantrum karena menginginkan suatu hal, maka biarkan saja. Toh nantinya si anak pasti akan diam. Karena jika tak diatasi, tantrum ini akan terus menjadi senjata bagi anak untuk mendapatkan sesuatu. Bukan berarti lantas membiarkannya begitu saja, tetapi tetap ada sebuah penjelasan yang mengiringinya mengapa kita tak memperbolehkan. (Inayatun Najikah)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PAC IPNU IPPNU Tambakromo sukses MAKESTAkan 51 anggotanya

    PAC IPNU IPPNU Tambakromo sukses MAKESTAkan 51 anggotanya

    • calendar_month Ming, 31 Jan 2021
    • account_circle admin
    • visibility 410
    • 0Komentar

      Pati- Langkah awal dan sekaligus pembekalan organisasi, PAC IPNU IPPNU Kec. Tambakromo sukses rekrut 51 anggotanya untuk mengikuti MAKESTA (Masa Kesetiaan Anggota) Kegiatan yang berlangsung selama dua hari satu malam  itu di mulai sejak tgl 28-29 Januari 2020.  dengan melibatkan seluruh kepnitiaan dan beberapa Instruktur yang bertugas, berhasil membuat peserta merasakan kemistri yang luar […]

  • Komentar PCNU tentang Pembongkaran Mandiri Bangunan di Kawasan LI

    Komentar PCNU tentang Pembongkaran Mandiri Bangunan di Kawasan LI

    • calendar_month Sel, 15 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 715
    • 0Komentar

      Sosok Rodhi, pemilik bengkel di kawasan LI yang membongkar sendiri bangunannnya (foto : modess) PATI – PCNU mengapresiasi positif para pemilik bangunan di kawasan Lorok Indah (LI) yang secara sukarela membongkar sendiri bangunan yang tersisa pasca pembongkaran yang dilakukan Pemda Pati tgl 3 Pebruari 2022 lalu. “Seperti yang dilakukan oleh Rondli pemilik bengkel yang […]

  • PCNU-PATI

    Istri KH. Mohammad Achmad Sahal Mahfudh Berpulang

    • calendar_month Jum, 11 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 671
    • 0Komentar

    MARGOYOSO – Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’uun. Kabar duka menyelimuti Nahdlatul Ulama. Salah satu tokoh perempuan NU sekaligus Mustasyar PBNU 2022-2027, Nyai Hj. Nafisah Sahal Mahfudh wafat.  Kabar duka tersebut dikonfirmasi melalui KH. Faishal Muzammil pada Kamis (10/11) petang kemarin.  “Sekitar jam 18.00 WIB beliau berpulang di Rumah Sakit Islam (RSI) Pati. Sebelumnya beliau […]

  • RMI PCNU Pati Gelar Halaqoh Pengasuh Pesantren di IPMAFA

    RMI PCNU Pati Gelar Halaqoh Pengasuh Pesantren di IPMAFA

    • calendar_month Ming, 6 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19.107
    • 0Komentar

      ​PATI – Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (RMI PCNU) Kabupaten Pati menggelar Halaqoh Pengasuh Pesantren di Kampus Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati pada Ahad (6/9/2026). Forum ini diselenggarakan sebagai langkah konsolidasi para pengasuh pondok pesantren dalam merespons dinamika zaman tanpa merusak akar tradisi keilmuan. ​Mengusung tema “Terciptanya Pesantren Yang Ramah, Nyaman, […]

  • NKRI Yes, Radikalisme No

    NKRI Yes, Radikalisme No

    • calendar_month Sen, 29 Feb 2016
    • account_circle admin
    • visibility 424
    • 0Komentar

    Indonesia adalah negara Pancasila, yang di dalamnya terdapat multietnik, multiagama, multukultural dan sebagainya. Memang mayoritas pemeluk agama di Indonesia adalah Islam Ahlu as-Sunnah Wa al-Jama’ah (Aswaja) yang memiliki cara berpikir moderat dan menghargai perbedaan. KH. Bisri Musthofa yang biasa di panggil Gus Mus ini memaparkan tentang garis besar Aswaja, Pertama, dalam bidang hukum Islam (Fiqh), […]

  • 1 Muharram, PR IPNU IPPNU Asempapan Gelar Barzanji

    1 Muharram, PR IPNU IPPNU Asempapan Gelar Barzanji

    • calendar_month Rab, 11 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 477
    • 0Komentar

    Beberapa pemgurus IPNU Asempapan sedang ‘mahallul qiyam’ dalam acara pembacaan maulid al Barzanji untuk menyambut tahun baru 1443 H. PATI – Dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1 Muharram 1443 H, PR IPNU IPPNU Desa Asempapan, Kecamatan Trangkil menggelar kegiatan barzanji. Kegiatan tersebut digelar di salah satu rumah kader IPNU Desa Asempapan pada Selasa malam […]

expand_less