Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Anak Tantrum

Anak Tantrum

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 22 Jul 2022
  • visibility 164
  • comment 0 komentar

Hari minggu kemarin saat saya tengah berlibur dari rutinitas bekerja setiap hari, saya diajak ibu pergi ke pasar untuk membeli beberapa peralatan yang akan dibawa adik mondok. Sebelum pergi pagi-pagi sekali keponakan saya, Tsania sudah berada dirumah. Maklum ayah ibunya sedang di sawah dan ia dititipkan pada saya.

Pagi itu, setelah melakukan aktivitas rumahan, saya bertanya pada Tsania. Maukah ia ikut ke pasar? Jawabnya dengan tegas dan penuh bahagia ia menganggukkan kepala. Kemudian saya bertanya lagi, apakah ada yang diinginkan saat dipasar nanti? Ia menjawab bahwa ingin membeli kue yang ada gambar unicorn. Layaknya anak kecil lainnya ia begitu semangat bercerita akan keinginannya itu. Katanya dia sedang ulang tahun yang ke 5. Padahal setahu saya bukan bulan ini ulang tahunnya. Saya hanya menyimak dengan penuh khidmat. Rasanya gemas sekali melihatnya bercerita dengan penuh keceriaan seperti itu.

Saat tiba di pasar, setelah semua peralatan terbeli, kami tak sengaja melewati penjual sandal dan sepatu. Tiba-tiba ibu berkata ingin membeli sandal. Tak mau kalah dengan ibu, saya lantas ikut memilih sandal. Tsania yang sedari tadi saya gandeng, tiba-tiba merengek. Saya yang tengah memilih sendal mencoba mensejajarkan dengan dirinya lalu bertanya mengapa ia merengek. Ternyata dia melihat mainan yang saat ini viral. Kaktus bergoyang. Ia menunjuk mainan itu diseberang penjual sandal.

Saya mencoba bercanda dengan Tsania dengan pura-pura tak melihat kaktus yang dimaksud. Rengekannya semakin menjadi dan akhirnya pecah tangisannya. Saya hanya melihatnya dan berkata,

” Tadi pas dirumah kan bilang kalau mau kue unicorn, kenapa sampai disini minta kaktus sayang. Ndak boleh yaa.”

Saat saya berbicara seperti itu ia semakin menangis sejadi-jadinya. Tak peduli dengan banyaknya orang-orang yang ada di pasar itu.

Ibu mencoba menengahi dengan berbicara agak tinggi padanya. Bukan malah berhenti tapi malah tambah kenceng tangisannya. Saya mencoba berbicara lagi padanya.

“Adik ndak boleh begini, tadi di rumah mintanya kan kue unicorn. Jadi adik harus belajar bertanggungjawab dan komitmen dengan apa yang tadi adik ucapkan ya.” Namun dia tetep kekeh tak mau mendengarkan apa yang saya katakan. Setelah ibu dan saya selesai memilih sendal, lantas kami bergegas untuk pulang. Tsania masih saja menangis karena keinginannya tak saya kabulkan.

Sebelum pulang, ibu saya tinggal ditempat penggilingan daging karena ibu ada keperluan disana. Saya mengajak Tsania pergi ke toko kue yang tak jauh lokasinya dari pasar. Tsania yang tadi murung dan cemberut, mendadak wajahnya berubah menjadi ceria lagi. Saya memperlihatkan berbagai macam kue dan roti yang disajikan. Saya persilakan ia memilih sendiri, dan dengan sabar saya menunggu. Akhirnya ia memilih kue dengan hiasan bunga diatasnya. Tak hanya satu, ia pun memilih roti lainnya. Saya perbolehkan dan ia begitu senang setelah kedua barang tadi ia dapatkan.

Selepas pulang dari toko kue, kami menghampiri ibu terlebih dahulu sebelum pulang. Tsania bernyanyi sepanjang jalan dari pasar hingga sampai dirumah. Saya menebak lagu yang dinyanyikan adalah disini senang, disana senang. Dan sesampainya di rumah ia memamerkan kue kepada nenek dan kakek saat tengah duduk di teras rumah. Tak hanya itu ia meminta saya untuk memotretnya sambil memegang kue untuk ditunjukkan kepada ibunya.

Sambil makan kue dengan begitu lahap, saya bertanya padanya apakah ia senang. Ia mengangguk. Kemudian saya menjelaskan perihal soal kaktus tadi, agar dia belajar berkomitmen dengan apa yang dia ucapkan. Dengan asyik menikmati kue, saya coba jelaskan bahwa ia harus belajar untuk tak boleh menjadi raja yang setiap keinginannya harus dituruti.

Saya pernah membaca postingan di media sosial bahwa ketika anak sedang menangis atau tantrum karena menginginkan suatu hal, maka biarkan saja. Toh nantinya si anak pasti akan diam. Karena jika tak diatasi, tantrum ini akan terus menjadi senjata bagi anak untuk mendapatkan sesuatu. Bukan berarti lantas membiarkannya begitu saja, tetapi tetap ada sebuah penjelasan yang mengiringinya mengapa kita tak memperbolehkan. (Inayatun Najikah)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Buka GLM Part 3, Ketua Ma’arif NU: Kita Darurat Literasi

    Buka GLM Part 3, Ketua Ma’arif NU: Kita Darurat Literasi

    • calendar_month Sel, 12 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 239
    • 0Komentar

      Ketua Ma’arif NU Jateng Sebut Literasi Indonesia Darurat Semarang – Melalui Zoom Meeting, Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus Part 3 Gerakan Literasi Karya Tulis Ilmiah pada Selasa (12/11/2024) dibuka resmi oleh Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Fakhrudin Karmani. Pihaknya menyampaikan bahwa hasil asesmen kompetensi guru di madrasah Kemenag RI, tingkat literasi […]

  • PERJUSA di SMA Negeri 1 Tayu

    PERJUSA di SMA Negeri 1 Tayu

    • calendar_month Kam, 19 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Tayu.Gudep 08.09 – 08.10 SMA Negeri 1 Tayu mengadakan kegiatan yang lebih di kenal dengan PERJUSA ( Pelantikan Jumat Sabtu) Kegiatan tersebut dalam rangka Pelantikan Penegak Bantara Pangeran Diponegoro & RA Kartini Jumat – Sabtu, 13-14 Desember 2024 kemarin Rangkaian jenis kegiatan PERJUSA meliputi, Apel Pembukaan, Hiking, Materi bela negara dan PBB, Outbound, Apel sore, […]

  • Struktur dan Pola Pikir Keilmuan Bahasa Indonesia MI/SD Perlu Direformulasi

    Struktur dan Pola Pikir Keilmuan Bahasa Indonesia MI/SD Perlu Direformulasi

    • calendar_month Sen, 8 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Yogyakarta – Dalam Seminar Nasional Online (Sensasi Online) ke-7 yang digelar Perkumpulan Dosen PGMI Indonesia bertajuk “Reformasi Struktur dan Pola Pikir Keilmuan Bahasa Indonesia untuk MI/SD” secara virtual melalui Zoom Meeting pada Sabtu (6/4/2024), disimpulkan bahwa struktur dan pola pikir keilmuan Bahasa Indonesia untuk MI/SD perlu direformulasi. Narasumber kegiatan tersebut yaitu dosen PGMI INISNU […]

  • Eksistensi NU dalam Menjaga Nasionalisme Bangsa

    Eksistensi NU dalam Menjaga Nasionalisme Bangsa

    • calendar_month Kam, 29 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 172
    • 0Komentar

     Oleh: Siswanto Nahdlatul Ulama (NU) sebagaimana yang kita ketahui merupakan organisasi sosial kemasyarakatan keagamaan terbebesar di Indonesia. Bahkan, ada yang mengatakan organisasi terbesar di dunia. Menurut Greg Fealy (2003), hadirnya NU sebagai organisasi sosial keagamaan yang mendorong lahirnya tatanan kehidupan bernegara yang berkeadaban. Selain sebagai organisasi terbesar di Indonesia, NU juga ikut bertanggungjawab untuk memberikan […]

  • PCNU-PATI

    PCNU Pati Gelar Tasyakuran Harlah ke-101 NU

    • calendar_month Sen, 29 Jan 2024
    • account_circle admin
    • visibility 159
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id- Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati, adakan tasyakuran Hari Lahir (Harlah) ke 101 NU, di aula kantor setempat, Ahad (28/1/2024) siang. Tasyakuran ini dihadiri oleh para ketua dan sekretaris Lembaga, Badan Otonom (Banom), hingga Majelis Wakil Cabang (MWC). Adapun Harlah NU tahun ini mengusung tema Memacu Kinerja, Mengawal Kemenangan Indonesia. Ketua Tanfidziyah PCNU […]

  • PCNU-PATI Photo by Anita Austvika

    Perempuan itu Makhluk Bebas

    • calendar_month Jum, 2 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Oleh: Inayatun Najikah Tadi malam saat tengah bersantai, tiba-tiba handphone saya bergetar. Rupanya ada panggilan video call masuk dari teman-teman semasa kuliah. Bermaksud untuk melepas kerinduan. Kami saling berbagi kabar dan bercerita perihal kesibukan masing-masing. Selain itu mereka juga saling curhat perihal apa saja, yang salah satunya tentang asmara. Dan saya hanya sebagai pendengar setia, […]

expand_less