Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Struktur dan Pola Pikir Keilmuan Bahasa Indonesia MI/SD Perlu Direformulasi

Struktur dan Pola Pikir Keilmuan Bahasa Indonesia MI/SD Perlu Direformulasi

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 8 Apr 2024
  • visibility 413
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id- Yogyakarta – Dalam Seminar Nasional Online (Sensasi Online) ke-7 yang digelar Perkumpulan Dosen PGMI Indonesia bertajuk “Reformasi Struktur dan Pola Pikir Keilmuan Bahasa Indonesia untuk MI/SD” secara virtual melalui Zoom Meeting pada Sabtu (6/4/2024), disimpulkan bahwa struktur dan pola pikir keilmuan Bahasa Indonesia untuk MI/SD perlu direformulasi.

Narasumber kegiatan tersebut yaitu dosen PGMI INISNU Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., dosen PGMI UIN Antasari Banjarmasin Dr. Noor Alfulaila, M.Pd., dan dosen PGMI IAIN Langsa, Aceh, Chery Julida Panjaitan, M.Pd., yang dimoderatori oleh dosen PGMI IAIQH Bagu Lombok Tengah Aenullael Mukaromah, M.Pd.

Dalam Welcoming Speech, Ka. Div. Penjamin Mutu PD PGMI Indonesia yang juga dosen PGMI UIN Ar-Raniry Banda Aceh Misbahul Jannah, M.Pd, Ph.D., mengucapkan terima kasih dan apresiasi. “Kami ucapkan terima kasih Ketua Umum PD PGMI Indonesia yang telah mendukung kegiatan ini. Kami mengucapkan  terima kasih juga kepada semua pengurus PD PGMI, Kaprodi, Sekprodi PGMI seluruh Indonesia dan mahasiswa PGMI,” katanya.

Webinar kali ini, menurutnya, ini sesuai dengan Prodi PGMI yang menghasilkan calon guru MI/SD yang profesional yang ahli di lima bidang, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS dan PPKN jenjang MI/SD.

“Bahasa Indonesia sangat dibutuhkan di era global. Kita harus mengglobalkan Bahasa Indonesia. Saat ini banyak di forum global, termasuk percakapan dalam bidang ekonomi sudah terbiasa menggunakan Bahasa Indonesia,” paparnya.

Narasumber pertama, dosen PGMI INISNU Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., mengatakan bahwa terdapat sejumlah alasan mengapa struktur dan pola pikir keilmuan Bahasa Indonesia MI/SD perlu direformulasi. “Temuan studi kami menemukan adanya problematika multibahasa di Indonesia, kanekaragaman bahasa, sastra, seni, dan budaya, kurangnya materi pembelajaran yang releven, belum terintegrasinya materi/CP Bahasa dari jenjang PAUD/TK sampai MI/SD, belum terintegrasinya materi kebahasaan, sastra, literasi, dan budaya, dianaktirikannya sastra Indonesia dan sastra lama, minimnya penguatan literasi digital dan literasi baru, PGMI/PGSD mencetak guru kelas, bukan mencetak guru Bahasa Indonesia, dan minim guru besar Bahasa Indonesia MI/SD di Prodi PGMI,” jelas Ibda.

Hal itu, menurut Ibda, menjadikan alasan mengapa Bahasa Indonesia MI/SD perlu dirumuskan ulang, dikaji, dan direformulasi dari sisi materi/bahan kajian, kurikulum, dan pembelajarannya.

Wakil Rektor INISNU Temanggung tersebut juga menyajikan temuan problematika kurikulum dan pembelajaran Bahasa Indonesia MI/SD, dan problematika kurikulum dan perkuliahan Bahasa Indonesia di PGMI/PGSD.

Dalam webinar ini, Dr. Ibda menawarkan sejumlah bahan reformulasi. Dimulai dari integrasi bahasa, sastra, budaya, dan karakter di MI/SD, reformulasi struktur dan pola pikir keilmuan bahasa Indonesia MI/SD, reformulasi kurikulum bahasa dan sastra Indonesia MI/SD, reformulasi kurikulum Prodi PGMI, sampai rencana aksi reformulasi struktur dan pola pikir keilmuan Bahasa Indonesia MI/SD. “Reformulasi tidak hanya para sturktur dan pola pikir keilmuan saja, tapi juga kurikulum MI/SD dan kurikulum Prodi PGMI atau PGSD,” lanjutnya.

Dosen PGMI UIN Antasari Banjarmasin Dr. Noor Alfulaila, M.Pd., dalam paparannya mengatakan bahwa sejarah dan perkembangan Bahasa Indonesia dimulai dari Melayu, bahasa yang digunakan secara luas di Nusantara sejak abad ke-7 Masehi. “Kemudian terjadi pemurnian dan standardisasi, yaitu upaya pemurnian dan standardisasi Bahasa Indonesia yang dimulai setelah Sumpah Pemuda 1928 untuk menciptakan identitas kebangsaan yan kuat,” beber dia.

Setelah itu, katanya, perkembangan kontemporer, Bahasa Indonesia terus berkembangan, dinamis, menyerap kosakata baru dengan beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, pihaknya mengatakan bahwa pola pikir keilmuan Bahasa Indonesia yaitu aspek deskriptif, meneliti bahasa apa danya, tanpa memberikan penilaian normatif. “Kedua adalah interdisipliner, mengintegrasikan perspektif dari berbagai bidang ilmu, seperti linguistik, sosiolinguistik, dan neurolinguistik. Ketiga adalah kontekstual, memahami bahasa dalam konteks sosial, budaya, dan sejarah yang melatarbelkanginya. “Saya setuju dengan Pak Ibda, bahwa materi Bahasa Indonesia di MI/SD perlu diupdate, perlu pengayaan, karena dari dulu ya itu-itu saja dan perlu diperluas sesesui perkembangan zaman,” kata dia.

Pihaknya mengatakan, terdapat tantangan prospek Bahasa Indonesia ke depan, dimulai dari digitalisasi, globalisais, kepunahan bahasa daerah, dan peluang pengembangan yang tinggi karena Bahasa Indonesia memiliki potensi besar untuk tumbuh dan berkembangan di era digital.

Sementara dosen PGMI IAIN Langsa Aceh, Chery Julida Panjaitan, M.Pd., dalam materinya berjudul “Integrasi Kecerdasan Buatan dan Kecakapan Hidup dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia” menegaskan bahwa kemampuan literais merupakan kemampuan mengritisi, menganalisis, mengevaluasi informasi dari berbagai sumber multidisiplin ilmu untuk mengomunikasikan informasi menjadi penting bagi reformulasi Bahasa Indonesia di MI/SD.

Dikatakannya, terdapat problematika pembelajaran Bahasa Indonesia di MI/SD. Pertama, keterbatasan kemampuan MI/SD mengelola berbagai potensi dan sumber daya yang tersedia. Kedua, pembelajaran Bahasa Indoensia tidak komunikatif, rendahnya kompetensi komunikasi pendidik, model kelas yang besar, interaksi kelas kurang optimal. Ketiga, pembelajaran Bahasa Indoensia disajikan dalam bentuk diskrit bukan dalam bentuk integratif (tematis). Keempat, semangat dan motivasi siswa mempelajari Bahasa Indoensia masih rendah. Keliam, buku sumber referensi pembelajaran kurang variatif.

 

Atas problematika itu, pihaknya menawarkan sejumlah solusi. Pertama, pembelajaran Bahasa Indonesia mengarah kepada layanan pendidikan berbasis luas dengan pembekalan kecakapan hidup. Kedua, pembelajaran Bahasa Indonesia tidak dapat dilakukan secara terpisah (integratif). Ketiga, pembelajaran Bahasa Indonesia dikaitkan dengan fungsinya untuk kepentingan komunikasi dan keperluan memenuhi keterampilan hidup.

“Pembelajaran Bahasa Indonesia diharapkan menjadi alat ekspresi diri, alat untuk kepentingan komunikasi, mengadakan integrasi dan beradaptasi sosial dalam lingkungan, dan alat untuk melakukan kontrol sosial,” kata Chery.

Setelah pemaparan dari ketiga narasumber, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab dari semua peserta. Hadir peserta dari unsur pengurus PD PGMI, Kaprodi dan Sekprodi PGMI, dosen dan mahasiswa PGMI, guru MI, dan sejumlah guru SD serta dosen PGSD di Indonesia. (*)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PC Fatayat NU Pati Gelar Latihan Kader Lanjutan di Jrahi

    PC Fatayat NU Pati Gelar Latihan Kader Lanjutan di Jrahi

    • calendar_month Sen, 27 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 562
    • 0Komentar

    Peserta LKL PC Fatayat NU Pati foto bersama GUNUNGWUNGKAL – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kab. Pati menggelar kegiatan Latihan Kader Lanjutan (LKL), Sabtu dan Ahad, 26-27 Desember 2021. Pelatihan selama dua hari ini dilaksanakan di Gili Malang Jrahi (GMJ), Gunungwungkal. Latihan Kader Lanjutan ini diikuti oleh pengurus PC Fatayat NU Kab. Pati dan utusan dari […]

  • PCNU PATI - Dari Jari; Cermin Diri. Photo by Laurenz Kleinheider on Unsplash.

    Dari Jari; Cermin Diri

    • calendar_month Jum, 17 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 487
    • 0Komentar

    Media sosial kini menjadi virus yang begitu pesat menyebar di seluruh lini masyarakat kita. Virus ini membuat saya prihatin karena media sosial kini sengaja dikemas menjadi semacam diary book oleh kebanyakan pengguna. Bahkan ada yang mengatakan apabila media sosial ibaratnya sebuah lautan sehingga semua bisa dimasukkan dan ditumpahkan tanpa terkecuali. Nyaris ironis bukan? Dari detik […]

  • Perkuat Komunikasi DKAC CBP KPP Wedarijaksa gelar Forum Komando

    Perkuat Komunikasi DKAC CBP KPP Wedarijaksa gelar Forum Komando

    • calendar_month Sen, 15 Mar 2021
    • account_circle admin
    • visibility 374
    • 0Komentar

      CBP merupakan singkatan dari Corp Brigade Pembangunan, sementara KPP merupakan singkatan dari Korps Pelajar Putri. Keduanya merupakan lembaga otonom di bawah naungan IPNU IPPNU yang berfungsi sebagai keamanan internal organisasi dan sebagai garda depan Nahdlatul Ulama dalam rangka membentengi dari masuknya paham radikalisme anti-Pancasila di tingkat pelajar serta mengawal ideologi Aswaja An-Nahdliyah dan menjaga keutuhan […]

  • PCNU-PATI

    Baru Dilantik: Semangat Membara MWC NU Trangkil

    • calendar_month Sab, 1 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 657
    • 0Komentar

    TRANGKIL – Pengurus MWC-NU Kecamatan Trangkil yang telah dipilih beberapa waktu lalu, kini resmi dilantik. Pelantik yang digelar di Kantor MWC NU Trangkil, Jalan Juwana-Tayu Km. 8 tersebut dilangsungkan Jumat (30/9) kemarin.  Perwakilan PCNU Pati yang hadir dalam acara tersebut pun cukup banyak, di antaranya, KH. Minhajus Sidat, KH. Abdul Majid, KH. Jamal Makmur, Maskan […]

  • PCNU Pati Selenggarakan Evaluasi Lembaga dan Banom

    PCNU Pati Selenggarakan Evaluasi Lembaga dan Banom

    • calendar_month Kam, 13 Agu 2020
    • account_circle admin
    • visibility 374
    • 0Komentar

      Pelaksanaan Evaluasi Lembaga dan Banom Nahdlatul Ulama’, Pengurus Cabang NU Pati PATI-Jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama mengadakan kordinasi dan evaluasi Lembaga dan Banom- Banom NU, Rabu, 12 Agustus 2020 bertempat di Gedung NU lantai 3 “Pertemuan ini kami tetap sesuai dengan protokol kesehatan, hal ini untuk mencegah penyebaran Covid 19,” jelas Maskan sekretaris PCNU […]

  • Dua Santri Kajen Raih Prestasi Internasional Bidang Sains

    Dua Santri Kajen Raih Prestasi Internasional Bidang Sains

    • calendar_month Ming, 26 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 743
    • 0Komentar

    Profil MTs Salafiyah Kajen, Margoyoso, Pati.  MARGOYOSO – Kabar menggembirakan datang dari MTs Salafiyah, Kajen, Margoyoso. Dua peserta didiknya berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional.  Melalui ajang IMCS (Internasional Matematics Contest Singapore), Fadhil Aulia Al Hakim dan Cladias Pasya Zahirul Sulthoni sukses merenggut medali dalam kejuaraan sains tersebut. Fadhil yang lolos ke babak final, berhasil membawa […]

expand_less