Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Struktur dan Pola Pikir Keilmuan Bahasa Indonesia MI/SD Perlu Direformulasi

Struktur dan Pola Pikir Keilmuan Bahasa Indonesia MI/SD Perlu Direformulasi

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 8 Apr 2024
  • visibility 374
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id- Yogyakarta – Dalam Seminar Nasional Online (Sensasi Online) ke-7 yang digelar Perkumpulan Dosen PGMI Indonesia bertajuk “Reformasi Struktur dan Pola Pikir Keilmuan Bahasa Indonesia untuk MI/SD” secara virtual melalui Zoom Meeting pada Sabtu (6/4/2024), disimpulkan bahwa struktur dan pola pikir keilmuan Bahasa Indonesia untuk MI/SD perlu direformulasi.

Narasumber kegiatan tersebut yaitu dosen PGMI INISNU Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., dosen PGMI UIN Antasari Banjarmasin Dr. Noor Alfulaila, M.Pd., dan dosen PGMI IAIN Langsa, Aceh, Chery Julida Panjaitan, M.Pd., yang dimoderatori oleh dosen PGMI IAIQH Bagu Lombok Tengah Aenullael Mukaromah, M.Pd.

Dalam Welcoming Speech, Ka. Div. Penjamin Mutu PD PGMI Indonesia yang juga dosen PGMI UIN Ar-Raniry Banda Aceh Misbahul Jannah, M.Pd, Ph.D., mengucapkan terima kasih dan apresiasi. “Kami ucapkan terima kasih Ketua Umum PD PGMI Indonesia yang telah mendukung kegiatan ini. Kami mengucapkan  terima kasih juga kepada semua pengurus PD PGMI, Kaprodi, Sekprodi PGMI seluruh Indonesia dan mahasiswa PGMI,” katanya.

Webinar kali ini, menurutnya, ini sesuai dengan Prodi PGMI yang menghasilkan calon guru MI/SD yang profesional yang ahli di lima bidang, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS dan PPKN jenjang MI/SD.

“Bahasa Indonesia sangat dibutuhkan di era global. Kita harus mengglobalkan Bahasa Indonesia. Saat ini banyak di forum global, termasuk percakapan dalam bidang ekonomi sudah terbiasa menggunakan Bahasa Indonesia,” paparnya.

Narasumber pertama, dosen PGMI INISNU Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., mengatakan bahwa terdapat sejumlah alasan mengapa struktur dan pola pikir keilmuan Bahasa Indonesia MI/SD perlu direformulasi. “Temuan studi kami menemukan adanya problematika multibahasa di Indonesia, kanekaragaman bahasa, sastra, seni, dan budaya, kurangnya materi pembelajaran yang releven, belum terintegrasinya materi/CP Bahasa dari jenjang PAUD/TK sampai MI/SD, belum terintegrasinya materi kebahasaan, sastra, literasi, dan budaya, dianaktirikannya sastra Indonesia dan sastra lama, minimnya penguatan literasi digital dan literasi baru, PGMI/PGSD mencetak guru kelas, bukan mencetak guru Bahasa Indonesia, dan minim guru besar Bahasa Indonesia MI/SD di Prodi PGMI,” jelas Ibda.

Hal itu, menurut Ibda, menjadikan alasan mengapa Bahasa Indonesia MI/SD perlu dirumuskan ulang, dikaji, dan direformulasi dari sisi materi/bahan kajian, kurikulum, dan pembelajarannya.

Wakil Rektor INISNU Temanggung tersebut juga menyajikan temuan problematika kurikulum dan pembelajaran Bahasa Indonesia MI/SD, dan problematika kurikulum dan perkuliahan Bahasa Indonesia di PGMI/PGSD.

Dalam webinar ini, Dr. Ibda menawarkan sejumlah bahan reformulasi. Dimulai dari integrasi bahasa, sastra, budaya, dan karakter di MI/SD, reformulasi struktur dan pola pikir keilmuan bahasa Indonesia MI/SD, reformulasi kurikulum bahasa dan sastra Indonesia MI/SD, reformulasi kurikulum Prodi PGMI, sampai rencana aksi reformulasi struktur dan pola pikir keilmuan Bahasa Indonesia MI/SD. “Reformulasi tidak hanya para sturktur dan pola pikir keilmuan saja, tapi juga kurikulum MI/SD dan kurikulum Prodi PGMI atau PGSD,” lanjutnya.

Dosen PGMI UIN Antasari Banjarmasin Dr. Noor Alfulaila, M.Pd., dalam paparannya mengatakan bahwa sejarah dan perkembangan Bahasa Indonesia dimulai dari Melayu, bahasa yang digunakan secara luas di Nusantara sejak abad ke-7 Masehi. “Kemudian terjadi pemurnian dan standardisasi, yaitu upaya pemurnian dan standardisasi Bahasa Indonesia yang dimulai setelah Sumpah Pemuda 1928 untuk menciptakan identitas kebangsaan yan kuat,” beber dia.

Setelah itu, katanya, perkembangan kontemporer, Bahasa Indonesia terus berkembangan, dinamis, menyerap kosakata baru dengan beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, pihaknya mengatakan bahwa pola pikir keilmuan Bahasa Indonesia yaitu aspek deskriptif, meneliti bahasa apa danya, tanpa memberikan penilaian normatif. “Kedua adalah interdisipliner, mengintegrasikan perspektif dari berbagai bidang ilmu, seperti linguistik, sosiolinguistik, dan neurolinguistik. Ketiga adalah kontekstual, memahami bahasa dalam konteks sosial, budaya, dan sejarah yang melatarbelkanginya. “Saya setuju dengan Pak Ibda, bahwa materi Bahasa Indonesia di MI/SD perlu diupdate, perlu pengayaan, karena dari dulu ya itu-itu saja dan perlu diperluas sesesui perkembangan zaman,” kata dia.

Pihaknya mengatakan, terdapat tantangan prospek Bahasa Indonesia ke depan, dimulai dari digitalisasi, globalisais, kepunahan bahasa daerah, dan peluang pengembangan yang tinggi karena Bahasa Indonesia memiliki potensi besar untuk tumbuh dan berkembangan di era digital.

Sementara dosen PGMI IAIN Langsa Aceh, Chery Julida Panjaitan, M.Pd., dalam materinya berjudul “Integrasi Kecerdasan Buatan dan Kecakapan Hidup dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia” menegaskan bahwa kemampuan literais merupakan kemampuan mengritisi, menganalisis, mengevaluasi informasi dari berbagai sumber multidisiplin ilmu untuk mengomunikasikan informasi menjadi penting bagi reformulasi Bahasa Indonesia di MI/SD.

Dikatakannya, terdapat problematika pembelajaran Bahasa Indonesia di MI/SD. Pertama, keterbatasan kemampuan MI/SD mengelola berbagai potensi dan sumber daya yang tersedia. Kedua, pembelajaran Bahasa Indoensia tidak komunikatif, rendahnya kompetensi komunikasi pendidik, model kelas yang besar, interaksi kelas kurang optimal. Ketiga, pembelajaran Bahasa Indoensia disajikan dalam bentuk diskrit bukan dalam bentuk integratif (tematis). Keempat, semangat dan motivasi siswa mempelajari Bahasa Indoensia masih rendah. Keliam, buku sumber referensi pembelajaran kurang variatif.

 

Atas problematika itu, pihaknya menawarkan sejumlah solusi. Pertama, pembelajaran Bahasa Indonesia mengarah kepada layanan pendidikan berbasis luas dengan pembekalan kecakapan hidup. Kedua, pembelajaran Bahasa Indonesia tidak dapat dilakukan secara terpisah (integratif). Ketiga, pembelajaran Bahasa Indonesia dikaitkan dengan fungsinya untuk kepentingan komunikasi dan keperluan memenuhi keterampilan hidup.

“Pembelajaran Bahasa Indonesia diharapkan menjadi alat ekspresi diri, alat untuk kepentingan komunikasi, mengadakan integrasi dan beradaptasi sosial dalam lingkungan, dan alat untuk melakukan kontrol sosial,” kata Chery.

Setelah pemaparan dari ketiga narasumber, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab dari semua peserta. Hadir peserta dari unsur pengurus PD PGMI, Kaprodi dan Sekprodi PGMI, dosen dan mahasiswa PGMI, guru MI, dan sejumlah guru SD serta dosen PGSD di Indonesia. (*)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meng-Qadla Shalat

    Meng-Qadla Shalat

    • calendar_month Kam, 8 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 399
    • 0Komentar

    Oleh: KH. Azizi Hasbullah Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. Salam sejahtera kami sampaikan, semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Amin.Bapak Azizi Hasbullah yang kami hormati, kami mempunyai sedikit permasalahan yang mungkin di kalangan orang awan seperti saya belum banyak diketahui. Permasalahannya begini: Seseorang yang sengaja meninggalkan shalat, apakah masih tetap wajib meng-qodlo’ shalat itu diluar waktunya, […]

  • Ranting NU Pasucen Mengawali Gerakan Wakaf Uang dengan Menggelar Seminar

    Ranting NU Pasucen Mengawali Gerakan Wakaf Uang dengan Menggelar Seminar

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.001
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. – Ranting NU Wonokerto Pasucen, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati memggandeng BPR Artha Mas Abadi menyelenggarakan seminar bertajuk ‘Wakaf Uang: Instrumen Kemajuan Ummat’. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (19/10) di halaman Kantor Ranting NU Wonokerto Pasucen dalam rangka menyongsong hari santri 2025. Mumu Mubarok, Direktur Utama Artha Mas Abadi menegaskan bahwa, kegiatan semacam ini diharapkan […]

  • Pelajar Hari Ini Adalah Pelajar Masa Depan

    Pelajar Hari Ini Adalah Pelajar Masa Depan

    • calendar_month Kam, 19 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 641
    • 0Komentar

    Warta Lakpesdam NU-  Rabu 18 Maret 2015 Madrasah Miftahul Huda Tayu  mengadakan bedah jurnal “Khittah” LAKPESDAM NU Pati. Dalam kesempatan ini yang di bahas  adalah salah satu tulisan yang berada di Jurnal tersebut yaitu pergaulan bebas yang meyebabkan penyakit HIV Aids dan tentang dunia literasi. Pada kesempatan kali ini dari pengurus Lakpesdam yang datang sekaligus […]

  • Jepara Juara Umum Persimanu I Ma'arif NU Jateng

    Jepara Juara Umum Persimanu I Ma’arif NU Jateng

    • calendar_month Ming, 16 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 534
    • 0Komentar

    Purbalingga – Perkemahan Prestasi Ma’arif NahdlatuI Ulama (Persimanu) I Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif NU (Sakoma NU) JawaTengah telah berakhir pada Sabtu (15/7/2023) di Bumi Perkemahan Munjulluhur Kabupaten Purbalingga yang dimulai pada pada Rabu (12/7/2023). Ketua Sakoma NU Jawa Tengah Kak H. Shobirin mengatakan, bahwa kegiatan Persimanu I Jawa Tengah tahun 2023 berlangsung lancar sampai penutupan […]

  • Video Joget-Joget dalam Haflah Akhirussanah Ternyata Bukan di Pati

    Video Joget-Joget dalam Haflah Akhirussanah Ternyata Bukan di Pati

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.502
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan adanya sekelompok perempuan mengenakan pakaian drumband yang tengah joget-joget di atas panggung dalam acara Haflah Akhirussanah. Dalam video itu dinarasikan bahwa drumband bermama Mahadewa pentas dalam acara Haflah Akhirussanah di Madrasah Diniyah I’anatut Thalibin Pati Jawa Tengah. Postingan tersebut menuai beragam tanggapan warganet. Sebab kostum […]

  • Page Facebook NU Pati Tembus 4,5 Ribu Like dalam Sebulan

    Page Facebook NU Pati Tembus 4,5 Ribu Like dalam Sebulan

    • calendar_month Ming, 18 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 393
    • 0Komentar

    Fanspage atau halaman facebook NU Pati mampu mendapatkan 4,5 ribu penyuka hanya dalam waktu satu bulan. Halaman facebook milik PCNU Kabupaten Pati ini baru dibuat pada 16 Juli 2019 silam. Dan dalam waktu satu bulan saja telah mampu memikat 4500 lebih pengguna facebook untuk memberikan jempolnya. Halaman facebook PCNU Pati yang mengangkat title NU Pati […]

expand_less